
"Kehidupan ketiga kali ini ... Ku matikan kau sampai ke ujung nadi, Qin Yujin."
Api Keabadian membara di kedua bola matanya.
Xin Chen sudah mendengar dari Dewa Iblis yang menyelamatkannya, dia tak menyangka musuh akan menjadi penolongnya di saat genting seperti ini. Dia tak akan menyia-nyiakan nyawanya lagi. Mata Xin Chen saat itu hanya melihat Qin Yujin yang sedang melancarkan serangan terakhir kepada sesosok yang begitu dikenalnya.
Itu adalah Xin Fai.
Saat Xin Chen berlari, angin kencang dan retakan di tanah terjadi. Begitu kuat dan cepat, lalu dalam seketika sebuah kungkungan api biru serupa es muncul melindungi Xin Fai. Lelaki itu terhenyak, kekuatan baru yang tak pernah diketahuinya datang menyelamatkannya.
Api Es Keabadian. Pelindung berupa kristal es tajam itu memiliki suhu panas yang tidak biasa. Benda itu mampu menahan cahaya iblis Qin Yujin tanpa sedikitpun retak. Xin Fai melihat dari celah tak percaya, sesosok pemuda kembali bangkit. Namun dia sangat mengerikan, dengan Topeng Hantu Darah menutupi wajah, kekuatan dari Armor Dewa Perang yang melindungi tubuhnya, dan kedua Pedang Legendaris yang telah menyatu dalam genggaman tangannya. Xin Fai bahkan dapat merasakan Pusaka Langit lain yaitu Baja Phoenix bersama anaknya itu.
"Kelima Pusaka Langit ini ... Kau mengumpulkannya sendirian?" gumamnya.
Melihat Xin Chen yang sekarang, Xin Fai berani mengatakan bahwa dia memiliki kesempatan untuk menang.
Qin Yujin tersentak kaget, dari dalam serangan cahaya di depannya sesuatu berusaha menerobos maju. Dia memperbesar serangan. sesosok dengan kekuatan terkuat yang tak pernah diketahuinya ada itu tidak mundur dan malah semakin cepat maju.
"Siapa-" suaranya tertahan. Matanya melotot terancam, "Jangan katakan iblis itu lagi. Kau tak akan mungkin bisa melawan kematianmu sendiri! Kau seharusnya sudah mati-"
Tingkat kekuatan lawannya menyamai Qin Yujin, seharusnya tak akan ada manusia yang mampu mengimbangi kekuatan tersebut. Meski Kaisar Langit seperti Qiang Jun sekalipun, tangan Qin Yujin bergetar tak main-main. Dia sampai menggigil, jika dugaannya benar maka dia tak yakin bisa membunuh orang itu lagi. Percuma saja, iblis itu akan bangkit berkali-kali meski dibunuh dengan cara apa pun.
Cahaya iblis menipis, sesosok pemuda berjalan tepat di hadapannya. Mata biru di kanannya menyala terang, namun sebelahnya lagi hitam kelam oleh kekuatan roh. Dua kekuatan, Api Keabadian tingkat tertinggi dan Kekuatan Roh tahap keempat terasa kuat menyergap. Qin Yujin menyadari Buah Keabadian diberikan Dewa Iblis kepada pemuda itu. Membuatnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Kau benar-benar musuh yang menakutkan, pengecut."
__ADS_1
Tidak ada lagi senyuman di wajah Qin Yujin, dia melotot dalam kewaspadaan.
Xin Chen menghilang, Topeng Hantu Darah bisa membuatnya tembus pandang selama sepuluh detik, sebelum akhirnya Xin Chen muncul di detik keenam, Qin Yujin dengan cepat menciptakan pelindung.
Ribuan cakram roh menggantung di awan, terjun bebas menghantam bumi. Garis Hitam keluar liar, menyerbu Qin Yujin walaupun laki-laki itu mengudara di atas. Xin Chen melesat dari bawah, mengejar Qin Yujin tanpa ampun. Kali ini dia tak akan memberikan kesempatan lelaki itu untuk kabur.
Dari tempatnya Xin Fai kembali melihat pertempuran di atas langit, begitu cepat dan mematikan. Seperti setitik cahaya biru dan merah yang saling mengejar dan membunuh. Hingga akhirnya Xin Chen mampu mengenai dada Qin Yujin, lelaki itu jatuh ke bawah. Menimbulkan retak yang dahsyat.
