
Tak disangka Istana Kekaisaran telah dirancang sedemikian rupa agar tahan dengan berbagai serangan. Ledakan demi ledakan membludak, bahkan beberapa begitu dekat dengan pilar-pilar istana. Namun tak satupun retak terdengar. Sementara itu, satu sembilan lelaki mulai berjalan. Mereka memakai jubah dengan tudung besar yang menyembunyikan seluruh wajah.
Xin Chen mencurigai sesuatu. Kelihatannya Shi Long Xu tahu banyak soal kekuatannya dan telah mempersiapkan rencana yang matang. Benar saja, sembilan laki-laki itu adalah Pengendali Roh bayaran. Di hadapan mereka kitab-kitab pengendali mulai bergerak. Puluhan prajurit beserta Shi Long Xu mulai mundur.
"Nikmati waktumu, sahabatku."
Jengkel, Xin Chen tak bisa langsung menerobos ke depan. Menghadapi sesama Pengendali Roh memang cukup merepotkan.
Namun bukan perkara besar baginya, sembilan pengendali roh itu jauh tertinggal di bawahnya. Ketika ratusan roh dipanggil oleh mereka, Xin Chen dapat mengeluarkan ratusan ribu miliknya. Dia mengeluarkan jurus tahap kedua.
"Kitab Pengendali Roh - Sang Iblis Pembantai."
Ukuran sebenarnya Iblis Pembantai dulunya tak sebesar sekarang, kekuatan berubah dan roh-roh itu menjadi lebih kuat. Mahluk hitam yang tingginya hampir menyamai pilar mulai membuat sembilan orang itu gentar.
Rapalan yang tadi mereka ucapkan berganti dengan getaran tanpa makna, ketakutan. Dalam seketika roh itu mengayunkan senjatanya, ratusan roh yang terpanggil hancur. Hanya dalam sekali serang. Mereka mulai melakukan perlawanan dengan memanggil lebih banyak, tapi itu tak berlangsung lama sebab Sang Iblis Pembantai langsung memusnahkan mereka.
Xin Chen telah mengejar Shi Long Xu beberapa detik yang lalu, hingga dia tiba di sebuah halaman dengan air terjun kecil yang turun di kolam bulat. Melihat dua ratus prajurit di luar halaman telah berjaga di sana. Begitu cepat Shi Long Xu telah berada di ujung gerbang istana, Xin Chen tak mau melepaskan orang itu begitu saja.
Kekuatan roh menyebar, Xin Chen tak peduli lagi soal prajurit itu. Dia menciptakan garis hitam yang bergerak ke sana kemari, melibas pada manusia yang dilapisi baja tebal itu. Membunuh mereka tanpa menyisakan setitik darah pun. Langkahnya semakin tertahan karena mulai banyak yang menghalangi. Xin Chen tak berniat meladeni mereka semua. Tapi dia terlanjur ketinggalan, Shi Long Xu kabur. Sekarang dia harus mencari keberadaan lelaki itu.
Saat sedang mengejar Shi Long Xu, Xin Chen terhenti menangkap siluet dari seorang yang familiar. Lelaki dalam balutan seragam Fraksi Militer Pusat itu tengah berada di situasi pelik, dia dikeroyok lima orang sekaligus. Wajahnya lebam, darah di tubuhnya adalah akibat tembakan. Xin Chen mengingat bagaimana Yu terbunuh, itu akan menjadi pukulan hebat bagi orang Perkemahan Tenggara. Jika mereka juga kehilangan Xe Chang, maka dipastikan mereka juga kehilangan sosok pemimpin berani.
Xin Chen mengambil keputusan sulit, melepaskan Shi Long Xu kabur dan menolong Xe Chang. Tak butuh waktu lama menumbangkan lima prajurit itu. Xe Chang menyandar di tembok dan perlahan terduduk, wajahnya nyaris tak berbentuk. Semalaman bertarung sampai pagi, entah berapa sudah dibunuhnya.
"Hah-hah ... Ini benar-benar terjadi, aku bersumpah untuk mengabdi pada Kekaisaran. Dan sekarang yang kulakukan adalah melanggar sumpahku sendiri. Mungkin ayahku yang dulunya adalah pemimpin Fraksi Militer Pusat akan menamparku di akhirat... " Tawanya diiringi oleh semburan darah yang keluar dari mulutnya, dia meringis memegangi perut. Xin Chen membantunya memulihkan diri.
"Aku akan mati ..."
