
"Tidak ... Dia berpikir dia telah kehilangan semuanya dan mulai tak terkendali seperti sebelumnya." Rubah Petir semakin khawatir, ketenangan di wajahnya telah sirna terhapus. Mana mungkin dia bisa tenang. Xin Chen pasti berpikir virus itu telah menghancurkan Kekaisaran Shang dan membuat seluruh keluarganya terbunuh. Amukannya membuat kehancuran berskala besar, tanah-tanah tak lagi rata bahkan istana Kaisar telah runtuh dalam sekejap mata. Kemegahannya menyatu dengan tanah kotor. Kekaisaran Wei diamuk. Puluhan bangunan roboh dan tertimbun bersama para terinfeksi.
Kekuatan hitam itu memang semengerikan yang diceritakan. Rubah Petir hanya mendengar sekelebat tentang kekuatan roh, yang menjadi malapetaka besar di Kekaisaran Qing. Jurus tahap pertamanya saja sudah mampu membunuh satu desa sekaligus, maka menghabisi satu Kekaisaran dengan tahap ke empat masih mungkin meski Rubah Petir tak percaya apakah seorang manusia dapat melakukan hal semengerikan itu.
Teriakan Xin Chen menggema kuat, dia kini berada di atas jam raksasa. Mengamuk tiada henti, kehilangan dirinya sendiri, sementara kekuatan roh perlahan-lahan mengikis jiwanya. Kedua tangannya memegang kepalanya sendiri, sesuatu mengganggu di dalam pikirannya. Rubah Petir berpikir untuk meninggalkan Fu Hua saat itu, tapi di sisi lain dia tak ingin membiarkan gadis itu ditimbun reruntuhan yang langsung menguburnya.
"Kendalikan dirimu, Chen. Kau hanya akan melukai dirimu sendiri."
Dari kejauhan Rubah Petir dapat melihat bayangan hitam melintas di langit dengan kabut gelap, diikuti oleh petir yang mulai bermunculan di balik awan mendung suara lengkingan tinggi terdengar sebelum mahluk itu mendarat dan menghantamkan tubuhnya ke Xin Chen. Meski itu sama sekali tak berguna. Dia hanya menabrak udara. Terpental di ujung lantai yang langsung berhadapan dengan jurang tinggi. Sekali terjatuh dia tak akan selamat.
"Ye Long-?"
Rubah Petir terkejut, seharusnya naga itu tak di sana.
Di sisi lain Ye Long bangkit kembali, mengais lantai saat sebagian tubuhnya terjatuh ke bawah. Ye Long mengepakkan sayap, kembali mengeluarkan lengkingan khasnya.
"Majikan! Majikan! Majikan!!!"
Dia begitu panik, hendak menyampaikan sesuatu tapi majikannya itu sama sekali tak merespon. Itu bukanlah Xin Chen lagi, Ye Long mengedipkan mata. Seketika tubuhnya bergetar akan sebuah kekuatan yang amat mengerikan. Sesuatu yang telah terbangun dan dipanggil oleh lima ratus ribu nyawa yang telah mati. Satu roh itu, membuatnya begitu ketakutan dan tunduk.
"Oh, jadi kau peliharaannya?" Xin Chen tiba-tiba berbicara, cahaya biru di matanya begitu dingin dan kejam. Terlihat seperti pembunuh tak kenal kasih. Senyum jahat terukir di wajahnya.
"Mana majikanku?!"
"Kau sedang mengemis atau membentakku?"
"Itu tubuhnya, kembalikan padanya aku harus berbicara dengannya!"
"Naga lemah yang tidak tahu diri, kau membuat telingaku berdenging."
Dengan sebelah tangan kirinya, Xin Chen menciptakan sebuah tongkat hitam dengan satu bola bersinar berwarna merah mengambang di atasnya.
"Begitu banyak makanan, kita tidak akan kelaparan. Makanlah semuanya dan berikan kekuatan itu kepadaku! Semuanya ... Semuanya!"
