Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
141. Gate of Beast Hell


__ADS_3

Slitherio, LoghSeveria, Riana, Asvi, Clarey, June, Naze, Lynx, FastStone, Asheuin, Adhie, dan Bhiosa sampai di depan sebuah gerbang tinggi serta mereka tidak sendirian.


Ada Sean, Luvian, WhiteFang, Gorzsha, Qiun, Kurei, Alex, Carey, Zero, dan Fei yang sedang membicarakan sesuatu.


Sean pertama kali menyadari kedatangan Slitherio sehingga memanggilnya untuk mendekat. Slitherio mengangguk dan berjalan mendekat, meninggalkan anggota guildnya yang sedang menatap sekelilingnya.


Sebagai Guild Profesional yang baru sekaligus ketua Guildnya berhasil mengalahkan pemain terkuat nomor satu yaitu Sean, mungkin beberapa anggota guild lainnya yang ada disana masih sulit menerima kedatangan Guild Sevens.


“Pada hari ini, kita berkumpul disini untuk menyelesaikan Chapter 06, yaitu Gate of Beast Hell. Kita menyelesaikannya dengan gabungan 11 Guild Profesional.” Sean mengangkat tangannya, beberapa orang dari Guild Reister bersorak kencang.


Soal yang tadi, Sean mengajak seluruh ketua Guild untuk mendiskusikan taktik saat didalam Gate of Beast Hell nanti. 


Menurut Sean, Guild Reozsya, Guild Reister, Guild Azure Dragon, Guild Xiun, dan Guild Darkness akan berada di posisi terdepan. Sisanya akan menjadi penyerang tengah.


Dari lima Guild yang direncanakan akan berada di posisi depan, yang akan diletakkan disana adalah para pemain dengan job yang lebih ke arah Defender dan mungkin jika ada sedikit Attacker.


Para Support akan diletakkan di dekat Guild Archero dan para pemain dengan job intinya adalah Mage maupun Magic Caster.


Guild Sevens sendiri diletakkan di posisi tengah. Para anggota yang akan diam disana adalah Slitherio sendiri, FastStone, LoghSeveria, Riana, Lynx, Asvi, Asheuin, Adhie, dan Bhiosa. June dan Naze bergabung dengan para pemain posisi belakang.


Semua ketua Guild disini mengajak sebagian dari pasukan elit mereka,sama seperti Slitherio yang membawa tiga dari Enam Pilar Naga yang disebut sebagai kartu as sekaligus pasukan elit Guild Sevens.


Sebab itulah pasukan yang tercipta dari gabungan 11 Guild Profesional berjumlah terbilang hampir sedikit.


 Para Support adalah para Scout dari Guild Thiefer, beberapa Priest yang disewa oleh Guild Reozsya, dan para Archer dari Guild Archero.


Meski mereka dianggap sebagai Support, Kemampuan mereka bisa dibilang sulit untuk diremehkan. Hal ini dibuktikan dengan aura dari Priest yang terasa menghangatkan serta aura dari para Scout yang selalu terasa tajam tatapan mereka.


Seperti itulah taktik yang sudah Sean ciptakan sebelum Slitherio datang. Sebelum masuk, Sean membuat sebuah Great Party terlebih dahulu.


[Kau diundang ke Great Party buatan Sean!

__ADS_1


Terima?]


Jendela informasi itu muncul di semua ketua Guild yang ada disana. Ketua Guild yang menerima undangan itu kemudian mengundang anggotanya yang ikut kesana.


Kini, Great Party tercipta dan kurang lebih sekitar 200 pemain membentuk Great Party tersebut.


Di Remaist Online, ukuran party ditentukan dari jumlah orang yang ada di dalam party itu. 


Ada dua tipe party di Remaist Online, yaitu Simple Party dan Great Party. Simple Party biasanya beranggotakan sekitar 2-7 pemain. Great Party terdiri dari lebih dari 7 pemain dan biasanya batas anggotanya adalah 500 pemain.


Party yang lebih banyak anggotanya dan memiliki banyak pemain yang kuat akan membentuk sebuah guild. Guild Reister dan Guild Darkness adalah sekian banyak dari guild yang terbentuk karena hal ini.


Sean menjadikan dirinya sebagai Leader Party dan mengakses Gate of Beast Hell untuk kemudian dimasuki oleh para anggota party.


Pintu gerbang besar itu terbuka perlahan setelah Sean berhasil membuka gerbang itu dengan bantuan sistem.


Sean, Luvian, Gorzsha, Zero, dan Kurei maju duluan bersama dengan para anggotanya yang mengikuti dari belakang. Yang lainnya mengikuti, termasuk Guild Sevens.


