
Satu tikaman pedang lurus hanya mengenai udara kosong, Qin Yujin melarikan diri dan berniat kabur dari medan pertempuran setelah sadar kekuatannya berkurang.
"Jangan berani-beraninya kau melarikan diri lagi!" Xin Chen berteriak keras. Qin Yujin tertawa sambil menoleh ke belakang, larinya jauh lebih cepat.
"Tangkap aku kalau kau bisa. Kau tidak pernah berhasil melakukannya, bukan?"
Xin Chen menggemerutukkan gigi, pedang dicengkeramnya erat. Dia tak mau melepaskan musuhnya lagi. Sudah lebih dari penderitaan yang diciptakan Qin Yujin. Jika membiarkannya kabur lagi, mungkin bukan hanya matahari, orang gila itu bisa menyapu seisi alam semesta walau terdengar tidak mungkin.
Gempa dan reruntuhan akibat pertarungan Phoenix Iblis dan Naga Roh menghalau Xin Chen. Dia mempercepat langkahnya, hingga bersebelahan dengan Qin Yujin. Api Keabadian membakar tubuh laki-laki itu, dia berhasil memenggal kepalanya.
Tapi dia salah, Xin Chen hanya membunuh iblis biasa. Qin Yujin menipunya.
"HAHAHAHHA! KAU TAK AKAN BISA MENANGKAPKU!"
Qin Yujin sudah berada di tempat berbeda, dengan kekuatan cahaya iblis dia bisa berpindah jauh lebih cepat daripada kekuatan biasanya.
"Kau lupa ada satu orang yang bisa menangkapmu dan bahkan memenjarakanmu."
Tubuh Qin Yujin dingin seketika.
Tinju membara, sekali lagi meretakkan tulang pipi Qin Yujin hingga wajahnya babak belur. Xin Fai membuat Qin Yujin jatuh tergeletak kehilangan keseimbangan.
"Chen, sekarang!"
Xin Chen melesat cepat ke tempatnya, dari atas Xin Chen mengarahkan Pedang Legendaris Kaisar Langit dan Manusia Iblis ke jantung Qin Yujin. Xin Fai melompat ke arahnya, memegang tangan Xin Chen dan mengalirkan kekuatan bersama anaknya.
"Kita akhiri semua ini."
Xin Chen mengangguk.
Kekuatan emas Xin Fai dan Api Keabadian Xin Chen bersatu di dalam pedang tersebut, getaran dahsyat terjadi. Hujaman pedang lurus menikam jantung Qin Yujin. Menembus hingga ke tulang dan tanah tempatnya terbaring, lelaki itu sampai terlonjak saat serangan maut terakhir menembus jantung dan seluruh organ tubuhnya.
Mata merah Qin Yujin membelalak kuat hingga urat-urat terlihat jelas, dia terbaring dengan satu pedang menancap di dada. Sementara dua orang berdiri di sebelahnya.
"Terima akibat perbuatanmu. Kau sudah kalah, semua dosamu tak akan sanggup kau tebus bahkan di neraka sekalipun. Matilah dalam penyesalan. Kau pantas untuk itu."
"Tidak mungkin aku kalah ..."
__ADS_1
Qin Yujin berusaha bergerak namun sekujur tubuhnya kaku, sakit menjalar ke seluruh tubuh, tidak seperti sebelumnya kali ini laki-laki itu sudah tidak memiliki apa pun lagi untuk melakukan perlawanan dan jantungnya telah dihancurkan.
Sementara itu Phoenix Iblis hancur oleh serangan Naga Roh.
Tangan Qin Yujin berusaha menggapai kaki Xin Chen, namun sedetik kemudian berhenti. Qin Yujin mengembuskan napas terakhirnya dan mati terbujur di dalam lubang raksasa yang besar. Bekas serangan terakhir Xin Chen dan Ayahnya.
"Kita berhasil-" Xin Chen terhenti, tiba-tiba Xin Fai menariknya dan memeluknya sangat erat.
"Kau selamat, Chen'er. Aku tidak percaya kau masih selamat, selalu saja membuat ayahmu khawatir."
"Aku anak yang buruk, ya?"
"Kau membuatku bangga sampai ingin menangis, Chen. Kau berhasil menghentikan Qin Yujin, kau berhasil menyelamatkan dunia. Kau menjadi Pahlawan dalam perang ini. Bagaimana bisa Ayah menganggapmu sebagai anak yang buruk?"
Xin Chen tersenyum, "Terima kasih, Ayah."
Xin Fai melepaskan pelukannya, menyadari masih ada sesuatu hal yang mengganggu Xin Chen.
"Matahari itu ..." Xin Chen menengadah.
Langit merah perlahan sirna, tapi kenyataannya Matahari sempat terkena serangan Qin Yujin saat dia kehilangan keseimbangan, tetapi hanya seperempatnya.
"Kita kembali?" tanya Xin Fai, Xin Chen menggeleng.
"Ada sesuatu yang harus kulakukan," sanggahnya. Xin Chen berjongkok, meletakkan Topeng Hantu Darah, Armor Dewa Perang, Baja Phoenix, Pedang Kaisar Langit dan Manusia Iblis. Xin Fai sempat bertanya-tanya sebelum dia langsung diberikan jawaban mengejutkan.
