
Xin Chen masuk tergesa-gesa, menengok ke sebelah kirinya di mana seorang laki-laki mulai memasang bersikap siaga sebelum akhirnya lelaki yang mengizinkan Xin Chen masuk memberikan penjelasan. Pemuda itu segera berbicara, "Aku membutuhkan bantuan mu."
Luo Li mengangkat wajahnya, merasa familiar dengan suara tersebut.
"Ah, Anda Tuan Muda Xin kedua?"
"Kau bilang kau tahu sesuatu tentang Kristal Merah, bukan?"
Merasakan kepanikan Xin Chen, Luo Li segera menjawab cepat. "Saya hanya tahu sedikit."
"Apa pun itu, pasti berguna. Pasti ada cara untuk menghentikan penyebaran Kristal Merah itu di tubuh ibu ..."
"Anda melihatnya, Tuan Muda?" Luo Li terkejut, tak menyangka satu fakta ini dapat diketahui oleh seseorang yang bahkan tak memahami ilmu medis.
"Kristal Merah itu ... Menyebar ke seluruh nadi, dan menyerang bagian kepala. Memecahkan sesuatu di aliran darah yang membuat jantung berhenti berdetak. Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam tubuh ibu, tapi ada sesuatu yang membuatnya lumpuh."
Para prajurit yang mendengarkan percakapan mereka hanya bisa kebingungan.
"Aku lebih tak menyangka kau bisa melihatnya dengan mata biasa. Sedangkan kami membutuhkan alat. Pendekar terhebat pun tak akan menyadari hal ini, selain melihat gambaran dasarnya saja."
Xin Chen melihatnya ketika dia diam mematung di depan tubuh Ren Yuan. Kristal Merah itu melakukan sesuatu. Menyala, redup dan mati di dekat jantung Ren Yuan. Seperti yang Luo Li katakan, benda itu tak boleh sembarangan disingkirkan. Dia akan menghancurkan tubuh inangnya jika sesuatu mengancamnya. Bisa dikatakan Kristal Merah semacam organisme hidup, parasit itu menyebarkan sesuatu di dalam tubuh Ren Yuan.
"Katakan bagaimana aku bisa menghentikan penyebaran itu?"
"Mustahil, Tuan." Luo Li menggeleng pelan, tak ada harapan. "Saat virus yang dikeluarkannya menyebar dalam tubuh, beberapa organ vital seperti jantung akan berhenti berfungsi."
"Aku yakin ibu masih hidup."
"Andai pun dia terbangun, dia hanya akan menjadi mayat hidup."
"Apa maksudmu?"
"Kristal Merah adalah penyakit turunan dari penyakit yang lebih dulu muncul," ungkapnya. "Itu sulit untuk disembuhkan. Kecuali ..."
__ADS_1
Mata Xin Chen terbuka lebar. "Kecuali apa?" Suaranya terdengar sangat cepat. Luo Li hanya diam setelah itu.
"Kecuali apa?" ulang Xin Chen mulai tak sabar.
"Aku masih meragukan keputusan ini. Tapi melihat Anda begitu terdesak dan aku sendiri pun mungkin akan membutuhkan bantuan mu, hal ini bisa kita diskusikan." Luo Li tampak canggung, "Tapi hanya kita berdua."
"Hei, hei, apa ini?" Salah seorang yang duduk tepat di depan Luo Li menyahut tak senang. "Kau sudah memalsukan surat izin masukmu ke sini! Berani-beraninya kau menyimpan rahasia di depan kami?"
"Saya melakukan ini untuk orang-orang yang terinfeksi di tempat saya. Satu-satunya bahan yang kami butuhkan adalah jamur api. Sedangkan pemerintah enggan membuatkan surat izin agar saya bisa ke sini."
"Surat saja kau palsukan, apalagi omongan mu!"
"Kalian mengerti situasi ku? Sekali saja, aku ingin egois. Keselamatan ibuku jauh lebih penting daripada interogasi kalian."
Mereka terdiam dalam canggung, salah satu menyuruh mereka untuk keluar. Andai pun Luo Li berbahaya, Xin Chen bisa mengatasinya dengan mudah.
Xin Chen setengah berbisik. "Apa yang bisa kulakukan untuk menyelamatkannya?"
"Sebenarnya ini adalah rahasia negara. Aku disuruh untuk tutup mulut soal obat yang baru saja diciptakan oleh salah seorang ilmuwan kami. Satu-satunya obat yang berhasil dia buat sebelum dirinya berubah menjadi mayat hidup. Tapi obat ini belum sempurna. Dia hanya mampu menahan penyebaran selama kurang lebih tiga bulan."
