
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Hanya aku dan kau. Kita bisa menjadi tim yang cocok untuk mengatasi masalah ini, tapi kemungkinannya amat kecil." Lang memberikan jawaban setengah-setengah, matanya menampakkan keraguan tersirat.
"... Kita hanya akan selamat jika kita beruntung," tandasnya. Xin Fai langsung menyela, "Kalian berdua saja mana cukup."
"Kau kira kita mau berebut sembako sampai bawa-bawa pasukan? Lebih sedikit yang dibawa, lebih aman untuk kita. Kau punya tugas dan kepentingan di sini, ingat itu." Lang menyanggah, tak memberikan ruang untuk majikannya itu memprotes. Dia langsung melanjutkan.
Xin Chen pun masih menimbang-nimbang. Roh Dewa Perang tak lagi bersamanya. Ye Long tak akan ikut dalam misi ini. Hanya ada dia dan Lang. Tapi dipikir berapa kali pun membawa Lang sepuluh kali lipat lebih baik daripada Ye Long. Serigala itu adalah hewan cerdik dan tangkas. Insting mereka amat kuat serta kemampuan bertahan hidup yang besar.
"Aku setuju. Hanya saja aku ragu dengan luka di tubuhmu. Sedangkan aku akan pergi ke sana dalam hitungan hari lagi ..."
"Luka ini tak seberapa." Lang mendengus. "Aku akan pulih dalam dua hari lagi."
Pembicaraan usai, Lang hendak kembali ke kamar agar dia bisa hibernasi sebentar. Tapi tak disadarinya tatapan Xin Fai masih terkunci padanya.
"Kau ingin pergi lagi?"
Xin Chen dan Ye Long telah pergi sejak beberapa detik lalu, Lang menoleh ke belakang menatap majikannya.
"Aku tidak akan mati. Jika aku mati itu artinya anakmu juga mati. Aku tak akan membiarkan itu terjadi."
Xin Fai masih tak mendapatkan jawaban akan satu hal. "Kau baru pulang, itu membuat ku senang karena aku kira kita bisa berpetualang seperti dulu. Tapi banyak misi besar di luar sana, kau harus pergi. Tapi secepat ini?"
"Berpetualang? Kau hanya terikat di tempat ini, kau tak pernah membawaku ke mana pun sejak beberapa tahun terakhir. Dan ... Orang-orang busuk itu mengirimkanku ke tempat lain, menjalani misi tak berguna tanpamu." Lang mengibaskan ekornya, tampak kesal. "Saat kalian menyelamatkan semua orang, rasanya aku tak mau duduk diam saja seperti kucing rumahan yang ketakutan dengan anji*g di luar sana. Itu menyiksaku. Biarkan aku melindungi kalian dari tempat yang jauh."
"Aku berjanji akan menjaga putramu. Berita ini jangan kau sebarluaskan atau akan menimbulkan perkara baru. Tunggu kami menyelesaikannya dan pulang dengan selamat."
Hanya itu yang dapat didengar Xin Fai sebelum Lang menghilang dari pandangannya. Dia tersenyum, pahit. Mengingat kata-kata Xin Chen tempo hari, saat putranya menolak menjadi Pilar Kekaisaran. Dia merasa tertampar.
Dia menginginkan kebebasan yang telah lama direnggut darinya. Melepaskan panggilan tugas dan misi-misi yang mengikat dirinya di pusat Kekaisaran Shang. Xin Fai ingin berkeliling dan bertemu bermacam-macam orang seperti dahulu. Rasanya masa-masa mendebarkan itu sangat dirindukannya.
Xin Fai berjalan pelan, sekilas melihat Xin Chen dan Ye Long sibuk merepet di ruang tamu, mungkin sedang mempermasalahkan keputusan tadi. Dia terus berjalan ke kamar di mana Lang tengah tidur di sudut ruangan. Seperti yang biasanya selalu dia lakukan, serigala itu menggulung ekornya dan tertidur dengan pulas. Sesekali telinganya bergerak mengikuti suara di sekitar. Xin Fai tersenyum, mendekati perlahan dan menyentuh bagian tubuh serigala itu yang terluka dan menyembuhkannya perlahan.
