Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch 243 - Misi Selesai


__ADS_3

Bunyi derap kaki yang begitu berisik membuat orang-orang di sekitar menjauh. Bisik-bisik di antara mereka mulai terdengar, dibarengi rasa takut dan was-was.


"Eh apa itu? Wajahnya seperti bukan manusia,"


"Dia seperti boneka. Lihat garis-garis di wajahnya dan bunyi kakinya. Sepertinya benar sebuah boneka."


"Boneka yang bisa berjalan? Dia menyeramkan."


Boneka dengan wujud laki-laki dewasa itu terus berjalan tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya, menuju satu arah di Pulau Seizu.


"Hua'er ku. Aku datang untuk menjemputmu."


*


Ren Yuan yang sedang menghangatkan minuman herbal tiba-tiba saja menyenggol gelas kaca berisi obat-obatan, bunyi pecah seketika terdengar. Padahal itu adalah obat yang baru dibuat untuk diberikan pada Xin Fai, suaminya itu mungkin masih beristirahat. Racun di dalam tubuhnya memang sudah dinetralisir tapi butuh waktu sekitar 2-3 hari agar tubuhnya yang semula lumpuh kembali normal.


Kembali pada Ren Yuan yang sejenak berhenti, memerhatikan gelas kaca tadi. Dia bergegas bangkit dan berjalan menuju ruang depan.


Perasaan buruk yang baru saja menghantui telah memberikan sinyal untuk wanita itu. Feng Yong dicekik oleh seseorang-atau lebih tepatnya sesuatu hingga kaki laki-laki itu menggantung. Tangan Feng Yong yang ringkih berulang kali menepis tangan kayu boneka. Napasnya mulai tersengal.


Boneka itu masuk tanpa suara, Ren Yuan tak menyangka. Dia juga tak merasakan kehadiran siapa-siapa sebelum ini.


Boneka tersebut menatap Ren Yuan yang bersiap untuk melawan, tangan kayu boneka melepas Feng Yong, berlari cepat ke arah Ren Yuan.


Wanita itu menangkis, mengumpulkan tenaga dalam di telapak tangan dan melepaskan ketika telapak tangan menghantam dada boneka.


Boneka itu terlempar menghancurkan meja makan maka kemudian menabrak dinding. Ren Yuan menarik napas, bersiap menyerang kembali. Bola matanya membesar saat boneka itu tiba-tiba melayang dan menyerbu balik. Ren Yuan mengumpulkan kekuatan secepat mungkin.


Kaki wanita itu huyung, keseimbangannya hilang beberapa detik. Kekuatan di tangannya menghilang.


Ren Yuan kehabisan tenaga. Dia telah menggunakan sangat banyak untuk merawat luka dalam Fu Hua, menyembuhkan Xin Fai dan sekarang harus bertarung lagi. Boneka tersebut tiba dan menyerang Ren Yuan yang kehilangan kekuatan. Lantai hancur seketika, barang-barang bergetar.

__ADS_1


Xin Fai tersadar ada suara dentuman di ruang depan, segera memaksakan tubuhnya untuk bergerak. Meski kedua kaki dan tangannya masih sulit digerakkan karena pengaruh racun. Dia terkejut mendapati Ren Yuan telungkup dengan kepala berdarah dan Feng Yong pingsan. Tak ada siapa-siapa di sana, Xin Fai mengumpat.


Mengalirkan kekuatan ke seluruh tubuhnya, Xin Fai berhasil bergerak walaupun dia kesusahan. Kakinya berlari cepat memeriksa seluruh ruangan dan mendapati sesosok asing sedang berada di kamar tempat Fu Hua dibaringkan. Itu bukan manusia, matanya berwarna merah terang dan terdapat satu inti di dadanya yang merupakan pusat kendali benda tersebut. Di balik jubah besar yang menutupi badan Xin Fai bisa melihat boneka itu memiliki enam kaki sekaligus. Sepertinya bukan dibuat sebagai boneka petarung.


Xin Fai tak bisa merasakan hawa keberadaan darinya. Saat Xin Fai mengejarnya boneka itu melompat ke jendela dengan menggendong Fu Hua pergi. Xin Fai tak sempat menghalang karena pergerakan boneka itu begitu cepat, bahkan terlampau cepat untuk ukuran benda mati yang dikendalikan.


"Sialan. Siapa pun pemiliknya pasti bukanlah orang sembarangan," gumam Xin Fai. Dia tak bisa melacak ke mana benda itu pergi. Selain cepat boneka itu tak meninggalkan jejak, bahkan ketika laki-laki itu pergi ke luar mencari. Benar dugaannya, boneka itu dikhususkan untuk mengintai dan mencuri dengan kaki yang bisa berlari sangat kencang.


