
Hari di mana Prajurit Kekaisaran Wei masuk ke Kekaisaran Shang mencari pelaku pembunuhan berantai yang menewaskan ratusan prajurit dan seorang tertinggi di Kekaisaran Wei, Kaisar Qin tak ambil diam dan mulai membentuk kelompok pengintai. Khusus untuk mencari informasi Kekaisaran Wei yang biasanya begitu tertutup.
Namun hari itu, ketika Xin Chen menemuinya dia menemukan satu fakta mengejutkan yang sebenarnya telah lama dicari-cari oleh kelompoknya. Tak menyangka informasi itu telah digali lebih dalam oleh sang Pilar Bayangan.
"Kiamat sudah dekat," begitu katanya.
Lalu dengan sigap, dirinya mulai mengorganisir segala kemungkinan yang akan terjadi. Berunding dengan petinggi dan tetua Kekaisaran Shang hingga mereka tiba di satu kesimpulan.
Level penanganan darurat level 3. Kaisar Qin mengeluarkan surat resmi itu dan menyebarkan seluruh pasukan untuk membangun Perlindungan Awan secepatnya. Tak hanya pasukannya namun juga masyarakat ikut membantu meski mereka belum diberitahu apa yang akan terjadi sampai dibangun belasan wilayah tertutup dengan penjagaan yang luar biasa di berbagai sisi.
Saat guncangan terjadi dan angin badai berembus membawa hal buruk, Kaisar Qin langsung mengeluarkan perintah yang segera tersebar ke berbagai penjuru. Sekitar 65% penduduk Kekaisaran Shang berhasil diselamatkan. Kaisar Qin tak hanya memikirkan tentang prajurit, Bangsawan, elit, leluhur dan orang-orang lainnya yang dianggap penting untuk Kekaisaran Shang. Dia memikirkan seluruh lapisan masyarakatnya dan mengerahkan yang terbaik untuk menangani situasi kritis tersebut.
"Namun ... Meski semua ini berhasil kutangani dengan baik, masih ada satu hal yang terus membuat tidurku tak tenang." Kaisar Qin menghentikan ceritanya sejenak, kedua jarinya bertaut di atas meja. Kerutan di dahinya terlihat sangat dalam, bahkan matanya sangat kelelahan. Jelas dia tak tidur selama beberapa hari ini, mungkin bisa dihitung dengan jari berapa jam dirinya terlelap.
Xin Chen yang mendengar omongan sosok yang amat dihormati oleh seluruh penjuru Kekaisaran Shang begitu takjub dengan Kaisar Qin. Tak salah dia menjadi seorang pemimpin, jika membandingkannya dengan Shi Long Xu jelas Kaisar Qin jauh lebih terhormat dan dihormati.
"Apa ini tentang Serigala Malam?"
Kaisar Qin mengangkat wajahnya, memperlihatkan keseriusan di wajahnya. Tentu Xin Chen mulai bisa membaca seberapa mematikan kelompok tersebut sampai-sampai Kaisar Qin yang terkenal sangat tenang bisa setegang itu.
"Sepertinya kau sudah mendengarnya lebih dulu sebelum aku."
"Ayah dan Kakak Zhan terus membahas mereka."
Kaisar Qin melupakan tehnya yang sudah mendingin, dia menarik napas begitu dalam sampai-sampai Xin Chen dapat mendengar suara napasnya.
"Kita tidak boleh meremehkan mereka," Satu kalimat yang diiringi dengan keluarnya sebuah gulungan kertas rahasia. Seseorang yang senantiasa berada di belakang Kaisar Qin membukakan gulungan tersebut hati-hati sembari itu Yang Mulia menjelaskan.
Serigala Malam adalah sebuah kelompok pendistributor bahan kimia berbahaya, kelompok ini sudah berdiri dua tahun lamanya tepatnya ketika Kaisar Shi yang lama hampir selesai dengan persiapannya. Bukan main-main kelompok yang dibuatnya, dia langsung menyewa beberapa orang terbaik. Mereka adalah para pendekar pelarian yang menjadi buronan akibat melanggar peraturan.
Namun jika hanya buronan biasa, tak akan membuat Kaisar Qin seserius sekarang.