Ye Long tampak panik, lelaki itu akan membuat Xin Chen terbunuh oleh kekuatannya sendiri. Lima ratus ribu jiwa seolah tak cukup untuk menghancurkan semua yang ada.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya?!"
"Kau tidak perlu tahu siapa kau ..."
Ye Long tak percaya, dia tak pernah mengetahui apa-apa tentang ini. Xin Chen sedang memasuki tahap kekuatan selanjutnya yang amat mengerikan. Hampir tiga puluh persen Kekaisaran Wei telah dihancurkan oleh Garis Hitam yang menjalar kian jauh menjangkau pesisir desa dan perbatasan.
Sesaat Ye Long terkesiap ketika mata majikannya itu melirik ke arahnya.
"Tapi jika kau ingin tahu, aku adalah Roh Tanpa Nama. Pencipta dari Kitab Pengendali Roh yang sebenarnya. Aku telah lama menunggu saat ini tiba ... Saat di mana kekuatan asliku dibangkitkan. Sayangnya pemuda malang ini terlalu terlarut dalam kesedihannya dan membuat dirinya terjebak. Kekuatan yang besar memiliki efek negatif yang besar pula ... Dia harus siap kehilangan dirinya sendiri untuk itu."
Roh Tanpa Nama itu mengetukkan tongkatnya di lantai. Lalu dalam seketika puluhan ribu Garis Hitam melonjak ke atas, dentuman hebat kembali membuat Kekaisaran Wei bergetar. Ribuan terinfeksi dimakan tanpa ampun.
"Lepaskan majikan atau-"
"Atau kau akan menggonggong seperti anj*ng?" Roh Tanpa Nama menampakkan senyuman bengis, Ye Long termundur. Tak pernah melihat wajah Xin Chen yang mengerikan seperti itu. Kedua kaki dan tangannya bergetar, insting binatangnya mengenali bahaya besar berada di depannya kini.
"Atau aku akan membakarmu..." Ye Long perlahan membuka mulut, tampak jelas kedua kakinya gemetar. Roh Tanpa Nama tertawa sejadi-jadinya, dia mengeluarkan kekuatan yang jauh lebih besar.
Garis-garis bercorak hitam muncul dan menjalar di permukaan kulit Xin Chen, dalam waktu seketika gelombang besar datang.
Ye Long terkejut. Roh Tanpa Nama mengambang di udara, menyerang sayap Ye Long hingga kulit sayapnya robek.
Lalu piramida mayat kembali muncul di tengah kota, mereka memanjati jam menara raksasa dalam hitungan menit. Ye Long melihat kiamat di bawah kakinya sekarang, dia segera terbang tapi kedua sayapnya tak berfungsi dengan baik.
Meski tahu Ye Long hanyalah keroco jika dibandingkan dengan kekuatannya, Roh Tanpa Nama tetap menyerangnya dengan kekuatan penuh.
"Kau adalah musuh pertama yang aku temui sejak kebangkitan ku. Pastikan kau dapat bertahan setidaknya dua jam, aku ingin bermain-main denganmu."
Tak main-main, dalam satu waktu bersamaan roh itu menggunakan puluhan jenis jurus. Mata Ilusi terukir di langit Kekaisaran Wei, Ye Long nyaris terperangkap dalam jebakan ilusi itu. Setan Pengamuk mulai muncul secara tiba-tiba di arah depan, Ye Long memiringkan sayap melewati keduanya. Ukuran mereka bisa disamakan dengan satu bangunan dengan lima lantai.
Bunyi irama suling terdengar, suara yang amat Ye Long benci. Dia merasakan sakit yang begitu hebat, belum selesai dengan pening di kepalanya tiba-tiba seorang iblis wanita dengan jubah besar dan tanduk tajam menghantamnya. Ye Long terpental menabrak satu bangunan besar sampai retak hebat. Dia segera membuka mata, melihat satu sabit raksasa tengah bergerak hampir memotong tubuhnya menjadi dua.
