
Slitherio berjalan kembali menuju penginapan. Ia berniat makan di restoran di penginapan itu.
Ketika ia sampai, ia melihat wajah yang tidak asing duduk di sebuah meja dan ia tidak sendiri. Orang-orang itu adalah Atra, Whu, dan Naze.
Slitherio menghampiri mereka kemudian bertanya, “Mana Geisha?”
“Tidak tau. Tadi kita sempat mengetuk pintunya, tetapi tidak ada respon.” Ujar Naze sambil mengangkat bahunya.
Slitherio tersenyum tipis kemudian duduk bergabung dengan mereka. Mereka ternyata menunggu pesanan mereka dan baru saja Slitherio duduk, pesanan mereka datang.
“Samakan saja dengan mereka.” Ujar Slitherio saat ditanyai pesanannya.
Sembari menunggu pesanannya dan temannya yang sedang makan, Slitherio bercerita tentang pengalamannya saat di tokonya Exeter.
“Oh, namanya Exeter ya? Aku baru tau...” ujar Atra saat Slitherio mengatakan nama pemilik toko itu.
“Kau tidak bertanya sebab itu kau tidak tau namanya...” Whu meletakkan sendoknya kemudian memukul kepala Atra yang sedang bersiap memasukkan makanan lagi ke mulutnya. Sontak saja makanan yang baru saja diambil Atra jatuh kembali ke piringnya.
Slitherio kembali bercerita. Diakhir ceritanya ia juga menambahkan tentang pedang yang baru saja ia dapatkan.
“Gratis?” Atra, Whu, dan Naze bertanya bersamaan dengan nada yang sedikit keras.
“I-iya...” jawab Slitherio.
“Kau bayar berapa si Exeter ini sampai dia memberikan pedang itu?” tanya Whu setelah menenangkan dirinya.
“Aku tidak membayarnya.” Jawab Slitherio santai.
“Bohong...” Atra dan Naze memalingkan wajahnya. Whu memilih menghabiskan makanannya.
Slitherio menepuk dahinya. Pesanannya akhirnya sampai. Slitherio makan dengan kecepatan yang sulit diperkirakan Atra dan Naze, bahkan Whu yang disebut oleh Slitherio orang yang memakan makanannya tercepat sendiri bingung.
Slitherio menghabiskan makanannya dalam waktu singkat. Setelah meminum air yang disediakan restoran, Slitherio mengeluarkan Darkness Fire Sword dan menunjukkannya pada mereka.
“Pe-pedang sebagus ini gratis?” tanya Atra dan Whu bersamaan dengan nada gagap. Naze sendiri memilih memeriksa pedang itu.
“Darkness Fire Sword, merupakan senjata tingkat Heirloom. Darimana kau mendapatkan senjata ini?” Naze selesai memeriksa senjata itu kemudian menanyai Slitherio.
“Sudah kubilang, Exeter membiarkan aku mengambil pedang ini karena tidak ada yang mau memakainya di Phoenix Gold Kingdom.” Jelas Slitherio sekali lagi.
__ADS_1
“Aku akan memakainya sendiri.” Lanjut Slitherio sambil meminum air dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya.
Ketiganya kemudian membiarkan Slitherio kembali menyimpan Darkness Fire Sword dan kembali menatap Slitherio dengan penasaran.
Slitherio merasa tidak biasa ditatap seperti itu sehingga bertanya, “Apa-apaan tatapan itu?”
“Kita menunggu petualangan selanjutnya.” Ujar ketiganya bersamaan.
“Ha, tidak ada...” Slitherio melepaskan napas berat.
Sungguh, dirinya sekarang tidak ada tujuan lagi. Sudah berlalu sekitar sebulan sejak Chapter 03 selesai dan sudah banyak pemain yang mendekati level 300. Bahkan, posisinya digeser oleh Vile Hunter Leon dan dirinya diletakkan di posisi nomor dua.
“Bagaimana kalau kita mencari quest dari bangsawan saja?” usul Naze yang jelas memiliki pengalaman dalam hal seperti ini.
“Memang ada?” tanya Slitherio penasaran.
Naze mengangguk kemudian menjelaskan dengan singkat.
Quest dari bangsawan biasanya berupa quest tingkat bintang 1 ke atas dan dibawah bintang 5. Biasanya quest seperti itu sederhana saja, seperti diminta melakukan suatu hal, mengawal, dan lainnya.
Tetapi bayaran yang diterima itulah yang membuat quest dari bangsawan terasa berbeda.
“Tetapi kudengar, banyak bangsawan yang mulai memiliki aliran kepercayaan sesat. Bahkan ada juga dari lima keluarga bangsawan terbesar.” Atra mengatakan hal yang pernah didengarnya di forum.
“Benar, bahkan ada satu keluarga yang merelakan semua miliknya hanya demi kepercayaan sesat itu.” Whu juga berpendapat.
