
Pertama kali dalam sejarah, dua Siluman Penguasa Bumi bersatu membentuk wujud baru. Seekor Naga Api dan Air, gabungan dua elemen kekuatan bumi.
Naga Kegelapan menembakkan semburan api lurus ke depan, menyebar ke seluruh tubuh musuhnya yang mulai mengerang dari dalam kobaran api tersebut. Gaung di langit membuat siapa pun akan merinding. Dua Siluman mulai bergerak mendekati lawan, menghantamkan tubuh keras-keras hingga keduanya saling terpental.
Shui dan Huo Rong semakin mengamuk tatkala energi api menjadi semakin gila ketika Dewi Api kembali, menyebarkan kekuatan besar dalam aliran tubuh siluman tersebut.
Pertarungan berubah sengit, adu kekuatan berakhir dengan kehancuran lainnya yang membuat Lembah Para Dewa sudah tak berbentuk lagi. Bahkan jika suatu saat tanah itu akan dijadikan pemukiman warga, tampaknya tidak memungkinkan. Sebab tanah tersebut sudah hangus oleh Api Keabadian dan kini ditambah lagi dengan panasnya Api Merah Huo Rong.
Shui mengendalikan air di sisi kiri tubuh mereka, melesatkan serangan tajam. Air yang membentuk tombak tersebut menghujam keras dada Naga Kegelapan. Terdengar jeritan panjang, Naga Kegelapan tak langsung jatuh begitu saja. Dia menghantamkan ekornya sebagai pembalasan, benar saja hantaman itu berhasil membuat musuhnya terpental jauh ke pinggiran bebukitan.
Kuatnya serangan Naga Kegelapan yang mengenai bagian vital membuat mereka tak dapat bangkit. Sementara itu Naga Kegelapan sama sekali tak memberi ruang untuk bernapas, dia langsung datang, membuka mulut hendak menggigit leher lawannya.
Percikan api biru menyebar tepat di bola mata Naga Kegelapan, membuat naga itu tersentak sejenak dan menangkap sesosok naga kecil yang berusaha menghalangnya. Kalap, Naga Kegelapan langsung menghajarnya dengan intensitas api yang seribu kali lebih besar.
Naga Hitam melesat melawan arus api Keabadian, meski tubuhnya terkoyak oleh panasnya kekuatan tersebut Ye Long masih dapat mendekati Ayahnya. Hingga akhirnya kobaran api besar tersebut lenyap, Ye Long telah berada persis di depan wajah Naga Kegelapan.
Mata silumannya terlihat sayu, sayap hitam itu mengepak pelan hingga berkali-kali tubuhnya jatuh tak seimbang. Ye Long terbang ke atas kembali, menghadapi sosok Naga Kegelapan. Satu-satunya keluarga terakhir yang dia miliki di muka bumi ini, tak keluar satu patah kata pun dari mulutnya.
Lama kemudian, keduanya saling terdiam. Shui dan Huo Rong kembali bangkit.
Ketika itu Ye Long mulai mengeluarkan suara lengkingannya yang memekakkan telinga. Berkali-kali hingga suaranya menjadi serak. Tubuh Naga itu kembali tak seimbang, dia mengepakkan sayap setengah mati agar Naga Kegelapan tetap bisa melihat dirinya dengan jelas.
Xin Chen yang sebelumnya hendak menyusul dan menyerang Naga Kegelapan sempat terdiam. Menyaksikan kejadian itu. Ye Long terlihat sedih dan berusaha berteriak dalam bahasa mereka.
__ADS_1
Naga Kegelapan bergeming. Namun anehnya dia tak menyerang Ye Long seperti yang biasanya dia lakukan.
Sementara itu, lawan telah bangkit dan siap bertempur melawan Naga Kegelapan. Tubuh Naga Air dan Api melesat cepat, diselimuti serangan jenis air yang hendak membelenggu tubuh Naga Kegelapan dengan tali-tali air.
Naga Kegelapan terkejut dan refleks mengikuti insting bertahan hidupnya. Dia membalikkan badan, menepis tali-tali tersebut dengan ekornya.
Tapi tanpa sengaja ekornya menghantam tubuh Ye Long. Amat keras hingga naga kecil itu terlempar jauh menghantam tanah. Xin Chen terlalu terpaku pada kejadian barusan sampai tak sadar bahwa Naga Kegelapan tetaplah berbahaya. Dia tak seharusnya berharap Naga Kegelapan akan mengenali Ye Long. Dan resiko yang harus ditanggungnya sekarang adalah, Ye Long tak sadarkan diri dengan beberapa tulang retak.
