
Buu berusaha menarik pisaunya dari genggaman FastStone, tetapi tidak bisa. Buu menatap tajam FastStone kemudian bertanya dengan nada tinggi, “Siapa namamu?!”
“Aku? Namaku adalah FastStone dan aku dijuluki War God oleh penduduk Benua Midvast.” FastStone mengelus dagunya dengan tangan kirinya, “Dan juga aku memiliki tujuh kekuatan Spirit...”
Buu segera melemaskan pegangannya pada gagang pisaunya, ia tak menyangka akan bertemu dengan orang yang sudah memiliki lebih dari lima kekuatan Spirit.
FastStone melepaskan genggamannya pada pisau itu kemudian berkata pada Buu, “Kami akan ikut denganmu...”
FastStone membangunkan Gold kemudian membisikkan sesuatu. FastStone tahu kalau Gold itu hanya akan tunduk pada Geisha, tetapi tidak ia sangka kalau singa itu juga bisa tunduk padanya.
Gold mengecilkan tubuhnya kemudian FastStone menaikkan satu persatu temannya ke punggung Gold.
Buu melihat itu semua dengan alis terangkat, “Siapa mereka bagimu?”
“Perlukah kau mengetahuinya?” tanya FastStone sambil menaikkan alisnya.
“Itu...” Buu menggaruk kepalanya yang botak, “Aku hanya bertanya saja...”
“Artinya kau tak perlu tahu...” FastStone meletakkan tubuh Sean terakhir kemudian menatap Buu, “Bawa aku ke tempat Veny itu berada.”
Buu mengangguk kemudian berjalan duluan sambil berkata, “Ikuti aku...”
Buu berjalan kemudian diikuti oleh FastStone yang kemudian diikuti oleh Gold yang membawa teman-temannya.
Setelah mereka masuk ke hutan, Buu kembali bertanya, “Apa maksudmu dengan julukan War God yang kau miliki itu?”
FastStone menghembuskan napasnya kemudian bertanya balik, “Perlukah kau mengetahuinya?”
“Aku kan hanya penasaran...” Buu menggaruk kepalanya, ia sungguh tidak memahami soal orang dibelakangnya itu.
FastStone menatap Buu yang berjalan di depannya lalu berkata dengan nada kesal, “Aku tak suka ditanyai!”
“Oh...” Buu mengangguk pelan dan berjalan lebih cepat, ia tidak ingin terjebak lagi dengan orang yang mengesalkan seperti FastStone.
__ADS_1
***
Purple Pearl Island berukuran sedang dan memiliki sebuah lapangan luas yang dikelilingi oleh hutan lebat. Disanalah Veny sang Blood Crystal tinggal.
Veny berasal dari Benua South dan dianggap sebagai Demon terkuat dari sana nomor dua. Nomor pertama amatlah mengerikan kekuatannya, bisa menggeser sebuah rumah hanya dengan satu telunjuknya.
Ia berniat pergi ke Gods Island, tetapi takdir dan laut tidak mengizinkan hal itu pada rombongannya yang berjumlah sekitar dua puluh Demon.
Pada akhirnya, ia dan sepuluh bawahannya terdampar di pulau inj sampai sekarang. Kejadian aneh itu terjadi sekitar sepuluh tahun lalu.
Veny menemukan kalau pulau tempatnya terdampar merupakan pulau berpenghuni, sehingga ia memeras penduduknya dan memaksa seluruh penduduknya untuk tunduk padanya.
Dari para penduduk, Veny mengetahui kalau nama pulau ini adalah White Pearl Island. Ia berpikiran licik dan mengganti namanya menjadi Purple Pearl Island.
Alasannya, karena seluruh bawahannya dan termasuk dirinya memakai pakaian berwarna ungu terang. Sebab itulah ia mengganti nama pulau itu menjadi Purple Pearl Island.
Selama sepuluh tahun itu, tak terhitung jumlahnya penduduk pulau itu yang mati menderita karena siksaan para bawahan Veny yang kejam itu.
Pada akhirnya, karena tak ada pilihan lain, seluruh penduduk pulau yang tersisa sekitar 100 orang memilih untuk menjadi bawahan Veny yang baru. Buu juga termasuk salah satunya.
