
"Bagaimana bisa ...?"
Kematian Dewa Iblis seakan mengguncang tubuh Qin Yujin, tak disangka Xin Chen mampu menumbangkan ciptaan terkuatnya. Kekuatan yang dibutuhkan untuk memanggil Dewa Iblis tidak main-main, ilmu tingkat tinggi itu membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyiapkannya. Dengan kekuatan itu, Dewa Iblis memakai tubuh aslinya semasa hidup, semua kekuatan aslinya sama seperti dulu kala. Tidak ada yang berkurang.
Gemerutuk keras di gigi Qin Yujin menandakan kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun, di matanya sekarang Xin Chen tak ubahnya mayat yang berulang kali bangkit dari kematian untuk terus menerornya.
Dia sudah membuat Xin Chen sekarat berulang kali, mati ditimpa kekuatan cahaya iblis dan bahkan membuatnya tinggal bertahun-tahun dalam kobaran api keabadian.
Namun itu semua tak pernah membunuh nyali pemuda bermata biru itu. Api dalam matanya semakin menyala terang. Dia melewati batas gila, menembus dinding maut dan memanjati liang lahatnya sendiri hanya untuk membunuh Qin Yujin. Tangan laki-laki itu sampai gemetar hebat.
"Pedang Iblis tidak akan segila dirimu ..." Getaran dalam suaranya terdengar samar-samar. Tiba-tiba Qin Yujin tersenyum lebar, "Setidaknya aku memiliki lawan yang sama gilanya seperti diriku, aku baru menyadarinya sekarang. Kita gemetar kegirangan hanya karena ingin saling membunuh, menghancurkan diri sendiri demi memusnahkan satu sama lain, kita adalah orang yang telah menghitam dibakar api kebencian. "
Tawanya meledak, wajahnya terangkat, menertawakan seisi langit dan bumi yang telah mempertemukan mereka berdua. Cahaya matahari memucat, merahnya langit menyerupai genangan darah yang dibentangkan di atas mereka. Laki-laki itu sudah tidak peduli, dia hanya menginginkan kemenangan.
"Kita adalah ..." Qin Yujin menatap Xin Chen yang semakin mendekat kepadanya, membunuh puluhan ribu iblis dengan kekuatannya yang telah mencapai tingkat terakhir.
Xin Chen menatap balik Qin Yujin seraya berucap, "Si Pecundang dan Si Pengecut."
Keduanya saling tersenyum iblis, siap untuk menghabisi satu sama lain.
Sebelah kaki Qin Yujin mendorong tubuhnya melompat ke arah Xin Chen, tongkat hitam di tangannya dikelilingi oleh bola-bola hitam. Mereka memiliki kekuatan yang masih misterius, namun saat serangan sebelumnya Dewa Iblis sempat terkena sebagian bola tersebut dan mendapatkan luka fatal. Xin Chen harus menghindarinya sebisa mungkin atau jika tidak tamat riwayatnya.
Di tempatnya Xin Chen melesat cepat ke arahnya sambil mengacungkan pedang yang telah berubah warna mengikuti warna kekuatan Api Keabadian, keduanya saling bertemu. Qin Yujin meledakkan kekuatan cahaya merah yang merupakan kekuatan iblis miliknya, sinar itu mampu melenyapkan dalam sekejap. Paling tidak tubuh targetnya akan berubah menjadi serpihan debu.
Kecuali jika sinar itu mengenai Xin Chen, dia akan berubah menjadi mayat yang tergila-gila untuk membunuh Qin Yujin.
Tebasan panjang melintas di bahu Qin Yujin, dia menahan serangan itu dengan perisai. Sama halnya seperti Xin Chen.
Keduanya mendarat di kedua sisi berbeda.
"Katakan padaku," ucap Xin Chen tanpa membalikkan badan. Darah menetes di ujung pedangnya, di tempat lain goresan kecil muncul di bahu Qin Yujin.
__ADS_1
"Kau membenci semua orang karena mereka membencimu?"
Mata Qin Yujin membelalak, amarah membakar wajahnya.
"Jangan berlagak tahu, kau bukan siapa-siapa!" teriak Qin Yujin, satu bola hitam kembali ke tongkatnya setelah berhasil mengenai tangan kiri Xin Chen yang kini meneteskan darah.
"Aku saat ini dibenci oleh semua orang," ujarnya tanpa memedulikan omongan Qin Yujin.
"Aku membunuh Kaisar Shi, menjadi penyebab tewasnya ratusan ribu nyawa di Lembah Para Dewa, menghabisi lima orang dari Sepuluh Terkuat, dan bahkan ... Membiarkan sahabat ayahku mati tepat di depan mataku sendiri."
Qin Yujin membalikkan badan, baru menyadari bahwa Xin Chen juga melakukan hal sama. Mereka saling berhadapan. Penyesalan di matanya, Qin Yujin paham benar arti tatapan itu. Ketika semua orang membencinya, bahkan ketika dia merasa dosa yang dilakukannya bukanlah hal besar.
