
Bunga teratai bergerak pelan akibat gelombang kecil di kolam berisi ikan koi. Di sebuah gazebo seorang laki-laki dengan jubah kebesarannya tengah menyesap minuman teh hangat, senyum terbit di kedua sudut bibir lalu terdengar suara gumaman.
"Aku tahu kau mampu, Pilar Bayangan."
Tak perlu menoleh Kaisar Qin tahu orang yang dipanggil sudah menghadap di belakangnya.
"Serigala Malam sudah hancur. Dengan semua tindakan dan perencanaan di masa mendatang, wabah ini seharusnya akan berakhir paling lama lima tahun," ucapnya. Xin Chen duduk di depan meja batu, teh hangat sudah disediakan oleh pelayan Kaisar. Laki-laki itu menarik lengan jubahnya dengan sebelah tangan, menyodorkan minuman itu.
Xin Chen mengangguk, Kaisar Qin selalu saja bersikap baik padanya. Padahal semua yang dilakukannya adalah kewajiban, sebagai anak dari klan Xin melindungi Kekaisaran Shang adalah tanggungjawab. Xin Chen tak pernah menghitung apa saja yang telah dilakukannya untuk Kekaisaran.
"Dengan begini satu ancaman besar telah dihapuskan, kerja bagus Pilar Bayangan."
"Yang Mulia terlalu sungkan."
Kaisar Qin tergelak, "Ayahmu, Xin Zhan dan sekarang kau, kalian adalah orang-orang kepercayaanku. Penghargaan saja tak akan cukup untuk membalaskan semua jasa kalian terhadap Kekaisaran ini."
"Saat itu, aku begitu terkejut saat kau mengatakan kiamat akan datang." Kaisar Qin mulai menjelaskan, "Kau melihat keadaannya dengan mata kepalamu sendiri, apa yang terjadi di Kekaisaran Wei adalah hal yang sangat besar dan sangat berkemungkinan untuk menyebar."
Kaisar Qin tahu benar, semua ancaman dan bahaya itu tak bisa diabaikan. Apalagi Xin Chen sendiri yang mengatakan padanya.
"Andai saja saat itu kau berbohong dan menyembunyikan segalanya dariku, kita tidak bisa menghadapi wabah ini dengan mudah."
Kali itu Xin Chen teringat ucapan ayahnya, walau kedengarannya seperti nasehat orang tua yang membosankan tapi terbukti kata-kata itu benar.
Jujurlah meski kebenaran lebih pahit dari kebohongan.
Jalan besar dibangun dengan pagar tinggi, jalan yang digunakan untuk membawa para penduduk dari terinfeksi dan mengungsikan mereka di tempat yang aman. Selain itu di Pulau Seizu seluruh bagian dikawal ketat oleh Pejuang dan Prajurit, pembatas dan senjata lengkap dikerahkan menghadapi adanya serangan terinfeksi.
Semua perintah Kaisar Qin dijalankan sangat baik. Penasehat, dewan dan para tetua juga berperan banyak dalam menentukan nasib Kekaisaran Shang.
Tapi semua pujian Kaisar Qin, bagi Xin Chen itu berlebihan. Mereka membincangkan tentang wabah dan rencana besar yang sudah disiapkan Kaisar Qin. Hingga tiba-tiba Xin Chen berbicara satu hal yang membuat Kaisar Qin cemas.
__ADS_1
"Menghapuskan wabah tak akan semudah itu," ujarnya.
"Satu-satunya yang dapat menghentikan virus itu adalah darah milik Anak Iblis yang ada dalam sejarah awal wabah ini. Dia sudah tidak ada. Dan darah itu juga tak akan cukup untuk menyembuhkan jutaan manusia."
Dia sudah memikirkan hal ini cukup lama dan mengutarakannya tanpa ragu, "Yang sudah tergigit tak bisa disembuhkan, pilihan satu-satunya adalah memusnahkan mereka."
"Bukankah tindakan itu sama seperti seperti lingkaran yang tak pernah memiliki ujung?"
Kaisar Qin mengerti apa yang dipikirkannya.
Hari ini mereka membakar satu manusia, tapi sepuluh manusia terjangkit. Semakin mereka memusnahkan lingkaran itu terus berputar hingga kemusnahan manusia terkabulkan. Karena semua itu berjalan dalam tempo bertahun-tahun, jika semua manusia sanggup diisolasi selama lima tahun tanpa berhubungan dengan dunia luar mungkin menunggu wabah itu mereda dan membasmi para terinfeksi bisa menjadi solusi.
Kaisar Qin tak bisa menjamin para manusia sanggup hidup tanpa terhubung dengan dunia luar. Mereka akan jatuh jika tak ada yang menanam tanaman, mencari makanan, memproduksi dan fungsi lain para masyarakat terhenti.
