Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
148. Gate of Beast Hell VIII


__ADS_3

Sueta memandang sepuluh orang yang terlihat lebih tua dari Slitherio lalu berseru, “Dua jendral kita menghadapi sebelas Slitherio sekaligus!”


“Hah?!” Leone, Deviasy, Louse, Bagune, Vet, dan lima jendral yang tersisa membuka mulut mereka.


“K-kau pasti bercanda... Mana ada orang yang memiliki kekuatan sebesar Slitherio dan mereka berada dalam tempat yang sama?” Leone masih tidak mengerti maksud Sueta.


“Aku tidak bohong! Coba kau perhatikan lebih dalam lagi sepuluh orang ini, ditambah dengan yang ini, ini, ini, ini, ini...” Sueta menunjuk satu persatu orang yang menurutnya memiliki kekuatan yang setara dengan Slitherio.


“Oh tidak, artinya kita harus memanggil Demino kembali?” Louse memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


“Oi, apa kalian akan mencariku?” seseorang muncul sambil membawa dua kotak yang isinya cahaya berwarna hitam kemerahan dan abu-abu.


“Eh?!”


“Apa kita bisa memulai pembangkitannya?” Demino tersenyum canggung, malas-malas begini Demino itu disebut sebagai ahli rampas terbaik di Hell Empire. Bisa dibilang kecepatan tangan Demino mengambil sesuatu itu terbilang cepat.


Leone meraih kedua kotak itu lalu membangkitkannya di altar lalu mengirim mereka kembali secepatnya menuju Gate of Beast Hell. Semuanya Leone lakukan kurang dari setengah jam.


“Aduh, kita harus mengawasi dua jendral kita ini, kekuatan keduanya amat tinggi untuk saat ini dan kita tak boleh kehilangan keduanya lagi...”


***


Setengah jam berlalu...


Pada akhirnya, empat jam berlalu sejak mereka memasuki Dungeon ini dan baru tiga kali saja pertarungan mereka hadapi.


Mereka mulai meragukan informasi bahwa Gate of Beast Hell adalah Dungeon tersulit peringkat pertama di Midvast.


“Aku mempercayainya...” Slitherio mengangkat tangannya, beberapa pemain lain ikut mengangkat tangannya.


Dari sebelas Guild Profesional yang ikut ke Gate of Beast Hell, hanya Guild Sevens yang anggotanya seluruhnya masih hidup. Sepuluh lainnya sudah berkurang anggotanya.


Mereka terus berjalan sampai pada akhirnya empat cahaya berwarna merah menghentikan mereka semua.


Mereka langsung memasang posisi siaga dan pada akhirnya empat cahaya itu menampilkan wujud mereka.


Yaitu Boss Behemoth yang dililit oleh King Cobra yang warna tubuh mereka berubah menjadi hitam.


King Cobra yang sebelumnya berukuran besar kini mengecil sampai pada akhirnya mengambil wujud manusia lagi.


“Yo, bertemu lagi...” Mide mengangkat tangannya, menyapa Sean dan yang lainnya.


“Hmm, bisa kita selesaikan ini secepatnya? Aku ingin tiduran lagi...” Boss Behemoth mengecil sampai berbentuk manusia.

__ADS_1


Wujud manusia Boss Behemoth adalah seorang pria dengan tubuh kekar dengan tanduk berukuran sedang diatas kepalanya.


“Sebelum bertarung aku akan menghilangkan pengganggu dulu...” Mide menjentikkan jari tangannya yang masih terangkat dan seketika, ratusan ular ganas muncul dari samping ruangan dan langsung mengincar semua orang, kecuali Sean, Luvian, Slitherio, Gorzsha, Alex, WhiteFang, Carey, Fei, Qiun, Zero, Kurei, FastStone, Naze, Riana, Asvi, Clarey, June, LoghSeveria, Lynx, BlackDream, Asheuin, Adhie, Bhiosa, Vue, Zayn, dan JadeRed.


Zayn adalah wakil ketua dari Guild Azure Dragon dan mendapat posisi Top Global nomor dua belas. Ia memang tidak diincar karena ia memancarkan kekuatan yang besar sejak tadi. Dan juga ia adalah salah satu dari sekian banyak pemain yang berniat meninggalkan tempat ini.


JadeRed adalah kapten pasukan elit Guild Reister dan ia memiliki job yang sama dengan Sean, yaitu Dragon Knight. Ia adalah pemain posisi tengah yang tidak mendapat kesempatan maju tadi.


“Sejauh kalian melawan mereka, para ular itu akan semakin menguat...” Mide tertawa kecil saat melihat pasukan penakluk Gate of Beast Hell yang berusaha membunuh ratusan ular itu.


Sia-sia saja, pada akhirnya mereka yang diincar mati dan menyisakan mereka yang tidak diincar.


“Apa maumu?!” Qiun yang sejak tadi tenang akhirnya memilih mengangkat suara dan menatap Mide tajam.


“Bukankah kalian yang memasuki tempat ini duluan?” Boss Behemoth mengangkat bahunya, “Seharusnya kami yang bertanya, apa mau kalian?”