Slitherio sudah selalu memasang posisi siaga, yaitu dengan menggenggam gagang kedua pedangnya sambil berjalan. 


Para Scout memulai pekerjaannya, yaitu melacak keberadaan Trap yang akan menghambat jalannya perburuan.


“Awas di depan ada ratusan anak panah!” saat Luvian menginjak sebuah lantai yang terlihat sedikit tidak lengket, seorang Scout berseru dan seketika para pemain posisi depan mengeluarkan senjata mereka dan berlindung.


Zero menarik pedang besarnya dan menghalangi beberapa anak panah kemudian menghempaskannya. 


Gorzsha mengangkat perisainya dan menangkis anak panah itu dengan cepat bersama dengan para Defender lainnya.


Ternyata, gelombang anak panah itu tidak berhenti. Gelombang selanjutnya terjadi ketika Sean menginjak lantai yang kurang lengket lainnya dan Gorzsha kembali menangkis semua anak panah yang datang bersama dengan Zero.


Kombinasi keduanya dengan para Defender membuat Trap itu dapat dilalui. Saat salah satu diantara para Defender menginjak lantai yang sama, anak panah yang penampilannya seperti hujan panah tercipta dan hujan anak panah itu mengincar para Support.

__ADS_1


Slitherio menoleh ke belakang dan melompat ke belakang dengan cepat lalu menangkis semua anak panah itu dengan cepat memakai kedua pedangnya.


Karena dirinya sudah semakin cepat, hujan anak panah yang cepat dan banyak seperti ini hanya terlihat seperti hujan anak panah yang lambat.


FastStone tidak tinggal diam, ia merasakan keberadaan beberapa monster yang mendekat dari arah depan dan ia menarik keenam pedangnya.


Ia sudah mencapai Skill Mastery tingkat Master level pertengahan untuk skill 'Sword Control'. Ditambah dengan skill yang diberikan oleh Gaburon setengah bulan lalu, kekuatan FastStone meningkat pesat, menyetarai kekuatan Whu sebagai anggota terkuat kedua di Guild Seven.


Keenam pedang FastStone bergerak sendiri dan melesat ke depan setelah itu tak terlihat lagi keenam pedangnya.


Karena situasi di depan amatlah sulit, gelap, dan kurangnya pencahayaan menyebabkan penaklukan Gate of Beast Hell terasa lebih sulit.


Hujan panah berhasil Slitherio atasi. Ia membuat obor dari sebongkah kecil kayu yang berisi api kecil sebelum melompat ke depan dan berseru, “Ikuti aku!” Ia lalu melesat dengan kecepatan sedang.


Yang lainnya mengikuti Slitherio. FastStone masih merasakan keberadaan keenam pedangnya yang berada di dekat Slitherio sehingga ia berseru, “Perhatikan enam pedang biru di depan, Slitherio!”


Slitherio mengangguk dan menatap ke depannya. Pantulan cahaya obor tercipta dari bilah pedang FastStone dan itu membuat situasi di dalam menjadi sedikit terang.


Terlihat enam pedang yang melayang sedang menyerang monster yang berjumlah amat besar seolah memliki pikirannya sendiri.


Slitherio menarik Darkness Fire Sword dengan tangan kirinya karena tangan kanannya memegang obor sebelum berseru, “Flame Sword Technique: Stream of Fire!”


Gelombang api besar tercipta dan mendorong mundur para monster itu ke belakang.


Zero menarik pedang besarnya dan melesat ke depan dengan cepat. Meski pedang besarnya membuat kecepatannya berkurang sedikit, itu lebih dari cukup untuk terus mengayunkan pedangnya dengan cepat dan kuat.


Zero terus mengayunkan pedang dengan memutar dan sesekali menghantamkan pedang besarnya e tanah dengan keras sampai menghancurkan beberapa lantai di bawahnya.


Beberapa Defender maju dan ikut membantu Zero. Para Attacker yang memiliki inti job sebgaia Warrior maju dan ikut membantu Zero, para Defender, dengan Slitherio.


Disaat pemain posisi depan dan tengah sedang menahan para monster itu sambil memukul mundur, para pemain posisi belakang menyerang dengan skill magic mereka ataupun dengan anak panah mereka.

__ADS_1


Perlahan, para Defender, Zero, dan Slitherio berhasil mengurangi jumlah para monster itu sangat banyak.


Saat mereka mengira telah berada di atas angin, kejutan yang mengejutkan menyambut party gabungan 11 Guild Profesional itu.


__ADS_2