
Di Death Valley...
“Kalian melarikan diri?” Leone menatap Mide dan Boss Behemoth tajam.
Keduanya baru sampai setelah berhasil kabur dari keroyokan pasukan penakluk Gate of Beast Hell.
Dengan kata lain, Gate of Beast Hell berhasil ditaklukan dan salah satu dari lima petinggi Hell Empire menghilang.
“Tapi setidaknya kalian berhasil mempertahankan kehidupan kedua kalian ini...” Sueta menghibur keduanya yang terlihat menyesal akan keputusan keduanya tadi.
“Dibanding hanya dua jendral saja, bagaimana kalau kita melepaskan ketujuh jendral kita secara bersamaan?” Bagune memberi usul.
“Boleh juga...” Deviasy menjentikkan jarinya, “Biar aku mencari tujuh Hell Sins Fruit untuk kalian bertujuh...”
Deviasy kemudian menghilang bersama dengan Vet yang mengikutinya. Yang tersisa disana hanya Leone, Sueta, Bagune, Demino, Louse, dan tujuh jendral.
“Yang penting adalah nanti kalian harus mengacak-acak seisi Midvast dengan seluruh kekuatan kalian.” Leone mengatakan rencananya untuk mereka bertujuh.
“Tetapi pastikan kalau tidak ada Beast Remaist World Ruler lainnya di sekitar kalian.” Louse mengingatkan, “Kalau kalian bisa menghabisi Beast Remaist World Ruler tersebut, maka Midvast akan semakin hancur...”
Visidha, Mide, Maxe, Boss Behemoth, Lava Bird, Kraken, dan Whazard mengangguk.
Wujud manusia ketujuhnya memang terlihat aneh. Mide memiliki kulit seperti kulit ular, Visidha memiliki kumis panjang dengan mata yang terlihat tajam, Lava Bird memiliki tubuh pendek dengan mata yang berwarna merah terang, Kraken memiliki kulit yang terlihat mengkilap, Whazard memiliki tubuh yang punggungnya terlihat berwarna biru terang, dan Maxe yang memiliki ekor seperti ekor monyet.
Para Beast Remaist World Ruler memiliki wujud tubuhnya masing-masing dengan ciri khas dari jenis makhluk apa dia.
Beberapa saat kemudian, Deviasy dan Vet datang dengan membawa tujuh buah berwarna ungu gelap. Itulah Hell Sins Fruit.
Tujuh jendral menerima buah itu dan langsung mengonsumsinya. Ledakan energi yang besar terjadi pada tubuh ketujuhnya, membuat ruangan itu bergetar saking kuatnya energi itu.
Hanya perlu kurang dari dua menit untuk menyerap keseluruhan manfaat buah itu. Ketujuhnya langsung memberi hormat mereka lalu menghilang.
Leone yang melihat ketujuh jendralnya pergi segera bergumam, “Biar mereka merasakan kekuatan dari kami...”
***
Triangle Sea...
Para nelayan yang sedang mencari ikan secara tiba-tiba dikejutkan oleh gelombang yang amat kuat dari dalam laut.
Cahaya biru samar-samar terlihat dari kedalaman laut, membuat rasa penasaran yang besar dari para nelayan itu.
Saat cahaya biru itu semakin terang, saat itulah monster berukuran raksasa melompat dari dalam laut dan menenggelamkan seluruh nelayan yang sedang mencari ikan di lautan itu.
Monster itu bukan lain adalah Whazard, salah satu jendral Hell Empire yang memiliki gelar Beast Remaist World Ruler.
Wujudnya adalah seperti seekor kadal raksasa yang mampu bernapas di dalam air. Whazard mengarahkan mulutnya ke langit dan melepaskan energi berwarna biru ke langit.
Tak ada yang mengetahui kedatangan monster itu, tetapi yang pasti kemunculan monster itu adalah awal dari teror yang akan terjadi selanjutnya.
Beberapa nelayan yang tidak ikut tenggelam segera membawa kapal masing-masing kembali ke Ocean Empire dan melaporkan hal itu pada Trestio, penguasa Ocean Empire.
“Benarkah?” Trestio yang sedang bersantai sulit menerima kabar itu.
Memang Whazard sudah terkenal memiliki tempat tinggal di Triangle Sea. Tak pernah sekalipun Trestio bayangkan kalau ternyata monster yang selama ini tinggal di dekatnya adalah musuh utama Benua Midvast, Hell Empire.
Hal itu hanyalah perkiraan dari salah satu penasihat Ocean Empire yang kebetulan mengenali lambang tujuh api yang ada di tubuh Whazard.
