Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 48 - Sebelum Kematianku


__ADS_3

Naga Kegelapan mengeluarkan suara raungan memekik yang menggema ke segala penjuru. Tak bisa diragukan lagi seberapa kuat Siluman Penguasa Bumi tersebut. Dia telah merebut kekuasaan istimewa dari beberapa dari sepuluh Siluman Penguasa Bumi lainnya dan membunuh mereka tanpa ampun.


Naga itu dapat menciptakan benda-benda hitam yang terbuat dari kekuatan kegelapannya, mereka memiliki bentuk yang dapat berubah-ubah semau naga itu. Dan sekarang yang harus Xin Chen hadapi adalah ratusan cakram hitam yang terus bergerak kencang menyerbunya.


Xin Chen menahan sebuah cakram yang paling besar, namun benda itu memecah dan melebar. Menyelimuti seluruh tubuhnya ke dalam bola hitam yang sulit dilepaskan.


Menyadari dirinya berada dalam ancaman, Xin Chen melepaskan diri dengan membakar dirinya sendiri di dalam bola hitam itu. Kekuatan panas yang berada di dalamnya perlahan-lahan membuat kekuatan bola melemah dan akhirnya retak beberapa saat kemudian.


Xin Chen keluar tepat waktu sebelum semburan api milik Naga Kegelapan membakarnya di dalam bola tersebut. Jika kekuatannya sendiri, Xin Chen tak akan mati terbakar. Lain halnya dengan api Keabadian milik Naga Kegelapan yang level kekuatannya jauh berbeda. Seperti yang prnah dikatakan oleh si pemilik awal Api Keabadian, bahwa api tersebut dapat mengetahui pikiran majikannya. Dia tak akan membunuh tuannya sendiri dan akan terus hidup sampai tuannya mati.

__ADS_1


Karena itu, jika suatu saat tak ada lagi yang menggunakan Api Keabadian, itu artinya kekuatan itu akan musnah dari bumi. Dan sebaliknya, jika mahkluk seperti Naga Kegelapan yang memiliki kekuatan tersebut, wilayah yang pernah dibakarnya akan selama-lamanya terbakar, sampai siluman itu tewas.


Lalu Xin Chen terpikir akan satu hal yang mungkin terdengar gila.


"Apa api ku bisa membakar Naga Kegelapan? Retakan di bola hitam itu menandakan bahwa serangan api ku berhasil menghancurkan kekuatan kegelapan miliknya. Bukankah itu artinya peluang untuk menghabisinya dengan api ini juga memungkinkan?"


Namun di sisi lain Xin Chen merasa tak mungkin dengan cara tersebut. Tubuh Naga Kegelapan nyaris menutupi seluruh langit di Lembah Para Dewa. Bagaimana bisa dia membakar seekor makhluk sebesar itu dengan kekuatan Api Keabadian?


Naga Kegelapan berhasil menemukan tempatnya. Hanya dalam hitungan detik lagi serangan lain akan jatuh menimpa Xin Chen. Dia masih terus-menerus menghindar. Memikirkan cara terbaik untuk menghabisi naga tersebut. Karena jika dia ceroboh, dirinya sendiri yang akan hancur.

__ADS_1


Pertarungan melawan Li Baixuan yang memakan waktu berhari-hari hingga Xin Chen lupa bagaimana rasanya makan seperti manusia biasa. Menguras banyak tenaga dan pikirannya. Dan sekarang, dirinya harus dihadapkan pada bencana lain yang lebih besar. Xin Chen tak mengerti mengapa situasi yang muncul memaksanya untuk terus terdesak.


Saat itu Xin Chen menoleh ke sisi seberang di mana pertarungan antara anak dan Ayah sedang berlangsung sengit. Xin Zhan baru saja merebut pedang di tangan Xin Fai meski kini tubuhnya seperti akan tumbang.


Melihat itu Xin Chen tersadar.


"Hari ini berbeda dengan tujuh tahun lalu." Dia mengangkat pedang di tangannya, menyatukan kekuatan dari tubuh, seluruhnya. Membiarkan irama dalam desir darahnya berpadu menjadi satu kesatuan pada bilah pedang yang bersinar indah oleh pantulan bulan penuh.


Dulu Xin Chen berpikir untuk bertarung sendirian demi orang-orang yang berharga. Namun sesuatu yang baru dipahaminya, bertarung bersama orang-orang yang berharga baginya juga tidak buruk. Dia merasa jauh lebih tenang. Tanpa rasa takut.

__ADS_1


"Kak Zhan, paling tidak jika kita tewas. Aku harus lebih dulu menertawai mayatmu sebelum kematianku."


__ADS_2