Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
135. Markas Guild Reister III


__ADS_3

Slitherio menggaruk pipinya lalu berkata, “Aku ini tidak berbohong...”


Zero menaikkan alisnya, “Benarkah?”


“Apa kau tidak lihat dari wajahku yang tidak berbohong ini?!” Slitherio menaikkan nada suaranya sambil menunjuk wajahnya sendiri.


“Wajahmu biasa-biasa saja...” Alex, Carey, dan Kurei mengusap dagu mereka sambil menatap Slitherio.


Slitherio menggaruk kepalanya, apalagi yang harus ia katakan agar dirinya tidak disangka penyusup.


"Aku mendapatkan pedang itu dan bukan memilikinya!" Slitherio berseru sambil menunjuk pedang yang ia letakkan diatas meja, "Dan juga, aku tidak tau kekuatan pedang ini..."


“Baik, akan aku periksa pedang ini...” Fei meraih pedang itu dan memeriksanya. Selesai memeriksa pedang itu, Fei menyalin info pedang itu ke sebuah kertas dan menyebarkannya di seluruh meja itu.


[Death Ruler Sword (Myhtic)


Pusaka ini merupakan pusaka milik Hell Empire, salah satu dari dua kekaisaran terbesar di Midvast. Pedang ini dimiliki oleh Vesana, kaisar Hell Empire yang pertama dan merupakan salah satu senjata milik Death God.


Atk: 5.000


Atk. Spd: +20%


Skill pasif: Death Blood: Setiap HP yang berkurang dari musuh akan memberikan tambahan HP untuk pengguna sebesar +10 poin


Skill aktif: Ruler Sword: Pedang akan berubah warna menjadi kemerahan dan meningkatkan kemampuan pemilik selama 10 detik lalu pemilik akan melemah setelah skill ini berakhir]


“My-Myhtic?!” semua orang disana tidak bisa menahan keterkejutan mereka saat melihat isi dari kertas yang ditulis oleh Fei.


Alex, Zero, Gorzsha, WhiteFang, Luvian, Sean, Kurei, dan Carey menatap Slitherio dengan tatapan penuh kengerian. Mampu menjaga Equip sekuat ini selama beberapa bulan tanpa diketahui oleh pihak musuh adalah sesuatu yang tidak bisa mereka bayangkan sebelumnya.


Qiun masih mengerutkan dahinya saat melihat Death Ruler Sword dan mencoba mengangkatnya. Ia mendekat ke Death Ruler Sword yang dipegang oleh Fei dengan susah payah itu.

__ADS_1


Pedang itu terasa berat ditangannya, tetapi terasa ringan saat ditangan Slitherio.


“Kenapa kau mampu mengangkat pedang ini sedangkan aku tidak?” tanya Qiun sambil berusaha mengangkat pedang itu dengan kedua tangannya.


“Pedang ini kupasangi Flame Seal agar siapapun yang mungkin pemilik pedang ini tidak bisa mengangkatnya tanpa persetujuan dariku.” Slitherio menjelaskan, “Dan faktor kedua mungkin karena tubuhmu yang pendek...” Slitherio menggaruk kepalanya.


Zero menepuk dahinya, “Akan kucoba...” Slitherio mengangguk.


Death Ruler Sword terangkat saat Zero mengangkatnya dan mencoba mengayunkannya ke arah atas.


Angin segera tercipta dari jalur tebasannya dan menerbangkan kertas yang berisi info pedang itu.


Zero menyarungkan pedang itu lalu menyerahkannya kembali pada Slitherio dan kembali ket tempat duduknya.


“Kita sudah melihat kekuatan pedang ini, dan ada baiknya kalau kita menyimpan pedang ini di tempat yang aman, yaitu di Inventory Slitherio.” Sean berkata sambil menatap pedang yang dipegang oleh Slitherio.


“Lalu, kita akan membahas tentang letak Gate of Beast Hell ini...” Sean lalu melanjutkan. 