Kekaisaran Wei saat ini tak bisa dikatakan sebagai kekaisaran lagi. Hanya sebagian bangunan bertahan, sisanya menjadi reruntuhan. Ratusan roh raksasa dengan sabit berkeliaran di seluruh penjuru, menghabisi terinfeksi di bawah. Sementara itu ribuan roh jenis lain dengan kekuatan yang sama berbahayanya berpencar dan mulai mengejar Ye Long.
Roh Tanpa Nama sedang mempermainkannya sambil memamerkan kekuatannya. Ye Long tak akan menyangka dirinya terjebak dalam situasi seperti ini. Dia tak yakin kemampuan bertahan hidupnya bisa mengimbangi kehebatan Roh Tanpa Nama yang terbilang mahadahsyat. Bisa menghancurkan satu Kekaisaran tanpa menggunakan ledakan dan murni kekuatan roh saja. Ini akan menjadi malapetaka berikutnya. Ye Long harus menyadarkan Xin Chen, majikannya itu. Karena tubuhnya akan hancur dibuat roh itu.
__ADS_1
Pada dasarnya tubuh itu adalah tubuh Xin Chen dan kekuatan Roh Tanpa Nama adalah milik majikannya, satu hal yang tidak Ye Long ketahui adalah majikannya dapat menciptakan kekuatan yang dahsyat seperti ini.
Ye Long mendekati Xin Chen, berteriak sejadi-jadinya.
"Majikan, aku tahu kau di sana! Kembalilah-"
Roh Tanpa Nama mengangkat tangannya dan dalam hitungan detik sebuah reruntuhan besar menghantam Ye Long dari samping. Dia tertimpa di atas tanah, tulang-tulangnya patah beberapa. Namun naga hitam itu langsung bangkit.
"Kau tak menyerah, heh?"
"Xin Chen! Kekaisaran Shang saat ini tengah terguncang dan rumahmu hancur!"
Tampaknya Roh Tanpa Nama tak begitu senang membiarkan naga itu berbicara dan langsung menurunkan Dua Belas Roh yang seketika mengeroyok Ye Long dari berbagai sisi.
Sayat demi sayat merobek kulit hitamnya, sebelah kaki Ye Long terpincang-pincang. Dia terjatuh di atas jalanan yang sama sekali tak ada terinfeksi. Karena sebagian telah dimakan para roh.
Badannya babak belur, mata Ye Long tertutup akibat satu benda tajam mengenai matanya. Darah bercucuran di sekujur tubuhnya. Ye Long merangkak dengan menggunakan sayapnya.
"Aku kehilangan keluargamu ... Mereka mungkin tak akan selamat jika kau tak pergi mencari mereka."
Roh Tanpa Nama berkedip, sedikit terganggu akan sesuatu tapi dia masih dapat menghalanginya. Roh itu turun ke tempat di mana Ye Long tergeletak, terlihat luka berat di sekujur tubuhnya.
"Aku cukup kecewa kau bahkan tak bisa bertahan sampai sepuluh menit. Tapi untuk seukuran naga kecil sepertimu itu cukup memuaskan. Karena aku berbaik hati, kuberikan kau kesempatan untuk mengatakan kata-kata terakhir."
Ye Long bahkan tak bisa melihat dengan benar, dia bangun dengan menumpang tubuhnya dengan tulang sayapnya yang juga telah terluka. Mengeluarkan api biru yang perlahan membakar tanah, mengukir sesuatu di atasnya.
Sementara itu Roh Tanpa Nama sudah menyiapkan Setan Pengamuk untuk menjadi pengakhir hidup Ye Long.
Sebuah ukiran terlihat di atas tanah, Roh Tanpa Nama mengernyit. Sebuah rumah, empat orang manusia dan satu naga.
"Rumah kita hancur." Ye Long mengeluarkan darah yang jatuh di atas ukiran sepasang suami istri dan satu laki-laki yang bersebelahan dengan sosok Xin Chen dalam gambar Ye Long.
"Dan aku kehilangan mereka."
Pupil mata biru itu mengecil, menangkap sesuatu yang membuat guncangan besar dalam pikirannya.
__ADS_1