
Xin Chen kehilangan kendali di ruang penelitian, kaca dan botol tumpah berserakan. Racun dan asap berbahaya mulai menyebar ke segala arah.
Di tengah kekacauan yang memenuhi otaknya, Xin Chen berupaya untuk sadar. Dia mati-matian mengendalikan tubuhnya agar menuruti keinginannya. Waktu yang dia miliki tak lebih dari tiga menit. Xin Chen menjatuhkan vaksin yang diberikan Wen. Meraihnya lalu menancapkan salah satu suntik ke tangannya.
Napasnya terdengar bergetar. Kesakitan. Tapi tak berlangsung lama sampai dia sedikit bisa mengendalikan diri meski belum pulih dengan utuh. Xin Chen berlari, kekuatannya masih sama seperti sebelumnya bahkan dia bisa mematahkan tulang leher terinfeksi dengan tangan. Sambil terus mengingat di mana letak kotak tersebut.
Derap kaki berhenti di satu ruangan kendali, terletak paling dalam di ruang bawah tanah. Di sana, Xin Chen melihat sebuah kotak dilindungi di dalam sebuah kaca anti pecah. Benda itu terbuka perlahan, Xin Chen mengejarnya secepat yang dia bisa. Tapi tiba-tiba saja wujud seseorang yang familiar datang, menghentikan dirinya yang hanya beberapa langkah lagi dari kotak.
Sosok dengan sebelah tangan buatan yang terbuat dari besi itu muncul dari dimensi ruang hampa, seketika kotak di depannya hilang. Xin Chen memaksa mulutnya berbicara, setengah berteriak, "Kau lagi-?!"
Lelaki itu, Qin Yujin. Ternyata dia masih hidup seperti yang orang lain katakan. Kali ini entah rencana apalagi yang dibuatnya, apa pun itu pasti akan membahayakan semua orang. Xin Chen berlari, hendak mencengkram kerah bajunya tapi lelaki itu menghilang dan timbul di sudut ruangan yang agak jauh.
"Kau kemari? Sungguh mengejutkan ..." Senyum piciknya terlihat begitu kentara, seperti sedang mengolok-oloknya.
"Apa maksudmu sungguh mengejutkan? Kembalikan kotak itu!"
"Kotak ini bukan milikmu ... Ini barang berbahaya, nak, anak-anak dilarang sentuh, ya." Qin Yujin hendak menghilang, Xin Chen menahannya dengan meledakkan dimensi ruang hampa. Tekanan kekuatan yang begitu besar menggagalkan teknik tersebut.
"Berhenti dengan rencana bodohmu itu, sialan. Aku membutuhkan kotak itu untuk menyelamatkan semua orang di Kekaisaran ini. Jika kau tak mengembalikannya-"
"Ahahaha!!" Qin Yujin tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai mengelap ujung matanya yang basah.
"Menyelamatkan, katamu?"
__ADS_1
Lelaki itu menggeleng-gelengkan kepala, masih berusaha untuk menghentikan tawa mengingat waktu yang tersisa tak lama lagi. Tempat ini akan meledak, tapi akan menjadi sebuah keuntungan baginya jika Xin Chen ikut terbunuh di dalamnya.
"Telingamu kadang sudah disusupi kata-kata manis atasanmu, tapi biar aku ungkapkan satu kebenaran agar kau paham dengan situasi yang terjadi." Kali ini Qin Yujin tak berniat berbohong, dia menatap tajam Xin Chen tanpa sedikitpun keraguan. "Obat di dalam kotak ini bukanlah penawar atau vaksin atau apa pun itu seperti yang kau bayangkan. Dan kunci Laboratorium di dalamnya, bukanlah sebuah tempat pengembangan obat seperti yang kau harapkan."
Kenyataannya, Xin Chen masih tak percaya. Dia yakin Qin Yujin masih berusaha memutarbalikkan fakta.
"Isi dalam kotak ini adalah jenis virus terkuat yang mampu menciptakan jenis manusia terinfeksi super. Lebih ganas, lebih agresif. Mau kuperlihatkan satu kepadamu?"
Qin Yujin melemparkan salah satu suntik ke terinfeksi, mahluk itu terdiam dan menggelinjang kesetanan. Terdengar raungan beberapa detik hingga bunyi tulang terdengar begitu keras. Tubuhnya mengalami perubahan drastis yang mengerikan.
"Lihat? Aku tidak berbohong, 'kan?"
