Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 253 - Kekuatan yang Membakar Matahari III


__ADS_3

Cahaya petir biru muncul sedetik, lalu menghilang. Tak berapa lama berselang putaran Api Keabadian mementalkan para mayat ke segala sisi. Di dalam aliran kekuatan api Keabadian seseorang berdiri menatap tajam ke atas, Qin Yujin menatap balik sambil menyeringai bengis. Tangannya mulai menampakkan pertanda akan menyerang lagi.


Xin Chen cepat berpindah. Tanpa ragu lagi dia mengeluarkan Pedang Legendaris yang diberikan Pedang Iblis padanya. Gabungan dari dua Pedang Kaisar Langit dan Pedang Manusia Iblis itu mengeluarkan cahaya merah emas yang saling memperkuat satu sama lain.


Qin Yujin cukup terkejut saat melihatnya.


Xin Chen tahu ini bukan pertarungan biasa. Dia harus mempertaruhkan segalanya untuk kemenangan. Jika dia gagal, maka semua orang di belakangnya akan berubah menjadi debu yang terbakar oleh Matahari yang Terbakar oleh Air Mata Iblis.


Dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


Meski sudah mengeluarkan senjata terkuatnya Qin Yujin tetap tak terlihat gentar, Xin Chen sudah tahu itu, kekuatan lawannya bahkan bisa jadi lebih besar darinya. Kali ini dia hanya berharap pada keberuntungan agar bisa mengalahkan lelaki itu. Bukan hanya level kekuatannya bertambah, tapi level kegilaannya sudah melampaui orang gila itu sendiri.


Sesuatu bergerak di bawah tanah, Xin Chen bisa merasakan aliran kekuatan yang mengalir melalui benang-benang kecil berupa aliran kekuatan yang disalurkan dari tubuh Qin Yujin. Mendadak salah satu boneka kayu melompat ke atas, tepat di depan muka Xin Chen.


Sesuatu di tangan boneka itu terbuka dan jarum-jarum kecil keluar dari sana, menyerbu Xin Chen yang langsung menghindarinya.


"Kau tak akan bisa lari dari kekuatan ini ... Karena baginya, kematian adalah mutlak! Sehebat apa pun dirimu, secerdas apa pun otakmu, dengan kekuatan seperti itu kau tak akan mampu menandingiku!"


Terlalu fokus menghindari para boneka yang terus mengejar Xin Chen sampai tidak melihat ke atas, satu boneka wanita dengan sayap terbang menukik. Saat dia jatuh bebatuan di bawah Xin Chen hancur berkeping-keping. Debu tebal menutup pandangan, Xin Chen menghindar tepat sebelum boneka itu mengenainya.

__ADS_1


Lagi dan lagi sesuatu mengincar di balik pundaknya, Xin Chen memutar pedang dan memotong kepala salah satu boneka. Sialnya satunya lagi berhasil mengelak dan begitu cepat terbang ke arahnya. Mulut boneka itu memiliki benda tajam yang sangat aneh, saat Xin Chen tertangkap mulut itu menusuk bahunya dan mulai menyerap kekuatan Xin Chen sangat banyak.


Hanya hitungan tiga detik saja boneka itu menyerap hampir seperempat.


Tubuhnya bersinar hitam kebiruan, susunan bentuk boneka berubah besar berkali-kali lipat setelah mendapatkan kekuatan milik Xin Chen.


Walau hanya musuh yang terbilang lemah Qin Yujin mampu membuat Xin Chen kewalahan. Boneka tersebut bukan hanya menyerang dan menghambat pergerakannya, tapi juga menyerap kekuatan Xin Chen sangat banyak. Sepuluh menit saja lengah semua kekuatannya dipastikan lenyap oleh boneka itu.


Gigi-gigi tajam boneka itu terbuka, wajahnya makin terlihat menyeramkan. Sekarang ini ukuran tubuh Xin Chen dengan boneka itu terlampau jauh. Dia hanya seperti seekor tikus yang dihadapkan dengan seekor gajah.


Benda-benda tajam raksasa terlempar ke arahnya saat boneka tersebut mulai menyerang. Dari arah belakang dan bawahnya boneka kecil lain masih beraksi, Xin Chen tak bisa membiarkan dirinya tertangkap dua kali karena ujungnya pasti akan sama.


