Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 237 - Enam Tuan Rumah IX


__ADS_3

"Mati kau."


Singa Hitam menyerang Tao Gui Xiang dari belakang, dengan waktu yang hanya tersisa sedikit Tao Gui Xiang menangkap tangan lawan dan membalikkan posisi sehingga kini dirinya yang berada di belakang Singa Hitam.


Serangan itu dilepaskan dan menghancurkan sebuah monumen batu dalam satu detik. Sangat menakutkan. Tao Gui Xiang mundur, Singa Hitam mengejarnya tanpa ampun. Pertarungan keduanya dimulai, adu tangkis dan serang terjadi cepat tanpa jeda. Sesekali tendangan Singa Hitam hampir mengenai Tao Gui Xiang namun Guru Besar Kuil Teratai itu paling ahli dalam menghindari serangan, terlebih serangan kaki dan tangan.


"Boleh juga kau kakek tua."


"Suatu saat kau akan menjadi kakek tua, berhenti menyebutku demikian."


"Kakek tua yang sentimental." Pukulan kosong berhasil mengenai dada Singa Hitam, dia melompat mundur dengan kesepuluh jari menyentuh tanah.


"Kalau begini terus tak akan ada habisnya. Cih, kakek tua ini merepotkan sekali," gumam Singa Hitam, dia melepaskan topeng singa di wajahnya. Mengeluarkan sebuah botol kaca berisi cairan merah dan meneguk dalam sekali tenggak.


Tao Gui Xiang mulai was-was. Perubahan kekuatan yang besar terjadi di dalam tubuh Singa Hitam. Pakaian atas laki-laki itu sampai terbakar oleh api yang bergejolak hebat.


"Sekarang gantian, aku yang menghitung kau yang bersembunyi. Aku akan menghitung dari sepuluh!"


Tao Gui Xiang tak menyangka Singa Hitam memiliki kekuatan sebesar itu, mustahil melawan imbang satu lawan satu. Meski demikian Tao Gui Xiang tak pernah berpikir untuk mundur meski dia akan mati jika terus memaksa. Kakinya berpijak kokoh.


"Sepuluh ... Sembilan ..."


Permainan anak-anak tiba-tiba menjadi permainan yang menakutkan, kabut putih tebal menyembunyikan hawa keberadaan Tao Gui Xiang. Singa Hitam masih terus menghitung.


"Delapan ..."


"Satu!"


Tao Gui Xiang terhenyak, sebuah tinju datang dari bawah dan menghantam tulang rahangnya ke atas. "Aku menemukanmu!"


*


Rubah Hijau mencengkram kepala Yue Ling'er, berniat menghabisi langsung dengan kedua tangan. Tapi yang didapatnya adalah sesuatu yang mengejutkan.


Kepala yang dipegangnya hanyalah kulit, tak ada isi di dalamnya.


"Berganti kulit?"


Rubah Hijau fokus dengan benda itu, wujudnya berbentuk seperti tubuh manusia tapi nyatanya benda itu hanyalah kulit kering. Dia sampai tak menyadari bahwa jarum-jarum kecil menyusup di balik badannya, salah satu menancap tepat di tulang lehernya.

__ADS_1


"Umurku terlalu tua untuk dikalahkan bocah sepertimu."


Rambut Rubah Hijau beterbangan, hingga sosoknya ambruk ke tanah. Yue Ling'er menghela napas.


Beruntung dia masih sempat menyelamatkan diri, seekor ular keluar dari lengan jubahnya. Merayap ke tubuh Rubah Hijau yang terbujur tanpa bergerak, setelah memastikan lawannya tak lagi melawan Yue Ling'er mendekat.


Sialnya Rubah Hijau tiba-tiba bereaksi, satu tendangan mengenai tulang leher hingga bahu Yue Ling'er. Keduanya saling mundur, tapi kali ini Rubah Hijau tak lagi menyombong seperti sebelumnya.


Yue Ling'er mundur. Cahaya hijau yang amat menyilaukan muncul, dia menahan cahaya itu dengan tangan. Keahlian Rubah Hijau yang sebenarnya adalah kekuatan rantai. Kini mahluk aneh yang terbuat dari kumpulan rantai-rantai tercipta, tangan dan kakinya menjulurkan anak-anak rantai yang bergerak lincah.


"Kau membuatku marah."


Tangannya terkepal erat, kuku tajam Rubah Hijau sampai melukai telapak tangannya sendiri.


"Kau menyebalkan. Aku tak ingin bertarung lebih lama denganmu."


Ribuan rantai datang menghantam ke arah Yue Ling'er.


**


Xiu Qiaofeng terdiam membeku.


Pisau di tangan kanannya mengarah ke punggung Yue Huanran, sementara di belakangnya Beruang Putih berdiri, tangan kiri Xiu Qiaofeng menancapkan pisau itu tepat di belakang punggungnya sendiri.


"Mana yang kalian sebut kekuatan sebenarnya Pilar Kekaisaran Shang? Hanya seperti ini?"


Baik Yue Huanran maupun Xiu Qiaofeng belum berani mengambil langkah, terlalu beresiko. Mereka bisa membahayakan nyawa satu sama lain jika bertindak gegabah.