Sedikit informasi yang berhadapan dkorek mata-mata Kekaisaran Shang, Serigala Malam terdiri dari enam orang terkuat dari berbagai belahan benua. Mereka memiliki kekuatan unik dan kemampuan bertarung di atas para Pilar Kekaisaran. Hal itu sudah dikonfirmasi langsung oleh Hong Tian sebagai salah satu Pilar Kekaisaran yang bergerak untuk mencari tahu soal mereka.
Terakhir kali mereka mengirimkan sebanyak dua puluh delapan petarung terbaik yang ada dan mereka sama sekali tak mengirimkan kabar. Kemungkinan terbesarnya adalah terbunuh, komunikasi dengan mereka terputus. Sementara itu Kaisar Qin khawatir jika dia mengeluarkan pion-pion terkuat seperti Pilar Kekaisaran, mereka juga akan berakhir sama dan kekuatan Kekaisaran Shang tidak stabil.
Keputusan yang sulit ini membuat kesepuluh jarinya dingin. Kaisar Qin belum bisa mengambil keputusan meski para petinggi telah memberikan saran terbaik. Dia masih menunggu dan menunggu,
"Dan sekarang aku tahu siapa yang bisa diandalkan untuk misi ini. Dengan adanya dirimu, aku yakin kemenangan ada di tangan kita, Pilar Bayangan."
__ADS_1
Kaisar Qin menambahkan, "Tentunya aku telah mengukur seberapa besar kekuatan mereka dan menimbang keputusan ini matang-matang, aku tahu ini beresiko tapi ..." Kaisar Qin mulai berbisik, Xin Chen menukikkan alis saat mendengar penyampaian lelaki itu.
"Baiklah, aku mengerti."
***
Misi pertama yang diterima Xin Chen, dia akan bersama sang Pedang Iblis. Menyelamatkan dua puluh anak kecil dan seorang wanita yang diduga masih terjebak di sebuah panti kecil. Mereka membawa tiga orang prajurit yang ditugaskan untuk tugas masing-masing.
Dalam waktu kurang dari setengah hari mereka telah sampai di desa tersebut. Tampak lebih ramai dari desa-desa sebelumnya, wilayah itu penuh oleh terinfeksi yang menjalar di jalan-jalan desa. Nyaris tak menyisakan ruang untuk kabur. Xin Fai dengan cepat menemukan satu titik di mana anak-anak kecil itu berada.
Kekuatan Kitab Tujuh Kunci mulai mendominasi, Xin Chen memperhatikan ke sampingnya dan hanya bisa kagum. Perasaan yang selalu membuat sosok ayahnya tampak sangat keren. Ketika laki-laki itu mengerahkan seluruh kekuatan untuk melindungi orang-orang.
Xin Chen sampai melupakan dulunya dia begitu ingin menjadi seorang Pilar Kekaisaran, mengikuti jejak langkah Sang Pedang Iblis yang namanya terdengar sampai kekaisaran lain. Namun sepertinya semua hal yang telah dilaluinya membuatnya sadar bahwa menjadi seorang pahlawan bukan segala-galanya, dia tak membutuhkan kursi Pilar untuk menyelamatkan orang lain.
Xin Chen menarik senyuman kecil, "Terinfeksi ini adalah bagianku, aku sudah terbiasa menghadapi mereka. Jadi Ayah selamatkan mereka saja."
"Tidak. Kau yang menyelamatkan mereka."
Xin Chen mengendurkan senyumannya, ada rasa ingin menolak perkataan Xin Fai. Dia menahan kata-katanya.
"Pergilah, kau terlalu terbiasa menyelamatkan orang-orang di balik bayangan. Sehingga tak ada yang tahu bahwa penyelamat mereka yang sebenarnya adalah kau. Tunjukkan wajahmu," ucapnya penuh bangga, Xin Chen menatap ayahnya.
"Dan jangan malu-maluin."
Wajah bahagia sirna seketika, Xin Chen tak jadi terharu. Dia lupa otak ayahnya kurang se-ons.
