
Dari samping sosok Dewa Iblis terbang ke arah Xin Chen, sebuah kekuatan besar keluar hingga menembus Xin Chen. Dewa Iblis tak banyak mengeluarkan suara, dia terus menerus menyerang ke tempat di mana Xin Chen terakhir kali terlihat. Pedang cahaya merah beterbangan ke titik yang masih dipenuhi oleh kepulan asap putih.
Dewa Iblis terdiam sejenak. Dari dua belas pedang cahaya merah tak ada satu pun yang mengenai Xin Chen yang berada di balik kepulan asap. Mereka semua jatuh ke bawah. Tak perlu menunggu dua detik Dewa Iblis langsung membaca ke mana perginya Xin Chen. Benar saja instingnya yang begitu tajam berhasil melacak di mana Xin Chen saat ini.
Pemuda itu berada di salah satu gunung rendah, terkena sebagian dari serangannya barusan. Dia tak mampu menghindar seratus persen, bukan hanya pergerakannya cepat tapi juga kekuatan itu mampu menjangkau dalam jarak yang terbuka besar. Sedangkan Dewa Iblis segera mengejar, dua pedang di tangannya berkobar oleh aliran kekuatan yang dahsyat. Lelaki itu menancapkan dua mata pedang ke tanah. Gagal mengenai Xin Chen yang masih menghindar.
Pemuda itu belum menunjukkan tanda-tanda akan melawan. Sementara Dewa Iblis mau tak mau terus maju memberikan serangan tanpa henti.
Dewa Iblis jauh lebih kuat dari wanita iblis sebelumnya, Xin Chen mengakui memang sosok pengguna dua pedang itu memiliki pergerakan lincah dan jangkauan serang luas. Dia mampu menguasai pertarungan jarak dekat maupun jauh. Selain itu tak mudah mengelabui musuh sepertinya.
Xin Chen masih terus menghindar walau dia mulai mendapatkan luka, terus mempelajari gerakan Dewa Iblis.
Tapi pergerakan Dewa Iblis sangatlah cepat dan rumit, pola serangannya tidak bisa ditebak sama sekali. Xin Chen menghindar dengan muka waspada.
Sejauh ini Xin Chen selalu bisa membaca pergerakan musuhnya walau hanya sedikit saja. Dia pasti akan menemukan celah dari sana dan melakukan serangan balik. Namun saat ini, Dewa Iblis seperti senjata yang diciptakan untuk bertarung, dia seperti tidak berpikir saat menyerang. Semua itu adalah gerakan yang dihasilkan dari instingnya. Karena itu Xin Chen tak bisa menebak ke mana selanjutnya laki-laki itu akan menyerang.
Xin Chen terpojokkan saat beberapa iblis lain terbang dan ikut menggencarkan serangan secara bersamaan. Serangan pedang miring membelah udara begitu kencang, menciptakan angin tajam yang melukai para iblis yang mengepung. Api Keabadian membakar, melepaskan Xin Chen dari jeratan para iblis tersebut.
Saat Xin Chen pertama kali keluar dari kurungan para iblis, seseorang melompat tinggi dengan dua pedang menyilang siap membunuhnya kapan saja.
__ADS_1
Dengan sebilah pedang di tangan Xin Chen menahan dua benda tajam itu, membuatnya sampai berjongkok akibat tekanan serangan yang luar biasa dari tangan Dewa Iblis. Laki-laki itu tetap tak mengeluarkan sepatah kata selain terus menekan, bunga api tercipta di antara ketiga pedang.
Xin Chen harus segera melepaskan diri. Memang pedang di tangannya masih mampu mengimbangi dua pedang sekaligus milik musuh. Tapi dirinya sendiri belum tentu bisa, apalagi musuhnya adalah Dewa Iblis yang sudah pasti jauh lebih kuat daripada Raja maupun Ratu Iblis.
Sentakan berikutnya membuat pedang di tangan Xin Chen bergetar hebat, Xin Chen mengendurkan pertahanan tiba-tiba membuat musuhnya terkejut. Tekanan yang terlalu besar di tangan Dewa Iblis terlepas dan membuatnya kehilangan keseimbangan selama satu detik. Detik itu Xin Chen menyepak kaki Dewa Iblis, bergerak ke belakangnya dan mengenai kepala belakang lawan sampai jatuh telungkup.