"Pergilah, Serigala Pengembara. Maafkan aku sudah menjadikanmu seperti kucing rumahan. Kau bebas ke mana pun kau mau, tapi ingatlah untuk pulang. Aku akan menunggumu."
**
"Rrraagh! Aku ditinggal?! Kau berselingkuh!" Ye Long naik ke atas meja dan menyerakkan satu rumah dengan ekornya.
"Tahu dari mana kau bahasa selingkuh, turun! Ye Long, kau ini ... Itu piring-"
__ADS_1
Terlanjur sudah. Piring hias yang disimpan Ren Yuan di dalam lemari ikut tersapu oleh ekor Ye Long, menimbulkan bunyi retak yang cukup keras. Xin Chen melotot ke arah pintu, mendengar derap kaki yang amat pelan dari sana.
"Tapak kaki itu ..." Xin Chen ingin bangun, tapi muka menyeramkan Xin Zhan sudah lebih dulu menyerang batinnya. Pemuda itu membawa rotan yang tadi pagi dipakai ayahnya.
"Benda apa itu yang jatuh ...?"
Ye Long turun, bersembunyi di bawah meja. Matanya berulang kali mencuri pandang ke monster dengan mata setajam elang itu.
"Tu-tunggu, biar aku bersihkan nanti-"
"Tidak ada tunggu-tunggu! Habis ku libas baru kita bincangkan!" Xin Zhan menghantam rotan itu ke atas meja dengan keras. Xin Chen dan Ye Long bergidik ngeri, kabur secepat mungkin sebelum amarah Xin Zhan meledak.
**
Pagi esoknya datang. Ren Yuan tersenyum amat bahagia ketika melihat rumah ini begitu ramai-ditambah lagi mereka kedatangan keluarga baru, Ye Long. Makanan yang dia masak habis sekalian kualinya dimakan Ye Long.
Tapi kelihatannya naga itu tidak seceria biasanya, mukanya berpaling kanan kiri tiap kali Xin Chen menyuapinya.
"Sudahlah, kau mengambek begini mukamu sudah seperti kambing yang tidak mau makan rumput. Buka mulutmu, Ye Long."
"Tidak mau."
"Kau belum makan sejak satu jam yang lalu, nanti kau pingsan."
"Hari-hari dia kelaparan tiap satu jam. Mungkin perut karetnya itu sudah berubah jadi perut batu."
Ye Long meletakkan dagunya di atas meja. "Aku ditinggal ..."
Lang menyerobot, "Kekaisaran Wei bukan rimbamu, naga jelek. Sayapmu tak akan berguna di sana."
"Apa maksudnya?" Xin Cheenarnya bisa saja Xin Chen membawa naga itu dan menetap dalam tubuhnya, tapi Ye Long butuh makan. Dia akan keluar setiap saat dari tubuh Xin Chen kalau kelaparan. Dan yang ditakutkan Lang akan terjadi, naga itu pasti berbuat sesuatu yang ceroboh dan mengundang bahaya.
Dia berupaya menghibur Ye Long sambil menepuk-nepuk kepala naga itu, "Tidak apa-apa, kau temani ibu di sini sekaligus menjadi pemantik api di rumah, ya,"
"Ngah? Pemantik api? Rraaghh!" Ye Long ingin sekali mencakar majikannya. Xin Chen menambahkan. "Nanti kalau aku pulang, aku bawa perhiasan banyak-banyak. Kau mau yang bagaimana? Semuanya ada di Kekaisaran Wei. Iya tidak, Lang?"
Xin Chen memberi kode agar serigala itu mengiyakan, tapi terlanjur mulut tajam itu mematahkan kebohongannya.
"Mana ada perhiasan di sana."
Ye Long menatap Xin Chen sebal.
