
Pintu kaca di depannya mulai menunjukkan tanda-tanda akan retak, Lang mundur waspada. Mereka tak punya tempat untuk kabur lagi selain menghadapi mayat hidup di depan.
Xin Chen teralihkan ketika melihat cahaya lain selain api biru miliknya, Lang mulai menggunakan kekuatan aslinya. Menciptakan sebuah bulatan cahaya di depan mulutnya.
Getaran dari kekuatan tersebut turut mempercepat retaknya pembatas kaca di depan mereka. Xin Chen kembali fokus dengan dirinya sendiri, apa yang bisa dilakukannya hanyalah meledakkan ratusan terinfeksi yang begitu padat di depan.
Tapi Xin Chen sedikit ragu, dalam keadaan yang mendesak begini dia tak bisa melihat antara terinfeksi dan Rusa Keledai. Lang telah berhenti mengumpulkan kekuatannya, mulai mengarahkan pusaran cahaya itu ke arah terinfeksi.
Sekilas, Xin Chen dapat melihat jelas wajah-wajah yang telah hancur itu. Angin kencang berhembus, sebuah kekuatan besar menembus pintu kaca hingga hancur berkeping-keping. Serangan datang menghamburkan para mayat tersebut. Beberapa terinfeksi yang masih bertahan maju, menyerbu Lang dari berbagai sisi.
Serigala itu memulai pertarungan mengerikan di antara lautan terinfeksi. Dia berubah amat ganas, tak memberi ampun pada musuhnya.
Xin Chen sendiri berusaha melindungi Lang sembari meledakkan para terinfeksi tersebut.
Begitu banyaknya terinfeksi sudah jauh di luar batas, Laboratorium A-3 ini jauh lebih parah dibandingkan Laboratorium B-1. Tapi setidaknya Xin Chen tidak begitu takut, karena dia bersama Lang. Serigala itu bertarung untuk melindunginya di barisan terdepan. Melayani para mayat hidup itu dengan cakar tajamnya.
Geraman terdengar dari Lang, dia mulai dikerubuti seperti mayat yang dihinggapi lalat. Penjara api tiba-tiba berkobar dari lantai sampai ke atas langit-langit ruangan, Lang terperangkap di dalam. Terpaksa untuk tidak bergerak. Dia merasakan tekanan listrik yang begitu tinggi melingkari dirinya.
Pelindung yang diciptakan Xin Chen berhasil membuat para terinfeksi jatuh tersentrum. Mereka mulai terbakar secara keseluruhan.
Saat sekiranya sekitar Lang aman, Xin Chen melepaskan penjara api itu dan segera berteriak, "Kita pergi dari sini, ikut aku!"
Lang menggeram, menendang meja dan rak untuk menghalau para terinfeksi yang mengejar di belakang mereka.
Beberapa ratus meter berjalan di lorong panjang yang dipenuhi para terinfeksi, Xin Chen menemukan satu ruangan yang agak lengang. Dia masuk ke dalam, sampai Lang masuk Xin Chen menutupinya kembali.
Lang menghabisi lima terinfeksi di dalam ruangan sekaligus.
__ADS_1
"Sial," gerutu Lang sembari menahan sesak. "Aku sampai tidak bisa bernapas."
"Setidaknya di sini kita aman."
Xin Chen menatap tangannya, merasakan hal buruk seperti sedang mengintainya. Semenjak beberapa jam yang lalu, dia mulai berpikir untuk tidak menggunakan kekuatannya secara berlebihan. Sebenarnya bisa saja dia meledakkan ruang depan itu agar nanti saat mereka akan keluar tak begitu kesusahan.
Tapi keadaan tubuhnya bisa berubah tak normal. Xin Chen tak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Kita akan menunggu sampai mereka kembali tenang."
"Aku bisa menjamin kau tak akan menunggu lebih dari lima menit." Lang mengitari sekitar ruangan, mendapati banyak sekali hal asing di ruang penelitian ini. Gambar-gambar dan alat aneh serta cairan berwarna-warni yang membuatnya bertanya. Apakah dari semua benda itu penyakit muncul.
Atau justru memang dari kebusukan manusia sendiri, sengaja menciptakan kehancuran.
