Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 223 - Sejarah yang Terkubur


__ADS_3

Feng Yong terpaku di tempat duduknya, telapak kaki dan tangannya seketika dingin membeku. Dia menelan ludah, perlahan-lahan menoleh ke samping di mana sebuah pedang begitu tajam menembus kayu senderan persis di dekat kulit lehernya. Andai meleset sedikit saja nyawanya tak akan selamat.


Feng Yong berpikir lehernya sudah putus tadi, dia dapat melihat tatapan mata yang mengecam di depannya.


"Untuk apa kau mengorek sejarah yang akan menghancurkan umat manusia untuk kedua kalinya?"


Kaku, Feng Yong berpikir. Dia sendiri tak tahu apa alasannya melakukan hal tersebut.


"Aku menemukan sebuah sejarah yang telah terkubur, sebagai alkemis Kaisar Shi akan memberi kehormatan besar kepada mereka yang mampu menemukan hal-hal baru. Maka ... Aku memberikan seluruh hasil penelitian ini, mereka mengakui ku. Namun aku baru menyadari bahwa perbuatan ku salah. Sangat salah."


Lelaki ringkih itu menjelaskan, "Saat itu penelitian pertama dilakukan di Laboratorium A-3. Tempat di mana semuanya dimulai. Kaisar Shi tak melihat virus ini sebagai bencana, melainkan sebuah senjata. Dan bodohnya aku mengikuti semua permintaan mereka, ketika aku menyesalinya, mereka tak membiarkan ku kabur atau berhenti dari penelitian ini atau mereka akan membunuhku. Satu-satunya cara untuk meminta pertolongan adalah dengan menyelipkan petunjuk di setiap temuan yang kutulis..."


Alisnya turun, wajah lelaki kurus itu pias hingga tak terdengar lagi harapan hidup dalam suaranya.


"Kita semua akan mati."


"Apakah tidak ada petunjuk untuk mengakhiri ini semua?"


"Mengakhiri ini sama dengan mengakhiri nyawa jutaan manusia. Selagi kau membunuh mereka, jumlah terjangkit akan bertambah banyak."


Sela Feng Yong. Xin Chen mendecak, melemparkan 🐼 jauh ke luar jendela. Berusaha memutar otak. Dia tahu di luar sedang tak aman dan banyak orang-orang membutuhkan pertolongan. Feng Yong mungkin memiliki informasi yang dibutuhkannya, pemuda itu mendesak berkali-kali.


"Ingat lagi. Bagaimana tentang Hu Yaongi? Atau Teluk Barat? Bukankah anak setengah iblis itu memiliki petunjuk tentang yang terjadi di masa lalu?"


Sedikit terkejut Feng Yong menjawabnya, "Benar. Anak itu ..." Dia menggerakkan jari telunjuknya sambil berpikir keras. "Terakhir kali aku membaca tentang ini tujuh tahun yang lalu, banyak yang aku lupakan. Beri aku waktu untuk berpikir," ulasnya. Rubah Petir malas menunggu dan langsung menambahkan.


"Hu Yaongi tempat semua terinfeksi itu dimusnahkan, bukan begitu?"


"Be-benar sekali!" seru Feng Yong. "Tapi ... Tidak, aku mengingat sesuatu. Kepar*t pemerintahan itu sepertinya menghapus sebagian ingatanku. Aku mengetahui soal ini, sial, sial, sial. Berpikir lah...!" Tangannya memukul-mukul kepalanya sendiri, Xin Chen menghentikan tangan Feng Yong.


"Tenang, jangan panik."


"Ba-baik."


Sesaat Feng Yong jauh lebih tenang, dia menarik napas dan mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu yang diingatnya.


"Hu Yaongi adalah tempat jutaan manusia dibakar oleh kekuatan api sang manusia iblis."

__ADS_1


Dia merunut semua kejadian secara cepat.


"Teluk barat tempatnya mati di dalam sebuah kastil. Tempat yang sangat agak jauh dari desa Hu Yaongi. Dan di sana ayah angkatnya terbunuh di tangannya sendiri."


"Dan terakhir, ini pasti penting! Sial ... Ke mana dia, aku harus mengingatnya!" Feng Yong menancapkan alat tulis ke meja berulang kali, gelisah.


"206 mil?"


"Itu adalah petunjuk keberadaan ku."


Feng Yong mendadak tersentak, jarinya bergetar saat menuliskan angka 206 di atas kertas lalu menulis terbalik.


"602 mil."


