
Tatapan penuh kemenangan bersinar di wajah Zing Yongxe. Terlebih lagi di sekitar mulai terdengar bisik-bisik yang menyudutkan putra kedua Pedang Iblis. Kian lama kian terang-terangan menyinggung pemuda itu, bahkan salah satu dari mereka berceloteh.
"Cih, tidak perlu terkejut lagi. Sedari kecil kerjanya sudah membuat masalah. Itu tabiat yang tak akan bisa diubah, meski oleh Ibunya sendiri..." Panas telinga Xin Chen mendengar ibunya dibawa-bawa, padahal dia tak memiliki kaitan apa pun masalah ini. Dan di sisi lain, secepat angin permasalahan ini sudah menjadi persoalan rumit. Xin Chen mengawasi Zing Yongxe, ingin mencekiknya di tempat.
"Sudah kecil jadi berandal, besarnya jadi kriminal."
Sambungan kalimatnya disambung tawa miring dari beberapa orang, Xin Chen menatap mereka satu per satu. Menyaksikan wajah-wajah siapa saja dan menandai mereka.
Kaisar Qin menambahkan ketika bagian Xin Chen berbicara justru direbut oleh keberisikan orang di dalam istana.
"Aku beri kau kesempatan sekali lagi, punya pembelaan?"
Beberapa ahli politik telah sampai sejak saat Zing Yongxe menjelaskan keadaannya, menimbang permasalahan yang ada dan menunggu data dari Xin Chen.
"Aku datang ke kediaman Klan Zing atas dasar kemauanku. Untuk menjalankan tugasku sebagai Pilar Bayangan."
"Lalu apa salahnya kau meminta izin untuk masuk? Bahkan binatang saja masih tahu cara masuk lewat pintu!" sahutan menjerit itu keluar dari bangku para elit yang murka dan terprovokasi. Siapa yang tidak kasihan melihat keadaan Zing Yongxe babak belur bersimbah darah satu badan.
"Kau kira pencuri akan membiarkan barang curiannya dilihat begitu saja? Tentu saja mereka akan menyembunyikan ke tempat yang lebih aman, untuk menghilangkan bukti."
"Kau menyamakan Tuan Zing dengan seorang pencuri? Begitu kejam mulutmu, pernyataan yang keluar dari mulut seorang pembunuh memang benar-benar menyeramkan." Satu sahutan lainnya menyoraki Xin Chen.
"Jadi ini sebenarnya bagian kau atau aku yang berbicara?!" Xin Chen jadi emosi dibuat mereka, satu kata dilontarnya rentetan sahutan didapatnya. Jelas dia kesal.
Orang itu diam ketika Kaisar Qin ikut memperingati.
"Baiklah, biar aku jelaskan dari ujung ke ujung. Aku datang pagi sekali, melihat dari pagar klan Zing. Mencari tahu di mana keberadaan Zing Yongxe dan masuk ke ruangannya. Ini adalah misi mata-mata, wajar pekerjaan ku dilakukan diam-diam. Kalau secara terang-terangan kenapa tidak suruh aku berpidato saja daripada jadi Pilar Bayangan."
Kesalnya belum selesai juga, Xin Chen menjawab dengan muka masam. Apalagi melihat Zing Yongxe yang seperti sedang mengukurnya. Benar-benar menguji kesabarannya.
__ADS_1
"Aku hanya mengancamnya dengan pedang. Tidak dengan menusuk lehernya. Dia melakukan itu sendiri. Dan darah di tubuhnya itu, bukanlah darahnya. Silakan lihat ke kediaman mereka, pasti ada seorang dari pengawalnya yang dia bunuh dan digunakan darahnya itu ke tubuh Zing Yongxe."
Gaduh mulai memenuhi seisi ruangan, banyak yang menyangsikan perkataan Xin Chen banyak pula yang percaya. Mereka dibuat bingung atas pernyataan kedua belah pihak yang saling bersinggungan.
Sebab kedua pihak yang sedang berseteru di depan Kaisar Qin sekarang adalah orang-orang kepercayaannya. Yang satunya penasehat kekaisaran, dan satunya lagi adalah anak sahabatnya sekaligus sosok yang berjasa besar akan perang di Lembah Para Dewa.
Zing Yongxe yang dibalikkan tiba-tiba hendak menyolot, tapi Xin Chen menggertaknya.
"Ini bagianku bicara, jangan coba-coba memotong seenaknya."
