Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 128 - Ancaman Dua Kekaisaran


__ADS_3

Pagi datang tak sedamai hari-hari biasanya, belum juga matahari keluar dua mahkluk sudah mulai berperang.


"Kupikir-pikir malah kepikiran. Ya, aku senang kau balik. Tapi ke mana saja kau selama ini? Pindah alam? Mengganggu janda kampung sebelah? Atau merecoki kebun orang? Hei, mulut silet!" Memang bicara dengan Lang harus pakai urat, Xin Fai sudah ambil ancang-ancang dengan pemukul rotan. Tapi tampaknya serigala itu tak mempedulikan omongannya.


"Sekali lagi tak kau jawab ..."


"Kalau tak kujawab kenapa? Kau pikir aku takut?"


"Urusan menjawab baru kau tahu."


"Grrrhh ... Tadi kau suruh menjawab?" Lang mulai naik darah, dia bangun dari tempat tidur favoritnya di pojok kamar. Menunjukkan muka penuh peperangan.


"Bukan menjawab dengan cara ketus!"


Xin Zhan menutup telinga. Pagi-pagi buta dua mahkluk itu sudah berseteru hebat, dia melihat ibunya juga terbangun dan mendapati keributan di kamar Xin Chen. Benar saja, pria yang berjulukan Pedang Iblis yang amat dihormati di Kekaisaran Shang tengah berkelahi-atau lebih tepatnya adu mulut dengan seekor serigala menyebalkan.


Keduanya tampak seperti ingin berkelahi dalam hitungan detik lagi, Xin Zhan mulai waspada. Dia dan Ren Yuan terkejut melihat Lang kembali meski keadaan tubuhnya jauh dari kata baik-baik saja. Lebih penting lagi sekarang menghentikan keduanya agar tak berkelahi.


"Ayah, hentikan-"


Lang berlari ke arah Xin Fai, pura-pura mencakarnya dan menjatuhkan diri sampai laki-laki itu terjepit di bawah perutnya.


"Graarrgh! Mampus kau manusia penyet!"


"Ya ampun, kau ini. Tinggal bilang kau rindu padaku apa susahnya." Xin Fai tertawa kehabisan napas sampai-sampai lebih terdengar seperti orang asma. Badan Lang amat berat, kalau orang biasa yang dihimpitnya sudah pasti benar-benar remuk sampai ke tulang.


"Lang, kau kembali ..." Suara Ren Yuan menginterupsi keduanya. Lang menatap Ren Yuan, bola mata emasnya menyorot terang. Dia segera bangun menghampiri Ren Yuan. Wanita itu mengelus kepala Lang sambil berkata, "Selamat datang."


"Syukurlah kau baik-baik saja."


Lang melihat sekilas Xin Zhan, Xin Fai kembali memprotes di belakang. "Hoi, kau berhutang penjelasan padaku."

__ADS_1


"Berhenti mengoceh. Kau bayangkan seorang kakek yang hampir mati karena penyakit pinggangnya, kau paksa bicara terus-terusan. Kalau ada bagian paling tak berguna yang diciptakan di tubuhmu, itu pasti otakmu. Kosong sepertinya. Pantas tak bisa dipakai."


"Memang kau sakit pinggang?"


"Itu cuma perandaian. Sudahlah, lupakan. Memang benar tak punya otak."


Lang setengah berlari ke halaman rumah, menatap ke atas langit disusul oleh Xin Fai yang kebingungan akan sikap serigala itu.


"Kau mencari siapa?"


"Anakmu yang sama bodohnya sepertimu."


"Mulut pisau ini ... Tinggal bilang Xin Chen, bisa tidak?"


"Kau cari teman siluman lain sana." Lang menggerutu, matanya mengawasi tiap inci langit dengan teliti. Instingnya mengatakan mereka sudah dekat dengan Kota Fanlu.


"Berdebat denganmu cuma buang-buang tenaga. Aih, padahal aku mengharapkan pertemuan yang mengharukan. Kau tidak romantis sama sekali."


"Ada yang harus ku bicarakan." Lang terlihat buru-buru.


"Secepat ini? Paling tidak sembuhkan lukamu." Xin Chen menggendong bawaannya ke dalam rumah, serigala itu membuntuti dengan cepat. "Ayah dan Lang tunggu di ruang tamu, aku akan ke sana sebentar lagi."


