Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 208 - Perbatasan Kota Weizu II


__ADS_3

A/N: Mohon dibaca chapter sebelumnya, karena ada sedikit penambahan. Supaya nyambung di chapter ini~


Kedua kakinya mengendap-endap, begitu lihai memainkan waktu dan mencari kesempatan untuk mendekati pintu masuk. Fu Hua nyaris ketahuan ketika salah seorang penjaga melihatnya dari kejauhan, dia bersembunyi di balik kotak kayu. Mulai gelisah saat dari kejauhan penjaga lain akan lewat dan pasti melihatnya. Dia berbalik badan, segera masuk ke dalam pintu dan menemukan satu meja besar. Masuk ke meja panjang itu di mana di atasnya puluhan alkemis sedang meracik sesuatu di atasnya.


Bau-bau obat, ramuan dan cairan aneh bercampur menjadi satu. Fu Hua melihat tabung-tabung panjang berisi manusia yang dimasukkan ke dalam air. Kebanyakan tubuhnya telah rusak, berarti mereka bukan manusia, melainkan mayat-yang hidupnya diperpanjang oleh mereka dengan penyakit mematikan.


Napas Fu Hua tersendat, dia tak bernapas hampir satu menit yang lalu. Karena begitu takut satu dari ribuan manusia itu menyadari kehadirannya.


"Eh, aku melihat sesuatu."


Seseorang menyadari hal aneh saat sesuatu bergerak di bawah meja. Fu Hua merangkak ke ujung meja panjang, menemukan satu ruangan dengan pintu terbuka. Dia mengambil botol kaca diam-diam di dekatnya dan melemparkannya jauh-jauh.


Ketika semua peneliti itu terkejut, gadis itu masuk ke ruangan tadi dan menguncinya. Saat berbalik badan, dia menemukan satu orang yang kaget dan sama sepertinya, baru saja berbalik badan. Fu Hua menutup mulutnya dan mematahkan lehernya. Sampai wanita itu mati di tempat.


Sejenak dalam diam, Fu Hua menarik napas. Melihat jarinya gemetar. Dia tahu dirinya sedang ketakutan dan kebetulan sedikit gila sampai tiba di tempat ini. Namun Fu Hua harus melakukannya, dia tahu Xin Chen membutuhkannya. Dan semua orang membutuhkan Xin Chen. Pelan tapi pasti kakinya kembali berjalan, tangannya dengan sembarang membuka lemari dan menemukan tumpukan pakaian berwarna kuning. Ada juga sarung tangan, masker penutup wajah dan kepala. Dia tak berpikir dua kali dan langsung menggunakannya.


"Begini lebih aman." Gumamnya dalam hati, bisa menarik napas lagi. Langkahnya berjalan cepat, tak ada yang menyadari kehadirannya dan masing-masing sibuk dengan pekerjaan sendiri. Fu Hua melewati satu ruangan tertutup yang dijaga dua orang, tak sengaja menguping pembicaraan di dalam di mana seorang laki-laki baru saja meninggikan suaranya.


"Apa?! Kau menaruh harga sebesar itu hanya untuk racikan sampah berisi darah kotor?!"


"Aku cukup tersinggung dengan perkataanmu, tapi aku tekankan padamu. Kami tak memproduksi obat ini dalam jumlah banyak, hanya ada satu sampel yang cocok. Darah terinfeksi yang kami ambil ini tak akan kau jumpai dari jutaan terinfeksi lain. Darah ini bisa membunuh virus itu, bahkan jika kau tergigit oleh terinfeksi tipe SS sekalipun."


"Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli obat yang sama! Dan hasilnya? Sama saja! Seperti kebanyakan ahli obat dan alkemis di Kekaisaran ini, mereka mengatakan mampu menciptakan obat untuk membunuh virus ini tapi itu hanya sementara ... Lebih seperti pencegahan dari pada penanganan!"


"Berhenti mengoceh dan lakukan sesuatu!"


Suara itu membuat Fu Hua mengepalkan tangan. Qin Yujin ada di dalam.

__ADS_1


Fu Hua mulai dicurigai oleh dua penjaga karena berjalan begitu lambat, dia mencari ide, pergi membawa sebuah keranjang dari ruangan lain. Dan mendorongnya di depan ruangan itu, puluhan obat dan botol berjatuhan dengan disengaja. Fu Hua mengutipnya pelan-pelan. Di sisi lain dia sadar dua penjaga itu tak mudah dibohongi.


"Dia tergigit ... Aku melihatnya waktu itu." Batin Fu Hua.


"Jika obat ini tak berhasil, maka aku akan membayarnya dua kali lipat untukmu? Bagaimana?"


Penawaran menjadi semakin rumit.


