Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
223. Malam yang tenang


__ADS_3

Chao pergi meninggalkan Heaven Empire setelah selesai makan malam dan dari kegiatan tadi itu, bisa dipastikan kalau Chao menaruh dukungan besar pada Heaven Empire dengan Ware sebagai wakilnya.


Selesai makan, Slitherio, Sean, FastStone, dan Lore duduk di tepi tebing tadi itu sambil berbincang santai. Mereka menunggu bantuan datang karena menurut Xue, ada lonjakan energi besar di selatan, tepatnya di Benua South.


Luvian, Whu, Li, dan Zero berjalan-jalan mencari perpustakaan karena hanya disana saja ada hal yang cukup menyenangkan. Wilhelm dan Vius pergi menuju tempat tiga jendral Heaven Empire untuk berbincang disana. Riana, Carey, dan Rifa memilih berkeliling Heaven Empire sambil membicarakan hal-hal yang tidak berguna, atau gosip.


“Apa mereka tidak menyadari adanya bahaya?” Lore menggaruk kepalanya, ia sendiri waspada saat tadi Daishi berkata kalau akan ada serangan menuju Heaven Empire.


“Mereka semua percaya pada kemampuan mereka sendiri-sendiri...” ujar FastStone menanggapi pertanyaan Lore, “Seharusnya kau percaya dengan kekuatanmu, bukan?”


Ras Lore sendiri adalah Sandman, membuatnya bisa memiliki kekuatan besar di daratan, tetapi tidak di langit. Ia bisa melemah karena tekanan angin di langit lebih tinggi dibanding di daratan.


“Bukan itu, kau tahu rasku itu apa, bukan? Rasku itu tidak mendukung pertarungan di udara. Kalaupun aku mau, aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku baru bisa bertarung dengan seimbang...” jawab Lore, “Apa lagi lawan kita kali ini adalah Death God. Bukan tidak mungkin aku bisa mati disini...”


Dewa yang sudah membuka Kunci Keabadian takkan bisa dihabisi kecuali menggunakan senjata tingkat Myhtic. Itupun kalau yang ingin membunuh dewa itu adalah dewa juga, maka hal itu akan terjadi, dewa yang mati.


“Senjata semacam Black Demon Sword dan lainnya bisa membunuh kita, aku percaya itu...” ujar Slitherio. Ia sendiri yakin pada kekuatan Heaven Flame Sword dan Flame Phoenix Sword yang sama-sama senjata tingkat Myhtic.


“Lupakan saja itu...” Sean menaikkan bahunya. Ia sendiri berharap kalau serangan itu takkan terjadi.


Setidaknya sampai sebuah suara keras terdengar di seluruh Heaven Empire. Suara yang keras itu terdengar seperti mengisyaratkan adanya serangan.


“Serangan! Heaven Empire diserang!”


Sean yang baru saja berpikiran agar Heaven Empire tidak diserang segera berdecak, “Apa yang tidak kuinginkan malah terjadi...”


Slitherio mengembangkan sayapnya, “Aku akan mencoba melihat penyerang, kalau itu benar-benar Hell Empire, aku akan memberitahu kalian dengan Light of Help...”


Light of Help sudah dimiliki oleh semua dewa. Light of Help sudah disepakati oleh semua orang sebagai sebuah sinyal pemberitahuan. Dalam kasus ini, Slitherio sudah sepakat kalau Light of Help hanya akan dikeluarkan apabila ada hal yang benar-benar gawat dan memerlukan bantuan semua orang. Daishi juga setuju akan hal ini, begitu juga Ware.


Saat Slitherio berniat terbang, Sean menarik ujung Heaven Flame Sword yang tersarung di pinggang kiri Slitherio, “Apa kau yakin akan melihat dalam situasi gelap seperti ini?”

__ADS_1


“Dan apa kau tidak lihat cahaya bulan diatas itu?” tanya Slitherio balik yang membuat FastStone, Sean, dan Lore menatap ke atas. 


Sekarang adalah fenomena Full Moon Curse dan itu bisa membuat Slitherio dan para Remaister melemah.


“Fu-Full Moon Curse!” Lore tentu mengenal fenomena ini karena setiap tahun akan ada kejadian semacam ini di seluruh dunia.


Slitherio mengepalkan tangannya, “Kalau aku tidak kesana, siapa lagi? Yang memiliki kemampuan terbang, selain diriku ada Riana. Tetapi dia tidak ada disini...”


“Biar aku juga ikut...” Sean menarik ujung pedang Slitherio lagi, “Aku akan pergi bersama Geon...”


Geon adalah naga peliharaan Sean dan Geon kini berlevel 990, level yang terbilang tinggi dan berada satu level diatas Night Cloud Dragon milik Guild Sevens yang memiliki level 989.


