
Tiga bulan berlalu sejak Ryan menyatakan perasaannya pada Raisya...
Kabar pertama yang didengar oleh Ryan setelah kembali dari apartemen Raisya adalah tentang Hendra, Leo, dan Justin yang menemukan teman hidupnya.
Ryan menebak kalau mereka adalah teman yang dimaksud oleh Raisya yang mengintip Ryan saat itu.
Ryan mengira kalau Rio adalah orang yang memberi sedikit pelajaran bagi ketiganya karena kasihan melihat ketiganya yang selalu sendiri. Perkiraannya benar.
Rio mengaku sendiri kalau ia yang memberi cara agar bisa mendapatkan teman hidup. Ryan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat Rio bercerita.
Du bulan setelahnya, Ryan menikahi Raisya dan pernikahan mereka dihadiri oleh seluruh anggota Guild Sevens yang jauh-jauh datang ke Indonesia hanya untuk melihat pernikahan Ryan.
Tak ada yang menyangka kalau Slitherio yang terkenal akan kekuatannya yang besar memiliki penampilan yang tampan dan terlihat pintar.
Riana bahkan jatuh hati pada Ryan setelah melihat wajahnya, tetapi ia mengendalikan dirinya setelah mengetahui kalau Ryan sudah menikah.
Riana datang dari Amerika Selatan, Whu datang dari China dengan Li, Atra dari Korea Utara, Clover dari Inggris dengan Renne, Tsuyoshi dari Jepang dengan FastStone. Sisanya dari Indonesia.
Tentu tak ada yang percaya awalnya wajah Ryan seperti itu, tetapi mereka segera menguasai diri masing-masing dan mengucapkan selamat bagi keduanya.
Sean juga datang dengan Lea yang merupakan istrinya ke acara pernikahan Ryan dan Sean tidak mempercayai kalau orang yang memakai karakter Slitherio adalah seorang pria yang tampan serta pintar.
“Harus kuakui, kau itu pintar dalam mengambil keputusan soal cinta...” June yang berdiri di dekat Raisya berbisik pelan. Raisya hanya tersenyum tipis saat mendengar itu.
Orang-orang yang datang juga sulit menerima kebenaran kalau Sean adalah orang Indonesia dan merupakan kakak kelasnya Ryan saat di SMA.
Tetapi keduanya tidak mengenal dan keduanya hanya menggelengkan kepalanya saat ditanyai seperti itu.
Pernikahan keduanya terasa ramai dengan kedatangan seluruh anggota Guild Sevens serta tamu tak terduga yaitu Gold Dragon God Sean.
Acara berlangsung selama dua hari dan ketika sudah berakhir, Clover, Whu, Atra, Tsuyoshi, FastStone, dan Li memilih berkeliling kota Ryan sambil mengisi waktu bersama Rio yang lebih mengenal kota. Menurut mereka, kota Ryan terasa ramai jika dibandingkan dengan tempat tinggal mereka di negara masing-masing.
Riana dan Renne memilih berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu bersama dengan Clare dan June.
Hendra, Leo, dan Justin sudah asyik dengan teman hidup mereka, sedangkan Agus dan Fredy menyesal tidak ikut menguntit Ryan dua bulan lalu serta tak mendapat pelajaran berharga dari Guru Rio.
***
Malam harinya, dua hari setelah pernikahan selesai...
Ryan menerima kabar dari Rio dan Clare kalau teman-temannya sudah kembali ke negara masing-masing dengan perasaan bahagia karena dapat berlibur di negeri orang dengan santai.
Ryan merapatkan giginya, santai? Jelas-jelas kalau uang mereka didapatkan dari Ryan yang masih berbaik hati membagi 5 Diamond itu dengan sama rata dengan seluruh anggota Guild Sevens.
“Biarlah, mereka baru melewati kesulitan dan kita harus memberi mereka jawaban atas janji yang kau buat lebih dari enam bulan lalu...” Raisya menyandarkan kepalanya di pundak Ryan.
__ADS_1
Keduanya duduk di balkon kamar Ryan sambil menatap bulan yang berbentuk bulat sempurna. Ditemani oleh angin pelan, membuat suasana menjadi sedikit menenangkan.
Raisya pindah ke rumah Ryan dengan bantuan kakaknya. Tentu kakaknya bahagia mendengar kabar Raisya menikah dan ia mengetahui soal kehebatan Ryan.
“Kau harus menjaga adikku, jika tidak...” kakak Raisya saat itu mengacungkan kepalan tangannya saat mengatakan hal itu pada Ryan.
Ryan hanya mengangguk sambil tersenyum lebar. Keduanya akhirnya tinggal di rumah yang sama.
Seperti biasanya saat mereka di Midvast, mereka akan duduk bersebelahan sambil menatap bulan saat malam hari.
Raisya akan menyandarkan kepalanya di pundak Ryan, sedangkan Ryan akan merangkul Raisya dari belakang.
Mereka duduk dalam diam sampai malam semakin larut. Ryan yang merasa kalau terlalu sepi membuka pembicaraan sekali lagi.
“Jika seandainya kita memilik anak, akan kita beri nama apa pada anak kita?” tanya Ryan yang membuat Raisya tertawa kecil.
“Istirahat saja dulu, baru pikirkan hal itu nanti...” Raisya tersenyum lebar sambil menatap bulan, “Oh ya, pekerjaanmu bagaimana?”
