Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
231. Lahirnya sang legenda


__ADS_3

Sebelas tahun telah berlalu sejak pertempuran hebat di Heaven Empire yang menjadi puncak dari permainan Remaist Online itu. Dan sudah berlalu sebelas tahun pula sejak Neil Young memutuskan kalau permainan Remaist Online telah berakhir.


Dunia yang menjadi latar Remaist Online masih tersimpan rapi di dalam mesin sederhana buatan Neil Young. Tak ada perusahaan yang membeli dunia itu.


Belakangan, diketahui kalau Neil Young dan Alberto Aquilani telah melarang perusahaan besar di dunia untuk membeli dunia itu. Hal itu diketahui setelah Neil Young dinyatakan meninggal dunia setelah diketahui menderita sebuah penyakit selama lebih dari sepuluh tahun.


Sebuah keberuntungan Neil Young berhasil mewujudkan impian masa kecilnya dalam jangka waktu sisa hidupnya itu.


Setelah kejadian besar itu, semua pemain Remaist Online Log Out permanen setelah dua minggu Neil Young menyatakan kalau permainan Remaist Online telah berakhir. Dan semuanya telah menjalani kehidupan mereka seperti biasa.


Seperti saat ini. Kehidupan mantan pemain terkuat di dunia yang memiliki gelar Flame Sword God kembali seperti semula.


Di dunia itu, ia dikenal dengan gelar Flame Sword God, tetapi di dunia nyata ia hanya dikenal sebagai penduduk biasa Indonesia dan ia bekerja sebagai seorang arsitek.


Pekerjaannya kembali seperti dulu dan uang yang ia dapatkan saat ia berhasil menyatukan Midvast masih tersisa dan uang itulah yang dipakainya untuk menghidupi keluarga kecilnya itu.


Rayhan telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang lumayan tampan. Menurut Raisya, wajah Rayhan mirip dengan ayahnya.


Disaat Rayhan tumbuh menjadi pemuda yang tampan, Ryan kini berubah menjadi seorang pria yang umurnya bergerak menuju setengah abad. Ya, umur Ryan saat ini adalah 43 tahun dan Raisya kini berumur 42 tahun.


Rayhan memiliki seorang adik yang cantik, hanya berbeda dua tahun dengannya. Namanya Ria dan ia mengambil nama belakang ayahnya, huruf A diubah menjadi I. Nama belakangnya adalah Putri.


Kehidupan keempatnya bisa dibilang sederhana. Paginya, Rayhan dan Ria pergi ke sekolah, sedangkan Ryan pergi bekerja. Siangnya, mereka kembali dan berkumpul lagi di rumah sampai malamnya.


Tetapi, sore ini Ryan mengajak Rayhan pergi ke suatu tempat. Raisya dan Ria diminta menjaga rumah.


Ryan berjalan bersama Rayhan ke sebuah tempat yang Rayhan sendiri tidak tahu. Ryan mengajaknya berjalan, bukan memakai angkutan umum seperti yang biasa Rayhan dan Ria pakai saat ke sekolah.


“Ayah, aku lelah...” Rayhan membungkuk sambil mengatur napasnya, mereka sudah berjalan selama hampir satu jam dan Ryan masih belum berhenti.


“Kalau yang muda saja sudah kelelahan setelah diajak berjalan satu jam, akan seperti apa bangsa ini nantinya?” tanya Ryan sambil melirik Rayhan. Dari nadanya, terdengar kalau Ryan sedang menyindir Rayhan.


“Apa-apaan coba kata-kata itu, ayah?” 


“Setidaknya kau harus mengetahui kalau orang yang ada di sebelahmu saat ini jelas lebih kelelahan darimu...” ujar Ryan sambil tersenyum tipis. 

__ADS_1


Rayhan segera terdiam. Mereka lalu berjalan sampai pada akhirnya mereka sampai di tepi sebuah sungai.


“Ini... Bukankah sungai ini ada di dekat rumah kita?” tanya Rayhan kebingungan.


Ryan menggaruk kepalanya, “Sebenarnya ayah ada alasan lain mengajakmu pergi keluar sore-sore begini...” Ryan menatap langit, “Ayah hanya ingin berolahraga ringan...”


Rayhan menatap Ryan datar, “Alasan yang bagus sekali...”


“Ikuti aku...” Ryan berjalan dan duduk di kursi panjang di dekat mereka tadi berhenti.


