Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
144. Gate of Beast Hell IV


__ADS_3

Puluhan batu berjatuhan dan batu-batu itu seperti mengincar para Support. Slitherio menggeram sambil mengeretakkan giginya.


“Diam-diam pintar juga monster ini...” WhiteFang memasang wajah serius sebelum memanah batu-batu yang berjatuhan itu.


Untung saja para Defender bergerak cepat melindungi para Support dengan perisai masing-masing.


Di depan, para ketua Guild masih berusaha membuat efek Immune Boss Behemoth menghilang, tetapi nampaknya hal itu menguntungkan bagi Boss Behemoth.


Boss Behemoth langsung melompat tinggi dan menghilang diantara langit-langit Dungeon.


Sean tidak mengetahui kejadian selanjutnya, jadi ia memilih melesat mundur dan berdiri di sebelah Slitherio dengan WhiteFang. Yang lainnya mengikuti.


Asheuin dan Adhie adalah yang nyaris tidak mengalami perubahan HP. Hanya Bhiosa saja yang mengalami sedikit perubahan.


FastStone berkondiri yang paling serius diantara mereka karena dia yang paling sering menahan serangan Boss Behemoth.


Kondisi WhiteFang adalah yang paling baik diantara yang lainnya karena dia menyerang dari belakang.


Sean menatap ke belakang dan melihat kalau hujan batu itu masih berlanjut dan sepertinya para Defender tidak mampu lagi menahan seluruh hujan batu itu.


Beberapa Support akhirnya mati karena tertimpa batu yang terlihat berat itu. Slitherio merasa kalau para Defender akan diperlukan di pertarungan selanjutnya jadi ia melesat dan berniat menangkis batu-batu itu.


“Tunggu, jangan kesana!” Kurei melihat Slitherio yang berniat menangkis batu-batu itu dan merasakan aura yang tidak asing dari atas Slitherio.


Terlambat. Boss Behemoth turun dengan kecepatan tinggi menuju Slitherio dan berniat menimpa Slitherio.


Tetapi siapa yang tidak kenal dengan Slitherio. Pemain yang berani menerima tantangan dari Sean dan berhasil memenangkan tantangan itu, hanya Slitherio orangnya.


Slitherio melesat lebih cepat dan berhasil menghindari Boss Behemoth itu. Slitherio langsung menarik Flame Phoenix Sword dan melesat maju menyerang Boss Behemoth.


Posisi keduanya amatlah dekat dengan pemain posisi tengah dan para Support. Di jarak seperti ini,para Archer dan Mage ataupun Magic Caster dapat melepaskan serangan dan mengenai Boss Behemoth.


Boss Behemoth tak menyadari kalau serangannya kali ini akan menghilangkan nyawanya dengan cepat. 


Boss Behemoth tak dapat menghindari hujan serangan gabungan anak panah dan skill magic. Ditambah dengan keberadaan Slitherio yang menghalangi jalannya menghabisi para Support membuat posisinya semakin terpojok.

__ADS_1


Zero, Kurei, dan Adhie melesat dengan kecepatan tinggi menuju Boss Behemoth dan menyerangnya bersamaan.


Kurei bersalto di udara sebentar sebelum mengayunkan kapak besarnya dari atas ke bawah dan mengenai punggung Boss Behemoth.


Zero berputar di udara singkat dan langsung menyerang punggung Boss Behemoth dengan pedang besarnya yang terbilang lumayan berat.


FastStone mengarahkan keenam pedangnya untuk menyerang punggung Boss dan membuat keenam pedangnya menancap di punggung Boss Behemoth.


Karena Boss Behemoth baru muncil dan ia tidak menyangka akan seperti ini akhirnya, ia tidak sempat membuat tubuhnya keras lagi dan keenam pedang FastStone dapat menancap dengan kuat ke punggung Boss Behemoth.


Adhie melihat kalau keenam pedang FastStone menancap pada punggung Boss Behemoth langsung memukul keenam gagang pedang itu dengan pedang besarnya, dengan bagian datarnya yang lumayan lebar.


Boss Behemoth meraung dengan keras, membuat siapapun yang ada di dekatnya terhempas jauh. WhiteFang membuat satu anak panah lalu bergumam, “Rain Arrow...”


WhiteFang melepaskan anak panahnya ke langit-langit dan menciptakan hujan panah yang amat deras.


Lagi-lagi, Boss Behemoth tidak memprediksi kejadian ini sehingga ia akhirnya tertancap banyak sekali anak panah dan HPnya menurun ke angka 10%.


