
Jatuhnya Shui menimbulkan guncangan besar, menghancurkan apa pun di sekitar. Tak habis sampai di sana, saat Shui telah terjatuh ke tanah Li Baixuan mengepalkan tinju dan menghantam tulang kepalanya hingga remuk rusak.
Shui menjerit untuk kesekian kalinya. Lalu perlahan suaranya melemah, ekornya bergerak-gerak tak karuan menahan sakit. Hanya terdengar desis sekarat yang amat pilu. Shui terkapar begitu saja, tak lagi memedulikan apakah besok dia masih bisa bernapas apa tidak.
Li Baixuan telah berada persis di depannya. Tangan kanannya yang semula memegang pedang kini berganti dengan tinju yang dipenuhi energi kekuatan. Tak heran mengapa Shui dan Huo Rong tumbang dibuat manusia dengan tangan besi itu.
'Orang ini, andai dia tidak menyerang kami di titik Permata Siluman. Atau jangan-jangan dia sengaja melakukannya? Dia benar-benar tahu cara membunuh siluman.'
Shui membuka sebelah matanya susah payah, mengumpulkan sisa-sisa kesadaran yang dia miliki. Sesuatu retak di dalam kepalanya, untuk memulihkan permata tersebut membutuhkan waktu yang lama, bahkan bisa jutaan tahun lamanya. Karena itu adalah inti dari kekuatan spesial yang mereka miliki.
Nyaris tak ada yang bisa dilakukannya selain menerima keadaan; dibuat babak belur sampai mati. Shui menutup sebelah matanya yang terasa amat berat.
__ADS_1
'Mungkin sudah waktuku untuk beristirahat.'
Rasa lelah itu, Shui mengakui sebagai siluman dia sangat-sangat lelah untuk bertahan. Sejak dulu kehidupannya sangat sulit, mampu bertahan hidup sejauh ini bukanlah hal yang mudah. Namun cukup sampai titik ini, Shui ingin sekali tidur tanpa memikirkan apa pun lagi.
Meskipun demikian, Shui tak ingin mati secepat ini. Ada banyak hal yang harus diselesaikannya.
Bunyi retak bumi menjadi pertanda bahwa Shui mulai berusaha melawan. Naga Air itu belum benar-benar pulih, tapi tanpa basa-basi Li Baixuan langsung menghajarnya.
Hantaman yang sama lagi. Hantaman itu mampu membuat tulang Shui retak. Shui berniat menghindari akan tetapi sesuatu telah menyangkal Li Baixuan lebih dulu.
Li Baixuan membuka matanya penuh emosi. Serangan Ye Long berhasil menggores punggungnya. Tapi dia tak bereaksi sama sekali selain hanya menatap Xin Chen di depannya.
__ADS_1
Lagi-lagi Pemimpin Empat Unit Pengintai. Dia ingin sekali membunuh pemuda itu di saat yang sama. Tinjunya yang dia kepalkan kuat-kuat ditahan oleh Xin Chen dengan tangan kosong.
Dan Xin Chen sama sekali tak bergerak dari tempatnya berdiri meski Li Baixuan yakin tenaga besar yang dikeluarkannya bahkan mampu membuat Seekor Siluman Penguasa Bumi terpental jauh.
"Kau benar-benar menantangku, heh?"
"Justru kau yang terus melarikan diri sebelum urusan kita selesai."
"Melarikan diri?" Nada bicara lelaki itu naik tiga oktaf, dia tak sedang marah. Tapi lagaknya berbicara terlihat jelas sedang menyombongkan diri.
"Apa kau sedang membicarakan dirimu sendiri? Sejak awal, kau dan kakakmu yang lebih dulu kabur. Pikirmu aku takut padamu?"
__ADS_1
Xin Chen mengakui Li Baixuan adalah musuh yang sulit dikalahkan. Beberapa kali mereka bertarung dan tetap tak ada satu pun yang menang. Rasanya, bahkan jika dua minggu perang terus berjalan tak satu pun keduanya yang akan kalah.
"Aku tak peduli lagi soal bertarung adil. Membunuhmu adalah tugasku. Dua atau tiga pedang, atau bahkan sepuluh pedang akan kugunakan jika itu untuk menghabisimu."