Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
131. Seorang pemain Profesional


__ADS_3

Lima pemain yang mendengarkan kisah Slitherio menatap sampul buku 'Kisah para Dewa’, sementara Slitherio berusaha mempertahankan kesadarannya untuk tetap bercerita meskipun matanya mulai berusaha menutup dengan perlahan.


LoghSeveria, Asvi, Ovyx, Zynga, dan Lynx sudah tertidur di atas meja bundar itu dengan lelapnya, mungkin karena mereka merasa seperti dibacakan sebuah cerita sebelum tidur.


“Baik, apa kalian ingin mendengar catatan kecil dari penulis buku ini?” Slitherio mengakhiri kisahnya dengan menguap pelan dan pertanyaannya dijawab dengan gelengan.


“Itu saja, kami ingin mendengar pendapat anda sekarang...” salah satu pemain merapikan pakaiannya lalu bertanya, “Apa pendapat anda tentang pemain Remaist Online yang baru?”


“Maksudnya?” Slitherio tidak memahami maksud pertanyaan itu.


“Bagaimana pendapat anda soal para pemain baru Remaist Online? Maksudnya tentang beberapa Newbie yang muncul belakangan ini?” salah satu pemain mengoreksi pertanyaan yang tidak mudah dimengerti itu.


“Menurutku, perkembangan mereka terbilang lambat, tetapi ada juga beberapa yang berkembang dengan cepat.” Slitherio memulai jawabannya.


“Selama batas level masih terus ditingkatkan sampai batas level tertinggi, yaitu level 999, ada kemungkinan kalau para pemain profesional, pemain bergelar, dan pemain biasa yang sudah mencapai level tinggi mampu menciptakan jarak bagi para Newbie ini.” 


“Masalah utamanya adalah tentang kemunculan seorang Newbie yang diprediksi memiliki kekuatan setara denganku...” Slitherio memasang wajah serius.


Newbie yang dimaksud adalah EarthSquare, seorang Newbie yang mampu menaikkan levelnya sampai level 150 selama kurang dari setengah bulan. Tak ada yang mengetahui, penyebab peningkatan level EarthSquare yang amat drastis itu.


“Selain Newbie itu, tak ada lagi pemain Newbie yang mampu mengejar ketertinggalannya dengan para pemain biasa yang memiliki level tinggi.” Salah satu pemain yang mewawancarai Slitherio ikut berkomentar.


“Selanjutnya adalah sebuah syarat untuk menjadi pemain profesional...” seorang pemain mengangkat tangannya rendah lalu bertanya, “Menurut anda, apa syarat untuk menjadi seorang pemain profesional?”


“Syarat ya?” Slitherio berpikir lalu mengatakan jawabannya.

__ADS_1


“Syaratnya adalah dia mampu meningkatkan levelnya dengan cepat, itu pasti. Yang kedua adalah ia memiliki kemampuan yang bisa dibilang hebat bagi beberapa orang. Ketiga, ia mampu menunjukkan kepada semua orang bahwa dirinya hebat. Keempat, ia mampu membalikkan sebuah suasana dimana nyawa karakternya jadi taruhannya. Terakhir dan yang paling pasti kalian ketahui adalah diakui oleh orang-orang.” Jawab Slitherio.


“Jika aku diberikan kesempatan berpendapat maka aku memiliki pendapat yang kurang lebih sama dengan Ketua Slitherio...” Tsuyoshi masuk lalu memberi hormatnya pada Slitherio.


“Menurutku pribadi, ada beberapa hal yang membuat seorang pemain dapat disebut sebagai pemain profesional.” Tsuyoshi mencari tempat duduk dan duduk di sebelah LoghSeveria yang tertidur.


“Yaitu, pemain itu mampu mengimbangi seekor monster yang levelnya lebih tinggi darinya sekitar dua atau tiga level, maka dia dapat disebut sebagai pemain bergelar. Jika seorang pemain mampu mengimbangi atau bahkan mengalahkan seekor monster yang levelnya lebih tinggi empat level diatasnya, maka pemain itu dapat disebut pemain terkuat.” Tsuyoshi berhenti sejenak, “Pasti kalian bertanya, apa bedanya pemain biasa, pemain bergelar, pemain terkuat, dan pemain profesional itu?”


