
[Twin Flame Sword Technique (Skill Series)
Skill ini merupakan skill dua pedang yang menggunakan dua pedang yang berbeda namanya. Skill ini terdiri dari enam skill yang digabungkan menjadi satu.
Skill: Ten Cuts, Lone Slash, Square Cuts, Great Flame Wave, Eight Pillar, dan Dance of Simple Life
Note: skill series ini hanya dapat dipelajari jika kau memiliki dua pedang]
Dengan job Flame Knight, Slitherio dapat menggunakan berbagai jenis senjata. Tetapi, ia memilih memakai pedang karena memang ia lebih menyukai pedang.
Alasannya adalah karena pedang dapat digunakan untuk pertarungan jarak dekat maupun menengah. Serangan dari pedang dapat berupa tebasan dan tusukan. Pedang dapat juga digunakan untuk menyerang maupun bertahan. Itulah alasan kenapa Slitherio lebih memilih menggunakan pedang ketimbang menggunakan senjata lain.
Alasan lain adalah karena pedang adalah jenis senjata yang banyak sekali jumlahnya di dunia ini. Skill pedang juga tak terhitung jumlahnya karena memang pendekar disini lebih sering menggunakan pedang.
Pedang adalah simbol dari kekuatan yang luar biasa, kata Slitherio ketika Guldy menanyainya alasannya menggunakan pedang.
Atra mengangguk, sementara Guldy mengelus dagunya. Sekarang ini, mereka berada dalam perjalanan menuju BloodThirsty Kingdom yang berjarak sekitar enam jam dari Phoenix Gold Kingdom.
Saat penyerangan BloodThirsty Kingdom ke Phoenix Gold Kingdom, waktu yang dibutuhkan ras Werewolf untuk kesana adalah selama dua hari penuh.
Itu disebabkan karena mereka pergi dalam rombongan besar, jika Phoenix Gold Kingdom berniat menyerang balik, maka hanya dibutuhkan waktu selama lima jam jika mereka terbang dengan kecepatan penuh.
Sudah berlalu sekitar empat jam mereka terbang menuju BloodThirsty Kingdom, selama itu juga Slitherio sesekali melihat ke sekitarnya.
Hutan yang lebat, danau yang indah, sungai yang panjang dan jernih, adalah permulaan dari perang besar yang akan terjadi nanti.
Enam jam berlalu, dan pada akhirnya mereka sampai di BloodThirsty Kingdom. Kerajaan itu masihlah sama dengan ingatan Atra.
Di sisi lain, Slitherio dan Guldy merasa kagum melihat kerapian kerajaan itu dan juga keramahan para penduduknya.
“Berbeda sekali dengan reaksi para penduduk Phoenix Gold Kingdom saat menyambutku...” Atra menggelengkan kepalanya melihat keramahan penduduk kepada Slitherio dan Guldy yang jelas-jelas merupakan ras yang dulu mereka serang.
Perbedaan sambutan inilah yang membuat beberapa ras terlihat berbeda. Ada ras yang mengutamakan keramahan, ada juga ras yang mengutamakan keamanan terlebih dahulu baru keramahan.
Salah satu misi Zon yang gagal ia wujudkan adalah membuat semua ras bersatu dan menghilangkan kecurigaan diantara mereka. Zon menurunkan misi ini pada Slitherio dan berharap Slitherio mampu mewujudkannya.
__ADS_1
Beberapa penjaga istana BloodThirsty Kingdom menyambut Atra dan mengantar mereka pada penguasa BloodThirsty Kingdom, Bhesia.
Kabar tentang pengajuan perdamaian dari BloodThirsty Kingdom kepada Phoenix Gold Kingdom sudah menyebar dan para penduduk BloodThirsty Kingdom menyambut ide itu.
Sebab itulah Slitherio dan Guldy dapat masuk BloodThirsty Kingdom tanpa ada masalah.
Mereka akhirnya sampai dan Atra mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan. Jika sebelumnya ia bertemu dengan Bhesia saat sedang tersesat, sekarang ia hanya perlu meminta bantuan penjaga dan mengakui bahwa ia tidak hapal dengan jalan di istana.
“Jendral Atra, akhirnya kau sampai...” Bhesia menyambut Atra, Slitherio, dan Guldy lalu mengajak mereka masuk.
“Nah, apa kedua orang ini adalah utusan dari Phoenix Gold Kingdom?” Bhesia langsung masuk ke intinya.
Slitherio dan Guldy mengangguk kemudian mengenalkan diri masing-masing. Bhesia mengangguk lalu bertanya, “Apakah kerajaanmu menerima permintaan perdamaian kami?”
