Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
129. Status


__ADS_3

Ryan membuka matanya dan menatap ke langit-langit kamarnya, sudah gelap, batin Ryan lalu merubah posisinya menjadi duduk. Ia lalu melihat jam.


Jam menunjukkan pukul setengah enam sore dan sepertinya Ryan tertidur selama empat jam. 


Meski terlihat singkat, tetapi menurut artikel yang dibaca oleh Ryan dulu, meski hanya sebentar, tidur itu mampu mengembalikan stamina yang hilang selama beraktivitas dengan jumlah yang besar.


Ryan meletakkan kembali V-Gearnya di atas tempat tidur lalu ia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum makan.


Makanan yang akan ia hari ini berasal dari rumah Rio. Tadi siang saat ia pergi ke rumah Rio, ia diberikan sedikit makanan oleh ibunya Rio.


“Kasihan saat melihatmu pergi kesini sambil menyerahkan bahan makanan lau berkata kalau bahan makanannya terlalu beku, jadi aku berikan sedikit makanan yang tadi aku masak.” Bagitulah ibu Rio berkata saat Ryan akan pulang. Jadi, Ryan pulang sambil membawa sedikit makanan dan makanan ringan untuk ia santap saat sedang bosan.


Ryan mengambil makanan di kulkas dan mendiamkannya sebentar sebelum memakannya dengan santai.


Tak ada yang perlu dikejar, pikir Ryan saat menyantap makanannya. 


Ryan mengangkat piring makanannya kemudian membawanya ke ruang santai tempatnya biasa menonton televisi dan menyalakan televisinya. Ia lalu makan sambil menonton televisi.


Jika seandainya ayah Ryan melihatnya makan di tempat itu, mungkin ia akan langsung memarahi Ryan tanpa perlu basa-basi lagi.


Hal ini disebabkan karena ayah Ryan yang bisa dibilang sangat disiplin dalam mendidik anak satu-satunya itu. Karena hal itu pula, Ryan memutuskan untuk belajar sendiri, apapun yang terjadi.


Ryan menonton televisi yang isinya menarik baginya, yaitu tentang kabar Event War Guild yang dihentikan karena suatu alasan.


Tentu para pemain sudah mengetahui alasan itu, yaitu karena Sky Empire sebagai lokasi dilaksanakannya event diserang oleh pasukan besar dan membunuh sebagian besar para peserta, hanya menyisakan beberapa peserta yang terbilang kuat dan beberapa anggota Guild Sevens.


Ketua Guild Sevens yaitu Slitherio dengan wakil ketuanya yang bernama Riana berhasil mengalahkan pimpinan pasukan lawan bersama dengan Dragon Emperor Sean. Hal ini menyebabkan Guild Sevens berhasil memenangkan Event War Guild.


Neil Young mengonfirmasikan hal itu melalui juru bicara IROO dan alasannya masih belum diketahui.


Hanya hal ini yang diketahui oleh pemain kebanyakan. Kejadian sebenarnya hanya diketahui oleh Slitherio, Riana, Li, Sean, Luvian, Neil, dan Albert sebagai beberapa dari pemain yang berhasil membela diri mereka dari pasukan penyerang Sky Empire.


Ryan tertawa kecil saat mendengar berita itu, ia termasuk salah satu dari pemain yang mengetahui kejadian sebenarnya karena ia sendiri yang mendapatkan gelar Sword Emperor dan berhasil memukul mundur pasukan lawan sendirian.


Ia lalu melihat jam yang tertera di bawah layar televisi dan jam menunjukkan pukul setengah delapan malam. Ia lalu menghabiskan makanannya dengan cepat lalu membersihkan peralatan makannya dan kembali duduk di depan televisi.


Ia menonton televisi dengan datar, entah kenapa ia merasa bosan kali ini.

__ADS_1


“Padahal baru diam di dunia nyata selama beberapa jam, malah sudah bosan...” Ryan menguap, ia lalu mematikan televisinya dan berjalan menuju kamarnya.


