
Persiapan telah selesai.
Kini saatnya terjun langsung ke tempat yang sesungguhnya. Sumber sekaligus penyebab dari semua kemalangan yang menetap di Kekaisaran Wei. Laboratorium yang dikuasai oleh peneliti gila, kini telah terkubur oleh reruntuhan menara tinggi.
Komandan Fraksi Militer Pusat menjelaskan bahwa di tempat itu, para peneliti telah berubah menjadi terinfeksi Tipe B. Di bawah Tipe A, tapi tetap saja dibutuhkan kehati-hatian besar dalam menghadapi mereka, salah-salah gigitan terinfeksi itu akan langsung mengubahnya. Selain manusia, terdapat ratusan binatang percobaan yang terjebak di sana. Mereka terkurung. Berkumpul di sepanjang Laboratorium.
Peta struktur Laboratorium B-1 telah dikeluarkan. Satu-satunya jalan masuk hanyalah tempat yang dilingkari, yaitu jalan samping. Salah satu pintu di sana bisa diakses.
Xin Chen terus mengingat, dia hanya memiliki tiga vaksin. Keadaannya bisa memburuk sewaktu-waktu, jika dirinya terjebak di dalam Laboratorium B-1 dia tak akan selamat selamanya di sana dan berakhir menjadi bagian dari terinfeksi tersebut. Akhir yang mengenaskan. Dia sama sekali tak menginginkan hal itu
Berbagai persiapan telah diberikan. Komandan Fraksi Militer Pusat yang mengantarkannya memberikan sedikit arahan dan saran. Xin Chen akan ditemani oleh sekitar dua belas anggota Fraksi Militer Pusat profesional yang bersenjata lengkap.
"Tunggu."
Komandan Fraksi Militer Pusat menahan tatkala pasukan hendak bergerak.
Dia membuang napas, terlihat cemas. "Kau adalah satu-satunya harapan kami. Tolong kembali, bersama kunci itu. Demi keselamatan umat manusia."
Xin Chen tersenyum kecil. "Pasti."
Komandan Fraksi Militer Pusat baginya adalah orang yang baik. Dia memikirkan orang-orang lain di masa depan. Bukan hanya orang-orang yang berada di sekitarnya. Lelaki itu menginginkan perubahan, meski dirinya harus berkorban nyawa.
Mereka berangkat secepat mungkin ke tempat tujuan. Menuju lokasi di mana Laboratorium B-1 terkubur.
**
__ADS_1
Bekas darah, bangkai yang dikerubungi lalat dan timbunan reruntuhan menutupi sebagian besar Laboratorium B-1. Tempat itu telah dibersihkan oleh Fraksi Militer Pusat sehingga memudahkan mereka untuk tiba di bagian luarnya. Bunyi lalat di sekitar bangkai terdengar begitu berisik. Beberapa dari mayat itu masih ada yang hidup meski hanya tersisa setengah badan.
Xin Chen menusuk kepala terinfeksi itu, mengakhiri penderitanya dan melemparkannya pandangan ke depan. Laboratorium B-1 amatlah luas. Dan dari peta yang dilihatnya, tempat ini pastinya akan cukup berliku. Ada beberapa ruangan yang tak boleh dibuka karena di dalamnya terdapat mahkluk-mahkluk percobaan yang berbahaya.
Kunci yang diinginkan Komandan Fraksi Militer Pusat bukanlah kunci sembarangan. Kunci itu terletak di ruang kendali, jauh berada di ruang bawah tanah. Kunci tersebut disimpan bersama barang berharga lainnya di dalam satu kotak besar. Terdapat beberapa sampel, data, dan berbagai vaksin yang berhasil diciptakan. Lelaki itu sampai menekankan, jangan sampai satu barang pun tertinggal dari sana. Sebab setelah dieksplorasi, tempat itu akan langsung diledakkan untuk membunuh semua mahkluk hidup di dalamnya.
Pintu masuk telah dibuka, puluhan lelaki itu berhenti dengan masing-masing senjata di tangan
"Sampai sini saja kami menemanimu. Semoga beruntung, kawan."
Pintu pengaman dibuka, terlihat sebuah ruangan yang gelap di dalamnya. Belum apa-apa Xin Chen langsung melihat mahkluk-mahkluk itu berkeliaran.
Ketakutannya akan diuji di sini. Rasa takut itu masih ada, ketika melihat mahluk pucat menyerupai hantu itu mengejarnya. Xin Chen menarik napas sedalam-dalamnya, membuang ketakutan jauh-jauh.
Wen menepuk pundak Xin Chen, melebarkan senyuman hingga giginya terlihat.