Kurei serasa ingin mencekik Mide dan Boss Behemoth bersamaan. Ia lalu melesat sambil membawa kapaknya dan mengayunkannya dengan kuat.


Boss Behemoth menghindar dan berseru pada Mide, “Sesuai rencana?”


Mide mengangguk lalu berpencar. Mereka jelas berniat memecah para pemain yang dianggap membahayakan.


Meski sepuluh Ketua Guild berniat menyerang bersamaan, tetapi Asheuin menyarankan agar mengikuti rencana Mide. Siapa tahu kalau gabungan kekuatan mereka melebihi keduanya.


Pada akhirnya, Vue tidak dibebaskan dan dibiarkan terikat oleh Flame Seal dari Slitherio agar ia tidak mencoba lari atau menyerang balik.


Dua pertarungan dahsyat terjadi dan menghancurkan sekitarnya dengan sama dahsyatnya.


Tak ada yang HPnya berkurang ataupun mengalami hal yang disebut dengan kehabisan mana meski pertarungan berlangsung selama kurang dari satu jam.


Tangan bertemu dengan senjata, skill saling beradu, tak ada yang tumbang sejak kurang dari satu jam lalu.


Tetapi, ada satu yang berhasil terpojok setelah dikeroyok oleh banyak orang, apalagi dikeroyok oleh orang yang memiliki Special Job. Yaitu Boss Behemoth.


Pada dasarnya, Boss Behemoth lebih menekankan pada pertahanannya yang terbilang amat hebat. Tetapi serangannya juga kuat. 


Hanya saja, serangannya lambat dan mampu dihindari dengan mudahnya oleh para pengeroyoknya.


Boss Behemoth masih teringat pada perintah Leone, yaitu penguasa Hell Empire.


“Jangan sampai gagal...” 


Boss Behemoth memperkuat tubuhnya sampai batasnya dan menarik tangan Mide dengan cepat kemudian meninggalkan mereka dengan portal.

__ADS_1


Zero dan Gorzsha pada awalnya ingin mengejarnya, tetapi Qiun menarik keduanya dan bertanya dengan nada keras, “Apa kalian mau terjun ke sarang lawan?!”


Seketika, Zero dan Kurei menciut semangatnya melihat Qiun yang menatap mereka dengan tajam. 


Meski terlihat diam-diam saja dan tak terlihat ingin bertikai, Qiun sebenarnya menyimpan kekuatan yang amat hebat dibalik tubuh kecilnya itu.


Sebuah jendela informasi muncul dihadapan semua orang, termasuk mereka yang tersisa di Gate of Beast Hell.


[Selamat, Gate of Beast Hell berhasil diselesaikan!


Gate of Beast Hell akhirnya berhasil diselesaikan dengan gabungan kekuatan Guild Reister, Guild Darkness, Guild Reozsya, Guild Archero, Guild Thiefer, Guild Xiun, Guild Crimson, Guild Azure Dragon, Guild Sevens, Guild Takazui, dan Guild Violeta.


Dengan begitu, Chapter 07: Rise of Darkness Empire dimulai dan batas level dinaikkan menjadi level 800]


“Bahkan boss terakhirnya yang kabur pun disebut berhasil?” Carey mengangkat tangannya, tangannya sendiri sudah hampir terasa putus karena bertarung selama hampir lima jam, "Tanganku pasti akan putus jika sampai ada pertarungan selanjutnya lagi..."


Tetapi ia tidak bertanya pada Zero dan Kurei yang membawa senjata lebih besar dan lebih berat dari Carey.


“Apa kau bertanya pada kami, bagaimana rasanya membawa pedang besar yang beratnya melebihi berat tubuhmu sendiri?” Zero menatap Carey.


Dungeon ini sendiri membuat kekuatan sepuluh Guild Profesional berkurang lumayan banyak, tetapi hasil yang diterima memang kurang.


“Setidaknya kita akan membuat rekor penyelesaian Chapter kurang dari setahun sejak permainan ini dirilis...” Slitherio mencari tempat duduk dan duduk untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Mana miliknya yang sudah sebesar 3 kekuatan Spirit sekalipun sudah hampir habis karena saat mengeroyok Boss Behemoth ia memakai Twin Phoenix Clawsnya.


Mereka akhirnya duduk beristirahat sebelum kembali ke luar dan kembali ke markas masing-masing.


Catatan Penulis:


Pasti ada yang bingung, kenapa hari ini chapternya yang rilis cuma satu? Dan kenapa chapter lagi satu rilis sorenya?


Jadi begini, penulis lagi asik nonton Anime kemarin malam sampai lupa nulis dua chapter buat jam 00.00 WITA.


Mohon dimaklumi kemalasan penulis ini...


Oh ya, buat kalian yang ingin berinteraksi dengan penulis lebih jauh, silakan bergabung di grup penulis.


Sampai jumpa di dua chapter selanjutnya. (Itupun kalau ada waktu) :)


Salam,


Rio.

__ADS_1


__ADS_2