"Saat semua orang berpaling dariku, aku tidak ingin membenci mereka. Aku hanya melihat orang-orang yang tidak berpaling dariku," Xin Chen mengingat senyuman hangat ibunya, cengiran bodoh Ayahnya dan wajah emosi Xin Zhan. Rubah Petir, Lang, Ye Long, Lan An, Fu Hua dan semua orang yang terus bersamanya hingga detik ini.
Tanpa sadar matanya meneteskan air mata. "Aku ingin menjadi pahlawan untuk mereka yang tidak berpaling dariku."
"Omong kosong ...!!" Qin Yujin mengamuk, air matanya turun begitu saja, "Kau pikir masih ada yang mau peduli denganku?! Kau yang selalu berada di dalam kebahagiaan, memiliki keluarga yang lengkap, teman dan orang-orang di sekitarmu, tidak pantas untuk menggurui ku!"
Mata Qin Yujin berubah merah membara, seperti dilalap api, dia terbakar oleh kemarahannya sendiri. Xin Chen membalas dengan teriakan, "Aku bertarung mati-matian untuk menyelamatkan mereka, aku bertarung agar aku tidak sendirian di saat semua orang membenciku!"
Qin Yujin melesat cepat, menyerbu ke arah Xin Chen. Retakan tanah terbang ke atas saat kakinya menapak, melihat Xin Chen menghindar Qin Yujin menggunakan salah satu jurus paling mematikan.
Sebuah tangan cahaya raksasa jatuh dari langit. Xin Chen menengadah terkejut, tangan itu terlalu besar. Ke mana pun dia berlari Xin Chen tak akan sempat untuk menghindar.
Tatapan kebencian itu makin menjadi, Qin Yujin berteriak kencang. Tanduk di kepalanya semakin besar, jari kukunya berubah tajam, lalu kulit Qin Yujin perlahan berubah merah. Dia akan berubah menjadi iblis seutuhnya yang semakin kuat.
"Katakan padaku, siapa yang tidak membenciku?!"
Tidak ada jawaban.
Qin Yujin makin kesetanan, suara-suara melengking di dalam kepalanya membutakan mata lelaki itu.
__ADS_1
Urat hitam ungu menjalar dari dadanya, Qin Yujin tak sempat menyadari bahwa penyakit itu masih menggerogoti tubuhnya meski dia memiliki kekuatan iblis.
Bunyi bising bernada tinggi membuat telinganya berdenging, Qin Yujin mulai kehilangan keseimbangan, dia jatuh berlutut memegang kedua telinga. Menutupnya sambil meracau, insting membunuh datang.
Qin Yujin kehilangan kesadarannya. Dia mengamuk sejadi-jadinya, kekuatan cahaya iblis meledak di mana-mana. Puluhan lubang raksasa menembakkan kekuatan cahaya iblis ke atas langit, membakar tiap lapisan langit hingga menyentuh matahari dan mulai menghancurkannya.
Qin Yujin bergerak tak karuan, serangan itu berpindah ke gunung-gunung dan membelahnya menjadi serpihan debu.
Mata di tangan Qin Yujin ikut mengeluarkan kekuatan cahaya mematikan. Kekuatan merah di tangannya mengarah ke satu titik gunung di mana seorang gadis membeku di dalam Kristal Merah.
Dengan kekuatan yang mampu membelah gunung dan lautan itu, Fu Hua tak memiliki kesempatan hidup sekecil apa pun. Dia akan mati, itu yang pastinya terjadi. Namun Qin Yujin terlanjur lepas kendali, tembakan cahaya merah melesat cepat membelah gunung tersebut menjadi reruntuhan. Bunyi besar mengiringi hancurnya gunung tersebut
Saat itu, Qin Yujin kembali mendapatkan kesadarannya dan tahu apa yang telah terjadi.
"Hua'erku ..."
Wajahnya pucat pasi, kedua tangannya gemetar hebat. Giginya sampai menggigil ketakutan, dia telah membunuh satu-satunya orang yang dianggapnya keluarga. Kedua lutut Qin Yujin gemetar, dia terbang ke arah reruntuhan gunung. Tercengang sejadi-jadinya.
Di atas bebatuan besar Fu Hua terbaring di antara serpihan kristal merah yang berkilau terang. Terlihat cantik seperti wajah gadis bermata safir itu. Namun wajahnya yang seputih salju mulai ditetesi oleh darah yang menetes dari wajah seseorang di atasnya. Seseorang yang masih berusaha untuk menyelamatkannya di sisa akhir hidupnya.
Xin Chen tak sanggup menopang tubuhnya sendiri lagi, dia membaringkan tubuh yang hampir mati rasa di sebelah Fu Hua, seluruh kekuatannya telah dia gunakan untuk melindungi gadis itu. Meski dirinya sendiri tak akan terselamatkan.
Qin Yujin datang dengan penyesalan yang tak mampu dibendungnya lagi. Tak sanggup melihat begitu dekat. Namun dia masih bisa mendengar kalimat parau dari pemuda yang mati-matian menyelamatkan gadis itu.
"Kau melakukannya lagi.."
Mata biru itu redup, dia menoleh ke samping dengan susah payah.
***
"Selamat tinggal, Fu Hua."
__ADS_1
klo author tulis kek gitu wah langsung perang Shinobi kayaknya
#kabur