
“Kalian tahu Marry?” Tanya Zynga.
Sebagian menggeleng, sebagian lagi mengangguk. Slitherio salah satunya yang menggeleng.
“Marry adalah salah satu dari pemain ras Atlantean yang mampu mengendalikan air sabanyak apapun air yang ingin dikendalikan.” Ujar Asvi. Bisa dibilang dia memiliki keinginan merubah rasnya menjadi Atlantean.
“Dan ia masuk daftar Top Global dan mendapat posisi nomor dua puluh lima dengan gelar Water Calm. Ia mendapat gelar itu karena ketenangannya dalam menghadapi musuh seperti apapun itu wujudnya dan mengendalikan air setenang mungkin.” Clarey melanjutkan penjelasan Asvi.
“Apa kita akan mengundangnya kemari hanya untuk meminta bantuan mengendalikan air yang akan digunakan untuk membuat air mancur?” tanya Whu.
“Soal mengambil air, aku bisa...” Slitherio menunjuk dirinya dengan bangga sambil tersenyum lebar.
“Dengan cara apa kita akan membuat air itu terlihat seperti air mancur?” tanya Renne.
Mereka diam setelah mendengar pertanyaan Renne. Dunia Remaist Online amatlah nyata, bahkan sampai hal seperti inipun harus dipikirkan dengan baik.
“Aku pernah melihat air mancur di BloodThirsty Kingdom...” Atra memecah diam dan menatap semuanya, “Kita minta tolong saja pada para Werewolf.”
“Ide bagus...” Slitherio tertawa lebar, akhirnya masalah ini terselesaikan. Dirinya yang termasuk arsitek saja tidak paham dengan prinsip di dunia ini yang berbeda dengan di dunia nyata.
“Selanjutnya adalah tentang para penduduk baru...” Whu kemudian menceritakan tentang penduduk baru desa Havesta.
“Kita bagi tugas pada mereka...” Slitherio membagi tugas pada Dark Dwarf, Moon Elf, dan Ilith lalu akan melaksanakannya saat pagi datang.
“Karena malam sudah semakin larut, bagaimana kalau kita memutuskan sambungan dahulu? Aku akan meninggalkan catatan disini...” usul Slitherio.
Semua orang mengangguk, mereka menyetujui usul Slitherio. Meskipun mereka sedang membangun desa, tetap saja mereka perlu istirahat untuk menyiapkan hari esok.
Mereka lalu memutuskan sambungan bersama-sama di rumah Slitherio dan meninggalkan Slitherio yang sedang menulis dengan kertas beserta alat tulis yang diberikan oleh Geisha.
Setelah selesai menulis catatan kecil, Slitherio meninggalkan rancangan peta itu bersama catatan kecil di atas meja tempat mereka tadi berdiskusi.
***
Ryan melepas V-Gearnya dan menatap keluar jendela. Hari masih siang dan jam menunjukkan pukul satu siang.
Ryan meregangkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum beranjak menuju dapur berniat mencari makanan.
__ADS_1
Di dapurnya yang sederhana Ryan menemukan beberapa bahan sederhana untuk membuat sarapan dan makan siang.
Ryan memasak sayur dan memakannya dengan santai sambil melihat-lihat ponselnya. Ponselnya sekarang sepi.
Ryan menggaruk kepalanya, “Apa-apaan ini?”
Tidak biasanya ponselnya sepi. Setelah ia memikirkan alasannya, ia akhirnya mengangguk pelan. Teman-temannya sekarang sibuk istirahat, sebab itulah ponselnya sepi.
“Benar juga...” Ryan tertawa kecil, ia lalu menghabiskan makanannya lalu membersihkan alat makannya sekaligus alat memasaknya.
Setelah selesai membersihkan semuanya, ia lalu kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya.
Tempat tidurnya hanya berisi beberapa bantal yang berbentuk kotak serta bantal yang berbentuk panjang dan V-Gearnya.
Ryan sengaja meletakkan V-Gearnya di atas tempat tidurnya karena ia selalu memasang alarm di V-Gearnya.
V-Gear ini telah diberikan banyak fitur unik yang mungkin mirip di ponsel oleh Neil Young, pencipta V-Gear sekaligus pencipta permainan VRMMORPG pertama di dunia, Remaist Online.
“Padahal hanya permainan pertama, tetapi fitur di dalam alatnya malah amat canggih.” Gumam Ryan lalu memejamkan matanya lalu tertidur.