Pedang Roh Raksasa menghunus ke bawah, turun dan menerjang ke tempat Qin Yujin terjatuh. Menembus lapisan ketujuh, Qin Yujin masih dapat kabur di detik-detik terakhirnya. Sementara Xin Chen tetap bisa merasakan keberadaannya, Baja Phoenix membantunya mengetahui semua itu.
Dalam jalur kaburnya Xin Chen kembali menghadang dan menebaskan pedang melintang. Qin Yujin termundur, saat itu yang dipikirkannya hanyalah melarikan diri.
Qin Yujin terbang tinggi ke atas langit, tersenyum licik.
Dia akan menghancurkan Matahari sekali lagi, Xin Chen mengejarnya secepat mungkin. Namun lagi-lagi serangan bertekanan besar datang menerpa Xin Chen. Xin Chen bertahan, dia tidak bisa maju atau Armor Dewa Perang akan hancur.
Puluhan lubang raksasa di bumi kembali mengeluarkan cahaya dan akan menghancurkan matahari lagi. Xin Chen tak punya pilihan lain.
Tembakan dahsyat datang dari bumi kepada matahari, tentu akan menjadi akhir untuk para manusia.
Namun kegelapan telah lebih dulu datang dan menghadang sinar tersebut. Kekuatan roh menutupi seisi langit di tanah tersebut. Mulai berlubang akibat kekuatan cahaya iblis yang sangat amat besar. Xin Chen menambahkan kekuatan lebih banyak, memaksa untuk maju, tak peduli lagi dengan batasan yang akan menghancurkannya.
Qin Yujin membelalakkan mata, tiba-tiba saja Xin Chen sudah berada di samping dan memotong tangannya yang menyimpan mata iblis. Xin Chen menangkapnya dan membakar tangan itu dengan Api Keabadian.
Satu tendangan menghentam tulang pipi Qin Yujin sampai retak, laki-laki itu kembali jatuh menghantam bumi. Debu berterbangan di sekitarnya.
__ADS_1
Qin Yujin mengamuk, matanya dialiri oleh darah.
"Kau benar-benar mengujiku ...!"
Meski kehilangan tangan, dia masih memiliki kekuatan terakhir. Mantra raksasa tercipta di atas langit, lalu sesuatu yang begitu mengerikan keluar dari mantra level tertinggi itu.
Phoenix Iblis. Tercipta dari kekuatan cahaya iblis yang dimiliki Qin Yujin. Laki-laki itu tertawa sejadi-jadinya, menertawakan Xin Chen yang terdiam sesaat melihat Phoenix itu keluar. Kekuatan phoenix itu jauh lebih besar, Qin Yujin seharusnya hanya memiliki seperempat kekuatan lagi dan dia mampu memanggil sesuatu yang jauh lebih kuat darinya.
"Kau tak akan mampu mengalahkanku! Kau ingat itu baik-baik sebelum kau mati!"
Xin Chen tiba-tiba menarik senyum sinis, Qin Yujin sampai berhenti tertawa. Dia ingin memaki Xin Chen saat itu, ada sesuatu yang telah disembunyikannya.
"Kau mungkin tidak tahu apa arti Kekuatan Roh Tahap Keempat. Hanya ada satu jurus dalam tingkat itu, dan mungkin belum ada yang mengetahui kekuatan di dalamnya."
Musuhnya kehilangan tawa semenjak beberapa detik terakhir.
Semenjak membuka tahap keempat Xin Chen belum pernah menggunakan satu jurus terakhir yang dimiliki Kitab Pengendali Roh.
Kabut hitam naik ke atas langit, berangsur-angsur membentuk menjadi sesuatu yang mengalahkan ukuran Siluman Penguasa Bumi. Bayangan gelap menutupi wajah Qin Yujin yang dipenuhi ketakutan. Phoenix Iblis kalah besar daripada Raksasa itu.
Naga Roh. Dia memiliki sayap besar, seluruh tubuh hitam pekat dan mata biru terang. Kulitnya ditutupi serupa zirah perang, ekornya yang panjang bisa menyapu satu desa.
"Lagi-lagi kau ... Keparat, kau selalu ..." Qin Yujin mundur terbata-bata. Melihat Naga Roh itu mengarah ke arahnya, wujudnya yang amat besar membuat Qin Yujin gentar. Phoenix Iblis maju lebih dulu, Naga Roh mengejarnya. Pertempuran terjadi di atas mereka.
Xin Chen tidak tinggal diam, satu kali saja dia mampu mengenai Qin Yujin maka tamat sudah riwayat laki-laki itu. Namun sayangnya meski dapat memprediksikan pergerakannya Qin Yujin selalu berhasil menghindar.
__ADS_1