Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
100. Desa Havesta


__ADS_3

Slitherio bersama dengan seluruh anggota Guild Sevens melesat dari Void Hill menuju desa di Utara. Mereka mengubah seluruh rencana dan akhirnya mereka melesat dengan cepat dari Midvast tengah menuju Midvast Utara. Rencana untuk menjadikan Void Hill sebagai markas dibatalkan karena Slitherio merasa bahwa tempat itu terlalu berbahaya untuk ditinggali.


Berbahaya karena kemungkinan beberapa musuh Lavenia mungkin akan datang membalas dendam setelah mendengar berita kehancuran Lavenia atau kedatangan dari beberapa Lavenia Knight yang kebetulan bertugas diluar. Mungkin mereka akan menjadi sasaran kemarahan Lavenia Knight.


Meski mereka dapat mengatasinya dengan baik, Slitherio tidak ingin menciptakan kesan yang tidak baik dari masyarakat kepada Guild Sevens karena mereka juga dibutuhkan untuk penyelesaian Chapter terakhir Plot of Hell Empire.


Slitherio, Atra, Riana, dan Whu membawa seluruh rekan mereka dengan menggendong mereka di punggung mereka. LoghSeveria memilih melesat sendiri karena yakin dengan kemampuan melesatnya.


Slitherio membawa Geisha bersama dengan Li dengan wujud Phoenixnya yang ia turunkan tingkat panasnya. Atra membawa Asvi dan Ovyx di punggungnya dengan wujud Werewolf. Riana membawa Clarey, Renne, dan June dengan wujud Nightmare Peacock yang dapat menampung banyak orang di punggungnya. Whu membagi dirinya dan membawa Naze dengan Zynga bersama clonnya. Asheuin membawa Lynx saja.


Dengan kecepatan tinggi, mereka melesat dengan cepat menuju desa di Utara. Sesekali mereka berhenti untuk memperpanjang jangka waktu clon Whu.


Mereka berangkat tepat pukul enam pagi dan saat ini, pukul dua belas siang, sebuah jendela informasi muncul di depan mereka.


[Update terbaru!


Perluasan peta dan menambahkan beberapa Beast Remaist World Ruler. Kisah para Dewa menjadi nyata dan Gods Island ditambahkan pada peta dunia.


Dimohon untuk memutuskan sambungan selama setengah jam untuk hasil yang lebih baik]


Slitherio tersenyum saat melihat jendela informasi itu. Ia sendiri yang membuat SuperSoft mengeluarkan update ini.


“Baiklah, kita akan bertemu di tempat ini dua jam lagi...” Slitherio berkata kemudian memutuskan sambungannya.


Semua orang mengangguk kemudian memutuskan sambungan mereka masing-masing.


***


Perjalanan menuju desa di Utara masih seperempat perjalanan. Setidaknya dibutuhkan sekitar waktu dua hari untuk mencapai desa itu dengan kecepatan saat ini.


Dua jam sudah berlalu dan mereka kini berkumpul lagi di tempat yang sama.


“Baik, kita lanjutkan perjalanan...”  Slitherio berubah menjadi Phoenix dan mengambil Geisha dengan Li kemudian melesat ke Utara. Yang lain mengikuti Slitherio dan melesat menuju Utara.


Untuk kali ini, untuk mempercepat perjalanan Whu tidak membuat clon lagi dan hanya menggunakan tubuhnya sendiri untuk membawa Naze bersama Zynga.


Asheuin yang sudah mengalami kehidupan kedua tidak membutuhkan Stamina Potion. Sebab itu hanya Slitherio, Whu, Atra, dan Riana saja yang mengonsumsi Stamina Potion yang sesekali dibagikan oleh Slitherio.


Selama dua hari itu, mereka tidak pernah beristirahat sekalipun. Meski orang yang dibawa mengajak beristirahat, empat Remaister tetap kukuh untuk melanjutkan perjalanan dengan mereka yang membawa teman-temannya.


Setelah dua hari perjalanan, mereka akhirnya sampai di depan sebuah reruntuhan desa yang bahkan tidak berbentuk desa lagi.


Desa itu berada tepat di ujung Utara Midvast, di bawah tebing yang menjadi pemisah antara Midvast Utara dengan lautan luas. Di sepanjang jalan menuju tebing itu, terdapat hutan yang tidak terlalu luas memisahkan tebing itu dengan reruntuhan desa itu. Sesuai dengan gambaran dari FolkChase.


Slitherio berjalan ke depan dan melihat harga dari desa itu, “100 Platinum?!”


Metode untuk membeli sesuatu di setiap permainan dapat dilakukan oleh satu orang ataupun dengan mengumpulkan uang dari beberapa orang.


Disebabkan karena desa itu akan dijadikan markas Guild Sevens, maka semua anggota guild harus mengumpulkan uang lalu menyerahkannya pada ketua mereka.

__ADS_1


Slitherio menerima semua Gold itu lalu menambahkannya dengan uangnya sendiri lalu membeli desa itu.


Nama desa itu adalah Havesta, sebuah desa yang berada di tempat terpencil yang sudah terlupakan karena sesuatu yang hebat.


Status desa itu amatlah menyedihkan, bahkan Slitherio yang membacanya sampai berulang kali menghela napas.