Tanpa ada pilihan, Trestio dan pasukannya akhirnya memilih untuk mencoba menghentikan Whazard itu dengan kekuatannya.
***
Sahara Desert...
Tanah yang awalnya tenang mulai kacau tak beraturan. Para hewan yang tinggal disana segera melarikan diri mencari tempat aman dan memperhatikan kejadian itu.
Seekor ular raksasa perlahan-lahan muncul dari dalam tanah dan memunculkan wujudnya yang luar biasa mengerikannya.
Ular tersebut memiliki panjang yang sulit untuk diperkirakan, kulit yang ditutupi sisik berwarna hitam kehijauan yang amat keras, mata yang tengah-tengahnya berbentuk garis lurus, dengan taring yang amat mengerikan. Dia adalah King Cobra.
King Cobra bergerak cepat dan melahap hewan-hewan kecil yang ada disekitarnya kemudian langsung mencari mangsa baru lagi.
Tepat saat itu, sebuah Guild yang bernama Guild Blaze kebetulan lewat disekitar King Cobra.
Guild Blaze adalah guild yang memiliki markas di tengah-tengah gurun luas dan ciri khasnya adalah lambangnya yang berbentuk garis lurus saja.
Guild Blaze langsung mengaktifkan fitur Camera dan merekam kejadian itu.
Mereka menarik senjata masing-masing dan melesat maju menyerang King Cobra.
Level mereka terbilang rendah dan kemampuan mereka saat ini tidak akan bisa menandingi ular raksasa di hadapan mereka kini.
King Cobra sendiri menjulurkan lidahnya kemudian mengeluarkan ludahnya yang mengandung racun yang amat kuat.
Hari itu adalah kebangkitan para monster mengerikan yang memiliki kekuatan besar dan kemunculan mereka biasanya ditandai dengan bencana yang akan datang, yaitu kebangkitan Hell Empire.
***
__ADS_1
Vesuvius Volcano...
Vesuvius Volcano adalah sebuah gunung berapi yang dianggap merupakan peninggalan dari pertarungan dahsyat ratusan tahun lalu yang melibatkan Heaven Dragon FolkChase dengan Hell Dragon Visidha.
Pertarungan tersebut menghasilkan banyak sekali kenampakan alam yang baru dan menghancurkan kenampakan alam yang lama.
Gunung tersebut hanya aktif saja, tetapi tidak pernah sekalipun terjadi erupsi pada gunung tersebut.
Hari ini, sebuah kejadian yang mengubah keseluruhan bentuk gunung tersebut terjadi dan menghancurkan gunung tersebut.
Vesuvius Volcano bergetar amat hebat, desa yang ada di kaki gunungnya bahkan ikut bergetar. Penduduk desa mengira bahwa gunung tersebut akan erupsi, tetapi kenyataannya tidak.
Sebuah benda menyembul keluar dari sisi gunung, menghancurkan sisi Vesuvius Volcano dan terjadi kembali di sisi yang lainnya.
Dari mulut gunung, sebuah benda yang terlihat seperti moncong burung keluar dan benda yang keluar dari sisi Vesuvius Volcano bergerak.
Gerakan benda itu sekilas mirip seperti mengepakkan sayap, ketika gerakan kedua benda itu semakin hebat, Vesuvius Volcano akhirnya meninggalkan nama saja di Map Midvast. Dengan kata lain, hancur.
Seekor burung dengan bulu berwarna merah terang keluar dari batu-batu reruntuhan Vesuvius Volcano dan melayang di udara. Burung itu bukan lain adalah Lava Bird.
Lava Bird mengepakkan sayapnya dengan hebat, menciptakan angin besar yang langsung menyapu habis desa di kaki gunung tersebut.
Lava Bird menoleh sekitarnya sejenak sebelum melesat dengan kecepatan tinggi menuju selatan.
Tak ada yang menjadi saksi hancurnya Vesuvius Volcano dan desa kecil itu. Tak ada seorang pun.
***
Forbidden Forest...
Forbidden Forest adalah sebuah hutan yang disebut terlarang karena keangkerannya yang menyetarai King Forest.
Hari itu, sebuah kelompok pemain yang sedang mengekspedisi Forbidden Forest melihat sebuah kejadian mengerikan yang terjadi di dalam sebuah goa. Goa itu terus mengeluarkan suara teriakan monyet.
Didorong oleh rasa penasaran, kelompok pemain itu mendekat dan menengok ke dalam.
Seekor monyet dengan ekor panjang bersisik hitam sedang duduk menghadap lubang masuk goa dan terlihat seperti sedang tersenyum lebar. Matanya berwarna merah menyala.
