
Keramaian kembali terdengar di luar halaman Kuil Hujan, pagi yang mendung itu dihebohkan dengan kedatangan Shi Long Xu bersama puluhan pengawalnya. Beberapa Minggu semenjak kematian ayahnya, banyak hal yang terjadi dan menjadikan Shi Long Xu kembali masuk ke dalam politik di Kekaisaran Wei. Walaupun dulu sempat dijadikan sebagai salah satu buronan akibat pemberontakan yang digencarkannya, kini tampaknya tak ada pemimpin lain yang lebih layak selain Shi Long Xu.
Penyambutan di pagi hari itu dilakukan dengan beberapa ritual dan upacara khusus, Luo Mei mendoakan untuk kebaikan Shi Long Xu. Xin Chen dan Lang hanya mengikuti acara kecil-kecilan itu sampai akhirnya doa selesai dilakukan, Shi Long Xu mendatangi keduanya. Air mukanya begitu cerah, dan penampilannya sendiri jauh lebih rapi dari sebelumnya. Tak ada lagi jubah kusut kusam, kini berganti dengan pakaian formal yang tentu saja mahal.
Tapi lelaki itu tak berubah, prinsipnya adalah harga yang tak bisa diganti dengan barang semewah apa pun.
Hujan gerimis turun membasahi batu-batu kecil di seluruh Kuil Hujan. Dinginnya udara di tempat itu ditambahi oleh sejuk angin badai dari utara. Di Kuil Kelima yang bangunannya terletak di tengah wilayah tersebut, Shi Long Xu dan yang lainnya duduk sambil sedikit berbincang-bincang.
Shi Long Xu mengucap dalam bahagia yang masih terpampang di wajah, "Aku bersyukur kau baik-baik saja, aku akan memastikan kepulanganmu dengan selamat, kawanku."
"Tidak perlu repot-repot."
"Untuk saudaraku dari negeri yang jauh, aku tak pernah merasa direpotkan. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika kau ingin kembali sekarang ..." Shi Long Xu berubah serius. "Jalur perbatasan maupun penghubung antar Kekaisaran kini memasuki tahap pengawasan darurat. Karena itu aku menyiapkan satu jalur khusus untuk kalian, aku sudah memastikan itu akan aman."
Lang terlihat kurang setuju. "Bagaimana Kau bisa menjamin itu aman? Kau mengeceknya sendiri atau hanya laporan dari bawahanmu? Bisa saja, salah satu dari mereka berkhianat."
Omongan Lang yang begitu jujur itu membuat suasana seketika hening, "Kami punya banyak musuh di sini. Jika sekali tertangkap, bukan hanya nyawa yang menjadi taruhan. Kau takkan mampu menangani masalah ini jika sudah membesar."
Dari semua orang tak ada yang mampu menghentikan Lang berbicara. Xin Chen melihat ada benarnya yang dikatakan Lang, kembali lagi pada nama klan yang dimiliki Xin Chen. Identitasnya adalah satu-satunya hal krusial yang tak boleh dipertaruhkan. Mungkin di tempat ini satu-satunya yang mengetahui identitas aslinya hanyalah Qin Yujin. Selebih itu para Pembelot. Beruntung dari mereka tak ada yang membongkar apa pun soal identitasnya.
Sebenarnya sempat terpikirkan olehnya, mengapa Qin Yujin tak melakukan hal itu; membongkar identitasnya dan membuatnya diburu karena masuk secara diam-diam ke Kekaisaran Wei.
Tapi laki-laki itu tak akan mungkin ditebaknya. Ide gila dan rencana sintingnya selama ini saja selalu di luar nalar manusia. Atau mungkin laki-laki itu sudah menyerupai binatang, pasti ada rencana besar yang akan dilakukan Qin Yujin. Untuk itu Xin Chen tak boleh tenang begitu saja.
"Maksud Anda, Tuan Serigala?" Orang di belakang Shi Long Xu sedikit tersinggung, wajahnya sangat tak enak. Lang bangun, tubuhnya yang besar bisa menyapu satu ruangan dengan mudah. Dia mendekat pada manusia yang bicara tadi, mendekatkan wajah. Taring tajam nya terlihat ganas, andai serigala itu liar sudah pasti dia mati dicabik-cabik oleh cakar dan taring tajamnya itu.