Namun selagi Xe Chang masih bernapas dan ruhnya masih di dalam tubuhnya, Xin Chen bisa menyembuhkan luka luar lelaki itu dan memastikannya selamat.
"Tidak ada yang mengizinkanmu untuk mati. Sekarang hanya kau satu-satunya keberanian yang tersisa untuk orang-orang Kekaisaran Wei. Bertahanlah."
"Kau menyembuhkan lukaku?! Bagaimana mungkin secepat ini?" Tapi pada akhirnya Xe Chang berusaha mengerti bahwa semua hal yang dilihatnya dari Xin Chen hampir tak masuk akal semua.
"Ba-bagaimana dengan Yu? Dia berhasil berbicara dengan Kaisar? Apa yang Kaisar katakan? Apakah penelitian itu akan ditarik?"
Xin Chen tak berani menatap Xe Chang, karena lelaki itu pasti sedang mengharapkan sebuah jawaban yang diinginkannya. Pada akhirnya, kenyataan mengatakan kebalikannya.
"Yu telah mati, dia telah menyampaikan apa yang ingin kalian sampaikan. Dan dia mati, di aula Kaisar."
"Apa?" Dia membenarkan posisi duduknya, berharap salah mendengar. Tapi Xin Chen telah mengatakan dengan jelas.
"Seharusnya kita pakai cara Qiu. Langsung membunuhnya sekaligus, dia akan mampus."
__ADS_1
"Aku akan mencarinya dan melakukan tugas terakhir Qiu yang belum tuntas. Apa kau melihat Rein?"
"Kau mencari ku?"
Lelaki dengan baju yang serba robek sana-sini layaknya preman menyambut, dia tengah bersandar ke dinding. Menatap ke arah Xe Chang dan Xin Chen.
"Kau butuh bantuanku?"
"Syukurlah kau selamat."
"Tidak berniat mencari si pengkhianat itu?" Dia memutar-mutar sebuah kunci di jari telunjuknya, Xin Chen mengerutkan alis. "Sebaiknya kau di sini menjaga Xe Chang, aku akan mencarinya."
"Setelah kematian ketua kami kau menyuruhku duduk diam di sini menjadi perawat bayi besar? Sungguh menyakitkan."
Dia memasukkan kedua tangan di saku, "Aku ikut denganmu. Aku tahu ke mana mereka akan pergi dan punya beberapa kunci cadangan untuk masuk ke pintu belakang." Masih menatap Xin Chen, dia mengulas senyum licik. "Jangan meragukan kemampuan tikus jalanan."
**
"Mereka tak akan menemukan Anda di sini, Yang Mulia."
"Bagaimana dengan semua persiapan kita? Pastikan hari ini berjalan lancar. Meskipun serangan dadakan menghambatnya, aku tak mau tau. Semua harus tetap seperti yang telah ditentukan. Mana Qin Yujin?"
Shi Long Xu meminum setenggak air, merasakan kerongkongannya kembali di aliri air. Dia yakin Xin Chen tak dapat mengejarnya sebab dari beberapa laporan pemuda itu tertinggal jauh di belakang.
"Ada laporan yang masuk, Yang Mulia, 2301 satu tong telah ditumpahkan, ledakan besar telah dimulai, dan akses menuju persembunyian bawah tanah telah dibuka. Orang-orang kita akan diasingkan ke sana terhitung hari ini hingga tiga hari ke depan sebelum di tutup. Persediaan akan mencukupi hingga empat bulan ke depan."
Lalu laporan terus dibacakan sampai Shi Long Xu mengangkat tangan sebagai tanda cukup. Wanita itu memundurkan diri dengan sopan. Meninggalkan Shi Long Xu yang kini bertopang dengan isi kepala yang mulai berkecamuk.
Saat yang dinantikannya telah tiba. Dia tersenyum amat lebar, menatap lukisan berwarna-warni di dinding ruangan.
"Ayah, tidakkah kau merasa kematian mu berguna? Dengan membunuhmu dan memberikan kursi ini kepadaku, semua yang kau impikan dapat dicapai sangat cepat. Tak perlu menghitung tahun ... Aku begitu muak melihat wajahmu, sedikit hati nuranimu membuat kau gentar. Gerakmu pelan seperti siput, padahal cepat atau lambat kau akan membuang rakyatmu sendiri. Tak ada salahnya melakukannya lebih cepat."