"Ceritanya panjang." Luo Li tampak tak begitu nyaman. "Bisa dibilang, aku salah seorang yang berhasil mendapatkan satu-satunya obat ini. Para penjarah, militer dan masih banyak lagi memperebutkannya. Aku menaruh harga yang tinggi untuk benda ini. Salah seorang ilmuwan hendak membelinya seharga sembilan ratus juta keping emas."
Luo Li masih melanjutkan, tapi Xin Chen terlanjur terkejut dengan harga itu.
Sembilan ratus juta itu harus dikoreknya dari mana? Dan apakah obat itu benar-benar berhasil? Tak pernah dikatakan seseorang sembuh setelah menggunakannya. Ini terlalu beresiko. Tapi satu-satunya pilihan yang Xin Chen miliki adalah ini.
"Aku tak ingin menjualnya pada orang itu. Karena obat ini hanya akan mereka pergunakan untuk kepentingan orang-orang militer. Andai mereka mampu membuat replika baru, obat itu tak akan dibagikan kepada masyarakat dan hanya mereka produksi untuk diri mereka sendiri."
Luo Li mengeluarkan sebuah benda. Dimasukkan di dalam kotak yang bukan sembarangan. Dilapisi besi berkualitas tahan serangan ledakan. Pengamanan di luarnya membutuhkan kunci yang dimiliki oleh Luo Li. Luo Li membukanya, memperlihatkan isu di dalamnya.
Sebuah jarum suntik dengan cairan berwarna biru kelabu.
"Jika aku membantumu, apa kah kau akan membantu kami?"
__ADS_1
Luo Li menambahkan. "Aku sudah mendengar banyak tentangmu. Di negeri kami, andai kami memiliki orang seperti mu, kami tak akan begitu sengsara. Penguasa Kekaisaran Wei hanya mementingkan orang-orangnya, menyetok makanan, pakaian, dan sumber bahan lainnya untuk diri mereka sendiri. Sementara kami bertahan hidup di tengah kota yang penuh dengan terinfeksi. Siang malam bersama bahaya," jujurnya.
"Ancaman dan kelaparan sudah menjadi bagian dari kami. Tapi setidaknya kami membutuhkan satu orang saja, yang mau berdiri di depan semua orang. Dan menyatukan kubu-kubu yang saling terpecah.".
Banyak yang ingin Luo Li katakan, Xin Chen menatapnya. Benar-benar putus asa. Luo Li mengaku dia berbohong soal surat izin. Dia nekad pergi ke Kekaisaran Wei. Menembus penjagaan yang siap membunuhnya kapan saja. Dan tertangkap oleh pejuang Kekaisaran Shang.
Untuk 900 juta keping emas itu, Xin Chen mulai berpikir untuk menjual semua perhiasan yang Ye Long bawa meski naga itu akan mengamuk. Dia memejamkan mata dengan kalut.
"Aku tak keberatan."
"Terima kasih, Tuan. Bantuan anda sangat berarti."
"Untuk uangnya, mungkin aku baru bisa bayar separuh harga sekarang. Tak apa?"
"Tak perlu membayar sekarang, Tuan. Anda akan membayarnya saat di Kekaisaran Wei."
"Maksudmu ini gratis?"
"Di Kekaisaran Wei, uang sebanyak 900 keping emas dapat kami dapatkan dengan mudah. Benda itu sudah tak berarti."
Xin Chen menerima pemberian Luo Li, berterima kasih banyak.
"Boleh aku melihat ibumu? Untuk melihat seberapa parah keadaannya. Karena obat ini hanya mampu menahan penyebaran selama beberapa bulan, tidak permanen. Tergantung ketahanan tubuhnya. Kalau dia memiliki penyakit lain, mungkin waktumu tak cukup banyak."
***
Kadang keyboard author ngajak gelud. Typonya bikin aneh. Tadi baca ulang eps berapa gitu nemu typo yg harusnya nulis 'maksud' jadi maksiat. Kan awikwok bgt.
Sebenarnya itu author nulisnya maksut, tapi ke-detect sama keyboard yg koreksi otomatis dibuat jadi maksiat.😅😂
Kadang emg keyboard ini berdosa bgt.
Alert [SPOILER] :Dari dulu author kepingin banget buat genre zombie. Dan emg cerita kekaisaran Wei yang penuh dgn ilmu medis bakalan merujuk ke sana, tapi sebutannya bukan zombie. Tantangan besar sih menulis bab ke depan. Tapi misi di Kekaisaran Wei author usahakan gak ngambil banyak tempat.
__ADS_1
Itulah kenapa author bilang cerita Xin Chen gak akan cukup ditulis dalam 300chap. Harus ada sambungan PPI 3.
Mweheh