“Yang Mulia Chizui dan seluruh petinggi Phoenix Gold Kingdom menerima permintaan itu, sebagian prajurit juga menerimanya dan sebagian lagi sulit menerima permintaan ini. Tetapi lambat lain pasti mereka yang menolaknya pasti akan menerimanya.” Guldy mengatakan hasil pertemuan para petinggi Phoenix Gold Kingdom beberapa hari lalu sebelum Slitherio datang.
Slitherio mengangguk padahal ia tidak ikut dalam pertemuan itu. Tetapi, demi kepahaman Slitherio mengangguk saja agar dianggap tahu.
Bhesia mengangguk kemudian berkata, “Dengan begitu kedua kerajaan kita sudah berdamai...” Bhesia kemudian bertanya, “Apa ada urusan lagi jendral kemari?”
Slitherio menepuk dahinya, apa semua raja di Midvast dapat menebak niat para bawahannya. Kalau iya, mungkin Slitherio bersyukur karena tidak menjadi bawahannya Chizui. Sebenarnya dia bawahannya, tetapi ia jarang bertemu dengan Chizui.
“Kenapa kau tidak memintanya melalui Light of Help?” Bhesia menarik telinga Atra pelan, Atra yang telinganya ditarik diam saja.
Guldy menepuk dahinya lalu mengusap wajahnya, “Aku mengalami gangguan ingatan...” gumam Guldy.
Atra kemudian berusaha melepaskan tangan Bhesia dari telinganya, Bhesia kemudian melepaskannya.
“Dimana posisi desamu akan dibangun? Aku akan mengirimkan beberapa prajuritku kesana...” Bhesia bertanya lalu menatap Atra.
“Havesta...” Atra berkata dengan nada misterius.
“Havesta yang itu?” tanya Bhesia.
Slitherio dan Atra mengangguk. Guldy mengangkat alisnya, ia merasa pernah mendengar nama desa itu.
__ADS_1
Guldy merasa tidak ingat ada desa seperti itu sehingga bertanya, “Havesta yang mana?!”
Slitherio, Atra, dan Bhesia menatap Guldy bersamaan. Guldy masih dengan wajahnya yang biasa.
“Baiklah, aku akan menunggu bantuan Yang Mulia nanti...” Atra memberikan hormatnya lalu pamit undur diri. Slitherio dan Guldy ikut memberikan hormatnya lalu mengikuti Atra keluar.
***
Havesta...
Tiga belas anggota Guild Sevens tidak melakukan apapun selain berburu dan meningkatkan level mereka di sekitar desa.
Menurut LoghSeveria, sekitar desa adalah sarang dari beberapa monster kuat dan terkenal. Ia sendiri bahkan masih sulit percaya bagaimana caranya penduduk desa ini dulu bisa bertahan di tempat seperti ini.
Enam Pilar Naga tidak dikeluarkan dengan alasan agar tiga belas anggota dapat berkembang dengan baik.
Mereka semua juga sudah diberitahu tentang rancangan desa Havesta yang sudah dibuat oleh Slitherio. Whu dan Naze yang paling bersemangat, mereka tahu kalau apapun yang dibuat oleh Slitherio pasti akan menjadi lebih bagus dari sebelumnya.
Delapan belas jam sudah berlalu sejak Slitherio dan Atra mencari bantuan. Dan sudah delapan belas jam pula mereka berdiam di desa Havesta.
Ada kalanya mereka bosan, ada juga yang memilih berkeliling. Kegiatan itu sudah berlangsung sampai matahari terbenam. Di saat seperti inilah para monster akan bertambah kuat 70% dari sewaktu masih siang.
Mereka berencana melakukan perburuan secara bergantian. Asvi, LoghSeveria, Li, Lynx, Clarey, June, dan Zynga berburu dahulu barulah Ovyx, Riana, Whu, Naze, Geisha, dan Renne akan berburu.
Mereka akhirnya memisahkan diri dan membiarkan orang yang mendapat giliran berburu pergi lalu berjaga di desa.
Naze yang menjadi salah satu dari penyerang jarak jauh di antara mereka diletakkan di dekat Whu, Riana, dan Ovyx.
Mereka melalui malam dengan senyap sampai pada akhirnya seseorang yang membawa tas kecil di pinggangnya datang berlari dengan wajah kebingungan. Mereka lalu mempersiapkan senjata mereka dan bersiap.
“Halo, apa kalian tersesat?” tanya orang itu, “Aku adalah seorang Alchemist, kumohon kalian mau membantuku melawan monster ini...”
Orang itu bertanya sambil berlari melarikan diri dari seekor monster berbentuk laba-laba.
Naze mengambil panahnya kemudian membidikkannya ke arah laba-laba itu.
__ADS_1
Anak panah berwarna putih abu-abu melesat dengan cepat menuju laba-laba itu dan menembus laba-laba itu dengan lubang besar di tubuhnya.
Alchemist itu matanya melebar melihat kejadian itu, ia sendiri tidak menyangka orang yang ia anggap tersesat memiliki kekuatan sebesar itu.