Sebelum itu, ia menutup semua celah di rumahnya, yaitu jendela dan pintu kemudian mengunci semuanya.


Setelah itu, ia menuju kamarnya dan menyambungkan dirinya dengan dunia seberang, yaitu Midvast.


***


Slitherio menatap sekelilingnya, ia berada di ujung Tebing Keabadian dan hari masih siang. Ia kembali duduk dan memeriksa Statusnya.


“Status.”


[Slitherio/Phoenix/Flame Knight/level 239


STR (669) INT (611) VIT (341) DEX (603)


HP: 59.750


Murderous Point: 2.001


Mana: 2,9 Spirit/20.900 Mana


Sword Mastery: Advance level 22


Dapat memberikan tambahan Physical Damage+200 setelah memakai skill.


Skill pasif: Immortal Beast 


Pemilik skill ini dapat bangkit dari kematian, mati berkali-kali dapat memperpanjang Cooldown skill ini. Cooldown: 1 hari]


“Hmm, aku akan mencoba menambahkan VIT Point ke HP-ku...” Slitherio lalu mencari tanda tambah di samping banyak HP yang dimilikinya.


[Apa kau yakin ingin membuat jumlah HP-mu dipengaruhi oleh VIT Point?


Satu VIT Point\=+100 HP]


“Ya...” Slitherio ingin melihat, sebanyak apa HP-nya nanti jika dipengaruhi oleh VIT Point.

__ADS_1


“Status.”


[Slitherio/Phoenix/Flame Knight/level 239+4


STR (669) INT (611) VIT (341) DEX (603)


HP: 98.350


Murderous Point: 2.001


Mana: 2,9 Spirit/20.900 Mana


Sword Mastery: Advance level 22


Dapat memberikan tambahan Physical Damage+200 setelah memakai skill.


Skill pasif: Immortal Beast 


Pemilik skill ini dapat bangkit dari kematian, mati berkali-kali dapat memperpanjang Cooldown skill ini. Cooldown: 1 hari]


Slitherio terdiam saat melihat hal itu, “Artinya HP-ku yang sekarang setidaknya setara dengan HP milii FastStone?”


HP milik FastStone kira-kira sebesar 99.000 dan jumlah ini sudah dipengaruhi oleh VIT Point, begitulah kata FastStone saat Slitherio tanyai tentang jumlah HP para anggota Guild Sevens beberapa hari lalu.


Setidaknya, pertahanan FastStone berada di peringkat nomor satu di Guild Sevens dan pertahanan Slitherio berada di peringkat ketiga setelahnya Whu.


Kekuatan serangan Slitherio berada di posisi pertama di Guild Sevens, diikuti Atra, Whu, FastStone, Zynga, LoghSeveria, Riana, Naze, Asvi, Geisha, Ovyx, Clarey, June, Renne, Lynx, Li, dan clover tidak dihitung karena Clover tidak memiliki skill serangan.


Saat Slitherio sedang asyik melihat statusnya, tiba-tiba Naze datang dan menepuk pundak Slitherio keras.


“Slitherio, kau harus pergi ke pusat kota dan melihat hal yang sedang terjadi disana sekarang!” Naze berkata dengan napas tidak beraturan, ia terlihat seperti kelelahan karena habis melakukan sesuatu yang berat.


Slitherio menutup statusnya dan berjalan mengikuti Naze yang sudah kembali berlari menuju pusat kota.


Dari ujung Tebing Keabadian menuju pusat kota, akan memakan waktu selama kurang dari lima menit jika berjalan di jalur yang dibuat olehnya, dan sekitar tiga puluh detik jika terbang atau melesat dengan Wind Step.


Saat Slitherio sampai di pusat kota, yang menyambutnya saat itu membuatnya membuka mulutnya dengan lebar.

__ADS_1


__ADS_2