"Mungkin jika Shi Long Xu, aku masih bisa percaya. Tapi orang sepertimu ... Bau tubuhmu saja sudah busuk, apalagi hatimu."
Laki-laki itu mencium tubuhnya sendiri selagi Lang kembali ke tempatnya. Setelah merusak suasana yang begitu bahagia tadi.
"Jika terjadi sesuatu di jalan, Shi Long Xu, maukah kau bersumpah untuk membunuh orang-orang ini?"
Shi Long Xu terkejut dengan apa yang baru saja Lang ucapkan, Xin Chen menengahi.
"Mohon saudara sekalian tak terlalu dibawa ke hati, Lang hanya mengkhawatirkan adanya pengkhianat di antara kita. Tapi jika benar semuanya berjalan dengan aman, kurasa perjanjian ini tak diperlukan."
Lantas terdengar jawaban tanpa keraguan dari Shi Long Xu, "Aku bersumpah akan membunuh mereka jika hal itu terjadi."
__ADS_1
"Ta-tapi Tuan-" Salah seorang di antara mereka mencemaskan keputusan yang telah diambilnya, Shi Long Xu mengangkat sebelah tangan menyuruhnya berhenti bicara, "Jika benar tak ada pengkhianat di antara kita maka perjanjian ini tak penting. Aku setuju denganmu, Tuan Serigala. Tapi jika benar salah seorang dari kami menyimpang, aku tak akan mengampuni nyawanya. Aku telah melalui banyak hal keras di belakangku. Dan untuk mereka yang kelak akan menjadi pendampingku untuk Kekaisaran ini, aku akan memperlakukan mereka dengan setegas-tegasnya."
"Meski bayaran dari aturan ku adalah nyawa mereka." Penutup yang diucapkan Shi Long Xu menciptakan ketegangan di wajah-wajah para pengawal di belakangnya.
Xin Chen tersenyum, Shi Long Xu adalah seorang pemimpin yang kelembutan hatinya tak bisa dibandingi tapi disaat bersamaan tajam melebihi pisau. Shi Long Xu bangkit dari duduknya, mengulurkan tangan ke arah Xin Chen yang juga ikut berdiri.
"Kembalilah dengan selamat. Semoga kebaikan selalu menyertaimu."
"Untukmu juga." Dia menyambut tangan itu sambil membalas senyuman Shi Long Xu.
**
Tak pernah disangka perjalanan kembali tak ada halangan yang begitu sulit, Lang maupun Xin Chen dapat mencapai perbatasan antar Kekaisaran dan di antar lewat jalan hutan yang seratus persen aman dari penjagaan.
Xin Chen dan Lang telah berada di pinggiran Kekaisaran Shang, paling ujung dan jauh dari Kota Fanlu. Mereka hanya perlu meneruskan perjalanan sampai ke rumah. Obat yang diberikan oleh Luo Mei telah disimpannya sebaik-baik mungkin, ada tiga penawar sama yang dibuat Luo Mei untuk berjaga-jaga.
"Akhirnya ..."
Xin Chen tak bisa menggambarkan kebahagiaannya seperti apa lagi. Usai bertarung dengan hal yang kelewat mengerikan di Kekaisaran Wei yang membuatnya sangat merindukan kota damai tanpa terinfeksi. Dia menarik napas sedalam-dalamnya, perjalanan ini telah selesai. Setidaknya mereka telah berada di Kekaisaran Shang.
Lang menoleh, menghentikan langkahnya. Sedikit lagi mereka akan bertemu dengan pos penjagaan Kekaisaran Shang. Tak ada yang perlu dikhawatirkan sebenarnya di sana, tapi kesedihan di wajah Xin Chen kala itu membuatnya bingung.
"Kenapa?"
"Tidak, aku hanya kasihan pada orang-orang di Kekaisaran Wei. Mereka pasti menginginkan kehidupan normal seperti di tempat kita. Sesederhana air yang jernih dan keramaian di pasar. Aku ... Ingin mengembalikan apa yang hilang dari mereka."
"Kau sudah melakukannya."
Xin Chen mengernyit.
