Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
37. Kekuatan Wagata II


__ADS_3

Samar-samar, terdengar percakapan antara dua orang diatas awan-awan. Salah satu suara dikenali oleh Atra dan Whu sebagai Slitherio.


Jauh diatas awan, Slitherio menggenggam pedangnya yang baru kembali ke tangannya lagi.


“Senior, untuk apa aku memanggil pedangku lagi?” tanya Slitherio


“Jika aku berkata aku ingin meminjamnya bagaimana?” Jawab FolkChase.


“Boleh, tapi aku melepas segelnya dulu...” Slitherio mengucapkan sebuah mantra kemudian memberikannya pada FolkChase.


“Aku pinjam dulu...” Ujar FolkChase sambil tersenyum lebar.


“Tapi, aku akan bertarung dengan apa?” tanya Slitherio sambil memegang tangan FolkChase.


“Kau punya dua jenis jurus, jurus pedang dan jurus tangan api. Gunakan jurus tangan apimu itu...” jawab FolkChase kemudian melesat turun. Slitherio mengikutinya dari belakang.


FolkChase mendarat perlahan dan ia mendarat tepat di tempat Slitherio tadi berdiri. Ketika wajahnya terlihat, Visidhalah yang pertama mengenalinya.


“Kau? Heaven Dragon FolkChase? Bagaimana kau bisa ada disini?” tanya Visidha sambil menunjuk ke arah FolkChase berdiri.


“Aku? Aku adalah teman Sky Dragon Semipa, apa kau sudah lupa?” jawab FolkChase kemudian bertanya balik.


“Aku tidak lupa hal itu, pertanyaanku adalah bagaimana kau bisa ada disini?” Visidha menjambak rambutnya, tentu ia tidak menyangka saingannya bisa ada di Sky Empire.


“Aku diangkat menjadi pelindung Sky Empire oleh Semipa, Semipa sendiri masih tinggal di dekat kediamanku di Everest Mountain.” Jawab FolkChase sambil tersenyum lembut.


Wajah Atra dan Whu berubah begitu mendengar hal itu. Secara tidak terduga mereka bertemu dengan satu lagi Beast Remaist World Ruler setelah FolkChase.


Nama FolkChase dan Visidha sudah tidak asing lagi di telinga penduduk Midvast karena memang merekalah yang membuat beberapa kenampakan alam di Midvast, contohnya Blanc Mountain, White Lotus Lake, dan masih banyak lagi.


Kenampakan alam itu tercipta ketika mereka berdua bertarung ribuan tahun lalu, memaksa penguasa Heaven Empire menggunakan kekuatannya untuk mengangkat Heaven Empire ke atas langit guna melindunginya.

__ADS_1


Penguasa Hell Empire memilih memindahkan kekaisarannya ke dalam tanah melalui pintu masuk di Death Valley dan di dekat sebuah tebing di utara Midvast.


Pertarungan mereka mungkin hanya berlangsung beberapa jam, namun kehancuran yang diciptakan bertahan ribuan tahun lamanya. Pertarungan mereka berakhir setelah Immortal Dragon Chao menghentikan mereka berdua dengan cara mencekik mereka berdua langsung dan menerima serangan akhir dari mereka berdua.


Serangan yang diterimanya tidak terlalu parah dan setelah ia sembuh ia menyatakan dirinya akan berlaku netral selamanya, tidak akan mengurusi Masalah keduniawian lagi dan menyendiri di sebuah tempat di Midvast.


Itulah salah satu legenda yang paling sering diceritakan oleh para penduduk Midvast dari generasi ke generasi.


Serioza dan kedua jendralnya mendengar hal itu dari guru sejarah mereka. Awalnya mereka hanya mengira legenda itu hanyalah bualan belaka mengingat saat itu mereka berpikir mana ada orang yang mampu bertarung hingga menciptakan danau dan gunung, segalanya yang ada di Midvast.


Sekarang mereka melihat langsung kedua tokoh dalam legenda yang dahulu mereka anggap bualan belaka. Sekarang mereka berharap semoga keduanya tidak akan marah jika tau mereka dianggap hanya membual soal pertarungan mereka dulu.


FolkChase mengangkat pedang Slitherio ringan, Visidha mengangkat telapak tangannya.


Visidha tertawa lantang melihat posisi FolkChase yang terlihat banyak celahnya, “Kau yakin akan bertarung dengan posisi begitu?”


“Seingatku kau tidak pernah memakai pedang maupun senjata lainnya, kenapa hari ini kau memakainya?” tanya Visidha sambil tersenyum penuh kemenangan.


