
Butir-butir debu berjatuhan pelan lalu berganti dengan kepingan besar hingga retak kian menjalar ke puncak ketinggian. Rubuh dalam sekejap mata, kedua menara tinggi limbung ke kiri. Namun sesosok yang masih berada di sana sama sekali tak berpikir untuk menyelamatkan diri, pikirannya terlalu kalut. Mata birunya hanya menatap ke depan kosong, percaya tidak percaya bahwa Fu Hua telah tiada.
Getaran terakhir di lantai terbawah menara membuat jatuhnya bangunan besar itu makin cepat. Dalam waktu bersamaan dua menara bergerak ke bawah, hingga tiba-tiba sesosok rubah datang sambil berteriak.
"Mahkluk bodoh ini, apa yang kau lakukan?! Selamatkan dirimu!" Dia berteriak sekencang-kencangnya, Xin Chen mungkin saja mendapatkan luka fatal karena dia masih menggunakan tubuh manusianya. Memangku Fu Hua sambil perlahan menatap Rubah.
"Aku gagal melindunginya."
Perubahan wajah Rubah Petir terlihat kentara. Sementara dia tahu keadaan di atas menara tak lagi aman. Mau lari ke bawah juga lebih parah, tak ada sedikitpun ruang aman untuk turun.
Pemandangan mengerikan tampak dari atas menara itu, tumpukan manusia terlihat seperti arus sungai ketika hujan deras datang. Tak ada henti memenuhi jalan, mengeluarkan raungan yang menggema dari berbagai penjuru beserta pemandangan robohnya puluhan bangunan. Beberapa membentuk pusaran lancip ke atas, untuk menembus dinding terakhir Kekaisaran Wei. Mengejar sumber bau manusia yang berasal dari Kekaisaran yang berada di sebelahnya.
Mereka tak lama lagi akan jatuh menimpa tanah. Dan di bawah sana ratusan terinfeksi sudah menunggu mereka datang untuk dijadikan makanan. Kalau jatuh ke sana rubah yakin tulang saja tak akan tersisa dari tubuh mereka.
"Bawa jasadnya bersamamu. Kita harus pergi dari sini terlebih dahulu. Kau tidak ingat dengan keluargamu dan semua orang di luar sana? Wabah mengerikan tengah menyebar dan tak ada yang bisa menghentikannya, pikirkan itu dan lakukan sesuatu!"
Xin Chen perlahan-lahan bangkit, menatap ke depan. Tempatnya berpijak semakin miring tapi dia dapat melihat jelas bahwa benteng Kekaisaran Wei telah runtuh.
Gempa bumi melanda, ratusan ribu terinfeksi berjatuhan dan langsung menyerbu perbatasan. Tangannya seketika dingin, Xin Chen menyadari bahwa begitu banyak nyawa sedang berada dalam ancaman. Dia berkata cepat, "Bawa Fu Hua bersamamu, kita akan memakamkannya dengan layak nanti."
__ADS_1
Ketika Xin Chen mengatakannya, Rubah Petir melihat kesedihan yang begitu mendalam. Dia menjaga tubuh Fu Hua, menatapnya lama. "Padahal aku yakin kau bukanlah gadis yang ceroboh. Tak kusangka kau akan terbunuh oleh musuhmu sendiri."
Dia menelentangkan tubuh Fu Hua untuk melihat lebih jelas, menyentuh bagian perut yang telah dipenuhi oleh darah dan merasakan benda keras serupa besi tersembunyi di balik jubahnya. Dia mengernyit.
"Tusukan ini tidak sepenuhnya mengenai jantungnya, Chen-"
Ketika Rubah Petir kembali memalingkan pandangan dia mendapati Xin Chen sudah berada di tempat lain. Rubah petir buru-buru meninggalkan menara tersebut, menggunakan kunang-kunang peledak untuk membersihkan satu jalan dan membawa Fu Hua sejauh mungkin dari sumber kekacauan.
Xin Chen mengudara di tengah-tengah kota, mendarat di atas pijakan jam lonceng raksasa.
"Kuakui malaikat pencabut nyawa lebih membencimu daripada aku, Qin Yujin. Besok-besok biar aku saja yang menggantikan malaikat pencabut nyawa itu."
Dia menggeram, merasakan kemarahan yang meluap-luap terhadap Qin Yujin. Berkali-kali laki-laki itu selamat dan berkali-kali pula bencana selanjutnya datang ketika dia dilepaskan. Xin Chen menyatukan ujung jarinya dengan lantai, amarah yang besar membuat kekuatan yang dikeluarkannya tak terkontrol.