[Havesta/Village Ruins


Status: tidak aman untuk ditempati.


Pertahanan: tidak ada


Keuntungan/bulan: tidak ada


Jumlah penduduk: tidak ada


Ciri khas: tidak ada


Latar belakang: tidak diketahui]


“Apa-apaan ini?” Slitherio mengerutkan dahinya. Desa yang sudah berupa reruntuhan ini bahkan memiliki harga sebesar 100 Platinum.


Whu mendekati Slitherio dan bertanya, “Bagaimana?”


“Kita bangkrut...” Slitherio mengusap wajahnya kasar.


Whu menaikkan alisnya, ia masih tidak paham dengan perkataan Slitherio, “Bangkrut?”


“Apa?!”


“Bukankah kita menjadi rugi jika membeli desa ini?”


“Kurasa tidak begitu...”


Perkataan Naze memecahkan keramaian yang diciptakan empat belas orang itu.


“Dengan pekerjaanmu sebagai arsitek, bukankah kau dapat membangun desa ini dari semula? Maksudku, dengan seluruh ilmu dari dunia nyata tentunya...” Naze berkata sambil berjalan masuk ke desa itu.


“Dan juga, desa ini tidak terlalu hancur, bukan?” Naze membalikkan tubuhnya menjadi menatap semua orang yang ada di luar desa. Ia kini berada di dalam desa Havesta.


“Kau arsitek?” Li, Riana, Geisha, dan Atra menatap Slitherio dengan penasaran. Whu masuk ke dalam dan diikuti oleh Clarey dengan Renne.


“Benar, tidak terlalu hancur...” Whu menarik tongkatnya kemudian memukulkannya pada salah satu rumah yang tidak bisa disebut rumah lagi.


Whu memainkan tongkatnya dengan cepat dan memukulkannya pada rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, desa Havesta kini rata dengan tanah.


“Sadis juga...” Renne mengangkat tongkatnya, “Simple Earthquake!”


Gempa berukuran sedang segera tercipta setelah Renne berkata begitu dan berlangsung selama lima menit.

__ADS_1


Dengan waktu sesingkat itu, desa rata dengan tanah dan digantikan oleh tumpukan puing-puing bangunan yang sudah tidak berbentuk lagi.


“Bertambah rumit...” Slitherio jatuh berlutut, ia kemudian mendapat ide.


“Bersiaplah kalian semua! Kita akan membangun ulang desa ini dengan bantuan ilmuku dari dunia nyata!” Slitherio berseru kemudian terbang masuk ke desa yang disambut dengan baik oleh para anggotanya.


Slitherio, Atra, Whu, Li, dan LoghSeveria memeriksa sekitar desa itu. Asvi, Ovyx, Lynx, Naze, dan Zynga membersihkan desa itu dari puing-puing bangunan. Geisha, Clarey, Renne, June, dan Riana ikut memeriksa sekitar desa itu, tetapi di hutan yang menyambungkan desa itu dengan ujung tebing.


Hari hampir menuju malam ketika mereka selesai memeriksa dan membersihkan Havesta. Kini mereka sepakat untuk membuat sebuah kediaman sederhana dari beberapa kayu yang Slitherio dan LoghSeveria temukan di sekitar desa itu.


Dengan ilmu Slitherio, mereka membuat sebuah kediaman sederhana yang berisi lima kamar. Mereka berencana membiarkan para perempuan untuk tidur di dalam sementara para laki-laki diam di luar sambil bergantian berjaga.


“Baiklah, beginilah rencana yang telah aku siapkan selama berada di hutan itu...” Slitherio menceritakan semua rencana yang telah ia buat.


Slitherio akan membuat rancangan desa itu bersama dengan Whu yang mengaku sebagai salah satu orang pecinta seni.


Untuk penduduknya, Slitherio akan menyerahkan urusan itu pada Lynx yang menurut cerita LoghSeveria adalah orang yang mendamaikan mereka berlima dan tiga temannya Geisha.


Lynx akan ditemani oleh Atra yang pintar dalam berbicara dengan orang-orang.


Sisanya akan membangun desa ini dengan bantuan kecil dari Slitherio dan Atra.


“Hei, jika kukatakan aku memiliki skill yang dapat digunakan untuk memanggil kawananku, apa kau akan percaya?” Whu bertanya.


“Tentu saja, silahkan keluarkan semua ide kalian pada sesi diskusi ini.” Slitherio mempersilahkan semua orang untuk mengeluarkan semua ide mereka.


Catatan Penulis:


Sesuai kata saya kemarin, saya akan menambahkan ilustrasi dari karakter tiga Remaister.


Untuk sementara, ini saja karena karakter alin agak sulit untuk dicari ilustrasinya.


Silahkan dinikmati!



Slitherio / Ryan Putra (Versi Full Armour)



Whu / Wu Chang (Versi bosannya, Original Skill Soul Remaist)



Atra / Kim Seong Joon (Versi garangnya, Original Skill Soul Remaist)


Kalau berantakan, mohon dimaafkan karena penulis masih tidak paham dengan mekanisme cara pasang foto di cerita.


Sekian saja. Nantikan terus petualangan Slitherio dengan teman-temannya.

__ADS_1


Salam,


Rio.


__ADS_2