
Buah Keabadian adalah salah satu kekuatan terhebat milik Patung Iblis Suci. Buah tersebut menyimpan kekuatan yang sangat amat dahsyat.
Di zaman dulu para manusia berlomba-lomba memperebutkan Kitab Darah Terakhir yang hanya diwariskan kepada keturunan dengan darah iblis murni. Hingga perang dan perpecahan terjadi, menewaskan banyak korban jiwa dan mengibarkan bendera perang di antara kedua pihak manusia dan iblis.
Kekuatan Buah Keabadian dianggap mengancam kehidupan para manusia, maka dari itu Kitab Darah Terakhir berulang kali hampir dimusnahkan. Namun, selama benda itu berada di tangan Dewa Iblis, Buah Keabadian tak akan pernah berpindah ke tempat lain.
Karena Dewa Iblis adalah petarung dari ras iblis yang paling kuat. Tak pernah ada yang berhasil membuat kepalanya tertunduk. Dia adalah raja dari para raja. Di saat kemampuan bertarung dan anugerah kekuatan dimiliki oleh seseorang sekaligus, sudah tentu akan terlahir seorang penguasa yang kuat. Dewa Iblis adalah teror paling mematikan bagi para manusia semasa hidupnya.
Bahkan hingga akhir hayatnya, Dewa Iblis tidak pernah kalah atau dibunuh. Dia mati untuk kembali dibangkitkan.
Sekali dibangkitkan, dia tak akan pernah memberikan kesempatan kepada para manusia untuk hidup. Ras mereka telah mati, maka manusia harus mati. Bumi adalah tempat persinggahan yang tidak adil dan layak untuk dimusnahkan.
Karena itu Dewa Iblis sudah menanti saat-saat seperti ini. Di saat dia dipanggil kembali untuk memenuhi tugasnya yang belum selesai, yaitu menghancurkan kehidupan para manusia.
"Tak kusangka hari ini aku akan menggunakannya ..."
Kemurkaan tercetak jelas di wajahnya yang bengis, kerutan di dahinya sampai berlipat-lipat tajam. Gigi tajam sang iblis petarung terlihat menggertak, dia memakan Buah Keabadian.
Aliran kekuatan turun dalam perut dan menyebar hingga ke dalam sel-sel tubuhnya. Dewa Iblis mengerang, tubuhnya mulai bereaksi terhadap rangsangan kekuatan yang semakin menggelora. Sensasi yang begitu didambakannya, Dewa Iblis sampai tertawa-tawa kesetanan. Sepersekian detik Dewa Iblis terlalap oleh sebuah kekuatan yang melunjak dari bawah tanah, naik ke atas hingga hampir menyentuh awan.
Kabut putih menyelingi cahaya yang melingkupi Dewa Iblis, kekuatan iblis yang begitu dahsyat menghancurkan tanah dan langit. Terdengar teriakan panjang yang diikuti oleh gemuruh besar.
Xin Chen masih di tempatnya menyaksikan semua itu, Dewa Iblis tak bisa dihentikan lagi. Dia baru saja mengundang masalah terbesar.
Badai kencang menerpa wajahnya yang mulai memburuk. Xin Chen bersiap dengan mengangkat pedang, tapi sesaat perhatiannya teralihkan saat melihat tangannya sendiri.
Gemetar.
Xin Chen membelalakkan mata. Dia lupa bahwa dia juga bisa ketakutan saat menghadapi sesuatu yang sudah berada di luar jangkauannya.
__ADS_1
Selama ini Xin Chen selalu putus asa atas segala hal yang terjadi di luar kendalinya. Dia merasa tak berguna saat tak mampu melakukan apa-apa. Sama halnya seperti sekarang, Dewa Iblis bukan lagi musuh yang pernah dia temui. Kekuatan iblis memiliki keistimewaan mutlak.
Bahkan Qin Yujin dengan kekuatan iblis mampu membakar matahari. Itu saja, sudah cukup menjelaskan seberapa mereka. Yang sekarang dia hadapi adalah sosok yang berdiri di singgasana teratas sebagai petarung dalam ras iblis.
Kekuatan yang masih memuncak menantang langit itu menguarkan hawa mematikan. Xin Chen berusaha menepis semua ketidakmungkinan. Mengingat perkataan Yu.
"Semua ini adalah tentang kemungkinan kecil."
Xin Chen mencengkram erat pedangnya, melihat ke sisi lain di mana Qin Yujin begitu gembira menyaksikan pertarungan mereka berdua.
Karena dilihat bagaimana pun juga, Dewa Iblis sepuluh kali lebih unggul dibandingkan Xin Chen.
"Mari kita lihat bagaimana kau akan menghadapi Monster Iblis yang sebenarnya..."