"Aku bahkan bisa membeli sebuah negara dengan uang ini," dumel orang itu. "Hei Qin Yujin, nyawamu memang semahal ini?"


Terdengar tawa kesakitan setelahnya, "Seseorang sampai sekarat hanya untuk mengambil nyawaku."


"Sayangnya nyawamu tak akan selama itu, manusia biadab." Fu Hua ingin sekali mengatakannya langsung di depan Qin Yujin. Dia berdiri, berjalan pelan setelah memungut semua barang dan semakin terdesak oleh tatapan penjaga yang curiga. Hingga baru separuh jalan, orang-orang itu keluar dari ruangan tersebut berjalan ke arah berlawanan darinya.


Fu Hua mengejar dari jalan lain, dia tak bisa melewatkan kesempatan itu.


"Obat itu ada di tangan lelaki berbaju putih, aku harus mengambil sebelum setan itu memakainya." Langkahnya berkejaran sampai beberapa kali Fu Hua menabrak orang. Dia memerhatikan jalan, tak mau menarik perhatian. Sayangnya Qin Yujin dan empat orang bersamanya telah masuk ke ruangan lain.


Qin Yujin terkejut. Dia langsung diamankan dua orang penjaga. Melihat wajah Fu Hua, hatinya seperti terbakar habis. Matanya melotot merah, keruh di wajahnya semakin menjadi.


"J*lang ini tak henti-hentinya mengacaukan hidupku! Bunuh dia sekarang!!"


"Kau pikir kau memerintah siapa?!" Lelaki berbaju putih menodongkan senjatanya, tapi Fu Hua lebih cepat darinya. Menepis tangan itu dan menusukkan pisau di dadanya.


Satu tangan menghantam tulang lehernya, Fu Hua jatuh telungkup. Hampir pingsan, matanya mulai buram. Namun tangan kirinya langsung mencengkram bekas botol kaca, melukai dirinya sendiri sehingga kesadarannya kembali. Fu Hua mengambil satu kursi, membalas pukulan tadi sampai leher laki-laki itu patah sambil berdiri.


Enam laki-laki tumbang. Fu Hua berdiri dengan tangan Bermandikan kaca dan wajah pnuh darah.

__ADS_1


"Gadis yang bengis." Dua penjaga Qin Yujin mulai mundur ketakutan, kurang dari dua menit gadis itu mengamuk dan menghancurkan segala sesuatu. Fu Hua sendiri tak yakin dengan kekuatannya, tapi di beberapa situasi terjepit yang memaksanya tak memakai otak lagi, dia akan berubah ganas seperti binatang. Karena dengan begitu, dia bisa bertahan hidup sampai sejauh ini.


"Kau kembali ..."


Qin Yujin sempat-sempatnya melebarkan senyuman. Meski dia sendiri sedikit gentar. "Bunuh gadis itu, aku akan membayar mahal untuk kepalanya."


Dua penjaga maju dengan berani


Fu Hua lantas bersiap, pedangnya telah tertancap di tubuh mayat lain. Hanya bertarung dengan tangan kosong, tapi itu tak membuatnya takut. Fu Hua selalu diajarkan Fu Qinshan tentang beladiri.


Namun kepercayaan dirinya langsung dihancur leburkan di serangan pertama, dia jatuh menghantam rak. Ratusan botol kaca jatuh, melukai tubuhnya. Fu Hua bangkit, mengambil pedang dari mayat dan mulai bertarung manusia yang bahkan tak tahu cara memegang pedang itu.


Qin Yujin cukup takjub.


Fu Hua mendekat mengangkat pedangnya.


"Kau datang jauh-jauh untuk membunuhku?"


Fu Hua benar-benar membenci laki-laki itu.


"Kau tak akan sempat, mereka sedang datang ke sini untuk membunuhmu. Kalau aku mati, maka kau akan mati."


Namun Fu Hua justru mengambil kotak hitam kecil yang terjatuh di sebelah Qin Yujin.


"Aku berikan kau sedikit hadiah."


Fu Hua menusukkan jarum suntik berisi cairan kuning pemberian Lian. Tak tahu apa gunanya, dia tak berniat mengetahui keadaan Qin Yujin

__ADS_1


Ratusan orang merapat, Fu Hua membawa lari kotak tersebut. Namun salah seorang bawahan Qin Yujin berhasil menangkapnya dan merebut kembali kotak tersebut.


Tak ada pilihan lain, laki-laki tadi telah menghilang di antara banyaknya penjaga yang tak bisa dia terobos. Fu Hua kabur dari Laboratorium Baru mati-matian, beberapa bekas tembakan bersarang di lengan dan kakinya.


__ADS_2