
Jauh di selatan, di dalam sebuah goa besar yang menjadi jalan masuk salah satu dari dua kekaisaran legenda, yaitu Hell Empire.
Di sebuah ruangan, seorang pria dengan mata yang tengahnya berwarna merah dengan pinggirnya yang berwarna hitam sedang duduk di atas sebuah kursi. Di depannya terdapat sebuah meja besar dengan enam kursi yang mengelilingi meja itu.
Keenam kursi itu juga telah terisi oleh enam pria dengan warna mata yang sama dengannya.
Pria itu adalah Leone, dan dihadapannya kini duduklah enam anggota Seven Deadly Sins. Di atas meja itu sudah ada sebuah batu berwarna hijau gelap. Batu itu bernama Crystal Magic Stone.
“Baik, batu sudah kita dapatkan, yang terakhir perlu kita lakukan adalah membangkitkan murid dari Hell Dragon Visidha.” Leone meraih batu iyu dan mengangkatnya.
Di ruangan itu, selain Seven Deadly Sins, ada seluruh jendral Hell Empire yang memiliki gelar Beast Remaist World Ruler. Yaitu Hell Dragon, Behemoth, King Cobra, Whazard, Lava Bird, Kraken, dan Dragon Tailed Ape. Diantara tujuh jendral, hanya Visidhalah yang memiliki wujud naga.
Tujuh Beast Remaist World Ruler itu memakai wujud manusianya agar mereka cukup di ruangan itu. Jika mereka memakai wujud aslinya, Death Valley akan penuh oleh tubuh mereka.
Beast Remaist World Ruler sebanyak tujuh belas makhluk, diantaranya adalah Immortal Dragon, Heaven Dragon, Nine Tailed Fox, King Monkey, Sky Dragon, Earth Dragon, Wind Wolf, Two Headed Lion, Blood Eagle, Sea Bird, Snow Leopard, Fang Storm Cat, Hell Dragon, Behemoth, Whazard, Lava Bird, dan King Cobra. Behemoth menjadi salah satu dari Beast Remaist World Ruler karena kemampuannya yang mampu mengimbangi Whazard yang menjadi makhluk terkuat nomor lima belas.
Immortal Dragon yang bernama Chao merupakan salah satu dari Twelve First Gods dan memakai gelar Dragon God Chao. Ia menempuh perjalanan dewa bersama dengan sebelas manusia yang berhasil melewati batasan manusia dan menapaki jalan dewa.
Diantara tujuh belas Beast Remaist World Ruler, ada tujuh makhluk yang berpihak pada Hell Dragon dan tiga makhluk yang berpihak pada Heaven Empire.
Leone menatap Visidha yang menatap jiwa Wagata yang kini berada di tangannya. Visidha sudah mengetahui tentang batu hijau yang mampu membangkitkan seseorang dari Kematian.
Leone lalu mengambil pedang milik Fadexion yang diserahkan oleh Zen. Kebetulan Zen berada di tempat itu juga, ingin melihat proses kembalinya sahabatnya.
Leone membawa pedang Fadexion dan jiwa Wagata lalu meletakkannya di atas altar. Ia lalu mengambil Crystal Magic Stone kemudian meletakkannya diantara pedang Fadexion dan jiwa Wagata.
Menurut catatan dari mantan kaisar pertama Hell Empire, selama orang yang ingin dihidupkan masih memiliki barang atau sesuatu dari tubuhnya yang tersisa, maka orang itu dapat dibangkitkan kembali dan menjadi Living Corpse.
Living Corpse adalah sejenis makhluk yang pada kehidupan awalnya ia adalah seorang manusia normal dan ketika ia meninggal, kematiannya sulit ia terima yang menjadikan jiwanya menjadi tidak tenang.
__ADS_1
Living Corpse dengan Undead itu berbeda, sedikit saja. Jika Living Corpse adalah makhluk yang jiwanya tidak tenang, maka Undead adalah makhluk yang menerima kematiannya dengan tenang.
Tetapi, ada beberapa orang yang memanfaatkan jiwa tenang para Undead dan menjadikan mereka sebagai pasukan besar.
Living Corpse biasanya memiliki ingatan samar tentang masa lalunya yang mungkin akan sedikit berbeda dengan kehidupannya yang baru.
Para Undead tidak memiliki ingatan masa lalunya dan sebab itulah para Undead tidak ingat dengan kehidupan masa lalunya karena ia sudah merelakan kematiannya dan tidak akan mengingatnya lagi.
Leone menatap enam anggota Seven Deadly Sins dan mengangguk. Orang yang diberi anggukan seperti itu langsung bangun.
Sueta, Bagune, Vet, Demino, Deviasy, dan Louse berdiri lalu berjalan mendekati Leone dan meletakkan tangan mereka di atas tangan Leone yang terjulur tepat diatas pedang Fadexion, jiwa Wagata, dan Crystal Magic Stone.
Aliran Mana yang kuat keluar dari tumpukan tangan tujuh Demon yang memiliki kapasitas Mana yang hampir menyetarai kapasitas Mana Beast Remaist World Ruler, yaitu sebanyak 30 kekuatan Spirit.