'Orang ini pintar dan sangat kuat. Salah satu langkah saja...' batin Xiu Qiaofeng menatap pisau yang mengarah ke punggung Yue Huanran.


'Kami berdua bisa mati bersamaan.'


Yue Huanran meneteskan keringat dingin, dilihat dari segi mana pun semua keputusan sangat berisiko. Jika salah satu dari mereka mati dan itu adalah Xiu Qiaofeng, Yue Huanran tak yakin apakah Xiu Juan akan mengampuninya, mereka adalah sahabat dekat dan dia tahu bagaimana eratnya hubungan kedua orang itu.


Mata Xiu Qiaofeng terpejam. Tapak kakinya berputar ke belakang tiba-tiba dan bertepatan dengan itu tangan kanannya melepaskan pisau yang mengarah ke punggung Yue Huanran hingga jatuh ke tanah. Beruang Putih bereaksi, pisau di balik tubuh Xiu Qiaofeng menancap sebagian ke tubuhnya. Xiu Qiaofeng mendorong Yue Huanran keras.


Pedang di tangannya menebas melintang, Beruang Putih berjongkok menghindarinya. Tak menyerah begitu saja Xiu Qiaofeng melepaskan ayunan pedang mematikan. Serangan dari lawan masuk menyerbu perut Xiu Qiaofeng, sebelum itu Yue Huanran telah menangkis dari samping dan menghunuskan mata pedang tepat di depan wajah Beruang Putih.


Keadaan berbalik dengan sangat cepat. Pedang Xiu Qiaofeng mengarah ke dada lawan sementara pedang Yue Huanran berada di depan mata Beruang Putih.

__ADS_1


"Lumayan juga."


Beruang Putih tiba-tiba saja menghilang, tahu-tahu sudah melompat sepuluh meter dari mereka. "Sayangnya waktuku tak banyak, akan ku akhiri kalian sekarang juga."


Cahaya putih dari tubuhnya melunjak hebat, seperti bom ledakan. Xiu Qiaofeng menahan angin kencang yang datang, di sisinya Yue Huanran terkesima melihat energi kekuatan yang sangat banyak itu. Bahkan Pilar Kekaisaran seperti mereka tak mempunyai kekuatan sebanyak Serigala Malam.


"Nona Xiu," panggil Yue Huanran seraya berjalan di depan Xiu Qiaofeng, memasang ancang-ancang untuk bertarung serius, mereka tak tahu kapan serangan akan datang. Yue Huanran telah memikirkannya baik-baik sebelum berbicara, "Jika terjadi sesuatu, jangan segan-segan untuk mengorbankan ku. Aku di sini untuk melindungi Anda. Kumohon Anda tak perlu segan seperti tadi," jelasnya. Darah menetes di balik jubah Xiu Qiaofeng. Bekas tusukan tadi terus mengeluarkan darah.


Xiu Qiaofeng tak mau tahu dengan lukanya. Dia menjawab singkat. "Apa pun yang terjadi, aku tak akan membiarkan siapa pun mati. Kita berjuang bersama dan harus mengakhiri ini bersama."


Yue Huanran seakan tak yakin dengan jawaban Xiu Qiaofeng, Beruang Putih dengan ilmu bela dirinya menyimpan ribuan teknik mematikan yang bisa membunuh mereka kapan saja.


Aura mengerikan dari Beruang Putih keluar bersamaan dengan suara retakan bebatuan tempat Beruang Putih berpijak. Langkahnya tak bisa terlihat sedikit pun, sangat cepat. Yue Huanran tersentak, laki-laki itu sudah berada di depan matanya.


Tendangan dari atas menghantam kepala Yue Huanran, tendangan lain menghajarnya dari samping.


Xiu Qiaofeng mengeluarkan senjata, Beruang Putih mengincar Yue Huanran tanpa ampun. Saat Yue Huanran tertelungkup di atas tanah, Beruang Putih datang dari atas bersama tinju yang dialiri kekuatan mengerikan.


"Tidak, Yue Huanran! Lari!!"


Terlambat.


Xiu Qiaofeng jatuh berlutut. Sekujur tubuhnya lemas. Hempasan angin besar datang menerbangkan daun dan ranting pohon. Getaran hebat mengguncang markas. Retak menjalar dari tempat Yue Huanran tergeletak.


Xiu Qiaofeng menutup mulut, air mata menetes dari mata. Dia gemetar hebat.


Jasad Yue Huanran terlihat dari tempatnya.


Wajahnya ... Nyaris tak bisa dikenali lagi. Hancur lebur. Mata dan otaknya bahkan sampai tercecer dari tempatnya.


"... Tidak mungkin."


"Selanjutnya adalah giliranmu." Beruang Putih berjalan ke arahnya.


**


A/N: Thor sebenarnya udh bikin cerita baru, sebenarnya pengen umumin pas udah lumayan banyak chapternya hehe. Tapi yaudahlah skrg aja. As note, buku baru itu belum bisa up teratur. Kalau mau lihat silakan lgsg cek profil author yak


See u

__ADS_1


Lope sekebon tetangga


🧡🧡🧡


__ADS_2