
“Kirim Black Demon God dan Death Demon God kesana. Aku yakin keduanya pasti bisa mengatasi mereka...” Perintah Benario.
“Kalau bisa semudah ini, jangan pernah mengatakan kalau ada seorang dewa di pasukan bantuan itu?” Tanya Vuxy.
“Bisa jadi, tapi jangan berpikiran seperti itu. Berharaplah kalau yang terjadi bukan seperti yang kita pikirkan...” Ujar Leone menenangkan dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, prajurit tadi kembali lagi dengan kondisi tubuh yang tidak bisa disebut baik lagi.
“Lapor, Black Demon God dan Death Demon God sudah tewas dibunuh oleh pimpinan dari pasukan bantuan itu!” seru prajurit itu lalu mati. Ia seperti terkena sesuatu yang bisa mengurangi daya hidupnya secara berkala.
“Biarkan aku turun!” Visidha berubah menjadi naga lalu melesat pergi. Benario tidak menghentikannya.
“Kalau Visidha ikut mati, maka itulah saatnya bagi kita untuk bergerak...” ujar Benario sambil mengangkat tangannya, “Spear of Darkness...”
Tangan Benario bercahaya berwarna hitam sebelum berubah menjadi sebuah tombak yang batangnya berwarna hitam dengan mata tombaknya yang berwarna perak.
Mereka lalu menunggu Visidha sebelum akhirnya ada satu prajurit datang dan memberitahu yang lainnya kalau Visidha sedang bertarung melawan seorang dewa dari pihak lawan.
“Semuanya! Berpencar!” seru Benario sambil mengangkat tombaknya dan melesat menghilang.
***
Slitherio dan yang lainnya berpencar. Slitherio, Sean, FastStone, Riana, Rifa, dan Li bertempur di gerbang depan, sedangkan Vius, Wilhelm, Carey, Luvian, Zero, Lore, dan Whu berpencar ke segala tempat, untuk memberikan bantuan pada penjuru Heaven Empire lainnya yang diserang.
Sialnya, Whu malah bertemu dengan Leone, kaisar Hell Empire yang dulu pernah dibunuh oleh Slitherio.
“Kau?! Kenapa kau hidup lagi?!” seru Whu sambil menunjuk Leone.
Leone hanya menaikkan alisnya, “Aku hidup lagi? Biarkan saja, karena sekarang aku akan mengambil kepala Slitherio...”
Whu berdecak sebelum berkata, “Kuharap kau tidak melakukan yang aneh-aneh disini...”
__ADS_1
Whu melesat dan mengacungkan tongkatnya. Leone mengangkat tangannya dan tongkat Whu tertahan oleh tangan Leone.
Leone sendiri menahan tongkat itu dengan susah payah, meski kekuatannya sudah bisa dibilang jauh dari sebelumnya, tetapi ia tidak bisa menahan serangan senjata seperti ini.
Whu menarik tongkatnya dan mengayunkannya dengan cepat. Sesekali Whu juga memakai skillnya, membuat Leone dipojokkan.
Setelah bertukar serangan lebih dari dua puluh serangan, tangan Leone yang sejak tadi dipakai menahan tongkat Whu kini diselimuti api berwarna hitam.
“Hmph, kau ingin mengambil kepala Slitherio tetapi kesulitan menahan seranganku? Aneh sekali...” Whu terlihat memancing emosi Leone, tetapi Leone memang sudah emosi sebelum Whu mengatakan itu.
“Yang kutakutkan adalah yang tadi itu adalah pemanasan saja...” Leone meregangkan kedua lengannya sampai mengeluarkan suara.
Whu menaikkan alisnya, baru kali ini ia melihat ada seseorang yang bisa membuat kedua lengannya bersuara saat diregangkan. Slitherio dan Sean yang sering melakukannya saja tidak sampai seperti itu.
Tubuh Leone perlahan diselimuti api hitam sebelum ia berkata, “Ayo kita lanjutkan...”
***
Pasukan bantuan yang dipimpin oleh JadeRed langsung berhasil sampai di dekat Heaven Empire, tetapi yang menyambut pasukan bantuan ini amatlah mengerikan.