“Gate of Beast Hell berada di Wilayah Netral di dekat perbatasan antara Land Empire Utara dengan Sky Empire Utara.” 


Sean lalu mengatakan hasil pertemuan itu lalu bertanya, “Apa ada yang ingin merubah keputusannya, Guild Thiefer, Guild Crimson, Guild Azure Dragon, Guild Violeta, dan Guild Takazui?”


Alex berasal dari Guild Thiefer, Carey dari Guild Crimson, Zero dari Guild Azure Dragon, Fei dari Guild Violeta, dan Qiun dari Guild Takazui. Mereka adalah ketua guild yang menolak untuk ikut serta dalam perburuan ke Gate of Beast Hell.


“Baiklah, aku akan ikut...” Zero menggaruk kepalanya, markas Guildnya berada dekat dengan Gate of Beast Hell. Tidak mungkin markasnya akan menjadi sasaran pertama dari Gate of Beast Hell yang penghuninya terlepas.


“Guild Crimson akan mengikuti perburuan ini...” Carey menggigit bibirnya pelan, jika saja dirinya menolak ikut, mungkin namanya sebagai pembunuh pemain terbanyak di Midvast akan lebih dikenal dibanding sebagai pemain terkuat nomor sepuluh sedunia.


Pada akhirnya, semua orang di ruangan itu setuju untuk mengikuti perburuan itu. Sean yang mendengarnya menjadi senang, ia lalu membubarkan pertemuan itu dan belum sampai pada tarikan napas ketiga, Alex, Zero, Carey, Gorzsha, Fei, Kurei, dan Qiun segera menghilang kembali menuju markas Guild masing-masing dengan Door Everywhere.


Di ruangan itu, kini tersisa Sean, Luvian, WhiteFang, dan Slitherio yang duduk dalam diam.

__ADS_1


“Slitherio, apakah kapten pasukan elit Guild Archero ada di guildmu?” WhiteFang langsung masuk ke inti pembicaraan tanpa basa-basi lagi.


Memang, selama pertemuan keduanya saling diam dan hanya saling tatap saat info Death Ruler Sword diungkap.


Sepertinya WhiteFang ingin mencari masalah denganku, pikir Slitherio lalu berkata, “Benar dan dia kujadikan wakil ketua Guild Sevens.”


Mata WhiteFang melebar, ia lalu bertanya kembali, “Apa dia ada merusak nama baik Guild Archero saat kalian melakukan pertemuan?”


“Tidak...”


“Apa dia ada mengeluh padamu karena kecewa tidak mendapat kursi wakil ketua?”


“Tidak...”


“Apa dia mengalami perkembangan yang pesat setelah bergabung denganmu?”


“Benar, bahkan ia menjadi lebih kuat dibanding saat ia bergabung dengan guildmu...”


Aura tidak mengenakkan segera keluar dari tubuh WhiteFang saat Slitherio berkata seperti itu.


“Oh ya?”


“Benar sekali, Ketua WhiteFang...” Slitherio melepaskan Phoenix Auranya yang tidak terlalu kuat.


Sean dan Luvian melebarkan mata mereka, dari tubuh Slitherio keluar cahaya berwarna emas dan itu terasa seperti menekan WhiteFang.


“Jangan ganggu Naze saat kita melakukan perburuan bersama setengah bulan lagi...” Slitherio menarik kembali Phoenix Auranya dan berdiri, “Ketua Sean, aku pamit...”


Sean berdiri dan melambaikan tangannya, “Hati-hati dijalan...”


Slitherio tersenyum lalu memakai jubah merahnya dan memakai topeng serta topi jeraminya yang tidak pernah ia pakai sejak perang di perbatasan.

__ADS_1


Slitherio melesat setelah selesai memakai perlengkapannya dan melesat keluar markas utama Guild Reister.


Saat ada diluar, Slitherio mengembangkan sayapnya dan terbang ke langit kemudian melesat dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2