“Hm? Kabar itu kau dengar kapan? Beberapa ratus tahun berlalu dan pastinya dunia berubah...” sahut FolkChase kemudian melesat menyerang Visidha yang terdiam mendengar ucapannya.


Pertarungan dua makhluk terkuat di Midvast berhasil mengguncang langit dan bumi, menghancurkan sekitarnya. Tak sedikit debu yang beterbangan akibat pertukaran serangan mereka yang kadang menerbangkan beberapa tanah.


“Kutebak, kau diutus oleh Leone untuk membantu muridmu menguasai Sky Empire bukan?” tanya FolkChase di sela pertukaran serangan mereka.


Raut wajah Visidha memburuk ketika mendengar nama kaisar Hell Empire disebut begitu saja oleh FolkChase. Leone adalah kaisar Hell Empire yang telah hidup sejak Hell Empire didirikan.


“Lalu, apa Daishi yang mengirimmu kemari untuk menghentikanku?” tanya Visidha dengan senyum kemenangan.


Alis FolkChase mengkerut mendengar nama itu. Daishi adalah kaisar Heaven Empire kedua karena kaisar Heaven Empire memilih mengundurkan diri setelah menggunakan kemampuannya untuk mengangkat Heaven Empire ke atas awan.


Semua orang yang berada di sekitarnya menjauh sejauh mungkin agar tidak terkena serangan nyasar dari dua makhluk di depan mereka.

__ADS_1


Secara tiba-tiba, FolkChase melesat menuju Visidha dan mengangkatnya ke langit. Semua terjadi begitu cepat, bahkan Serioza tidak sempat melihat FolkChase bergerak menuju Visidha.


Disaat semuanya masih menatap tempat keduanya berdiri, Wagata secara tiba-tiba berkata, “Hei, kita lanjutkan duel kita tadi...” Wagata melesat menuju Slitherio yang menyambutnya dengan tangan apinya.


Keduanya bertukar serangan sebelum Slitherio melompat mundur dan mengatur napasnya.


“Kenapa ini? Apa kau sudah tidak menjadi kuat setelah pedangmu dipinjam oleh lawan guruku?” tanya Wagata dengan kebingungan.


“Aku... Tidak lemah...” dengan cepat, Slitherio melesat ke arah Wagata sambil bergumam, “Flame Warmage Technique: Flame Palm.”


Tapak Slitherio mendarat di perut Wagata dan memaksanya untuk melangkah mundur. Slitherio tidak berhenti sampai sana, ia mengejar Wagata dan melancarkan sepuluh pukulan.


“Flame Warmage Technique: Ten Flame Fist.” Slitherio melayangkan sepuluh pukulan yang keseluruhannya mendarat telak di tubuh Wagata.


“Clone Technique: Crittical Strike!” Whu melompat dan memukul kepala Wagata keras hingga ia terjatuh tersungkur.


“Mechanic Claws Technique: Puncture.” Atra datang dan menusukkan cakarnya hingga tembus ke punggung Wagata sebelum jatuh tersungkur.


HP Wagata langsung menurun hingga mencapai angka 50%. Saat itulah Slitherio melakukan beberapa gerakan sederhana kemudian berseru, “Habisi dia! Flame Warmage Technique: Twin Phoenix Claw!”


“Habisi mereka semua!” sebuah seruan mengagetkan Slitherio yang baru selesai membuat cakar api. Ketika ia menoleh, wajah yang tidak asing melesat paling depan.


“Dia... Gorzsha kan?” tanya Atra yang cakarnya masih menusuk Wagata pada Whu.


“Aku tidak tau...” jawab Whu kemudian membuat satu clon lagi. Ia kemudian memukuli Wagata bersama clonnya.


Keanehan terjadi pada HP Wagata yang tidak berkurang lagi. Samar-samar, Atra mendengar gumaman kecil.


“Art of Dark Palm: Dark Shield.” HP Wagata tidak lagi berkurang. Ia kemudian berkata, “Kau kira aku akan membiarkan kalian membunuhku begitu saja?”


Wagata bangkit dengan perlahan, ia kemudian bergumam, “Art of Dark Palm: Dark Flame Palm...” api hitam keunguan tercipta di tangan kanan Wagata kemudian ia menyerang Atra yang berada paling dekat dengannya.

__ADS_1


Atra terpental jauh, tapi tubuh Wagata ikut tertarik karena cakar Atra menyebar di punggungnya. Whu dan Slitherio yang melihatnya melesat menyerang Wagata yang tubuhnya masih ikut tertarik.


Di tempat yang lain, pertarungan Serioza melawan Zen masih berlangsung.


__ADS_2