Ryan berpikir sebentar sebelum berkata, “Pimpinan sudah membuka kembali tempat kerja, aku akan kembali bekerja dalam waktu dekat ini sambil diselingi bermain Remaist Online...”
“Setidaknya kau punya pekerjaan...” ujar Raisya sambil tersenyum.
Ryan ikut tersenyum dan ia melepas rangkulannya, “Ayo tidur, sudah malam..” Ryan berdiri dan berjalan menuju dekat pintu, menunggu Raisya berdiri dan masuk.
Ryan menutup pintu balkon setelah Raisya masuk dan mereka lalu tidur.
***
Slitherio berdiri menghadap seluruh anggota Guild Sevens sambil berkata, “Hari ini, aku akan mengajak beberapa diantara kalian untuk pergi ke Gods Island...”
Semua orang yang mendengar itu menaikkan alis masing-masing, “Gods Island? Masih terlalu dini untuk pergi kesana...” ujar Whu.
“Memang dini, tetapi kita harus menyiapkan kemampuan untuk Chapter terakhir, yaitu Chapter 09 yang masih belum diberitahu itu...” Slitherio membuka menu Plot of Hell Empire.
“Tersisa satu saja...” Slitherio menutup kembali menu itu.
“Aku punya saran...” Li mengangkat tangannya, “Bagaimana kalau kita serahkan saja pada para Newbie?”
“Aku ragu mereka akan menerimanya...” Riana mengelus dagunya. Atra, FastStone, Clover, Asvi, Lynx, Zynga, dan Ovyx mengiyakan ucapan Riana.
“Benar-benar ragu...” ujar Atra.
“Apa alasanmu mengatakan hal seperti itu?” tanya Slitherio pada Atra dan Riana.
“Mereka sudah menerima kemudahan dengan masuk setelah Chapter 07 selesai, bukan begitu?” Riana menjawab pertanyaan Slitherio.
__ADS_1
“Tetapi ada juga beberapa Newbie yang mau mencoba mencari tahu soal Chapter terakhir yang belum diumumkan itu.” Ujar Geisha.
“Ada yang mengatakan kalau Chapter terakhir adalah mungkin Hell Empire akan membalas dendam ke kita semua...” lanjut Geisha.
“Ada juga yang mengatakan kalau kita diharuskan mencari lokasi Hell Empire dan menghancurkan seluruh yang ada disana...” LoghSeveria melanjutkan.
“Biar begitu kita juga harus tetap membantu, bukan?” Slitherio menaikkan sedikit ujung bibirnya.
“Sudahlah Flame Sword God Slitherio,, kita hanya perlu memilih diantara kita, siapa yang akan pergi denganmu ke Gods Island?” Ovyx mengibaskan tangannya. Semuanya mengiyakan.
“Kalian hanya iya-iya saja!” Slitherio memukul meja, seketika bekas telapak tangan Slitherio muncul di atas meja.
“Undi?” tanya FastStone sambil menaikkan kepalan tangannya.
“Punggung, telapak tangan...” semuanya melakukan undian, kecuali Slitherio dan Geisha. Geisha sudah pasti akan ikut untuk menemani suaminya.
“Sial...” Ovyx, Asvi, dan Riana menepuk dahi mereka bersamaan.
Mereka membuat kesepakatan. Yang mendapat punggung akan diam di Kota Hostix, sedangkan yang membuat telapak tangan akan ikut ke Gods Island.
Yang membuat punggung hanya Ovyx, Riana, dan Asvi. Sisanya membuat telapak tangan.
“Kebanyakan! Ulang!” Slitherio serasa ingin mencekik siapapun yang ada disana, tetapi ia menahan dirinya.
Mereka yang membuat telapak tangan kembali mengulang. Kesepakatannya masih sama.
“Punggung, telapak tangan...”
LoghSeveria, Whu, Atra, FastStone, Clarey, Renne, June, Tsuyoshi, dan Clover membuat telapak tangan. Li membuat sebuah gunting lalu melakukan gerakan seperti menggunting telapak tangan yang lainnya.
“Ulang!” Slitherio memukul kepala Li keras dan berkata, “Li akan ikut denganku.”
Semua mengangguk lalu kembali melakukan undi.
“Punggung, telapak tangan...”
“Yuhu, aku akan ikut Slitherio!” FastStone berseru sambil menatap Slitherio yang memijat keningnya.
FastStone, Naze, Atra, dan Clarey membuat gunting. Whu, LoghSeveria, Renne, June, Tsuyoshi, dan Clover membutmat telapak tangan, yang artinya mereka tidak ingin melihat Slitherio emosi lagi karena melihat kelakuan mereka.
“Lagunya 'Punggung, telapak tangan' tapi yang menang itu gunting...” suara seorang pria terdengar di belakang Slitherio dan yang lainnya mengenalinya sebagai FolkChase.
“Yo, Slitherio...” FolkChase menarik Slitherio dan menyuruhnya berdiri sedangkan dirinya duduk.
“Hormat, senior...” semua orang, termasuk Slitherio membungkuk dan memberi hormat pada FolkChase. FolkChase mengangguk.
__ADS_1
“Apa tujuan anda datang kemari?” tanya Slitherio.
“Aku ingin memberitahu tentang Triangle Sea yang terkenal kejam itu serta keberadaan satu Phoenix lagi di dunia...” FolkChase menatap satu persatu orang disana dengan seksama.