Berawal dari dua garis hitam yang menjalar ke bawah jam raksasa, hingga akhirnya menjadi ribuan Garis Hitam besar yang mulai menghancurkan para terinfeksi. Memblokir jalan dan menciptakan lubang begitu besar di perbatasan dengan tujuan mereka kesulitan menggapai Kekaisaran Shang. Namun masih ada beberapa yang lolos. Dan Xin Chen mendecak, dia mulai mendengarkan suara raungan dari tempat kelahirannya itu. Begitu dahsyat. Guncangan besar telah terjadi di Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Shang.
Nampaknya Qin Yujin telah merencanakan ini lebih jauh bersama Shi Long Xu, mereka sudah lebih dulu mendistribusikan virus itu melalui cara lain, dan seperti yang terjadi sekarang, semuanya hancur dalam waktu kurang dari 24 jam.
Ini adalah kiamat yang diciptakan manusia sendiri.
__ADS_1
Amukan kekuatan roh membludak, Xin Chen berusaha menghentikan pergerakan terinfeksi itu tapi ratusan ribu dari mereka bergerak tak terkendali. Bahkan yang paling ganas pun mampu bertahan dari hantaman Garis Hitam raksasa. Dia menggunakan kekuatannya lagi dan lagi hingga pikirannya mulai terganggu. Xin Chen tak peduli akan itu, di matanya hanya sekumpulan mayat yang akan menghancurkan semua yang dimiliki. Dan Xin Chen tak akan membiarkan semua itu terjadi lagi, meski harus melukai dirinya sendiri.
Di bawah perkotaan, Rubah Petir yang berhasil menyelamatkan diri bersembunyi di sebuah gereja. Tempat itu telah lama ditinggalkan dan tak akan mudah dimasuki oleh terinfeksi. Dia membaringkan tubuh Fu Hua di salah satu bangku, menatap dari balik celah-celah dinding.
Dari kejauhan sana, Garis Hitam memenuhi seantero Kekaisaran Wei, mulai menjalar hingga ke bagian-bagian terjauh. Membunuh ribuan mayat setiap detiknya yang berakhir dengan semakin kuatnya kekuatan itu, namun sang pengendali mulai kehilangan keseimbangan. Pikirannya terganggu. Sesuatu yang menyakitkan menjalar di tubuh rohnya.
Dari kejauhan, Rubah Petir melihat Xin Chen berteriak. Begitu putus asa.
Dan dari kejauhan pula dia merasakan apa yang dirasakan pemuda itu. Dia telah melakukan yang terbaik untuk melindungi semua orang, untuk keluarganya, teman-temannya dan sesamanya. Tapi takdir selalu mengejeknya, jalannya lebih berliku dari apa yang Rubah Petir lihat di diri Xin Fai dulu. Ketika keadaan kembali bergerak di luar kendali dan mulai menyakiti apa yang dia lindungi, siapa pun termasuk Xin Chen pasti akan hancur.
Rubah Petir ingin menghampiri Xin Chen karena kekuatan pemuda itu sudah melewati batas wajar, kabut hitam di atas langit makin pekat dari waktu ke waktu. Lalu hal itu terjadi lagi, kehancuran seperti di kota sebelumnya.
Xin Chen akan memasuki tahap ke Empat Kitab Pengendali Roh. Itu artinya dia telah memakan lebih dari lima ratus ribu jiwa ke dalam kitab itu.
Di sisi lain rubah tak bisa meninggalkan Fu Hua di sini, gereja itu mungkin saja bisa ditembus oleh terinfeksi terkuat. Dia tak memiliki pilihan. Selain menatap ke arah luar.
Dari sisi kanan dan kiri gereja mulai bergetar, Garis Hitam muncul dari bawah tanah layaknya akar tanaman. Bergerak-gerak di atas hingga hampir menyentuh awan, melibas ribuan mayat dan menciptakan bencana besar. Angin kuat meniup atap genteng hingga tersapu menabrak bangunan lain, Rubah Petir dapat melihat retakan kembali terjadi di tempatnya sekarang.
Xin Chen akan membumi ratakan seluruh tempat ini dengan kekuatannya.
__ADS_1
***
A/N; rencana author mau libur dulu dua hari ni karena kecapekan, tapi tiba2 gabut bawaannya pengen nulis huehe