**


Ruangan temaram dengan satu patung yang dipakaikan baju perang khas Pedang Iblis menjadi tempat mereka berbincang. Selain tertutup, tempat itu juga cukup luas sehingga dua siluman naga dan serigala itu dapat bergerak dengan bebas.


Hanya ada Lang, Ye Long, Xin Fai dan Xin Chen di dalam. Menunggu sosok serigala itu menjelaskan semua jawaban dari pertanyaan yang berputar-putar di kepala mereka.


"Ada banyak hal yang terjadi. Aku akan memulainya dari 7 tahun lalu."


Lang menjelaskan. Seusai perang yang menghancurkan Kota Renwu, dia berkali-kali hampir mati. Menghadapi banyak hal dan akhirnya memutuskan berkelana semenjak majikannya menghilang. Dia mencoba mencari keberadaan Xin Fai di Kekaisaran Qing hanya saja selalu berakhir mengenaskan; Lang tertusuk di bagian jantung.

__ADS_1


Namun tubuhnya menolak mati. Lima hari terkapar kehabisan darah, kekuatannya kembali dan menyembuhkan organ tubuh yang hancur. Sebagai Serigala Berbulu Emas dirinya memiliki banyak keunggulan dibandingkan siluman lain.


Keputusasaan Lang membawanya jauh ke negeri lain. Lang berpikir Xin Fai dibawa ke sebuah tempat paling berbahaya bagi siluman atau pun manusia. Tempat itu adalah Kekaisaran Wei.


Lang secara sadar tahu, dia bisa mati di sana atas insting butanya yang mengatakan bahwa majikannya berada di sana. Tapi dia salah, instingnya membawa Serigala itu semakin dekat dengan maut.


Perjalanan Lang di Kekaisaran Wei yang penuh oleh darah tak bisa digambarkannya dengan jelas. Hanya saja, serigala itu berkali-kali terjebak dan dijadikan bahan percobaan meski dia masih bisa melarikan diri dari kandang. Serigala itu sampai tak makan berbulan-bulan karena begitu terbatasnya makanan di sana. Dia mengatakan, para manusia bisa saling membunuh hanya untuk segenggam makanan.


Gambaran situasi di Kekaisaran Wei yang dijelaskan sejelas-jelasnya itu membuat Xin Chen sedikit tak percaya. Tapi jika benar begitu adanya, pastinya rimba di Kekaisaran Wei jauh lebih mengerikan daripada Kekaisaran Qing yang dikenal sebagai Negeri Berperang.


"Aku berencana akan pergi ke sana dalam waktu dekat."


Lang terdiam cukup lama.


"Kau akan mati, ada banyak alasan yang bisa membuatmu mati bahkan dengan tubuh abadi atau tubuh rohmu itu."


Kemudian mata serigala itu menatap nyalang ke arah Ye Long, naga hitam itu bersembunyi cepat di balik punggung Xin Chen.


"Terlebih lagi jika kau membawa naga ceroboh itu. 99 persen kalian akan mati konyol. Ku katakan padamu. Aku sebenarnya sudah mati lima kali di sana, hanya saja aku begitu beruntung dan tubuh ku bisa menyembuhkan kembali bagian yang rusak." Xin Fai mulai meragukan apakah keputusan untuk membiarkan Xin Chen pergi ke Kekaisaran Wei benar. Dia takut menyesal dengan keputusannya hari itu


Tapi lelaki itu sadar. Tak ada yang bisa diubahnya dari kepala Xin Chen.


"Aku memiliki satu berita mengejutkan. Dan ini akan menjadi alasan mengapa kau harus segera ke sana."


Xin Chen menyimak dengan serius.


"Saat ini Kaisar Wei dan para peneliti mereka sedang bekerjasama dengan Qin Yujin menciptakan satu virus yang sanggup untuk menghancurkan seisi Kekaisaran Shang hanya dalam 3 hari. Tanpa perang senjata sekalipun."


"Tidak mungkin ..." Xin Fai mengerti bahaya yang dikatakan Lang sudah semengerikan apa, Kekaisaran Wei memiliki potensi yang sangat besar untuk menguasai kekaisaran lain. Tapi jika Lang mengatakan kedua kekaisaran itu sudah mulai bekerjasama, itu artinya Kekaisaran Shang akan menghadapi dua kekuatan sekaligus. Satu kekuatan para ilmuwan dan satunya lagi kekuatan militer.


"Mereka bersungguh-sungguh ingin menghancurkan kita."

__ADS_1


__ADS_2