
Jiwa itu kembali kosong. Akibat ucapan yang membunuh terlalu dalam melukai ruhnya yang kini hanya beberapa persen tertinggal. Kesadaran yang dia miliki sudah hampir lenyap dan akan terus-menerus digerus hingga musnah.
Andai dia memiliki satu alasan untuk bertahan, maka ketiga orang yang amat dicintainya itu adalah sebab dirinya masih ada. Namun, jika ketiganya pergi darinya oleh kemurkaan maka hancur lebur jiwanya saat itu pula.
'Aku tidak bisa pulang.'
Suara itu menggema di antara pembatas ruang dan waktu yang kosong, sebuah kesadaran yang dia miliki dan hanya tersisa di bagian dari dirinya yang nyaris menghilang.
Kutukan dan ramuan itu menghancurkan dirinya terlalu jauh. Xin Fai tahu dirinya saat ini telah menempatkan banyak hal menjadi buruk, di luar kendalinya yang bahkan saat ini tak bisa menggerakkan jarinya walau hanya sejengkal.
Ruangan kosong itu penuh dengan coretan mantra yang ditulis dalam kertas, berhamburan menempel di seluruh dinding merah. Tempat jiwanya dikurung. Lalu terdapat satu lilin di sana, lilin yang menyala merah layaknya api yang berkobar pada malam yang dingin. Satu-satunya harapan jiwanya bisa bertahan sejauh ini, itu adalah Bunga Api yang entah bagaimana caranya membentuk wujud dan menjaga jiwanya untuk terus utuh dalam satu bagian tubuhnya. Dan seharusnya, setelah perbuatan orang-orang Kekaisaran Qing hari itu padanya, saat ini Xin Fai telah kehilangan kendali sepenuhnya.
"Kau harus pulang."
Bunga Api mengeluarkan suara, suara berat laki-laki yang menyerupai monster.
__ADS_1
"Aku membunuh sahabatku, kau tahu."
"Kau tidak membunuhnya. Mereka melakukan itu dengan menggunakan tubuhmu. Kepergian satu orang tak akan membuat duniamu runtuh. Kau harus kembali jika tak ingin keadaan menjadi semakin sulit, karena tak menutup kemungkinan, setelah ini kau akan membunuh putramu yang kedua itu."
Bunga Api itu menjelaskan. "Aku tidak bisa bertahan lebih lama setelah ini. Tampaknya si pemilik Mata Terkutuk telah dilenyapkan oleh seseorang. Dia memiliki beberapa persen keadaan mu, jika dia mati, kesadaran itu akan diambil oleh bagian tubuhmu yang telah dihancurkan. Kau tahu sendiri kan apa yang akan terjadi?"
Suara sahutan darinya terdengar semakin mengecam. "Kendali tubuhmu akan hilang sebanyak seratus persen. Seluruh kekuatan mu akan keluar dan menghancurkan siapa saja, lalu kau akan mati oleh kekuatan itu sendiri. Pikirkan baik-baik."
'Pembunuh.'
"Mungkin mereka sudah tak membutuhkan ku."
Nyala Bunga Api bersinar kian redup. Pertanda bahwa kesadaran Xin Fai kembali terguncang, jika dia padam itu lah akhir dari Pedang Iblis. Dia benar-benar mati dalam arti yang sebenarnya.
"Kedua putraku sudah membenciku, kalaupun aku kembali mungkin Ren Yuan telah tiada, dan adikku Xiaxia, dia akan mengutukku setelah tahu aku membunuh suaminya. Lalu, seluruh orang Kekaisaran Shang tak akan menginginkan kepulangan ku. Bahkan mereka yang menjabat sebagai petinggi sudah mengeluarkan perintah untuk membunuhku."
__ADS_1
Mantra kertas yang menempel di seluruh ruangan diam-diam bergerak, menempel pada tubuh Xin Fai dan melilitnya dengan kertas-kertas panjang. Mata cokelat Xin Fai mulai menghitam hingga sepenuhnya penuh oleh warna hitam, kutukan telah mencapai bagian tersembunyi Xin Fai di mana Bunga Api berada di dalamnya.
Binar cahaya terang dari Bunga Api ikut meredup, lalu kertas-kertas mantra itu melilit semakin kuat pada tubuh Xin Fai. Hingga laki-laki itu nyaris tak berdaya dalam perangkapnya. Sepersekian detik setelahnya, kertas itu melakukan cengkraman hebat yang membuat seluruh bagian tubuh Xin Fai pecah.
"Baiklah jika itu keputusan mu. Jangan sampai kau menyesali perbuatan mu sesudah ini."
Kepingan cahaya berpendar hingga akhirnya kegelapan dari ruangan tersebut melahapnya tanpa tersisa, sedikit dari api dari Bunga Api bergerak-gerak kecil oleh tiupan angin. Hingga akhirnya padam, menyisakan ruangan kosong yang telah dihinggapi sepenuhnya oleh mantra penyegel.
***
Xin Chen tak menyangka sesuatu yang terjadi ke depannya adalah pertanda bahwa musibah besar lainnya akan mengincar nyawanya.
Dia berpikir, setelah membunuh Lan An, Xin Fai akan tersadar dan berhenti melakukan kehancuran.
Dia salah, salah besar. Laki-laki itu justru mengamuk kian dahysat, menghancurkan segala sesuatu dengan sebuah kekuatan yang tak terduga. Tanah terpecah di bawah kakinya, menciptakan cabang-cabang retakan yang menyebar sebesar seratus meter darinya.
__ADS_1
Lalu terdengar erangan. Xin Chen hendak mendekat dan mengikat lelaki itu tapi sayangnya, sebuah kekuatan yang mengerikan mulai bermunculan dan mencekiknya. Tangan Iblis. Dari Kitab Terlarang milik Xin Fai. Lelaki itu memilikinya dan belum mengeluarkan sepenuhnya kekuatan asli dari Kitab yang dikatakan paling berbahaya.