Xin Chen hendak melepaskan serangan dengan kekuatan penuh tapi wujud Dewa Iblis tiba-tiba saja lenyap dari pandangannya. Xin Chen langsung berbalik ke belakang, tak melihat siapa-siapa dan langsung melihat dari atas. Benar saja, dua pedang bertenaga besar sedang mengarah ke kepalanya.
Setiap Dewa Iblis menggunakan kekuatan aslinya dalam jumlah besar, Xin Chen selalu tidak berhasil menghindar apalagi menepis serangan tersebut. Secepat kilat Dewa Iblis datang ke depannya setelah menjatuhkan serangan maut, mencengkram leher Xin Chen hingga tubuhnya sama sekali tak dapat bergerak.
Keduanya saling menatap sesaat. Xin Chen sedang mencari cara untuk lepas dari cengkraman musuh sementara Dewa Iblis mengamatinya dengan mata merah yang begitu tajam. Keheningan yang melanda berganti dengan bangkitnya kekuatan Dewa Iblis. Sesuatu seperti terbakar di bawah kaki sosok tersebut, terus naik ke atas hingga mencapai ke kepala Dewa Iblis.
Ledakan kekuatan memuncak, Dewa Iblis mengambil kembali satu pedang. Aliran kekuatan jenis baru bersatu dalam pedang tersebut. Ketika itu, untuk pertama kalinya Xin Chen mendengar musuhnya mengeluarkan suara.
"Darah Terakhir - Patung Iblis Suci."
Sesuatu bangkit dari bawah reruntuhan, pasir debu jatuh dari wujud sesosok patung besar dengan tiga mata tertutup dan enam tangan saling mengatup.
"Pedang Iblis Suci."
__ADS_1
Pedang di tangan Dewa Iblis mulai bergerak menembus dadanya, Xin Chen mulai beraksi. Ribuan roh mendorong sebuah meteorit besar dari kejauhan dengan kekuatan penuh. Benda itu terlempar ke arah di mana Dewa Iblis dan Patung Iblis Suci berada.
Sementara Xin Chen mulai menggunakan kekuatan Topeng Hantu Darah, menghilang selama beberapa detik dari pandangan dan langsung berpindah tempat ke titik yang cukup jauh.
Dewa Iblis terkecoh. Dia terkena hampir separuh serangan tersebut, tapi Patung Iblis Suci berhasil menahannya sebelum benar-benar mengenai sang Dewa Iblis. Menghancurkannya menjadi butiran debu.
Dewa Iblis mengejar Xin Chen langsung, tampaknya mulai terpancing kemarahannya. Pemuda itu menciptakan lima bola Api Keabadian yang langsung melesat cepat ke arah Dewa Iblis. Dia mengelak, tapi bola tersebut tetap melesat cepat dan mengincar Patung Iblis Suci.
Xin Chen yang berbalik arah dan terbang ke arah Dewa Iblis melepaskan satu serangan tipuan. Dia berhasil melewati Dewa Iblis dan mengincar Patung Iblis Suci. Patung itu sedang mengumpulkan kekuatan, Xin Chen tahu jika dia tidak segera membereskan patung tersebut dia akan kewalahan menghadapi dua musuh kuat sekaligus. Benar saja, saat kekuatan patung itu terkumpul sebuah cahaya lurus dalam tekanan tinggi keluar dari tangan-tangan tersebut. Xin Chen menahannya sambil terus mendekat.
Pedang Xin Chen menembus kepala Patung Iblis Suci, cahaya terang bersinar dari retakan hingga akhirnya benda itu hancur berkeping-keping bahkan sebelum dapat menyerang lebih jauh lagi. Dewa Iblis yang sedari tadi tampak tenang mulai terganggu.
"Patung Iblis Suciku ..."
Tangannya terkepal dipenuhi amarah.
"Iblis yang begitu suci, dikalahkan oleh manusia kotor seperti kau ... Ini adalah penghinaan!"
Matanya bersinar terang. Dewa Iblis mengejar Xin Chen yang langsung menghindar. Berdiri di depan Patung Iblis Suci yang telah hancur dan meraih bagian jantungnya. Dia mengeluarkan sebuah buah aneh dalam patung tersebut dan memakannya.
__ADS_1
Saat itu Xin Chen tahu bahaya selanjutnya akan datang.