__ADS_1
Lang menambahkan sedikit, "Paling ada pun mereka gunakan buat kebutuhan lain, bukan sebagai hiasan. Benda itu sudah tak berguna di sana. Isi perut lebih penting ketimbang gaya."
"Ha kau dengar, Ye Long. Nanti aku bawa perhiasan itu sampai cukup untuk menimpukmu. Nah, makan dulu. Nanti kau mati duluan tidak ada yang bisa kutimpuk waktu pulang."
Ye Long segera menyerbu makanan, perutnya sudah keroncongan sejak tadi.
Ren Yuan tertawa kecil melihat tingkah Xin Chen. Sama persis ketika dirinya mencoba menenangkan putra keduanya itu saat ingin pergi berbelanja sebentar. Anak keduanya itu paling tidak suka sendiri di rumah dan selalu ingin pergi berkeliaran.
Sementara itu Xin Fai sudah menyelesaikan makannya.
"Lekas bersiap. Kita akan ke istana untuk melihat Patung Pilar yang sudah dibuat."
"Oh, aku tak perlu ikut kan?" Xin Chen bertanya.
"Ikut saja, ibu juga akan pergi." kata Ren Yuan, Xin Chen mengangguk senang. "Kalau ibu ikut aku ikut juga."
"Kalian juga ikut," kata Xin Fai pada dua siluman itu. Yang satu mengiyakan dengan malas, yang satunya melonjak girang. Dan lagi-lagi melibas piring serta vas bunga Ren Yuan yang berharga. Tapi tampaknya yang paling marah saat benda itu rusak hanyalah Xin Zhan.
"Xin Chen ... Jangan lupa rapikan benda-benda yang berserak ini sebelum pergi." Xin Zhan memelototinya seram.
"Paham?"
***
A/N. Adek takut kakak moment aowkowk
Ada sedikit cerita dari author hehe. Boleh disimak/skip aja
Btw lama tak menyapa! Author lagi sibuk berkebun di taman lope2 biar bisa kasih kalian lope sekebon buahaha
Mumpung Lang balik nih. Author pengen bahas sedikit tentang dua siluman ngeselin ini. Ngeselin tapi ngangenin uhuhu.
Jadi sebenarnya karakter Lang dan Ye Long ini bukan sepenuhnya imajinasi. Author punya peliharaan di rumah, yang pertama bulunya abu-abu dan matanya bener2 kayak Serigala. Anggap aja dia Lang. karakter Lang sebagian diambil dari peliharaan ku yang satu ini.
Kayak kebiasaan tidur di sudut kamar terus ekornya digulung. Matanya itu suka banget sinis wkwk. Paling seneng tawuran sama kucing tetangga. Tapi sekarang dia udah ga ada. Dia bertempur dan gugur dengan gagah berani. Uhuhu may luvly hani bani swity kuh sedih bgt pokoknya pas dia udah pergi
Yang tersisa sekarang satu kucing lagi. Sifatnya itu emg mirip banget kayak Ye Long. Satu jam makan, satu jam makan, satu jam makan tapi gak gendut2. Entah cacingan kadang. Btw ni kucing sayur2an pun dia makan. Emg tipe pemakan segalanya. Bisa banget tuh makan omongan tetangga. Kerjanya menjerit, ngerusakin barang dan ngeong2 siang malam. Terus kalau ketemu benda2 berkilau suka dipecahin atau dimainin. Sedikit ngeselin, sisanya banyak ngangenin ahwuwhwu
Kalian sendiri pasti punya piaraan juga kan? Atau belum pernah pelihara hewan? Kadang mereka bisa dijadiin temen yang asik hehe. Kalau bisa juga, adopsi hewan2 yg telantar di jalan. Dulu induk kucingku ini emg kucing yang dibuang dalam kardus di dpn rumah kosong. Aku bawa pulang ke rumah-walaupun kena marah sampe berhari2
Intinya, jangan lupa sayangi binatang!💗
__ADS_1
Luv💗💗💗