Qin Yujin menarik senyum yang melebar hingga gigi tajamnya terpampang jelas.
Belum sepenuhnya mendarat ke tanah, Xin Chen langsung berlari. Saat ini kekuatan roh tak akan mampu menahan serangan fisik Dewa Iblis, tubuh rohnya akan tetap terkena dampak serangan yang levelnya sangat jauh di atasnya. Terpaksa dia menggunakan tubuh asli yang di mana dia lebih leluasa mengenai musuh dengan serangan fisik.
Dewa Iblis mengejarnya dari samping dengan sama cepat, mereka menyusuri lembah dan berulang kali bertubrukan di atas langit.
Dari kejauhan Qin Yujin hanya bisa terpukau melihat kecepatan kedua orang yang bertarung tersebut. Hanya terlihat seperti dua cahaya kilat berwarna biru membara dan merah kelam, saling menabrak dan mengejar. Bunyi pedang terdengar bertubi-tubi, disertai keluarnya jurus pamungkas milik Xin Chen dan Dewa Iblis.
Tanah tempat pertarungan berlubang di mana-mana, pertarungan masih terus berlanjut dengan mengerikan. Tidak ada jeda meski hanya setengah detik, mereka terus berpindah dan menyerang satu sama lain.
"Mata biru itu ... Aku begitu membencinya." Qin Yujin menggeram, membayangkan wajah sesosok yang begitu mirip dengannya. Hari di mana Kultus Iblis dihancurkan oleh Aliansi Pedang Suci yang dulu dipimpin oleh Pedang Iblis adalah hari di mana karirnya sebagai pemimpin Kekaisaran Shang terkubur.
Xin Fai membuatnya menelan pil yang begitu pahit. Hingga seisi perutnya membusuk dalam penjara, dia dibenci jutaan penduduk Kekaisaran Shang dan dibuang oleh keluarganya sendiri. Sementara sosok pahlawan dengan julukan Pedang Iblis itu disanjung oleh seluruh Kekaisaran Shang dan bahkan hingga Kekaisaran lain pun menghormatinya. Qin Yujin telah menelan pil itu hingga air mata telah kering berganti menjadi air mata darah yang terus menodai hatinya.
Selama masa hukumannya, tak pernah ada satu pun manusia yang melihat keadaannya dalam penjara.
__ADS_1
Setetes air mata jatuh di pipi lelaki itu, wajahnya datar, namun bayangan masa lalu masih terus melintas. Ketika itu, dia berpikir semuanya telah berakhir ketika satu per satu orang meninggalkannya.
Namun kebencian di dalam hatinya menyelamatkan Qin Yujin. Keinginan untuk membalaskan dendam telah membuatnya tetap hidup sampai detik ini.
"Akan ku padamkan nyala dalam dirimu."
Mata di tangan Qin Yujin kembali terbuka, pupilnya bergerak ke sana kemari. Lalu sesuatu di permukaan tanah mulai berbunyi, tanah bergetar hebat.
Di sisi lain Xin Chen berhasil membalas balik serangan Dewa Iblis, sosok itu mundur dengan segaris retakan muncul di satu pedangnya.
Tapi keadaan Xin Chen sendiri jauh lebih parah dari musuhnya.
Lengan kirinya berdarah, sebuah luka terbuka besar. Xin Chen telah menggunakan lebih dari separuh kekuatan, bertahan atau menyerang dia sama-sama kalah dari Dewa Iblis.
Kekalahan mulai terlihat di depan mata. Xin Chen menggemerutukkan gigi, melihat jelas bayangan kekalahan di matanya membuat hatinya terbakar. Jiwa pembunuh yang telah lama terkubur bangkit saat musuh yang lebih kuat datang. Xin Chen merasakannya, sebuah perasaan ketika nyawanya dipertaruhkan dalam sebuah pertarungan hidup atau mati.
Dia berlari secepat kilat hingga hanya terlihat sekilas seperti cahaya biru menyala yang menerjang Dewa Iblis dengan begitu kalap.
Xin Chen mendengar sesuatu seperti berbisik di telinganya.
"Kau lupa bahwa musuhmu yang sebenarnya masih mengawasimu."
Saat kaki Xin Chen hampir menapak ke sebuah tanah, sebuah cahaya merah muncul membentuk simbol suci yang mulai memancarkan cahaya merah hingga ke atas. Sama seperti kekuatan Qin Yujin sebelumnya yang mampu membelah satu gunung, kali ini dia datang dari bawah kaki Xin Chen.
Cahaya itu terus memancar dan akhirnya sebuah cahaya besar kembali melunjak ke atas hingga memecah belah awan di atas.
Qin Yujin tersenyum penuh kemenangan.
"Kau telah kalah."
__ADS_1