Monyet itu melesat maju dan kelompok pemain itu berteriak sekeras-kerasnya.
“Lari! Berpencar!” seru ketua kelompok itu.
Terlambat. Ekor monyet itu bergerak cepat memanjang dan menyerang kelompok pemain yang berjumlah sekitar sepuluh orang.
Monyet itu sendiri duduk di lubang masuk goa sambil tertawa lepas. Monyet itu bernama Maxe, salah satu jendral Hell Empire yang memiliki wujud Dragon Tailed Ape.
Maxe tertawa lepas sebelum melesat menuju selatan dengan kecepatan tinggi, meninggalkan goa tempat tinggalnya dengan cepat.
***
Triangle Sea...
Beberapa menit setelah kemunculan Whazard yang menggemparkan Ocean Empire, sebuah kejadian selanjutnya membuat pasukan Ocean Empire yang dipimpin oleh Trestio bersiaga penuh.
Seekor gurita raksasa bergerak cepat menuju pasukan Ocean Empire dan Whazard yang saling berhadapan.
Gurita itu melesat kemudian menyemburkan cairan berwarna hitam dan mengarahkannya ke arah pasukan Ocean Empire.
Trestio mengangkat trisulanya lalu berseru, “Water Control Technique: Wall of Water!”
Air-air yang ada di hadapannya membentuk dinding dan menahan semburan gurita itu. Trestio menghunuskan trisulanya, “Siapa kau?!”
Gurita itu adalah Kraken, salah satu jendral Hell Empire sekaligus salah satu dari makhluk kuno yang berhasil sampai di Gods Island.
“Kraken.” Jawab Kraken singkat. Kraken menggunakan tentakelnya lalu menepuk pundak Whazard pelan, “Jadi, bukan?”
“Apa?” Whazard menatap Kraken.
“Kita akan menggabungkan kedua energi kita, bukan?” Kraken menatap Trestio dengan tajam.
“Oh, tentu saja...” Whazard mengangkat kaki depannya, Kraken meletakkan tentakelnya di atas kaki Whazard.
“Blue Power and Black Poison!”
***
Di dekat Kota Hostix...
Sebenarnya, di dekat Kota Hostix itu ada sebuah goa yang amat panjang. Disebut-sebut sebagai salah satu jalan masuknya kekaisaran terbesar di Midvast, Hell Empire.
Di goa itu, sebuah getaran yang kuat terasa sampai ke kota Hostix.
Enam Pilar Naga bersama dengan Atra, Whu, Riana, dan LoghSeveria merasakan getaran itu, mereka bahkan sempat mengira kalau getaran itu adalah gempa. Mereka awalnya sedang berdiskusi tentang ras baru yang muncul di Remaist Online. Ras tersebut adalah Dracula dan pemain yang memilih ras ini akan memulainya dari Kota Hostix.
Semua penduduk Kota Hostix keluar dari tempat tinggal masing-masing dan saling bertanya-tanya.
“Hei, ada apa ini?” Riana menatap Whu.
__ADS_1
“Mana kutahu, kau kira aku ini adalah pemilik dunia?” Whu memukul kepala Riana pelan.
Sudah berlalu lima hari sejak penaklukan ke Gate of Beast Hell terjadi dan berakhir dengan kemenangan gabungan 11 Guild Profesional.
Slitherio sedang beristirahat di kediamannya sendiri. Ia mengaku masih sedikit lelah di tempat itu, entah apa sebabnya.
Naze dan Geisha juga mengatakan kalau Slitherio di dunia nyata sering beristirahat di rumahnya, tanpa mengetahui sebabnya.
“Aku beristirahat karena mempersiapkan diri untuk dua Chapter selanjutnya...” Slitherio muncul tiba-tiba diantara mereka.
“Persiapan?” tanya Asheuin.
“Apa kalian tidak merasakan sesuatu yang janggal disini?” Tsuyoshi datang dengan Naze dan Zynga yang mendapat bagian berjaga hari ini.
“Janggal?” LoghSeveria menaikkan alisnya. Ia tidak paham dengan maksud perkataan Tsuyoshi.
Belum sempat Tsuyoshi menjawab, suara seruan dari Asvi yang berlari mendekat membatalkan niat Tsuyoshi.
“Gawat! Hell Dragon menyerang kota!” Asvi berseru sambil menunjuk kegaduhan yang terjadi di depan gerbang masuk, “Lynx, Clarey, dan June sedang menahannya untuk kita!”