***
“Kenapa sekarang aku menjadi sulit tidur?” gumam Ryan. Diluar sudah sore dan matahari mulai bergerak ke barat.
Ryan bangun kemudian keluar kamarnya dan mencari makanan lagi. Ia tadi belum meminum Pil gizi yang diberikan dokter.
Lagipula pil itu sudah Ryan beli sebelum bulan terakhir tahun lalu. Ryan meragukan khasiat pil itu.
Dengan terpaksa, Ryan membuan pil gizi yang tersisa satu pil saja dan membersihkan rumahnya. Rumahnya bisa dibilang hampir tidak pernah dibersihkan setelah dirinya tersambung beberapa bulan lalu.
Sekarang sudah bulan Februari, yang artinya sudah empat bulan dirinya bermain Remaist Online. Selama itu juga, ia baru memiliki teman sebanyak lima belas orang.
Sisa waktu untuk event War Guild adalah selama dua puluh sembilan hari lagi. Selama itu juga, dirinya harus menaikkan levelnya secepat mungkin.
Level dirinya sudah dilewati oleh beberapa anggota Guild Sevens, yaitu Whu sudah melewati dua level, Atra baru satu level diatas dirinya, Geisha hampir melewati dirinya, dan LoghSeveria sudah melewati dirinya tiga level diatasnya. Sisanya masih dibawah dirinya.
Ryan menyelesaikan kegiatan bersih-bersih rumah sebelum kembali ke ruang kerjanya dan membuka laptopnya.
__ADS_1
Ia kemudian melihat forum dan mendapati berita tentang empat Remaister tergabung dalam sebuah Guild sedang ramai-ramainya dibicarakan.
“Apa-apaan forum ini...” Ryan bergumam sambil melihat-lihat lagi ke bawah.
Ryan kemudian melihat pesan dari teman-temannya. Sepi juga, pikir Ryan.
Ryan akhirnya mengambil V-Gearnya dan menyambungkan V-Gearnya dengan laptopnya.
Ryan berniat menjual beberapa Equip yang didapatkan saat bertarung di Void Hill. Ada juga beberapa Equip yang belum sempat ia jual.
[Lavenia Armour (Epic)
Phy. Def: 200
Mgc. Def: 100
Jumlah: 500]
Ryan langsung menjual semuanya dan memasang harag sebesar 100 Silver. Beberapa orang menengok sebentar ke toko Ryan yang bisa dibilang sepi.
Toko Ryan jarang buka karena pemiliknya sendiri asyik berburu dan menaikkan level. Item yang dijatuhkan monster yang diburu Slitherio bisa dibilang berkualitas rendah, pedagang di kota kecil pasti mau menerima item seperti itu.
Sambil menunggu barangnya terjual, Ryan memilih membersihkan tubuhnya dan memasak makanan. Sebelum memasak makanan, Ryan keluar sebentar pergi ke apotek untuk membeli pil gizi.
Ryan membeli pil gizi itu di apotek dekat rumahnya tempatnya biasa membeli obat ataupun suplemen kesehatan.
Harga pil gizi terbilang murah menurut Ryan, yaitu seharga Rp 10.000,00 per satu plastik yang berisi lima butir pil.
Ryan membelinya lalu kembali ke rumahnya dan membuat makanan sederhana terlebih dahulu lalu memakannya.
Makanan favorit Ryan adalah sayur tumis yang berisi sedikit kuah. Karena Ryan tinggal seorang diri, Ryan membuat makanan dalam porsi kecil yang hanya untuk dirinya sendiri.
Setelah selesai makan, Ryan membersihkan peralatan makan dan peralatan masaknya lalu menengok ke laptopnya yang masih menyala.
Seluruh barang yang dijualnya sudah laku terjual dan ia mendapat lumayan banyak Gold. Gold itu rencananya akan Ryan gunakan untuk membeli beberapa bahan dari kota.
Ryan menyimpan Gold itu untuk mengantisipasi kekurangan bahan. Jika hal itu terjadi, Ryan dapat membeli bahan bangunan di kota yang dekat dengan desa Havesta.
__ADS_1
Ryan menutup laptopnya lalu menyimpannya sebelum masuk ke kamarnya sambil membawa V-Gearnya.
Ryan memakai V-Gear dan tersenyum lebar, “Desa Havesta akan dikenal dunia lagi...” Ryan lalu tersambung lagi ke dunia fantasi yang penuh dengan fantasi yang Ryan kenal sejak enam bulan lalu dengan nama Remaist Online.