“Ini bukanlah pertempuran biasa...”
“Kekuatan kita sepertinya dipertaruhkan disini...”
Kata-kata para pemain terdengar di telinga JadeRed. Karena ini adalah perintah Sean, hampir tidak ada pemain yang tersisa di Midvast selain para pemain Newbie dan para NPC AI.
“Kalau kita membantu dari sini, takkan ada masalah, bukan?” tanya Atra sambil menaikkan tangannya yang di lengannya sudah terpasang Immortality Claws.
“Kata-katamu boleh juga...” Seluruh anggota Guild Sevens pergi kesana, kecuali Six Dragon Pillar dan Gold. Mereka ditinggal untuk menjaga Kota Hostix.
Mereka lalu maju dan menghabisi prajurit-prajurit yang ada di sekitar mereka dengan cepat. Saking banyaknya pemain yang ikut, sampai-sampai sekalinya mereka bergerak mampu membersihkan ratusan prajurit. Situasi disini dikendalikan oleh pasukan bantuan.
__ADS_1
“Para dewa! Berpencar dan cari Slitherio dengan yang lainnya!” seru JadeRed.
Yang datang ke Heaven Empire rata-rata memiliki level 800 ke atas, ini adalah perintah dari Sean selaku pemimpin aliansi Midvast.
Sebab itulah hampir seluruh dewa pergi kesana untuk membantu. Tentu saja, jumlah mereka kalah dengan jumlah lawan, tetapi kekuatan mereka jelas berada jauh di atas lawan.
Tepat setelah JadeRed berkata begitu, terlihat lebih dari sepuluh pemain segera keluar dari pasukan dan memisahkan diri. (Penjelasan para dewa akan muncul di chapter berikutnya).
JadeRed kembali menatap ke depan dan melihat diantara kerumunan itu ada dua orang yang memiliki aura yang amat kuat.
JadeRed memasang posisi siaga. Berada di atas awan seharusnya membuat keseimbangan dirinya terganggu, tetapi ia memiliki Wind Step yang sudah berada di tingkat Master level 35.
“Oi, bukankah ia sendirian? Kenapa Yang Mulia mengirim kita kemari?”
“Jangan remehkan dia, siapa tahu ia memiliki kekuatan yang hebat...”
Dua orang itu bukan lain adalah Black Demon God dan Death Demon God. Keduanya menarik senjata masing-masing yang berupa tombak dan pedang sebelum mereka maju menyerang JadeRed.
JadeRed sendiri menarik pedangnya dengan cepat dan menahan dua serangan yang datang secara bersamaan dengan cepat. Ia menangkis dua serangan itu.
Black Demon God dan Death Demon God melompat mundur, “Apa-apaan itu?”
JadeRed mengibaskan pedangnya sebelum menghilang dan tiba-tiba muncul dihadapan keduanya dengan cepat.
Black Demon God mengangkat tombaknya dan menusuk JadeRed dengan cepat, sedangkan Death Demon God mengaliri pedangnya dengan Mana dan menebas kepala JadeRed.
JadeRed menghindar dengan cepat dan ia kembali muncul di belakang keduanya. Yang terjadi selanjutnya adalah perut Black Demon God dan Death Demon God sudah tertebas serta meninggalkan bekas tebasan yang lebar.
Skill inilah yang membuat JadeRed dikenal dengan julukan Light Sword God. Kecepatan gerak JadeRed berada di luar kecepatan gerak Slitherio yang disebut-sebut adalah pemain dengan kecepatan yang luar biasa, dibawah Alex dan Carey tentunya.
Sebagai Knight, tak seharusnya Slitherio dan JadeRed memilliki kecepatan semacam itu. Tetapi situasi di alam bebas memaksa mereka harus memiliki kecepatan seperti itu.
__ADS_1
Skill JadeRed juga terlihat memunculkan sosok naga, membuatnya mendapat julukan Dragon Sword God. Tetapi Sky Man memberikan gelar Dragon Sword God karena lebih cocok bagi JadeRed.
JadeRed berbalik dan menatap keduanya, “Apa kalian sudah puas?”