Kapasitas Mana para dewa sulit digambarkan dengan kata-kata, yaitu sebesar 100 kekuatan Spirit dan itu selalu erisi penuh. Sulit dibayangkan jika para dewa sampai melepaskan God Skill mereka bersama-sama. Bisa-bisa bumi hancur seluruhnya.
Leone menerima seluruh kekuatan Spirit itu dengan cepat lalu menyalurkannya lagi ke Crystal Magic Stone yang langsung menyalurkan 35 kekuatan Spirit itu ke pedang Fadexion dan jiwa Wagata dengan sama ratanya. Jika ia menerima kekuatan Spirit sebesar itu dalam waktu singkat, tubuhnya akan meledak karena kelebihan kekuatan Spirit.
Pedang Fadexion menyala terang berwarna merah darah, sedangkan jiwa Wagata mengeluarkan cahaya hitam yang amat terang. Dari dua benda tersebut, jiwa Wagata menghilang dan digantikan oleh seorang Demon yang memiliki mata berwarna hitam pekat.
Pedang Fadexion mengeluarkan sebuah asap berwarna merah yang berubah menjadi seorang Demon yang membawa pedang Fadexion.
Wajah dua Demon itu menyerupai wajah dua orang yang turun bertempur di perbatasan tenggara Sky Empire, yaitu Dark Ruler Wagata dan Blood Sword Fadexion.
Wagata dan Fadexion berdiri dengan tegap lalu berlutut di hadapan Seven Deadly Sins.
Zen bisa melihat kalau kekuatan Fadexion berada di atasnya sedikit saja, sedangkan kekuatan Wagata berada jauh di atas kekuatan yang Zen ingat sebelumnya.
Zen mengangkat tangannya dan dirinya langsung ditatap oleh Leone, “Yang mulia, jika hamba melakukan ritual seperti Yang Mulia tadi lakukan, apa hamba akan mendapat kekuatan yang setara dengan Fadexion atau Jendral Wagata?”
__ADS_1
Leone tersenyum lebar lalu berkata, “Tentu saja bisa, tetapi apa kau bisa menahan lonjakan kekuatan yang drastis?”
Zen terdiam sejenak lalu berkata, “Apapun akan hamba lakukan agar tujuan Yang Mulia tercapai. Meski Yang Mulia meminta hamba melompat ke dunia kematian, hamba akan tetap melakukannya.”
Sueta mengangguk pelan lalu berbisik pada Leone, “Sebaiknya kita biarkan saja Zen mendapat kekuatan lagi. Siapa tahu ia dapat melancarkan rencana yang sudah susah payah kita buat.”
Leone yang mendengar itu mengangguk lalu berkata, “Baiklah. Zen, kemarilah...” Leone melambaikan tangannya, memanggil Zen untuk mendekat.
Zen menunduk lalu berjalan dengan cepat ke altar yang barusan digunakan untuk membangkitkan Fadexion dan Wagata.
Leone mengarahkan telapak tangannya ke dada Zen yang memejamkan matanya. Meskipun ia sangat tidak ingin memejamkan matanya karena akan dianggap tidak sopan, tetapi ia harus melakukannya jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan dihadapannya.
Apa yang tidak diinginkan oleh Zen malah terjadi. Leone menusukkan tangannya ke dada Zen dan menarik keluar jantung Zen. Zen tidak sempat berteriak dan ia lalu menghilang.
Leone tersenyum canggung saat menatap enam anggota Seven Deadly Sins, “Seingatku caranya seperti ini, bukan?”
Louse yang tertua diantara mereka menggaruk kepalanya lalu mengangguk. Ia pernah melihat ritual menaikkan kekuatan seseorang secara paksa saat orang itu masih hidup.
Louse sendiri sudah hidup sejak kaisar pertama Hell Empire berkuasa. Louse sudah berkali-kali melihat ritual ini dan sampai sekarang ia amat menikmati proses pertamanya.
Leone meletakkan jantung Zen diatas altar dan mengalirkan kekuatan Spirit miliknya sebesar 5 kekuatan Spirit.
Untuk membangkitkan orang yang sudah mati hanya membutuhkan sekitar 16,5 kekuatan Spirit per satu orangnya. Jika untuk meningkatkan kekuatan seseorang secara paksa disaat ia masih hidup, memerlukan 5 kekuatan Spirit.
Leone menyalurkan kekuatan Spirit dan mengirimnya ke Crystal Magic Stone yang bersinar terang ketika dikirimkan kekuatan Spirit.
Jantung Zen bergetar dengan keras lalu meledak dan mengeluarkan asap merah pekat. Dari asap itu, sesosok Demon keluar dengan wajah seperti Zen, tetapi kekuatan Demon ini terasa amat kuat, bahkan menyetarai kekuatan Wagata yang dulu sekalipun.
Demon itu mengangkat kepalan tangannya lalu berseru, “Aku akan menghancurkan Sky Empire!”
__ADS_1