Slitherio menarik Darkness Fire Sword lalu melesat maju dan mengayunkan kedua pedangnya dengan cepat.


Carey yang menarik kembali pedang tipisnya melesat dengan kecepatan tinggi, melewati Qiun yang bisa dibilang kecepatannya lambat.


Qiun dan Carey bergantian menyerang, membuat HP Boss Behemoth berkurang sampai tidak tersisa lagi.


Tubuh Boss Behemoth menghilang, menandakan kalau mereka berhasil mengalahkan monster itu.


Disaat mereka senang, pasukan besar monster bertarung dan bertanduk mendekat kemudian memasang posisi.


Ternyata, Boss Behemoth bukanlah akhir dari Dungeon ini, melainkan awal dari perburuan yang sebenarnya.


***


Clover adalah seorang Alchemist yang terbilang terkenal di Kota Hostix. 


Berkat ia bergabung dengan Guild Sevens, ia dikenal oleh masyarakat sebagai Expert Alchemist berkat kemampuannya meracik Potion tingkat tinggi.

__ADS_1


Selama hampir dua bulan ia bergabung dengan Guild Sevens, levelnya semakin meningkat.


Takkan ada yang percaya kalau pemain dengan level 270 itu adalah seorang Alchemist dan skillnya sudah mencapai tingkatan Master level pertengahan, tertinggi diantara yang lainnya.


Mungkin hanya Li seorang yang mampu menandingi tingginya tingkat skill Clover.


Li sekarang sedang berlatih di kediamannya untuk mempersiapkan diri untuk memulai pekerjaannya.


Li bekerja di salah satu tujuh cafe yang mengelilingi air mancur di pusat kota. Li akan menghibur para pelanggan dengan serulingnya itu.


Para anggota Guild Sevens yang lainnya menjalani aktivitasnya sehari-hari, seperti biasa.


Meski sudah berlalu sekitar dua jam sejak sebagian anggota Guild Sevens pergi ke Gate of Beast Hell bersama dengan ketua mereka, yaitu Slitherio, Geisha masihlah menatap Door Everywhere yang sebelumnya dipakai oleh Slitherio dan yang lainnya untuk menuju ke Gate of Beast Hell.


Atra dan Whu sendiri sedang berbincang dengan Sen, Dee,dan Zeo seputar pertempuran. Bisa dibilang, ketiganya ahli untuk hal seperti ini.


Ovyx dan Zynga berbincang seputar dunia game di dunia nyata. Sesekali mereka juga berbincang soal kabar terkini di Midvast.


Renne sendiri memilih menemani Geisha duduk di dekat Door Everywhere sambil berbincang untuk mengisi waktu, meski hampir tak ada gunanya karena Geisha jarang sekali menanggapi omongan Renne.


Clover tertawa kecil saja saat memikirkan kegiatan teman-temannya itu. Meski begitu, kekuatan mereka tak bisa diremehkan begitu saja.


Sebut saja Whu. Ia berani menghancurkan sebuah desa kecil goblin hanya dengan dua clonnya saja sedangkan dia sendiri tertawa lepas saat melihat pertarungan tak seimbang itu.


Atra disebut sebagai anggota yang mampu menandingi kecepatan ketua mereka, yaitu Slitherio.


Geisha mampu bertarung seorang diri dengan berbagai senjata, menjadikannya sebagai anggota yang memiliki banyak keterampilan.


Li dapat menggunakan Music Instrumentnya untuk memanggil kekuatan alam. Itulah kekuatan baru seorang Street Musician Li.


Zynga dapat bergerak secepat angin dengan bantuan kemampuan dasarnya sebagai Assassin. Ditambah dengan skill Wind Step, membuatnya dapat menandingi kecepatan Atra, meskipun masih belum mampu menandingi kecepatan Slitherio.


Yang lainnya, sulit untuk menggambarkan kekuatan mereka dalam kata-kata saja. Harus menghabiskan banyak waktu untuk membuat mereka amat kuat, tetapi ada satu orang yang mematahkan kata-kata itu.


Benar, hanya Slitherio yang dapat berkembang menjadi begitu kuat hanya dalam waktu singkat. 

__ADS_1


Clover menggelengkan kepalanya sebelum melanjutkan kegiatannya membuat Potion. Untuk saat ini, hanya itu yang dapat dilakukan oleh Clover. Tidak tau nanti akan seperti apa dirinya.


__ADS_2