“Bedanya adalah berada pada perbedaan level, status, kekuatan skill, Weapon Masterynya, dan kecerdasannya.” LoghSeveria diam-diam menguping pertanyaan Tsuyoshi dan menjawabnya.


“Jika seorang pemain mampu mengalahkan kurang lebih seribu pasukan yang setiap prajuritnya memiliki level di bawah pemain ini dan mengeroyok pemain ini, maka jika pemain ini menang maka pemain ini dapat dipanggil pemain profesional. Aku mendapat pengertian ini dari seorang pemain yang mampu melakukannya.” Tsuyoshi menatap Slitherio yang memasang wajah santainya.


“Benar, ada orang yang seperti itu...” salah satu pemain mengangguk pelan.


“Tetapi syarat ini mungkin sulit dipercaya oleh beberapa pemain, tetapi ada satu syarat lagi yang mungkin terasa sulit dilakukan...” Slitherio berkata, “Yaitu mengalahkan monster yang levelnya lebih tinggi sekitar enam level diatasnya...”


“Tidak, aku pernah melihat pertarungan sejenis itu...” Slitherio menunjuk ke arah Whu yang baru datang, “Dia adalah pemain yang dimaksud itu!”


“Eh?” Whu menaikkan alisnya, bingung, “Apanya yang kau maksud itu?”


“Dia adalah pemain yang mampu membantu kami mengalahkan Shoun yang tersohor itu.” Slitherio menunjuk Whu.


“Aku juga ingin mengatakan sesuatu...” Slitherio berdiri, “Kalian semua yang ada di ruangan ini dapat menjadi pemain profesional!”


“Saya ada satu pertanyaan lagi...” salah satu pemain mengangkat tangannya, “Apakah anda akan mengikuti perburuan ke Gate of Beast Hell yang disebut-sebut sebagai Dungeon tersulit peringkat pertama di Midvast?”

__ADS_1


“Benarkah? Siapa saja yang akan mengikuti perburuan itu?” Slitherio mengangguk.


“Kurang lebih akan ada Guild Reister, Guild Darkness, Guild Archero, Guild Reozsya, dan Guild Xiun yang mengusulkan perburuan ini.” Pemain yang ada disana segera menjawab, “Apa anda ingin ikut?”


“Biar aku pikirkan dulu...”


***


“Kalian segera kumpulkan semua anggota Guild Sevens kemari dan kita harus melakukan sebuah pertemuan...” Slitherio menyuruh Whu dan Naze yang baru datang lalu dia sendiri memilih menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi meja bundar itu.


“Jika aku mengikuti perburuan itu, maka Naze akan terkena masalah...” Slitherio menggaruk kepalanya, ia tau kalau yang menyebabkan Naze keluar dari Guild Archero adalah karena ingin masuk ke Guild Sevens.


Selama sekitar lebih dari enam bulan sejak permainan Remaist Online dirilis dan sekitar lima bulan sejak Slitherio bermain, dirinya baru memiliki relasi dengan Guild Reister dan Guild Darkness. Dengan Guild Reister relasinya sepertinya masih sepihak saja.


Jika dengan NPC di dunia ini, ia baru berteman dengan FolkChase, July, Phoenix Gold Kingdom, BloodThirsty Kingdom, dan dengan Kota Hostix. 


Jika mereka ingin menyelesaikan Chapter terakhir Plot of Hell Empire, mereka harus menyatukan seluruh NPC dan pemain di Midvast untuk mengalahkan Hell Empire.


Satu hal yang mengganjal pikiran Slitherio, yaitu tentang keberadaan satu Chapter baru yang berisi tanda 'Coming Soon!’.


Yang Slitherio takutkan adalah Chapter baru itu adalah Season 2 dari Plot of Hell Empire. Mungkin Hell Empire akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar, dan bukan tidak mungkin akan memanggil seluruh petinggi Hell Empire yang merupakan Dewa-dewi Kegelapan.


Jika saat Chapter itu dimulai dan hanya ada sedikit pemain yang menjadi God, maka permainan Remaist Online akan Game Over dan mengulang kembali dari awal.


Setidaknya itu yang ada di deskripsi permainan ini saat ia membelinya sekitar lima bulan lalu. Jika berhasil maka permainan bebas, jika gagal maka Game Over.

__ADS_1


Slitherio menjambak rambutnya, bingung dengan apa keputusan yang harus ia ambil dalam pertemuan ini. Mengikuti atau tidak...


__ADS_2