Denyut jantung Ye Long terdengar begitu lamban. Xin Chen mengalirkan kekuatannya, karena mereka telah memiliki jenis kekuatan yang sama. Namun anehnya itu tidak membantu sama sekali, Ye Long tak kehilangan kekuatan. Tapi justru tubuhnya telah remuk redam di dalam akibat melawan kobaran api Naga Kegelapan sebelumnya.
"Hei Ye Long, hei, bangun. Jangan tidur dulu," panggil Xin Chen beberapa kali. Tubuh naga itu tak bereaksi. Bahkan, detak jantungnya nyaris tak terdengar.
Dan sekarang, justru jantung Xin Chen yang berdetak sangat cepat. Keadaan berubah serius. Ketika dia sudah tak mendengar lagi detak jantung sahabatnya itu, bahkan denyut nadinya telah berhenti.
Tak peduli atas kegaduhan di belakangnya, Xin Chen berusaha menyadarkan Ye Long. Sirip-sirip Ye Long yang biasanya dialiri oleh cahaya terang berwarna biru mulai redup hingga cahaya itu menghilang.
Panik, Xin Chen menoleh ke segala arah. Melihat Naga Kegelapan berusaha mendekat Xin Chen mulai bersiaga. Tatapan benci menusuk tepat ke arah Naga Kegelapan. Xin Chen mencabut pedangnya, melesat cepat mengejar Naga Kegelapan yang juga datang ke arahnya.
Tapi ketika Xin Chen menyabetkan tikaman silang yang mengenai perutnya, Naga Kegelapan sama sekali tak peduli akan hal itu dan justru menghiraukan dirinya. Lantas Xin Chen berbalik badan. Menangkap mata Naga Kegelapan hanya tertuju pada Ye Long.
"Sudah mati pun kau masih ingin membunuhnya?! Dia itu anakmu-"
Makiannya terhenti sesaat ketika melihat Naga Kegelapan mendekatkan hidungnya pada tubuh Ye Long, menggerakkannya lembut. Meski tubuh naga kecil itu tak mengeluarkan reaksi.
__ADS_1
Mata hitam itu berubah. Xin Chen tak mengerti, apa yang sedang dilakukan oleh Naga Kegelapan. Hatinya mengatakan bahwa Naga Kegelapan masih mengingat anaknya sendiri.
Akan tetapi, dari semua kejahatan dan kesengsaraan yang diperbuat Naga Kegelapan membuatnya tak pantas untuk dimaafkan. Naga Kegelapan harus dimusnahkan.
Xin Chen mengangkat pedangnya. Bersiap menusuk jantung Naga Kegelapan selagi dia terfokus pada Ye Long.
Sialnya, tubuh Xin Chen sama sekali tak mau bergerak.
Dia sama seperti Ye Long. Hancur ketika kehilangan sosok ayah yang seharusnya memimpin langkahnya. Jika Xin Chen membunuh Naga Kegelapan sekarang, dia tak ada bedanya dengan Qin Yujin yang merenggut ayahnya 7 tahun yang lalu.
Antara hatinya yang ingin membiarkan Ye Long bersama dengan Ayahnya lebih lama, atau otaknya yang memaksa Xin Chen untuk membunuh Naga Kegelapan. Hatinya menang. Xin Chen hanya diam, melihat Naga Kegelapan kini berbaring menyelimuti tubuh naga kecil itu dengan tubuh raksasanya.
"Rasakan ini!"
Suara tersebut terdengar menggelegar. Naga Kegelapan seketika terbangun dan menyadari bahwa ancaman telah datang ke arahnya. Cepat-cepat dia melawan, tapi justru serangan jenis api lolos dari jangkauannya dan menuju ke arah Ye Long.
Tubuh Naga Kegelapan yang terbilang raksasa itu berusaha menepis api Huo Rong. Tapi lagi-lagi dia justru kelepasan dan berakhir menyiksa tubuh Ye Long. Api Keabadian miliknya berkobar tak terkendali, membakar tubuh Ye Long.
Kegelapan menyelimuti tubuh Ye Long. Xin Chen tanpa diduga-duga telah berlari ke tempat Ye Long dan mengambilnya untuk dibawa ke tempat yang lebih jauh.
Sekuat tenaga dia menyingkirkan Api Keabadian tersebut, tapi sayangnya api tersebut berhasil membakar sayap Ye Long sampai ke tulang-belulang.
Mata Xin Chen melotot.
__ADS_1
"Bisa-bisanya aku dikecohkan oleh simpati padamu. Seharusnya kau dimusnahkan. Tanpa pengecualian, meskipun kau memiliki ikatan darah dengan sahabatku."