Fu Hua telah raib. Perasaan buruk datang. Xin Fai harus menolong Ren Yuan dan Feng Yong terlebih dahulu sebelum itu. Dan dia mulai khawatir dengan apa yang akan terjadi kepada Fu Hua.


**


Ye Long mencebik, "Perutku bisa jadi bola kempes, berhari-hari tidak makan. Jadi naga penyet saja sudah."


Xin Chen mengabaikannya.


"Unta saja diberikan makan agar bisa ditunggangi."


"Oh jadi kau unta? Mana punukmu? Tidak kelihatan?" Akhirnya Xin Chen bicara juga, naga itu dongkol setengah mati. "Ini, di perutku!"


"Akhirnyaaa! Rraaghh!" Ye Long terbang semakin semangat, tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. Sebelum mereka pergi dia sempat melihat sesuatu yang aneh di pelabuhan Pulau Seizu. Memang kecamuk masih terus terjadi di luar pulau yang terus dipenuhi terinfeksi, tapi dia tak bisa mengabaikan satu hal yang terus mengganggu pikirannya.


"Ada apa Ye Long?" Majikannya membaca perubahan sikap Ye Long.


"Sepertinya hanya perasaanku saja."


Dia mengernyit, tak tahu mengapa Ye Long menyembunyikannya. Selain itu ada hal yang harus diprioritaskan. Mereka tiba di tempat yang dipenuhi kabut hijau, mendarat di markas musuh dan mendapati beberapa pilar sudah berkumpul. Tak ada satu pun dari mereka yang tampak senang.


Yue Huanran tewas dalam misi tersebut.


Mayat Gajah Abu-abu, Serigala Merah, Beruang Putih telah diamankan. Sementara itu Rubah Hijau masih hidup dan diikat dengan segel milik Tao Gui Xiang. Begitupun dengan Serigala Malam lain, Kera Kuning dan Serigala Hitam. Keduanya sama-sama tak sadarkan diri dan akan dibawa ke Kekaisaran Shang untuk diinterogasi.

__ADS_1


"Akhirnya kau datang, aku membaca pesanmu. Apa Pedang Iblis baik-baik saja?" Tao Gui Xiang tampak cemas.


"Keadaannya sudah membaik," jawab Xin Chen sembari menoleh ke segala arah. Yue Ling'er menggunakan kekuatan siluman ular untuk menghancurkan markas tersebut, begitu juga dengan Lian Ning dan Xiu Qiaofeng yang membakar habis barang-barang peninggalan kelompok Serigala Malam. Sampai sekiranya tidak ada yang tersisa.


Para Pilar berkumpul.


"Saudarimu baik-baik saja?" Xin Chen bertanya pada Lian Ning, pemuda itu mengangguk tak yakin. "Senior Tao sudah memberikan pertolongan pertama, sisanya dia akan dirawat di Pulau Seizu untuk penanganan lebih." Lian Ning menunjukkan kesedihan.


"Tapi terima kasih sudah mengkhawatirkan adikku," ucapnya sambil tersenyum.


"Dia akan baik-baik saja."


Yue Ling'er membuang pandangan ke markas. "Kita kehilangan satu rekan perjuangan, Nona Yue Huanran. Ini adalah kabar duka untuk Kekaisaran."


"Dia mati karena menyelamatkan ku."


Xiu Qiaofeng menyesal.


"Dia berkorban untuk kita semua dan mati dengan terhormat." Lian Ning menimbrungi, juga ada rasa sedih di hatinya. Keadaan Yue Huanran sangat mengenaskan. Wajah cantiknya sudah tak berbentuk lagi.


"Bagaimanapun kita harus bergerak."


Xiu Qiaofeng menjelaskan bahwa beberapa bukti dan barang penting telah diambil untuk kepentingan penyelidikan, sisanya mereka hanya perlu kembali.


"Bagaimana kita membawa orang-orang ini?" Lian Ning tak yakin, mereka hanya berlima. Sedangkan ada 6 orang dari Serigala Malam yang harus diangkut. Sementara Zian Ning tak sadarkan diri dan juga harus dibawa bersama mayat Yue Huanran.


Kelimanya menatap Ye Long yang sedang menggaruk di belakang. Naga itu tampaknya belum menyadari sampai Xin Chen berdeham, membuatnya terhenti sesaat dan mulai mengerti arti tatapan itu.


Telinganya turun. Merasa terancam.


Tao Gui Xiang bersuara,

__ADS_1


"Tunggangan naga kedengarannya bagus."


"Aku lagi! Rraghh!!!"


__ADS_2