
Slitherio tersenyum saat seseorang menepuk pundaknya pelan.
“Pertarungan yang hebat, Flame King Slitherio...” Orang itu bukan lain adalah Sean, pemain yang dijuluki Dragon King.
Slitherio mengangkat tangan Sean lalu bertanya, “Apanya yang hebat?”
“Pertarungan tadi... Sangat hebat...” Sean berkata lagi sambil tersenyum lebar, “Kau adalah pemain terkuat ketiga, menggantikan Gorzsha yang dijuluki Blue Defender...”
“Eh?” Anggota Guild Sevens yang lainnya kebingungan, mereka merasa telah melewatkan sesuatu yang penting.
“Apa maksudmu?” tanya Slitherio serius.
“Kau adalah pemain terkuat nomor tiga dan Guildmu akan diangkat menjadi Guild Profesional.” Luvian datang seorang diri, “Aku pastikan itu...”
“Barusan Neil dan Albert memintamu dan kami berdua untuk menemuinya. Yang lainnya juga boleh untuk ikut.” Sean berkata sambil membalikkan badannya dan berjalan duluan.
Geisha masih berusaha mencerna situasi saat Slitherio menepuk pundaknya dan menarik tangannya untuk mengikuti Sean, Luvian, dan yang lainnya menuju tempat Neil dengan Albert menunggu.
***
Ruangan yang berada di sebelah kamar kaisar disebut dengan ruang kerja dan disanalah Serioza, Zaburo, Trestio, Despian, Lyne, Neil, dan Albert menunggu Slitherio dengan yang lainnya.
Slitherio menatap Neil dan Albert bergantian, ia masih asing dengan dua wajah itu.
Serioza menatap Neil dan bertanya, “Apa yang tadi kau lakukan terakhir?” ia menatap Slitherio.
Slitherio mengangkat alisnya, “Aku bertarung dengan Ketua Sean, itu saja...”
“Tidak, sebelumnya...” Serioza menggelengkan kepalanya, “Yang sebelum kau bertarung dengan Sean?”
Slitherio mengusap dagunya, ia berpikir sebentar lalu bertanya, “Menghancurkan kota?”
Mata Serioza melebar, ia lalu menepuk meja kerjanya dan menunjuk Slitherio, “Apa alasanmu melakukannya?”
“Itu...” Slitherio menggaruk pipinya, ia sendiri tidak terlalu memahami alasannya sampai menghancurkan sebuah kota.
Whu, Atra, dan Geisha menatap Slitherio bersamaan, LoghSeveria dan June menepuk dahi mereka, sedangkan sisanya menggelengkan kepalanya.
“Apa kau tau susahnya mengembangkan sebuah kota sampai sebesar itu, dan kau menghancurkannya hanya dalam satu serangan?” Serioza berkata dengan nada keras.
Sean dan Luvian memilih memalingkan wajah mereka, jelas kalau keduanya tidak ikut campur dalam masalah itu.
“Tunggu sebentar...” Slitherio mengangkat tangannya, berniat berbicara tetapi Serioza kembali memotong.
“Apa kau tau sulitnya para leluhurku membangun kota itu?” Serioza kembali bertanya dengan nada keras.
__ADS_1
Slitherio menggaruk kepalanya, ia merasa seperti tidak diberi kesempatan berbicara, “Tunggu sebentar, Yang Mulia...”
“Apa kau mau ganti rugi?!” Serioza menunjuk Slitherio dengan tangan kirinya yang sudah mengepal.
“Yang mulia...”
“Kak...”
“Berikan pemuda itu kesempatan berbicara...”
Zaburo, Despian, dan Trestio membujuk Serioza untuk berhenti memotong. Serioza mendengus kencang lalu duduk kembali.
“Baik, apa alasanmu menghancurkan Kota Syacht?” Lyne bertanya.
“Untuk membalas semua kegagalan yang teman-temanku lakukan...” Slitherio menundukkan kepalanya.
Sebenarnya itu bukanlah alasan sebenarnya. Jika Slitherio mengatakan untuk membalas kematian semua anggota Guild Sevens, mungkin Serioza sudah menghancurkan kepalanya sejak tadi karena tidak percaya.
“Dengan alasan itu cukup untuk membuatmu menjadi orang terkuat setelahnya Luvian.” Albert menepukkan tangannya.
“Eh?”
“Dan juga, Guild Sevens akan dijadikan Guild Profesional karena kontribusi mereka yang telah menggagalkan serangan ke Sky Empire.” Neil berkata sambil mengeluarkan sekeping medali, “Medali ini dapat digunakan untuk membuat guildmu menjadi Guild Profesional.”
Slitherio berjalan ke depan dan menerima medali itu. Ia lalu menyimpannya di jubahnya dan kembali menatap Serioza.
[Selamat, kalian berhasil menyelamatkan Sky Empire dari kehancuran sekali lagi!
Nilai kontribusi terhadap Sky Empire tak terbatas, All Stat+50, dan title 'Savior of Sky Empire'.
Selamat, kau mendapatkan title 'Savior of Sky Empire'!
Charisma+1.000, All Stat+20, dan 60 Platinum]
Slitherio bergetar saat melihat itu, All Stat+70? Bercanda?
“Kami berdua bagaimana?” Sean dan Luvian bertanya bersamaan.