'Komandan Fraksi Militer Pusat berbohong ...?' batinnya, serasa dikhianati oleh orang yang mulai dipercayainya. Dia datang jauh-jauh mempertaruhkan nyawa hanya untuk memperebutkan sebuah kehancuran. Dan sekarang waktu hanya tersisa lima puluh delapan detik.
Qin Yujin memasang tampang seram.
Dalam detik keheningan berikutnya hanya tersisa Xin Chen sendiri bersama terinfeksi itu, dia tak akan sanggup melawan mahluk tersebut dalam waktu cepat. Xin Chen berlari secepat yang dia bisa, mengejar pintu di mana pertama kali dirinya masuk. Berulang kali perilaku abnormal tersebut hendak keluar, Xin Chen menyuntikkan dua vaksin sekaligus. Mempertahankan kewarasan sendiri di tengah kacaunya situasi.
Lima belas detik tersisa. Tak ada seberkas cahaya pun dri lorong pintu, pintu telah dikunci dan mungkin tak akan dibuka lagi. Sementara di belakangnya kini Xin Chen sedang dikejar-kejar oleh Terinfeksi Tipe SSS. Terinfeksi itu masih menjadi misteri baginya. Tapi cukup dengan melihatnya saja, Xin Chen jauh merasa lebih takut daripada melihat ratusan ribu terinfeksi di Labirin Kematian.
Dia menggedor pintu Laboratorium. Tak ada jawaban sementara di belakangnya kini mahluk itu menjerit membawa ratusan terinfeksi lainnya. Dia akan terjebak di sana dalam hitungan beberapa detik. Dan di waktu yang sama pula bom akan meledakkan tempat tersebut.
Kekecewaan dan keputusasaan kembali datang. Komandan Fraksi Militer Pusat telah berbohong dan dirinya sendiri gagal mendapatkan kotak tersebut. Ditambah lagi sekarang situasi gawat tengah mengintai di belakangnya.
__ADS_1
Xin Chen merasa salah mempertaruhkan nyawa, untuk sebuah kehancuran yang tak diinginkannya. Kini kotak itu sudah berada di tangan Qin Yujin, tak menutup kemungkinan laki-laki itu akan mengembangkan virus yang sama dan menyebarkannya ke Kekaisaran Shang. Xin Chen berhenti menggedor pintu, tangannya jatuh pasrah di samping tangannya.
Tangan-tangan di balik punggungnya telah bersiap mengoyak pemuda itu. Tapi tangan lain lebih dulu menyeret tubuh Xin Chen keluar.
Lelaki berkulit gelap itu menariknya sejauh mungkin, berlindung di balik tembok tinggi di dekat Laboratorium B-1. Api besar melintas di kanan kiri dan atas mereka. Begitu merah menyala dan membakar udara.
Wen berusaha bertahan dengan itu semua. Sementara Xin Chen masih cukup terkejut. Dia diselamatkan di detik-detik terakhir.
"Kau ..."
"Aku yakin kau masih hidup! Makanya aku kembali dan aku benar, bung!"
Teriak Wen penuh semangat. Senyum lebar di wajahnya membuat Xin Chen sedikit tersenyum. Ledakan itu terjadi beruntun selama sepuluh menit hingga tempat tersebut benar-benar steril dari organisme berbahaya. Barulah di sana Wen mengajaknya pergi ke tempat yang lebih jauh dengan keadaan bagian bahu bajunya sedikit terbakar dan napas lelaki itu sangat-sangat sesak.
Sebelas laki-laki berseragam Fraksi Militer Pusat datang, mereka tak menyangka Wen melanggar kode etik dan menghiraukan perintah atasan. Kemungkinan dia akan mendapatkan hukuman, terlepas parah atau tidak. Tapi mereka tak kehilangan satu pun orang dlaam misi tersebut.
"Aku tak mendapatkannya. Seseorang telah lebih dulu mengambilnya saat aku tiba."
"Sudah kuduga kita tertinggal satu langkah."
"Apa maksudnya ini semua?" Xin Chen mulai mempertanyakan dengan marah yang terpendam.
"Kalian menyuruhku bertaruh nyawa di bawah sana hanya untuk sebuah barang yang bisa memusnahkan manusia?"
__ADS_1
Wajah tak enak menghiasi pemimpin kelompok tersebut, dia menghela napas dan melemparkan pandangan beberapa saat. Menemukan jawaban yang tepat untuk menenangkan Xin Chen sementara.
"Komandan akan memberitahukanmu. Yang terpenting kau selamat. Kita akan kembali ke markas besar. Bergerak!"