Wajah Slitherio segera berubah menjadi serius, ia lalu berkata pada yang lainnya, “Persiapkan diri kalian, kita akan menyerangnya bersamaan...”
Slitherio mengangkat tangannya, dua pedang terbang ke arahnya dan mendarat di kedua telapak tangan Slitherio.
Slitherio memakai Gold Flame Armour, Flame Phoenix Gauntlet, Gold Feather Boots, dan Red Cloak kemudian membawa kedua pedangnya dan melesat menuju gerbang masuk.
Atra, Whu, Riana, LoghSeveria, Enam Pilar Naga, Tsuyoshi, Naze dan Zynga melesat menuju kediaman masing-masing untuk mengambil Equip lengkap mereka lalu mengenakannya.
Di gerbang masuk, Slitherio melihat Lynx yang sudah kehilangan hampir lebih dari seperempat HPnya, Clarey yang kehilangan separuh HPnya, dan June yang sudah kehabisan Mananya.
Slitherio mendekat dan menepuk pundak Lynx, “Serahkan dia padaku...” Slitherio menarik kedua pedangnya dan menghunuskan Flame Phoenix Sword yang ada di tangan kanannya ke arah Visidha.
Lynx, Clarey, dan June berjalan kembali menuju kota kemudian mereka bertemu dengan seluruh anggota Guild Sevens, kecuali Clover.
“Kalian...” Clarey menatap Naze.
“Kami datang!”
“Maaf terlambat!”
Seluruh anggota Guild Sevens berjalan menuju Slitherio yang sudah memasang posisi udan di hadapannya sudah ada Visidha.
“Hehehe, aku merasakan aura Dark Orb dari sini dan sepertinya aku sudah menemukan para penjaganya!” Visidha menangkupkan kedua telapak tangannya.
Slitherio meletakkan Darkness Fire Sword di belakang kepalanya kemudian berseru, “Pertahankan Kota Hostix!”
***
Seorang pria menatap pasukan besar di hadapannya. Pasukan besar di hadapannya dipimpin oleh empat belas makhluk dengan tujuh diantara mereka bermata hitam dan tujuh lagi bermata merah.
Pria itu memakai jubah berwarna merah dengan pakaian bawahnya yang berwarna hitam. Ia membawa dua pedang di pinggangnya.
Dua pedang dengan satu pedangnya yang berwarna merah menyala dan satu lagi berwarna merah kehitaman.
Di sebelahnya berdiri pria paruh baya dengan palu kecil berwarna biru yang selalu ia bawa sejak dari perkemahan. Di sebelah pria paruh baya itu berdiri seorang pria yang membawa trisula yang terus mengeluarkan aura yang kuat. Di sebelah pria yang membawa trisula berdiri seorang pria dengan pedang berwarna biru gelap.
Ketiga pria itu berdiri di sebelah kanan pria berjubah merah. Di sebelah kiri pria berjubah merah itu berdiri sepuluh orang dengan kekuatan yang amat besar.
Sepuluh orang itu terdiri dari tiga orang wanita dan tujuh orang pria. Orang-orang itu masing-masing membawa senjata yang mengeluarkan aura yang amat hebat.
Di belakang mereka, sekitar seratus ribu orang lebih bersiap di belakang mereka, menunggu perintah dari pria berjubah merah.
Dan pria berjubah merah itu dijuluki...
Flame Sword Emperor!
Season 1 - Remaist Online - (Return Of The Legend) - The End.
Catatan Penulis:
Tak terasa Season 1 akhirnya berakhir dengan jumlah chapter sebanyak 151 chapter dan jumlah kata sebanyak 166.090 kata.
Season 2 akan saya lanjutkan pada tanggal 8 Agustus 2020. Saya mau refreshing dulu sambil membuat tugas yang sudah menumpuk di kamar saya dan juga membuat tugas sambil menonton anime. (Penulis lagi butuh rekomendasi anime fantasi yang episodenya sedikit, yang punya silahkan diberikan lewat kolom komentar)
Selama itu, kalian bisa membaca ulang dari awal sambil menunggu Season 2 dimulai. Sensasinya pasti berbeda dari sebelumnya. Karena saya juga sudah memperbaiki beberapa kata-kata yang salah sebelumnya.
Sedikit info, jika kalian menemukan keanehan di bagian terakhir chapter ini, bagian itu memberikan sedikit spoiler untuk akhir Season 2 nanti.
Akhirnya pertempuran lagi...
Saya juga sudah membagi karya ini menjadi 5 Season. (Gk jadi 4 Season)
Sampai jumpa dua hari lagi.
Salam,
Rio.
__ADS_1