“Tentu kalian berdua juga mendapatkan hadiah yang sama dengan orang itu.” Serioza tertawa kecil sambil menunjuk Slitherio.
Seluruh anggota Guild Sevens mendapatkan title dan hadiah yang sama, kecuali 60 Platinum itu.
“60 Platinum ini aku berikan pada Ketua Guild Sevens atas kontribusinya menghancurkan Kota Syacht.” Serioza melempar kantong itu ke arah Slitherio yang langsung menangkapnya dengan sigap. Ia lalu menyerahkan kantong itu pada Whu.
“Terima kasih atas hadiah yang telah Yang Mulia berikan...” Slitherio menunduk dan yang lainnya mengikuti.
__ADS_1
“Sudahlah, lagipula ini memang kewajibanku sebagai kaisar.” Serioza mengayunkan tangannya, meminta untuk yang lainnya mengangkat kepala masing-masing.
“Dan juga, kami mengumumkan kalau pemenang Event War Guild adalah Guild Sevens!” Albert mengangkat tangannya dan memunculkan sebuah piala serta sebuah kantong besar.
Slitherio kembali maju dan menerima kedua hadiah itu. Albert memberikan kedua benda itu pada Slitherio.
“Hadiah ini kami berikan pada Guild Sevens karena hanya mereka yang tetap bertahan sampai akhir, menghadapi seluruh ancaman yang datang meski hal itu dapat membahayakan karakter mereka.” Neil berkata sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, “Hei, ingat untuk menyebarkan hal ini...” Neil menunjuk ke sebuah arah.
Arah yang ditunjuk oleh Neil ternyata adalah seorang Assassin yang bersembunyi sambil merekam semua yang terjadi.
“Umumkan bahwa mulai saat ini, Guild Sevens adalah Guild Profesional dan berhasil memenangkan Event War Guild. Dan juga, umumkan bahwa Flame King Slitherio akan menjadi pemain terkuat nomor tiga setelah Sean dan Luvian.” Neil berkata dengan penuh semangat.
Mungkin Neil boleh bersemangat, tetapi tidak dengan Slitherio, LoghSeveria, Riana, Atra, dan Whu. Sebagai petinggi Guild Sevens, tentu merekalah yang paling pertama akan diincar.
Apalagi, mereka berlima juga masuk daftar Top Global dan berada di posisi sepuluh besar.
Sekarang, mereka hanya menunggu kekacauan yang mungkin akan terjadi saat mereka semua kembali ke Kota Hostix.
***
Hari sudah malam ketika semua anggota Guild Sevens, termasuk Slitherio, sampai di Kota Hostix dan menuju markas utama Guild Sevens.
Disana, mereka melihat tiga orang yang terbaring ditemani oleh enam orang yang dijuluki Enam Pilar Naga.
“Tuan...” wajah Asheuin terlihat bersalah, mungkin ia masih memikirkan tentang bantuan Slitherio yang gagal ia penuhi.
“Tak apa, kau sudah berjuang keras.” Slitherio menepuk pundak Asheuin dan berjalan mendekati salah satu orang yang membawa dua katana di pinggang kanannya.
Slitherio menepuk pipi pria itu dan menggoyangkan tubuhnya, “Ia masih tidak sadar...”
Atra kebingungan saat melihat reaksi Slitherio, hanya Geisha yang memahami maksud sikap Slitherio.
“Mungkin dia sudah memutuskan sambungan...” Zynga mengangkat bahunya, “Mungkin...” yang lainnya segera mengangguk dan keluar dari markas utama, meninggalkan Slitherio dan Geisha yang masih ada disana dengan Enam Pilar Naga dan tiga orang yang terbaring disana.
Enam cincin roh milik Enam Pilar Naga berada di perpustakaan, di dekat semua perlengkapan Enam Pilar Naga. Jika Slitherio berniat mengembalikan mereka kembali ke Cincin Roh, ia hanya perlu memakai semua cincin roh itu dan mengembalikan Enam Pilar Naga ke Cincin Roh itu.
Slitherio berjalan menuju perpustakaan dan mengambil keenam Cincin Roh dan kembali ke markas. Ia lalu mengembalikan semua Enam Pilar Naga ke Cincin Roh dan kembali ke perpustakaan.
Status Enam Pilar Naga menjadi milik Slitherio seorang dan hanya dia saja yang mengetahui kekuatan Enam Pilar Naga.
Enam Pilar Naga Slitherio jadikan sebagai Pasukan Elit Guild Sevens dan Asheuin menjadi kaptennya.
Membicarakan tentang Pasukan Elit, setiap guild pasti memiliki pasukan satu ini. Guild Archero yang sebelumnya menjadi tempat Naze berjuang kini tidak memiliki kapten pasukan elit karena Naze keluar dari guild beberapa minggu sebelumnya.
Karena hal itu juga, kekuatan Five Guild kini tidak seimbang lagi karena salah satu dari guild anggotanya kehilangan anggota terbaiknya.
__ADS_1
Setidaknya itu yang terjadi setelah Naze melepas jabatannya sebagai kapten pasukan elit Guild Archero dan bergabung dengan Guild Sevens.
Kini, pandangan Slitherio jatuh pada Geisha yang masih diam di tempatnya, menatap Slitherio yang melakukan semua kegiatannya.