Rubah dan Xin Chen memperhatikan isi kertas yang acak-acakan itu, nyaris tak terbaca. Namun kelihatannya Feng Yong begitu semangat untuk mengatakannya,


"602 mil, Air Mata Iblis. Aku mengingatnya, sebuah pengakhir penderitaan hidup manusia."


"Air Mata Iblis?"


" Itu ... Adalah Air Mata sang anak setengah Iblis. Para terinfeksi mengakui anak itu sebagai 'raja' mereka. Bentuknya seperti sebuah kristal raksasa berwarna merah api dan di dalam kristal itulah air matanya tersimpan. Saat Air Mata Iblis diaktifkan maka ratusan bahkan jutaan terinfeksi akan bergerak ke tempat di mana Air Mata Iblis berada."


Lebih lanjut Feng Yong menjelaskan, "Kekuatan di dalam Air Mata Iblis sangatlah besar, karena itu terinfeksi begitu tunduk padanya. Seandainya seorang manusia mendapatkannya dan menggunakannya untuk dirinya sendiri, maka Anak Iblis selanjutnya akan hidup kembali."


Xin Chen tak begitu takut ketika itu, namun saat Feng Yong menyebut nama Qin Yujin di dalamnya, tangannya terkepal dan gemetar di saat yang bersamaan.


"Aku mendengarnya sendiri, Kaisar Shi yang baru dan Qin Yujin berencana menemukan Air Mata Iblis itu. Untuk mengakhiri semua itu di saat yang mereka inginkan. Namun sekarang keadaan telah berubah, Kaisar telah tiada. Aku yakin lelaki bermata iblis itu akan menggunakan kekuatan tersebut untuk dirinya sendiri."


"Kau tahu," ucap Xin Chen terpotong, "manusia itu telah menyebabkan beribu bencana selama kehidupannya. Aku harus menemukannya secepat mungkin."


"Tapi tidak ada petunjuk tentang 602 mil itu, aku tak mengetahui apa-apa lagi. Pernah berpikir mencarinya, tapi semua tak membuahkan hasil. Air mata iblis nihil ditemukan."


"Jika Qin Yujin juga mencarinya maka aku akan mencari dia lebih dulu." Xin Chen mengakhiri perdebatan itu, Feng Yong mengangguk paham.


"Omong-omong di laboratorium ku tak begitu lengkap dengan obat-obatan. Temanmu membutuhkan perawatan insentif, dia sedang di ambang sekarat atau bisa kita sebut sebagai koma. Jika tidak ditangani dalam tiga hari ini mungkin nyawanya tak akan selamat."


Xin Chen segera memutuskan. "Kita akan ke Kekaisaran Shang dalam satu jam lagi."

__ADS_1


"Si naga jelek itu ke mana?" Rubah Petir mencari-cari, belum dua detik Ye Long sudah tiba di sampingnya.


"Hadir!"


"Jangan dekat-dekat, kau bau darah manusia."


Xin Chen hendak menjitak kepala Ye Long, "Kau memakan manusia?!"


"Rrragghh, bangkainya saja! Tentu yang bersih dari penyakit. Kenapa?" Ye Long menyolot.


"Perutku bisa bolong dimakan cacing karena kelaparan. Lagipula kau tak memberiku makan."


"Jangan memakan manusia." Xin Chen menjitak kepala Ye Long, naga itu memprotes kesal.


"Pweh, aku makan bangkai manusia pun ada gunanya. Daripada tercecer dan membusuk membawa penyakit."


Ketika Ye Long menatap Feng Yong, laki-laki mundur sampai terjungkal ke belakang.


"Jangan makan aku! Lihat, badanku hanya tulang belulang saja-"


Ye Long malah mendekat sengaja memasang muka menyeramkan, Feng Yong hampir kencing di celana dibuat naga itu.


Dia membuka mulutnya, Feng Yong berteriak.


Gigi tajamnya menarik sesuatu dari tubuh Feng Yong, lelaki itu terlanjur pingsan duluan. Naga itu tak peduli, dia menjatuhkan lencana emas dari seragam Feng Yong. Menyimpannya riang gembira.


"Bagus juga."


"Kau buat dia pingsan padahal sebentar lagi kita pergi." Majikannya tampak tak senang sama sekali, Ye Long berusaha membujuknya dengan memberikan lencana tersebut.


"Simpan ini, mungkin bisa dijual mahal."


"Kalau kau mungkin bisa ku jual dengan harga tinggi, Ye Long."


Mata Hitam Ye Long berkaca-kaca.


"Majikan kejam!"

__ADS_1


__ADS_2