"Mana mungkin."
"Perubahan tak bisa dilakukan secepat itu, Shi Long Xu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya. Tugasmu hanyalah membuat gebrakan besar-besaran yang akan menciptakan perubahan itu. Sampai saatnya tiba, aku yakin mereka akan kembali damai."
Lang menoleh sekitar, "Tapi setidaknya aku sedikit tenang, anak buah Shi Long Xu tak melakukan hal-hal aneh pada kita-"
"Tapi aku melihatnya," ucap Xin Chen sembari melanjutkan perjalanan, sejak perjalanan pulang dia memperhatikan banyak kejanggalan.
__ADS_1
"Mereka membatalkan penyerangan itu. Kemungkinan besar, Qin Yujin masih memburu kita. Tapi jika berurusan dengan nyawa, orang-orang itu tak akan berani melakukan kesepakatan dengan musuh."
Dia mengatakan dengan waspada. "Aku yakin 'dia' tak akan diam saja. Kita harus selalu memperhatikan gerak-geriknya. Jangan sampai terlepas."
Lang menambahi, "Sebelum dia mati, takkan ada yang namanya aman."
Sebuah jalan lebar terbuka, puluhan pos berwarna putih dengan bendera Kekaisaran Shang berkibar di sepanjang tepi jalan. Saat melihat keduanya memasuki wilayah, puluhan prajurit datang segera. Melihat sosok asing dengan pakaian serba putih membawa seekor siluman serigala yang wajahnya menyeramkan.
"Berhenti!"
Xin Chen berhenti, tak mau memperumit masalah dengan mengabaikan perintah. Pemeriksaan dilakukan dengan cepat, mereka ditanya-tanya banyak hal.
"Ya ampun, mahluk bodoh ini tidak bisa kah kau mengenali orang ini siapa?" Seorang kepala prajurit datang menghampiri mereka, wajahnya memerah kesal. Dia menggeplak tiga prajurit satu-satu dengan gagang pedang.
"Dia itu anak Pedang Iblis, alias Tuan Muda Xin Kedua, alias Xin Chen! Mata pindah ke kaki, apa?"
"A-ampun ketua. Mana kami tahu soal itu."
Satu geplakan berikutnya menyerbu kepala mereka, laki-laki itu menyuruh mereka kembali bekerja dan meminta maaf pada Xin Chen. "Maafkan mereka, biasalah, bocah baru kemarin masuk prajurit."
"Terima kasih sudah membantu kami."
"Ah, tidak apa. Lagipula Kakak dan ayahmu selalu datang ke sini untuk menanyakan apakah kau telah kembali. Aku juga menantikan hal yang sama. Suatu kabar baik melihat anda pulang. Jika anda mengizinkan aku ingin mengantar anda pulang ke Kota Fanlu. Kami punya banyak tunggangan dan kereta kuda, jadi anda tidak perlu capek lagi."
"Tidak usah, tapi terima kasih atas penawarannya."
Xin Chen dan Lang segera pamit agar langsung sampai di pelabuhan sebelum malam. Biasanya kapal akan berlayar usai petang.
Namun rencana ingin pulang itu digagalkan oleh sebuah bencana yang tiba-tiba datang di pos perbatasan tersebut. Penyerangan di hutan terjadi yang membuat para prajurit menjadi korban.
Jeritan meminta tolong menggema keras. Xin Chen dan Lang saling menatap. Inilah yang mereka takutkan. Lelaki itu mungkin saja mengejar sampai sini untuk menyerang mereka.
Kepala prajurit perbatasan segera mengejar disusul oleh Xin Chen dan Lang, jeritan semakin menggema saat korban lainnya berjatuhan.
Setibanya di tempat kejadian, baik Xin Chen atau Lang dikejutkan oleh penampakan seekor siluman yang menakutkan di dalam hutan. Cakar dan gigi taringnya terlihat sangar, matanya bercahaya dan tubuhnya terbilang besar. Dia berjalan, mulai menyerang kepala prajurit.
Siluman itu mulai membuka mulutnya, memperlihatkan deretan gigi tajamnya yang mampu merobek mangsa setebal apa pun. Lelaki itu berteriak kencang.
__ADS_1