Dia baru melepaskan perhatian dari Xin Chen tak lebih dari satu menit yang lalu dan pemuda itu sudah kembali membuka pintu. Langsung saja terinfeksi yang berjalan di depan berlari mengejarnya, Xin Chen membanting pintu sampai beberapa tangan tersangkut.
"Cari mati," kesal Lang menggerutu.
"Mati tidak perlu dicari, Lang. Kalau mau tinggal keluar dari sini, langsung ketemu." Xin Chen meledeknya, membuat mata serigala itu memicing tajam.
"Bicara lagi aku tanam kau."
"Kau kira aku singkong?"
"Oh iya aku lupa, kau kan terinfeksi. Sama seperti para mayat di luar sana."
Kalau dia tak menahannya, mungkin Xin Chen sudah meneteskan air mata. Bisa-bisanya Lang dengan blak-blakan mengatakan hal menyakitkan itu padahal dia tahu Xin Chen sensitif kalau membahasnya.
__ADS_1
"Berhenti mengoceh tidak jelas, kita harus cepat bergerak." Usai berkata Lang mendekati satu pintu, Xin Chen mengikuti dari belakang sambil memasang sikap waspada. Seharusnya Lang dapat mendengar bahwa di depan sana ada begitu banyak terinfeksi.
Lang menunggu derap kaki menjauh. Hingga kesempatan datang, Xin Chen maju di depan membuka pintu. Dia sudah yakin pasti seharusnya tak ada terinfeksi dalam jarak dekat, tapi yang tak disangkanya salah satu terinfeksi berhasil menemukan mereka. Dia berteriak dari lantai atas, membuat keributan yang memancing kawanan lain.
Hal-hal buruk sepertinya akan terus mengintai mereka, Lang tak pernah membayangkan petualangan di Kekaisaran Wei akan sekacau ini.
Suara barang yang bertubrukan menjadi tanda bahwa kejar-kejaran kembali di mulai. Dari lorong laboratorium satu per satu terinfeksi keluar, mengejar mereka yang kini berlari terus maju tanpa tahu apa yang menunggu di depan.
Lang hendak berbelok ke kiri, terinfeksi dengan perut buncit dan mata hijau telah menunggu, dia membuka mulutnya yang penuh dengan racun. Dan dalam hitungan detik berikutnya, ledakan racun tumpah ruah membasahi lantai dan dinding.
Tak ada tempat untuk kabur. Xin Chen hanya bisa mendorong Lang untuk bersembunyi di balik tembok. Tapi yang tak dikiranya, lantai tempat mereka terjatuh telah rapuh. Keduanya terjatuh dari ketinggian ke tempat lain, di bagian bawah tanah lagi. Mimpi buruk untuknya.
Lang bangun dari jatuh, tulangnya terasa sedikit sakit tapi beruntung racun itu tak sampai mengenainya. Xin Chen berhenti sejenak, genangan banjir selutut membuatnya basah kuyup. Tetesan air jatuh dari wajahnya yang tampak buruk.
Bisa dibilang sekarang mereka telah masuk ke jantung neraka. Ribuan terinfeksi sedang mengitari di sekitar dan mulai menyadari keberadaan mereka pelan-pelan.
Tempat itu seluas arena pertandingan, ada begitu beberapa bangku di lantai yang lebih tinggi sementara bagian tengah berbentuk lingkaran. Ratusan kurungan berjejer melingkari lapangan tersebut. Para terinfeksi di sana berpakaian serba putih, mereka kemungkinan besar adalah peneliti yang tewas.
Dan kurungan di sekeliling mereka, itu adalah muara dari para mayat hidup yang telah diciptakan dengan begitu mengerikan. Manusia ataupun binatang itu dicocokkan dan diuji coba sampai menciptakan satu jenis manusia yang lebih unggul.
Tapi yang membuat nya buruk adalah mahluk mengerikan yang unggul itu tak terkendali dan justru menyerang manusia itu sendiri.
Tempat itu mungkin dulunya adalah tempat untuk penelitian besar-besaran di mana para bahan percobaan diamati di tengah tempat itu sementara para manusia duduk di bangku-bangku.
Tapi kini keadaan telah berbalik. Para terinfeksi itu sedang menonton Xin Chen dari bangku penonton.
Lang merapat ke Xin Chen. "Kita harus kembali ke atas atau tsunami mayat ini akan menenggelamkan kita."
__ADS_1