"Aku ingin memusnahkan Enam Pusaka Langit ini, mereka adalah pemicu perang yang berbahaya. Jika tidak ada yang memilikinya, maka tidak ada lagi perebutan dan ketakutan. Untuk Era Perdamaian, apakah Ayah bersedia mengorbankan Enam Pusaka sebagai bayarannya?"
Xin Fai terdiam. Dia berpikir Xin Chen mengumpulkan kelima pusaka langit untuk bertambah semakin kuat, namun kenyataannya Xin Chen mengumpulkannya untuk dimusnahkan.
Pemuda itu masih menjelaskan, "Tubuh Manusia Iblis tak akan bangkit lagi, Raja Iblis telah tenang. Air Mata Iblis telah berakhir dan Qin Yujin telah dikalahkan. Hanya Pusaka Langit yang tersisa dengan kekuatan yang begitu besar. Mereka akan menjadi perebutan lagi di masa mendatang dan memicu perang selanjutnya."
Xin Fai tahu, pemikiran Xin Chen sudah lebih dewasa.
"Kau benar."
Lelaki itu mengeluarkan Kitab Terlarang, salah satu dari 7 Pusaka Langit. Di depan mereka hanya ada enam pusaka, satunya lagi Kitab Tujuh Kunci bersama Xin Zhan. Xin Chen yakin kakaknya itu mampu menjaganya. Namun keenam pusaka lain harus dimusnahkan, karena seperti Kitab Terlarang dan Topeng Hantu Darah adalah pusaka yang diciptakan untuk membunuh dengan kekuatan jahat.
__ADS_1
Sebuah lingkaran tercipta di sekeliling pusaka tersebut, Xin Chen menatap Ayahnya yang mengangguk.
Keenam Pusaka Langit dimusnahkan hingga tidak tersisa setitik pun debu dari mereka. Semua lenyap dimakan Api Keabadian.
"Semua sudah berakhir dan tugasku hampir selesai. Era Perdamaian akan dimulai, namun ada satu pengorbanan yang harus dilakukan." Suara kecil itu masih dapat didengar Xin Fai.
Xin Fai mengerutkan dahi, "Hampir selesai? Pengorbanan? Tidak ada lagi yang harus dikorbankan, Chen."
Xin Chen tersenyum kecil, tidak menjawab. "Fu Hua selamat?"
Dia mencari ke segala arah. Mendapati sesosok iblis masih bertahan dan menjaga seseorang dari pertarungan besar di tempat itu.
"Aku tidak tahu lagi bagaimana cara berterima kasih padamu, Dewa Iblis."
Xin Chen berkata setibanya di sana. Dewa Iblis mengangguk, "Berterima kasih nanti saja. Kalian harus merawatnya, dia membutuhkan pertolongan segera."
"Kau ikut bersama kami? Kau juga terluka parah, dan itu adalah akibat perbuatanku."
Xin Fai juga mengajak Dewa Iblis untuk ikut ke Pulau Seizu, lelaki itu tidak bisa menolak. Dia tersenyum, "Kalian sangat murah hati. Tapi aku tidak yakin apakah yang lain mau menerimaku."
Xin Chen menyangkal. "Mereka pasti akan menerimamu. Kau adalah pahlawan yang membuat kemenangan ini terwujudkan. Tanpa kau mungkin semua ini akan berakhir buruk."
Xin Chen tahu Buah Keabadian masih berada di dalam tubuhnya dan segera mengambilnya, kekuatan yang begitu besar telah sirna. Buah Keabadian diberikannya kembali pada Dewa Iblis yang terkejut. Dia menolak, mengingat mungkin masih ada musuh kuat yang harus Xin Chen hadapi. Dan juga itu bisa membuat Xin Chen semakin kuat.
Namun Xin Chen yakin, perang telah usai. Dia tidak menginginkan Buah Keabadian sama sekali. Dengan kekuatannya sendiri, dia merasa cukup untuk bertarung dengan adil. Dan pastinya tanpa menjadi perebutan dan harus membunuh para manusia yang ingin merebutnya darinya.
Tak lama mereka kembali. Xin Fai dan Dewa Iblis sudah agak jauh dari tempat Xin Chen berada. Dia menggendong Fu Hua di punggungnya. Berdiri di depan jasad Qin Yujin.
"Aku hampir menyelesaikan tugasku. Semua ini tidak akan pernah selesai kecuali satu pengorbanan terakhir untuk mewujudkan Era Baru. Aku tidak akan ragu,"
Dia berjongkok, merenggut satu mata di kening Qin Yujin. Kekuatan yang begitu besar dari mata tersebut menyimpan Air Mata Iblis di dalamnya. Dan di tempat di mana Fu Hua terbaring tadi, Xin Chen mengumpulkan seluruh Kristal Merah dan menyimpannya.
Kemudian dia membakar jasad Qin Yujin sampai habis, mewaspadai adanya musuh yang mungkin memiliki niat buruk.
"Untuk mengorbankan semua yang kumiliki demi orang-orang yang ingin kulindungi."
Xin Fai sempat berbalik badan, berteriak dari kejauhan. "Apalagi yang kau tunggu, Chen?"
__ADS_1
"Aku akan ke sana."