
Slitherio mengajak Asheuin duduk di tempat tadi mereka memberikan penawaran padanya. Sayangnya, tempat itu hancur terkena serangan terakhir Slitherio. Asheuin berteriak sekeras ia bisa hingga suaranya memecah keheningan Altar of King.
Whu, Atra, dan Selena keluar dari gubuk dan mengatakan tidak menemukan kotak apapun, yang ada hanya tumpukan buku dan sebuah peti yang tidak bisa dibuka oleh mereka semua, sekalipun oleh Selena yang merupakan murid ahli segel sedunia, Kivlev.
Mereka akhirnya duduk di atas tanah dan mendengarkan Asheuin bercerita tentang masa lalunya.
“Hingga saat ini pun, aku tidak pernah menggenggam tangan serorang gadis yang kucintai...” Asheuin menyeka air matanya yang jatuh ketika ia ingat akan masa lalunya itu.
Slitherio, Atra, Whu dan Selena ikut menjatuhkan air mata meskipun tidak sebanyak Asheuin.
“Aku sudah tidak memiliki rumah untuk pulang...” Asheuin berkata lagi sambil menatap gubuk yang menemani kesepiannya disini.
Sesuatu terasa menusuk Slitherio ketika mendengar ucapan Asheuin tentang rumah untuk pulang.
“Jika dipikir kembali, itu benar. Kami tidak pernah memiliki tempat untuk pulang.” Whu berkata sambil menepuk pundak Asheuin pelan, “Sama sepertimu.”
“Kalian menginginkan Magic Cube bukan? Aku berikan.” Asheuin memasukkan tangannya ke jubah, berniat mengeluarkan sesuatu.
“Jika aku menghilang dari dunia, bawalah juga cincin roh milik kelima temanku dan seluruh buku dan senjata milik kami semua.” Asheuin mengeluarkan Magic Cube yang akan selalu ia bawa.
“Semua?” tanya Whu sedangkan Slitherio mengambil Magic Cube setelah memberikan sedikit penghormatan.
“Semua, termasuk peninggalanku sendiri...” ketika Magic Cube tidak berada ditangannya, Asheuin menghilang kemudian menjatuhkan beberapa benda yang tadi dipakai olehnya.
“Jubah dan topi ini mohon diberikan padaku.” Whu mengambil topi beserta jubah Asheuin.
“Dia juga menjatuhkan kunci? Kunci apa ini?” Atra mengambil sebuah kunci yang ikut jatuh saat Asheuin pergi meninggalkan dunia.
[Box Key (Ancient)
__ADS_1
Kunci ini adalah kunci untuk membuka sebuah peti yang berisi seluruh peninggalan Asheuin bersama temannya selama menjelajahi dunia]
Mereka pergi menuju gubuk dan mencari peti yang dimaksud. Ketika sudah ketemu, mereka membuka kotak itu dan melihat Equip berkualitas Legendary tersimpan dalam satu peti.
Equip memiliki tingkatannya sendiri, dari yang paling rendah Simple, diatasnya ada Unique, Rare, Epic, Ancient, Heirloom, dan yang tertinggi adalah Legendary.
Pedang yang diberikan oleh Atra kepada Slitherio memiliki tingkat Simple. Sementara perlengkapan seluruh Remaister yang sedang berada di Altar of King bertingkat Legendary.
“Sepeti Equip Legendary?!”
Mereka mengambil beberapa dan Slitherio meminta agar seluruh Equip itu tidak dijual karena mereka semua akan membangkitkan kembali Asheuin bersama seluruh teman-temannya.
Slitherio berharap agar di kehidupan keduanya mereka dapat memakai seluruh Equip mereka yang dulu.
Kemudian, mereka membagi cincin roh yang Asheuin katakan berisi jiwa teman-temannya.
“Aku akan pergi sendiri...” Selena melesat meninggalkan Whu, Atra, dan Slitherio di tempat itu dan kembali menuju Midvast.
“Whu, apa kau mau ikut kami ke Sky Empire?” tanya Slitherio sambil mengambil beberapa Potion dari rak buku Asheuin.
“Tentu saja, aku merasa sebenarnya hidupku lebih berwarna jika bersama kalian.” Whu mengangguk sambil menepuk pundak Slitherio.
“Bagus, sebaiknya kalian mengambil semua Stamina Potion yang ada disini untuk perjalanan kita kembali ke Midvast.” Slitherio mengambil satu buku kemudian membacanya.
Sebenarnya, buku ini adalah salah satu skill book yang berjudul Wind Step. Skill ini dapat membuat penggunanya melesat secepat angin. Dikatakan jika sudah mencapai tingkat Master, pengguna skill ini dapat berjalan secepat angin dan setiap ia mendarat diatas ranting pohon tidak akan membuatnya terjatuh.
Slitherio tertarik pada skill ini bukan karena penasaran, melainkan desakan agar Magic Cube segera dikembalikan.
Slitherio tidak tau apa yang membuat benda ini harus dikembalikan, tetapi firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
__ADS_1
[Selamat, kau telah menguasai Wind Step!
Kau mendapat title ‘As Fast As Wind'
Menambah kecepatan gerak sebesar 30% setiap melompat dan menambah kecepatan gerak diatas air sebesar 5%]
“Hey, kalian harus mempelajari skill ini.” Slitherio memberikan buku itu untuk dibaca oleh Atra dan Whu.
Setengah jam berlalu, mereka berhasil menguasai skill ini dan langsung mencobanya di udara. Rumput sekitar tempat mereka tadi berpijak terhembus kencang ketika mendapat angin dari awalan skill Wind Step.
“Sampai jumpa Altar of King, aku akan kembali nanti...” Slitherio menggumam sambil menatap Altar of King dari kejauhan.
***
Zen Oryokoza, seorang prajurit Orc yang diangkat oleh jendral kerajaannya menjadi Commander. Zen yang masih tidak paham malah dikirim ke Death Valley dan disuruh mengabdi pada penguasanya yang tidak ia ketahui namanya.
Ia dilatih menjadi prajurit perkasa dan bertemu dengan Fisvion serta Fadexion. Mereka bertiga akhirnya berlatih bersama dan bertarung bersama.
Hari ini, mereka disuruh menghadap ke penguasa Death Valley yang ternyata adalah penguasa dari Hell Empire, Deviasy.
Mereka disuruh membawa seluruh kekuatan mereka untuk menghancurkan salah satu dari empat kekaisaran, yaitu Sky Empire.
Beberapa bulan berlalu, mereka berhasil sampai di perbatasan Sky Empire dengan Land Empire bagian tenggara.
Mereka memasang sedikit pertahanan kemudian mempelajari sekitar Sky Empire dan mempelajari struktur dari Sky Empire.
Beberapa hari berlalu, mereka berhasil menemukan posisi dari ibukota Sky Empire yang berada tak jauh dari posisi mereka saat ini.
Zen menatap perbatasan sambil tersenyum, “Apa lagi kejutan yang akan menantiku disana?”
__ADS_1