Shi Long bangga, bisa berada di titik yang telah dinantikannya. Semasa hidupnya, Ayahnya telah merencanakan itu semua. Pengambilan kekuasaan kedua Kekaisaran, tapi impian itu sangat kecil bagi Shi Long Xu. Dia menginginkan hal lain yang jauh lebih besar. Kematian lelaki itu adalah batu loncatan.
"Mereka akan tunduk di bawah kepemimpinan kita, dan pada akhirnya apa yang selalu kau cita-citakan terwujud."
Namun kebahagiaannya mulai bercampur gelisah tatkala guncangan terasa. Shi Long Xu menyuruh beberapa orang memastikan, lalu seseorang berseru.
"Seekor raksasa sedang berusaha menghancurkan persembunyian ini dari dalam tanah."
"Siluman Penguasa Bumi maksudmu?"
Yang lain bertanya kalut.
__ADS_1
"Hitam dan memiliki banyak kaki. Tempat ini tak aman, kita harus keluar!"
*
"Di sini?"
Xin Chen nyaris tak percaya saat Rein membawanya ke sebuah hutan yang pohon-pohon telah ditebang. Tak merasakan hawa manusia sama sekali dari jarak ratusan meter. Dan lagipula tempat itu lebih terlihat seperti hutan terbengkalai yang dirusak manusia.
"Percaya padaku, mereka menciptakan tempat persembunyian senatural mungkin dan sekarang bisa saja kita sedang diawasi. Tapi aku punya satu jalan masuk, tapi ada banyak penjaga di sana. mari ikut aku lewat sini."
Dia mengeluarkan sebuah kunci.
"Mereka di mana?"
"Tepat di bawah kaki kita."
"Lama ceritanya kalau harus lewat pintu dan bertarung dengan teri menyebalkan itu."
Xin Chen menarik senyum jahil, tak membayangkan wajah Shi Long Xu ketika sesuatu yang besar akan memakannya sekalian dengan tempatnya bersembunyi.
"Yang penting si brengsek itu ada di bawah."
"Kau mau melakukan apa?"
Xin Chen menyentuh tanah dengan kedua tangannya, segaris kekuatan hitam menyebar di tanah. Xin Chen menutup mata, berusaha menggunakan teknik sebelumnya untuk mendapatkan penglihatan roh. Kekuatan itu berkumpul di kepalanya, sebelah matanya mulai melihat sesuatu. Hanya tanah, gerakan roh yang dilihatnya begitu cepat menembus sebuah persembunyian kokoh yang dilindungi dengan dinding besi tebal, terdapat beberapa cerobong udara yang terhubung ke atas. Xin Chen dapat melihat satu orang yang memang dia cari.
"Itu dia."
"Kelihatannya aku harus mundur kalau mau hidup, heh?"
"Cari tempat sejauh mungkin. Aku tak menjamin roh-roh ini tak akan memakanmu." Rein bergidik ngeri dan langsung beranjak ke tempat yang jauh.
Garis hitam mulai memunculkan kaki hitam yang bergerak liar mengibas kanan-kiri. Xin Chen mengalirkan kekuatan yang tak main-main untuk menciptakan monster yang sama dengan yang telah menghancurkan Laboratorium Baru.
Gempa terasa, beberapa pohon besar rontok karena tanah di bawahnya mulai berguncang tak stabil. Retakan dalam muncul, persembunyian itu dibuat jauh di bawah tanah. Bahkan lengkap dengan jalan dan fasilitas mewah. Bukan Shi Long Xu yang menciptakan tempat itu, melainkan Ayahanda nya sendiri. Lelaki itu telah mengantisipasi banyak hal, dan tak beruntungnya semua yang telah dia persiapkan sia-sia. Karena sekarang yang mengambil alih adalah anak yang telah merencanakan kematiannya.
Monster gurita hitam mendorong besi dari bawah tanah, melahapnya dan membawanya ke luar. Kaki-kakinya yang banyak seperti biasa mengunci target sasarannya, banyak manusia terjebak di dalam dan mulai habis dimakan. Masih ada beberapa bagian tempat persembunyian yang kemungkinan telah hancur dan hanya tersisa 70 persennya.
Monster itu turun kembali, mengambil puing-puing dan memakannya bersama para manusia di dalamnya.
Xin Chen tak kunjung menemukan Shi Long Xu semenjak terakhir kali melihatnya. Dia belum mati. Rein berteriak dari kejauhan, "Chen! Dia melarikan diri lagi!"
"Kali ini tak akan kubiarkan kau selamat, setan."
__ADS_1