Satu kesimpulan, semua itu mustahil. Seperti kata Xin Chen.
"Namun, aku menemukan satu orang yang menjadi dalang di balik bangkitnya wabah ini."
Kaisar Qin mengerutkan alis. "Bisa-bisanya dia masih hidup setelah semua orang menderita akibat perbuatannya!" Lelaki itu menghentakkan kepalan tangan di atas meja, baru kali Xin Chen melihatnya marah seperti itu.
"Feng Yong memiliki jawabannya," imbuhnya.
"Air Mata Iblis."
"Kau mengetahui lokasinya?"
"Saat ini Qin Yujin pasti sedang mencarinya, aku belum bisa mengejarnya karena keadaan di sini harus diutamakan."
Kepalan tangan Kaisar Qin mengerat, saudaranya itu telah menciptakan pertumpahan darah tiada habis. Sayangnya setelah mengerahkan ratusan orang untuk menangkap Qin Yujin, tak ada satu kabar segar pun yang datang. Qin Yujin sangat sulit ditangkap.
"Jika dia meminumnya, aku bisa menjamin dia dapat menaklukkan dunia ini sendirian."
__ADS_1
Pucat pasi mulai mewarnai wajah Kaisar Qin, dia mengulang serius berharap Xin Chen tak membohongi, dia tidak menganggap ini sepele. "Kau yakin soal itu?"
"Hanya dugaanku."
Xin Chen menambahkan, "akhir-akhir ini firasat ku sangat kuat. Dan kebanyakan benar-benar kejadian."
Sedetik kemudian Kaisar Qin bangun dari duduknya, "Bukan waktunya untuk bersantai. Aku akan mengirimkan pasukan sebanyak mungkin untuk menghentikannya."
"Aku akan ikut," usul Xin Chen dan mendapatkan penolakan dari sang Kaisar. "Ada misi penting yang membutuhkanmu," jelasnya terpotong. Kaisar Qin memberi isyarat pada pelayan yang berjaga tak jauh, dia datang setelah mengambil sebuah gulungan yang diikat dengan tali jalinan emas, cap resmi dan lambang Kekaisaran Qing di ujung kertas.
Itu sangatlah penting. Kaisar Qin melebarkan gulungan, membacakan isinya kepada Xin Chen.
Permintaan bantuan dari Kekaisaran Qing.
Mereka kesulitan menghadapi krisis itu, tanpa persiapan dan perencanaan Kekaisaran Qing berada di ujung kehancuran.
Dua distrik berubah menjadi lautan terinfeksi berzirah. Ratusan ribu prajurit menjadi musuh yang menakutkan, mereka sulit dibunuh karena dilapisi armor besi. Dibakar pun tak ada gunanya. Ribuan nyawa melayang hanya untuk menghentikan gejolak besar di dua distrik itu. Distrik 1 dan distrik 6.
Kaisar Qin sudah mempertimbangkan sebaik mungkin, di masa sulit seperti ini dengan bekerja sama mungkin bisa menguntungkan kedua belah pihak. Walaupun mereka telah menjadi musuh selama berpuluh-puluh tahun, Kaisar Qin harus menepikan itu.
Dia juga pasti membutuhkan uluran tangan pihak lain. Karena hal itu, Kaisar Qin berniat menolong mereka dengan mengirimkan utusan dari Kekaisaran Shang. Dikabarkan bahwa daerah perkotaan dan pedesaan juga sama buruknya, terlebih daerah pinggiran yang terhubung dengan Kekaisaran Wei. Tak bisa diselamatkan lagi. Mereka membangun benteng untuk menyelamatkan sisa manusia yang bertahan.
Dan sekarang tampaknya Kaisar Yin kehabisan langkah. Pihak Kekaisaran Wei juga tak memberikan respon apa-apa, mereka hancur lebur dan saat ini sebagian besar pemimpin telah terbunuh. Sementara dua Kekaisaran lain kesulitan untuk menyelamatkan diri sendiri dan harus bergantung satu sama lain untuk bertahan dari krisis.
"Yang Mulia memintaku datang ke sana?"
Xin Chen teringat perlakuan Kaisar Yin kepadanya, membuat pemuda itu muak.
"Kaisar Yin menyebutkan satu atau sekelompok orang yang mampu membasmi mayat-mayat hidup itu, namamu telah menyebar ke segala penjuru, Chen. Aku percaya padamu, kau bisa menangani ini."
Xin Chen tak berniat menarik lagi kata-katanya. Dia akan menyelamatkan siapa pun, tanpa memandang dari mana mereka berasal. Setelah mendengar penjelasan panjang Kaisar Qin, Xin Chen setuju.
__ADS_1
"Keberangkatanmu dalam satu hari lagi, karena ini misi darurat kita tidak punya waktu banyak."
"Baik, Yang Mulia. Serahkan padaku."