“Buu, coba kau lihat singa terbang itu. Siapa tahu pemiliknya bisa dijadikan bawahan baruku.” Ujar Veny. Buu mengangguk kemudian berlari ke pinggir pulau.
Perlu waktu tidak singkat untuk menunggu Buu kembali. Saat Bu kembali, Veny melihat seorang pria dengan jirah biru dengan lima pedang tersarung di punggungnya dan dua pedang lagi tersarung di kedua pinggangnya. Di belakangnya berdiri singa bersayap emas.
Veny berdiri dan mendekati pria itu yang bukan lain adalah FastStone, “Siapa namamu, tampan?”
FastStone menaikkan alisnya, ia tampan? Pasti ada yang salah dengan otak Veny. Ia lalu berdeham dan berkata, “Namaku adalah FastStone dan aku dijuluki War God di Midvast.”
“FastStone? Aneh sekali namamu itu...” Veny mengibaskan tangannya dan berbalik. Belum lama ia berbalik, ia kembali menghadap FastStone dan melancarkan pukulan ke arah dada FastStone.
FastStone hanya menghindar sedikit dan menangkap kepalan tangan Veny, “Mau apa kau?”
“Untuk mengetesmu karena kabar Hell Empire hancur sudah Benua South dengar...” Veny menyeringai, ia kemudian mengepalkan tangan kirinya dan memukul tangan FastStone yang memegang tangan kanannya.
__ADS_1
HP FastStone langsung turun ke angka 65% karena menerima pukulan itu. HPnya yang sebelum sudah berkurang sedikit karena pertarungan semalam belumlah sepenuhnya pulih dan sekarang ia malah dipukul oleh Veny.
“Siapa namamu?” FastStone melepaskan tangan Veny kemudian mendarat di sebelah Gold.
“Aku Veny dan aku menerima kabar kalau ras Demon di Midvast sudah dihancurkan oleh pribumi Benua Midvast.” Veny menyeringai sambil menatap FastStone dingin.
“Lalu?” FastStone menatap Veny tajam, “Aku tak peduli...”
Veny serasa ingin tertawa mendengar ucapan FastStone. Saat di Benua South, siapapun yang mendengar namanya akan ketakutan tak terhingga.
Tetapi FastStone bahkan tak mengedipkan matanya saat mengatakan hal itu, yang artinya ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
“Kau!” Veny mengepalkan kedua tangannya dengan erat kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju FastStone.
FastStone melesat mendekati Veny dan saling mengadu pukulan. Karena FastStone tidak memiliki kemampuan tangan kosong, ia akhirnya menerima serangan yang mengurangi HPnya sampai 50%.
FastStone tersenyum kemudian melompat mundur. Ia lalu menyimpan keenam pedangnya dan perisainya kemudian berkata, “Apa kau akan menantangku duel?”
Pertanyaan FastStone membuat Veny emosi, “Yang berani menantangku di Benua South hanyalah beberapa orang dan kau adalah orang luar pertama yang menantangku berduel!”
Veny lalu meletakkan kedua tangannya di pinggang kirinya dan memasang posisi seperti menarik pedang. FastStone menaikkan alisnya saat melihat hal itu.
Tetapi Veny tak memedulikan wajah FastStone dan tetap menarik pedang khayalan yang ada di pinggang kirinya.
FastStone menyipitkan matanya, ia melihat kalau yang ditarik oleh Veny adalah pedang sungguhan.
FastStone menghela napas panjang, “Aku menyesal telah menantangnya...” gumam FastStone.
FastStone menggelengkan kepalanya kemudian memasang posisi, ia tidak akan meremehkan lawan kali ini. Meskipun ia tak pernah melakukannya sebelumnya.
Veny menyeringai lebar dan melesat sambil menghunuskan pedangnya. FastStone memundurkan kaki kirinya dan menahan pedang Veny dengan pedangnya.
Pedang FastStone bernama Blue Black Sword dan merupakan Equip Legendary. Slitherio pernah mengatakan kalau pedang yang kuata akan semakin kuat jika pemiliknya sendiri kuat.
__ADS_1
FastStone memejamkan matanya sambil menghembuskan napasnya dan bergumam, “Armament...”