"Yang Mulia, aku tak pandai menjilat seperti yang dilakukan orang ini. Aku juga tak pandai mendrama, itu bukan caraku. Tapi apa yang kusampaikan benar adanya. Silakan bawa ahli apa pun untuk memastikan darah di tubuh Zing Yongxe adalah darahnya atau tidak. Dan juga, bekas sayatan di lehernya juga. Aku melihatnya menyayat lehernya sendiri-"
"Kau memfitnah! Pembunuh bermulut jahanam!" Adik Zing Yongxe yang usianya terlampau sepuluh tahun d bawahnya menghardik keras-keras. "Mana mungkin kau menumpahkan hasil perbuatan mu pada korban yang sudah sekarat sepertinya?! Di mana hatimu?!"
Kalap habis laki-laki itu. Xin Chen menghadap ke arahnya. Mendekat ke arah Zing Yongxe setelahnya, beberapa orang yang menjaga Zing Yongxe waspada. Mewanti-wanti keadaan kacau.
"Kau bilang aku menusuknya dengan pedang, bukan?"
"Benar! Kau hendak menembus tulang leherku dengan pedangmu!"
"Siapa pun yang mau memastikan, tolong kemari."
Xin Chen memanggil, salah seorang pengawal istana mewakilkan Kaisar Qin untuk mengecek.
Dia menunjuk ke leher Zing Yongxe yang memang benar terluka.
"Luka setipis dan sedangkal itu menurutmu disebabkan oleh sayatan pedang?"
Pengawal di sebelahnya menyipitkan mata, melihat sebaik-baiknya dan mulai menarik kesimpulan dari apa yang dilihat.
__ADS_1
"Bukan, Tuan. Seharusnya jika pedang, ukurannya akan lebih tebal. Jika pun belati, ukurannya tak akan sama. Penyebab luka ini lebih kecil dari pada pedang ataupun belati."
Zing Yongxe sampai membelalakkan matanya, pengawal istana itu menundukkan kepala. Berharap jawabannya tak membuat klan Zing memusuhinya.
"Dia mengarang ceritanya sendiri."
Belum sempat Zing Yongxe menepikan cemasnya, Xin Chen kembali mengungkit perkara.
"Bagaimana dengan darah ditubuhnya? Seharusnya pengawal istana sekelasmu sudah cukup terlatih untuk menilai mana darah miliknya dan darah milik orang."
"Maafkan aku, Tuan. Aku tak bisa memastikan soal itu."
"Biar aku yang mencari tahu."
Satu suara terdengar di belakang, seorang wanita dengan tangan yang diselimuti kekuatan hijau agak kehitaman maju. Pupil matanya tak ubahnya seperti mata ular. Dia memiliki taring. Gerakannya lamban sekaligus anggun. Mengerikan jika wanita itu langsung berada di samping, Zing Yongxe sempat bergetar ketika wanita itu datang kepadanya. Pilar Ketiga itu berhenti, menyentuh leher Zing Yongxe yang berdarah dengan jari telunjuknya.
Lalu dia mencicipi darah itu. Lalu melakukan hal yang sama dengan darah di baju lelaki itu. Beberapa orang jijik melihatnya. Wanita itu mengulas senyum.
"Tak perlu menjilatinya sebenarnya aku sudah mencium aroma darah yang berbeda di tubuhmu ... Kau benar-benar pembohong yang ulung."
Jika Yue Ling'er yang berkata demikian tak seorang pun mau menyangkal. Zing Yongxe berebut-rebut, berharap Kaisar memberi kesempatan untuknya bicara.
Tapi Kaisar Qin menahannya sementara, melihat Xin Chen ingin berbicara lebih banyak lagi.
"Lalu apa kau bilang padaku sebelum aku ditangkap?"
Ketika di tengah persidangan Xin Fai kembali lagi, padahal ini hari pertamanya untuk pergi menjalankan misi dua bulan di luar kota. Dan Xin Chen sudah membikin perkara.
Dia menanyakan pada orang yang sudah hadir duluan di acara dan kaget dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Xin Chen meniru gaya berbicara Zing Yongxe, sedikit melebih-lebihkan.
Mari bertemu di depan Kaisar untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan tidak ada bukti, kau tak akan menang. Sementara aku? Oh, tentu Kaisar akan percaya padaku ... Aku sudah hampir 70 tahun mengabdi pada Kekaisaran ini ... Sementara kau? Anak baru kemarin, tapi sudah banyak tingkah."