Boneka raksasa tadi menerima kekuatan yang jauh sangat besar dari yang bisa ditampungnya. Perut kayunya mengeluarkan cahaya merah, lalu ledakan besar terjadi. Kayu-kayu beterbangan bersama benda-benda tajam. Xin Chen melindungi dengan perisai roh, dia terpaksa berhenti menyebabkan boneka kecil lain berhasil mengejar.


Tangan-tangan yang mencuat dari bagian dalam perisai roh terpotong oleh pedang Xin Chen. Kekuatan Petir menghentakkan tanah tempat Xin Chen terperangkap. Dalam satu pusaran petir melingkar, delapan belas boneka tergulung dan hancur menjadi beberapa bagian.


Xin Chen mulai membalas balik, ratusan boneka yang menghadang jalannya. Pedang Roh yang sangat panjang menebas dari samping, melenyapkan mereka satu per satu. Di matanya saat ini hanyalah bayangan sosok Qin Yujin yang berdiri dengan mata menantang. Semakin Xin Chen memaksa mendekat semakin banyak pula musuh yang berdatangan.


Boneka-boneka itu kembali bersatu dan menghajarnya, Xin Chen terpental jauh. Menghantam tanah di mana tubuh ratusan boneka tergeletak. Benda-benda mati itu bergetar, menunjukkan pergerakan aneh hingga boneka lain terwujud. Tidak terlihat seperti boneka, melainkan hanya potongan-potongan yang dipaksa menyatu membentuk satu tubuh boneka.

__ADS_1


Benda itu menarik sebelah tangannya dan memukul Xin Chen yang langsung melompat menjauh, tak membiarkan incarannya lewat kepingan-kepingan dari boneka itu terbang dan mengejar Xin Chen ke mana pun dia pergi.


Cabang-cabang petir bermunculan, lalu sebuah ledakan terjadi dari ujung boneka yang mengejar Xin Chen sampai ke tangan induknya yang lebih besar. Pedang Roh sebesar boneka tersebut menyatu di atas langit dan mulai bergerak, memancung ke bawah dalam satu gerakan cepat. Boneka itu tak sempat menghindar karena tubuhnya yang terlewat berat.


Serpihan-serpihan kayu beterbangan kemudian berserakan di atas tanah.


Setelah memastikan Hawa Kosong telah dia gunakan Xin Chen mulai menggunakan kekuatan roh, tampaknya dia harus menggunakan kekuatan yang sangat besar jika ingin mengalahkan Qin Yujin.


Satu Garis Hitam mencuat ke atas permukaan bumi, seperti akar rambat yang dapat bergerak semaunya, menyapu ratusan terinfeksi sekaligus. Disusul oleh puluhan hingga ratusan Garis Hitam lainnya yang menyebar di sekeliling Qin Yujin. Namun Garis Hitam itu tidak dapat menembus lingkaran besar para iblis yang melindungi Qin Yujin. Mereka belum bergerak atau menyerang, tapi bisa dipastikan jika Qin Yujin memerintah mereka, Iblis-iblis itu pasti akan langsung menyerbu Xin Chen.


Satu demi satu tubuh mayat itu tertimbun tanah atau bahkan hancur oleh serangan beringas Garis Hitam, benda itu masih terus menyerang para terinfeksi. Dari yang berukuran hanya sebatang pohon hingga yang berkali-kali lipat lebih besar.


Xin Chen mengantisipasi pergerakan Qin Yujin dari kejauhan, dia tak ingin menyertakan emosi dalam pertarungan tapi melihat wajah laki-laki itu saja sudah membuat kepalanya panas. Sekali lagi Xin Chen berpikir untuk memperpendek jarak di antara keduanya dengan langsung mendekati Qin Yujin di puncak gunung.


Xin Chen sudah memastikan tidak ada yang mengejar dari belakang tapi tiba-tiba saja sesuatu datang dari bawah dan langsung menghempasnya jauh lebih jauh dari titik semula. Pemuda itu tertegun, menyeimbangkan diri dan menoleh ke segala arah.


"Apa yang baru saja terjadi?"


Satu iblis wanita dengan rantai merah di tangan sedang terbang di udara sama sepertinya. Xin Chen sampai tak menyadari bahwa musuhnya sudah ada di depan mata, karena begitu tipis hawa keberadaan yang dimiliki sosok tersebut.

__ADS_1


"Tak perlu sepuluh ribu iblis. Aku saja sudah cukup untuk menghabisimu."


__ADS_2