“Ah, itu dia...” Slitherio menepuk meja pelan. Ia kemudian mengatakan rencananya.
Rencananya, mereka akan menyerbu satu keluarga bangsawan yang diketahui menyebarkan ajaran itu.
“Apa?!” tanya Atra, Whu, dan Naze dengan keras serta terkejut. Beberapa orang disekitar mereka menoleh menatap keempatnya.
“Bagaimana kita mencarinya?” tanya Whu sambil menunjuk Slitherio.
“Dan dimana kita harus menemukannya?” tanya Atra sambil menunjuk Slitherio.
“Dan untuk alasan apa kita menyerang bangsawan yang tidak tau apa-apa?” tanya Naze sambil menunjuk Slitherio.
Slitherio menggaruk kepalanya, sejujurnya ia sendiri juga bingung dengan hal yang baru saja ia katakan.
__ADS_1
Suasana restoran masih ramai dan orang-orang bisa mendengar seluruh pembicaraan mereka. Slitherio berpikir sejenak sebelum berkata, “Turunkan tangan kalian, aku sudah menemukan alasannya...”
Atra, Whu, dan Naze menurunkan tangannya kemudian mendekatkan wajah mereka ke Slitherio. Slitherio menarik napas panjang sebelum berkata, “Aku tau alasan kenapa aku ingin menyerang bangsawan yang menyebarkan ajaran sesat itu...”
“Sebenarnya, sejak serangan kita ke Heaven Mansion, dalang dibalik seluruh masalah ini pasti sedang memburuku.” Slitherio memulai penjelasannya.
“Memburumu?” tanya Atra sambil menaikkan alisnya.
“Benar. Dan aku yakin dalang itu pasti meminta salah satu bangsawan untuk menyebarkan ajaran si dalang ini.” Slitherio tersenyum lebar.
“Untuk?” tanya Whu, “Dan juga kenapa harus bangsawan? Apa tidak bisa dengan rakyat biasa?”
“Pasti si dalang ini ingin mengumpulkan kekuatan sembari menyebarkan ajaran itu.” Slitherio menjawab pertanyaan Whu, “Dan kenapa harus bangsawan?”
Slitherio berpikir sejenak sebelum kembali menjawab, “Karena bangsawan diyakini memiliki koneksi yang melebihi koneksi pedagang hebat sekalipun. Dan juga bertujuan mengumpulkan kekuatan, karena bangsawan juga diyakini bisa mendapatkan orang-orang yang memiliki kekuatan besar dan juga dapat mengajak orang-orang itu untuk bekerja sama.”
“Untuk apa kekuatan itu?” tanya Naze. Ia sebenarnya sudah semakin memahami maksud perkataan Slitherio, “Apa untuk menguasai Midvast?”
“Itu dia tujuan dalang ini. Dan pastinya dalang itu adalah penguasa Hell Empire.” Ujar Slitherio sambil menyeringai.
“Kenapa Hell Empire kau katakan sebagai dalang dari seluruh kekacauan ini?” tanya Atra.
“Karena Hell Empire menjadi salah satu judul dari sepuluh Legendary Quest, Plot of Hell Empire.” Jawab Slitherio, “Kenapa kau tidak memikirkan hal itu sebelum bertanya? Pernahkah kau melihat bilah tentang Chapter itu?”
Atra menggaruk kepalanya sambil tertawa kecil, “Tidak pernah...”
“Tunggu sebentar...” Whu mengangkat tangannya, meminta perhatian, “Apa Chapter 01 itu termasuk dalam rencana Hell Empire?” tanya Whu.
“Tentu saja. Dan aku sudah mengetahui alasan kenapa Asheuin sampai melesat dari ujung barat Midvast menuju Everest Mountain hanya untuk mencuri Magic Cube.” Ujar Slitherio menjawab pertanyaan Whu.
“Apa itu?”
“Karena sang penguasa Hell Empire yang datang sendiri kepada Asheuin dan memintanya untuk mencuri Magic Cube. Dan si penguasa ini juga yang memberikan satu benda yang dapat digunakan untuk menyegel jiwa FolkChase yang ada di dalam Magic Cube itu.” Jelas Slitherio.
“Lalu?”
“Aku juga yakin kalau alasan HeavenSoul menyerang beberapa kerajaan kecil dan menengah sampai hancur pasti karena ancaman dari penguasa ini.” Lanjut Slitherio.
“Ah, akhirnya aku paham...” Atra dan Naze meregangkan jari mereka. Whu mengelus dagunya sebelum kembali bertanya, “Bagaimana cara kita menemukan bangsawan yang diduga menyebarkan ajaran sesat itu?”
__ADS_1
“Kita hanya tinggal menunggu saja dan mereka pasti akan datang.”