“Hei, Rayhan...” Ryan melirik Rayhan, “Apa kau mau mendengar tentang kisah ayah saat dulu? Saat ayah masih muda dulu?”


Mata Rayhan yang awalnya terlihat kelelahan segera berbinar-binar, “Yang mana?”


“Eh, apa maksudmu?”


“Ibu pernah menceritakan secara singkat masa lalu ayah, tepatnya saat ayah bertempur di dalam permainan...” ucapan Rayhan seperti ada lanjutannya.


“Ayah, aku ingin seperti ayah. Beritahu aku cara ayah bisa dikenal dunia dengan jalur permainan!”


Ryan menghela napasnya panjang lalu mulai berkata, “Ayah akan menceritakan semuanya, dari 43 tahun lalu, saat ayah dilahirkan ke dunia...”


***


Ayahnya adalah seorang arsitek dan ibunya adalah orang yang selalu mengurus rumah kecil tempat keluarga kecilnya tinggal.


Ayahnya bernama Yudha Putra dan ibunya bernama Alika Putri. Selama.mereka menjalani kehidupan pernikahan, mereka hanya berencana melahirkan satu anak saja. Dan anak itu adalah Ryan.


Ryan tumbuh menjadi anak kecil yang pintar, itulah pendapat Yudha tentang Ryan. Pendapat Yudha diperkuat dengan pendapat dari ibunya, Ryan adalah anak yang sangat aktif.


Saking aktifnya, Ryan bisa bangun jam 4 pagi dan bermain seharian. Yudha dan Alika sampai kewalahan mengurus Ryan yang sangat aktif itu.


Selain aktif, Ryan juga pintar. Ia bisa memanggil ayahnya saat ia baru berumur sattu tahun kurang dua bulan. Terbilang terlalu pintar bagi Alika.


Ryan akhirnya bisa membaca saat umurnya tiga tahun. Terlalu pintar menurut kedua orangtuanya.

__ADS_1


Ryan lalu masuk TK pada umur empat tahun dan ia menjadi orang terpintar di kelasnya. Karena hal itu, guru TKnya saja sampai kewalahan mengajarinya.


Tetapi Ryan tetap bersekolah sampai ia berumur 6 tahun dan ia akhirnya melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu SD. Dari sinilah, bakat Ryan sebagai ahli strategi akan berkembang.


***


“Ayah dulunya pintar? Aku sulit menerimanya...”


“Mau bagaimana lagi, seperti itulah yang kakekmu dulu ceritakan padaku saat aku menanyainya tentang masa laluku...” jawab Ryan.


“Ayah sepintar itu? Tetapi kenapa aku tidak pintar?” tanya Rayhan sambil menggaruk kepalanya.


“Ayah sendiri saja tidak paham, bagaimana bisa ayah sepintar itu saat masih kecil...” Ryan ikut menggaruk kepalanya.


“Lalu, bagaimana dengan masa SD ayah? Apakah sama cemerlangnya dengan masa TK ayah?” tanya Rayhan.


Ryan terlihat berpikir sebentar. Rayhan mengira kalau Ryan lupa dengan masa kecilnya sehingga bertanya, “Apa ayah lupa?”


“Tidak lupa kok, ayah hanya mencoba mengingat lagi masa kecil ayah yang bisa dibilang penuh keindahan itu...”


“Keindahan, bagaimana?” tanya Rayhan.


“Indah, karena saat SD itu bakat ayah sebagai ahli strategi muncul dari dalam tubuh ayah...” ujar Ryan, “Saat ayah berumur 6 tahun...”


Catatan Penulis:


Halo, Rio disini. Saya hanya ingin mengatakan kalau isi dari Season 5 ini bukan lanjutan dari Season 4, melainkan season tambahan.


Season ini akan berisi Flashback sang MC kita, yaitu anak kecil yang akan dikenal sebagai Player terbaik yang pernah dimiliki negara tempat Ryan tinggal.


Seharusnya, Remaist Online berakhir hanya dengan 4 season saja, tetapi karena saya sebelumnya menyebutkan tentang beberapa kejadian di masa lalu Ryan, itu menjadi pertimbangan pertama saya membuat season tambahan ini.


Season ini saya buat juga dengan pertimbangan kalau pembaca mungkin kurang familiar dengan nama-nama Hero Physical and Magic di chapter sebelumnya itu. Disini akan dijelaskan tentang Hero-Hero itu.


Sekian saja, nikmati season terakhir ini dengan hati yang senang. :D

__ADS_1


Salam,


Rio.


__ADS_2