Lepas Wen berkata, seseorang menutup tubuh lelaki itu, mengalihkan pandangannya ke seseorang yang tubuhnya lebih besar disertai pembawaan yang tegas.
"Aku telat memberitahumu. Tapi kau hanya punya waktu tiga puluh menit untuk mendapatkan kotak itu sebelum tempat ini diledakkan."
"Apa-?" Jelas saja Xin Chen kaget, dia baru tahu akan hal itu. Lagipula mencari satu kotak di lautan terinfeksi yang penuh marabahaya tak akan cukup hanya setengah jam.
"Situasinya seperti ini. Setelah kau masuk, pintu ini akan dijaga selama waktu yang kukatakan. Selebihnya, kontaminasi udara dan hal-hal berbahaya dari dalam akan keluar. Tak menutup kemungkinan terinfeksi Tipe S di sana akan keluar dan memangsa orang-orang di luar Laboratorium."
"Jika itu terjadi, Fraksi Militer Pusat yang akan mempertanggungjawabkan hal ini."
__ADS_1
"Jika aku tidak menemukannya dalam tiga puluh menit, kalian akan meledakannya bersamaku sekalian?"
"Jika sekiranya kau tidak menemukannya dalam 28 menit, segera kembali."
Xin Chen memahaminya. Setidaknya orang ini tidak sedang ingin menguburnya di dalam neraka di bawah sana. Setidaknya itu sendiri menghiburnya.
Tanpa banyak bertanya lagi dia segera turun, memasuki pintu.
Xin Chen akhirnya sendiri setelah pintu terkunci. Gelap menyertai langkahnya yang begitu pelan menyusuri sebuah ruangan. Hanya delapan meter darinya terdapat terinfeksi, belum begitu menyadari keberadaannya tapi gerakannya seperti sedang membaui sesuatu. Xin Chen diam-diam menusuknya dari belakang, menghabisinya sampai tak bereaksi. Tak ada pilihan lain, dia harus membuka jalan agar bisa masuk ke ruangan sebelah.
Sialnya sesuatu berlari cepat, Xin Chen bersembunyi di balik meja. Merasakan bunyi kian mendekat. Dia dapat melihat semua posisi Terinfeksi dan siluman di Laboratorium ini. Meski demikian satu-satunya pilihan agar dirinya bisa bertahan hidup adalah bergerak diam-diam tanpa menarik perhatian.
"Sekitar 1.189 terinfeksi, 298 binatang percobaan gagal ..."
Mata itu terus mengitari sekitar, menghitung secara cepat dan mempertimbangkan strategi yang akan dipakainya. Hanya ada dirinya sendiri di sini sementara waktu terus berjalan
Di depannya, sudah ada puluhan terinfeksi berkerumun. Mahluk tadi telah menjauh, Xin Chen tak membuang waktu dan langsung bergerak ke sisi lain. Mengandalkan indera penglihatan yang tajam, dia tak membutuhkan penerangan apa pun lagi.
Langkahnya kembali tersendat. Di depan sana dia bisa langsung turun ke ruang bawah tanah lainnya, terdapat tangga yang dikelilingi banyak terinfeksi.
Xin Chen saat itu berdiri di atas sebuah rak obat-obatan yang cukup tinggi. Dia melemparkan sebuah bom berisi minyak, ledakannya memang lemah tapi cukup menarik perhatian terinfeksi di sana. Setelah terkumpul Xin Chen menyalakan Api Keabadian. Membakar puluhan terinfeksi tersebut. Lalu memanfaatkan momentum itu untuk langsung turun ke bawah.
Pertama kali menginjakkan kaki ke tangga, Xin Chen tak menyangka anak tangga terakhir telah digenangi oleh air sampai ke keseluruhan ruangan besar yang dikunci dengan kunci besi tebal yang terletak cukup jauh darinya. Terdapat banyak mayat mengambang, airnya juga tak begitu jernih dan justru warnanya seperti sedikit tercampur zat aneh.
Dia tak punya pilihan lain. Terinfeksi di belakangnya mulai mengejar dengan tubuh yang masih di lalap api. Xin Chen hanya berdoa dalam hati, semoga air itu tak akan mengubahnya menjadi ikan jadi-jadian.
__ADS_1
Dia menyeburkan diri ke dalam air itu untuk membuka kunci besi di depan. Masih ada puluhan ruangan yang harus dilewatinya untuk sampai ke tempat tujuan. Ketika membuka mata, Xin Chen dikejutkan oleh terinfeksi yang memelotot hendak mencakarnya dengan jarak yang begitu dekat.