Xin Chen langsung turun, dan dalam satu detik bahkan kurang Sang Pedang Iblis telah memenggal puluhan kepala dengan pedangnya. Bunga Api Merah menyala seperti di dahinya, Xin Fai bertarung dengan serius. Ratusan terinfeksi datang melompat kepadanya, membuatnya tenggelam dalam tumpukan mayat itu.
Namun kekuatan besar muncul, cahaya keemasan bersinar terang di sekitarnya. Begitu besar dan dahsyat hingga mementalkan tubuh-tubuh tersebut, tak heran dia dijadikan sebagai Pendekar Terkuat Kekaisaran Shang.
Xin Chen tak mau tinggal diam, selagi bergerak ke tempat target Xin Fai membukakan jalan untuknya.
"Pergilah!"
"Baik!"
Xin Chen melompat ke atas rumah, dalam sekejap Xin Fai dibuat kaget oleh gelombang besar. Terinfeksi itu berubah agresif, membentuk gelombang besar yang mengarah ke tempat mereka.
"Kita harus cepat!"
__ADS_1
Xin Chen sudah pernah melihatnya sebelumnya dan tidak sekaget Xin Fai. Pantas saja tim penyelamat tak mampu menuntaskan misi di desa ini, mereka sudah lebih dulu terbunuh oleh terinfeksi mengerikan ini.
Xin Fai telah bersiap untuk kemungkinan terburuk sampai tiba-tiba perisai roh muncul, ukurannya sanggup melingkupi satu rumah besar. Terinfeksi yang mengenai perisai tersebut lenyap dimakan kekuatannya.
"Bagaimana bisa ..."
"Kitab Pengendali Roh - Hawa Kosong."
Xin Chen menggerakkan sebelah tangannya, memperluas besar perisai hingga ratusan terinfeksi terdorong. Dengan jurus satu-satunya tahap ketiga itu dia dapat mengendalikan kekuatan roh dalam jumlah yang lebih besar.
Xin Fai yang berada di dalam selubung kekuatan roh mulai berpikir untuk menyelamatkan para anak kecil. Namun sedetik kemudian dia melihat putranya itu melepaskan jurus lain yang lebih berbahaya.
Garis Hitam, itu adalah jurus yang sama ketika pertarungan 7 tahun lalu. Namun Xin Fai tak menyangka kekuatannya jauh lebih ganas dari terakhir kali dia melihatnya.
"Kau sudah berada di tahap berapa, Chen?"
"Empat. Sepertinya."
Xin Fai tak menjawab apa pun lagi. Tapi kenyataannya Xin Chen mampu bertahan hingga sampai ke tahap ke empat.
"Kau berkembang sangat cepat, anakku."
"Aku mengikuti jejakmu, ayah."
Xin Chen mulai menyelamatkan anak-anak kecil selagi Garis Hitam membuyarkan para terinfeksi. Tiga orang yang bersama mereka ikut dengan Xin Chen, Xin Fai tertinggal sendiri di atas atap.
Anaknya itu telah berubah banyak.
Bukan hanya kekuatannya, tapi juga sikapnya. Xin Chen tetap menuruti perintahnya dan fokus untuk menyelamatkan anak kecil. Mengandalkan Pedang Iblis untuk menghadapi terinfeksi itu, Xin Fai mengusap hidungnya sesaat. Bangga dengan perkembangan putranya. Mungkin Rubah Petir sudah menghantamkan kepala Xin Chen sampai dia berubah seperti itu. Xin Chen hanya menciptakan perisai roh tapi tak menyerang terinfeksi itu secara langsung.
"Baiklah, aku akan melindungi kalian! Bergegaslah, kita tak punya waktu banyak!"
**
Note:
Masa-masa UAS udh hampir selesai, habis ini Author bisa fokus nulis cerita ini :^) doain aja moga lancar SAMPAI TAMAT, IKUZO MINNA-SAN!!
Tapi akhir-akhir ini entah kenapa mulai kurang semangat nulis. Karena udh mau tamat kali yak, sedih huehuehe. Pengen bikin cerita lain sebelum PPI 3 tamat rasanya..
__ADS_1
Btw emg udh ada ya fitur minta update gitu, kok tiap hari ada aja permintaan update😕 hemran saya