“Kalau Li, ia sudah ada Night. Kita bisa tenang...” Slitherio melompat ke atas, “Sean, cepat!”


Sean memanggil Geon dan menaikinya, “Ayo!”


Slitherio dan Geon terbang dengan kecepatan tinggi menuju gerbang masuk Heaven Empire yang berada sekitar lima bangunan dari tempat Slitherio dan yang lainnya duduk.


“Bagaimana bisa tidak terdengar kalau suaranya saja sekeras itu?” tanya Sean balik. Ia lalu segera terdiam.


“Aku akan coba mendekat...” Slitherio lalu terbang menuju gerbang masuk lebih dekat dan ikut berkerumun disana bersama dengan pasukan penjaga.


“Siapa itu?” tanya Slitherio.


“Kami tidak tahu. Ada empat wajah yang terlihat memimpin pasukan besar yang jumlahnya tidak kami ketahui...” salah seorang prajurit yang ada di dekat Slitherio menjawab.


Slitherio menyipitkan matanya lalu berkata, “Geser sedikit...” Slitherio maju terus dan berjalan sampai ke ujung gerbang masuk.


Saat ia sampai di sana, ia menyipitkan lagi matanya dan ia menyadari satu sosok diantara empat orang yang disebut sebagai pemimpin dari pasukan besar itu. Orang yang dulu pernah ia lawan enam tahun lalu. Leone sang kaisar Hell Empire kedua.


“A-Apa?!”

__ADS_1


Slitherio tanpa ragu langsung melepaskan Light of Help ke atas langit lalu melesat menuju Sean dengan kecepatan tinggi.


Sean yang melihat Slitherio melesat menujunya segera menyiapkan jendela pembicaraannya dengan cepat, apalagi setelah melihat Light of Help yang dilepaskan oleh Slitherio.


“Ini... Penyerangnya adalah Hell Empire dan salah satu pemimpinnya adalah Leone!” seru Slitherio lalu berkata lagi, “Cepat, hubungi rekan-rekan kita di benua lain dan sebarkan lokasi kita saat ini! Kita akan menyelesaikan Chapter terakhir hari ini juga!”


Sean mengangguk dan langsung melakukan hal yang diminta Slitherio. Sedangkan Slitherio, ia membagi tugas pada Li dan Riana.


“Li, jarak antara perpustakaan dan ruang santai para jendral berdekatan, bukan? Tolong kabarkan hal ini pada Wilhelm dan Vius untuk tetap bersiaga di tempat serta memberitahu tiga jendral.”


“Riana, kau juga bersiaga di tempat dan tunggu perintahku selanjutnya. Beritahu pada Carey untuk ikut memberitahu guild yang lainnya untuk mengirimkan sebagian kekuatan mereka kemari. Selesai.”


Riana dan Li mengangguk lalu melesat pergi mengabarkan teman-teman mereka. Slitherio dan Sean saling pandang sebelum akhirnya Sean berkata, “Aku meminta pada LoghSeveria untuk mengirim seluruh anggota Guild Profesional dan kita mempertaruhkan kemenangan kita disini...”


“Apa maksudmu?! Kalau kita melakukan itu, bisa-bisa Heaven Empire akan dijadikan umpan sebelum Hell Empire menyerang lima benua lainnya!” Slitherio mengguncang pundak Sean, “Apa kau tidak dengar ucapanku tadi saat makan malam?!”


“Aku dengar. Tapi aku tak punya pilihan lain...” Sean memalingkan wajahnya, “Kau pasti akan melakukan hal yang sama denganku saat kau berada di posisiku...”


“Kau sudah memberitahu kalau kau melepaskan Light of Help, artinya ada keadaan gawat. Jadi aku meminta seluruh pemain untuk datang kemari. Ditambah kau mengatakan penyerangnya adalah Hell Empire, hanya membuat aku memantapkan pilihanku itu.” Ujar Sean.


“Satu lagi, jumlah pasukan yang dibawa mereka itu tidak bisa kuhitung, kalau bisa, kira-kira ada sekitar lebih dari 500.000 prajurit, mungkin lebih. Jumlah ini tidak mungkin adalah jumlah sebagian dari seluruh pasukan yang dimiliki Hell Empire. Sebab itulah aku langsung meminta seluruh pemain level 900 ke atas dan ke bawah kemari, entah itu solo player ataupun player guild, semua kupanggil...”


Catatan Penulis:


Sepusing itukah memikirkan tugas?


Buat yang pusing tentang tugas, ataupun hal-hal sepele lainnya, silahkan gabung ke grup penulis untuk mendapatkan pencerahan. ;)


Salam,


Rio.

__ADS_1


__ADS_2