
Asheuin, Sen, Adhie, Dee, Zeo, dan Bhiosa memilih pergi ke Blood Portal dengan Door Everywhere. Alasannya agar lebih cepat sampai.
Sebelum itu, mereka memakai seluruh perlengkapan, termasuk memakai jubah yang berwarna hijau terang. Kemudian mereka pergi ke Door Everywhere dan menggunakannya untuk pergi ke Blood Portal.
Mereka dikirim ke sebuah hutan yang di tengah-tengah hutan itu terdapat sebuah lingkaran besar berwarna merah. Itulah Blood Portal.
Blood Portal terlihat seperti sebuah lingkaran berwarna merah yang melayang di udara. Posisinya seperti pintu.
Asheuin mencoba memasukkan tangan kanannya ke dalam Blood Portal dan tangannya tembus masuk ke dalam Blood Portal.
“Hmm, berfungsi...”
“Kukira si taring itu membohongi kita...”
Sen dan Zeo bergumam sambil menatap Asheuin yang menarik kembali tangannya kemudian memasukkan kepalanya ke dalam.
“Isinya seperti kediaman Tuan, tetapi lebih besar serta lebih detail.” Asheuin berkata setelah mengeluarkan kepalanya dari dalam Blood Portal.
Adhie dan Bhiosa membuka mulut mereka, sungguh ide yang hebat dari Asheuin.
“Dan juga si tanduk itu berkata kalau lokasi Hell Empire berada di dekat sini...” Bhiosa berdeham dahulu kemudian menunjuk ke selatan, memang lokasi Blood Portal berada berbatasan dengan Sahara Desert, sebuah Wilayah Netral yang berada di selatan Midvast.
“Dan juga berhentilah memanggil Dracula itu dengan berbagai sebutan aneh, yang aku takutkan adalah ia akan terserang flu nantinya...” Dee menunjuk ke Utara, tempat Kota Hostix berada.
“Benar juga...” semua orang mengangguk kemudian memilih masuk ke Blood Portal tanpa mengetahui situasi di jaya yang sebenarnya.
Di utara, Vue bersin tanpa alasan yang jelas saat membuat Draculanya yang kelima.
“Hatchi!”
***
Asheuin dan lima temannya menarik senjata masing-masing ketika sudah memasuki Blood Portal.
Di dalamnya hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang, melakukan kegiatan dengan santainya, tanpa memedulikan kedatangan Enam Pilar Naga kesana.
Asheuin berdeham dan menghentikan kegiatan beberapa orang yang lewat di depan mereka.
Dalam waktu singkat, orang-orang disana menarik pisau yang ada di belakang mereka dan memasang posisi siaga.
“Siapa kalian?!” serempak, semua orang disana berseru pada Enam Pilar Naga.
“Kami diminta kemari untuk menjemput kalian semua...” Asheuin tersenyum tipis, sebenarnya ia bisa membunuh semua orang dihadapannya saat ini, tetapi ia tidak melakukannya karena ingin mengetahui pendapat Slitherio.
“Memangnya ada terjadi sesuatu pada Tuan Vue?” tanya salah satu orang itu. Ia adalah seorang pelayan di kediaman itu. Asheuin mengangguk.
“Dia memilih tinggal di Kota Hostix dan meminta kami menjemput kalian...” Sen menjawab pertanyaan itu.
__ADS_1
“Oh, biar kami panggil Nyonya Vie dahulu...” orang yang tadi bertanya berbisik pada orang di sebelahnya kemudian orang yang tadi dibisiki berlari ke tangga dan berlari menuju ke atas.
Setidaknya perlu waktu hampir lima menit hanya untuk menunggu satu orang saja.
Saat situasi semakin membosankan, suara seruan terdengar dari tangga tempat orang yang diperintahkan mencari Nyonya Vie dan menunjukkan seorang wanita dengan tubuh sedikit gemuk.
“Aku adalah Vie BloodStream, istri dari Vue BloodStream yang menjadi salah satu dari lima petinggi bawah Hell Empire...” wanita itu mengenalkan diri dengan nada keras, “Apa yang kalian inginkan?”
“Tadi sudah saya beritahu pada orang ini...” Asheuin lalu menceritakan hal yang terjadi sebelumnya.
“Begitukah? Tapi tidak ada yang memberitahuku...” Nyonya Vie mengelus dagunya.
“Apa kau pikir aku akan membiarkan kami menerima permintaanmu?!” orang yang tadi sempat bertanya pada Asheuin tertawa lepas, “Mimpi saja sana!”
Sen dan Adhie tertawa kecil, Bhiosa dan Zeo menepuk dahi mereka masing-masing. Dee hanya mengusap wajahnya kasar.
Asheuin sendiri tersenyum lebar, “Kalian yang memintanya, lho...” Asheuin merubah senyumnya menjadi menyeringai lebar.
Saat Asheuin menyeringai, secara tiba-tiba sebuah tekanan menekan semua orang disana, termasuk Nyonya Vie. Tekanan itu adalah Dragon Aura yang diperkuat dengan Fighting Aura.
“Jangan salahkan dia jika membunuh kalian semua...” Dee mengusap wajahnya. Ia tidak mengharapkan hal ini akan terjadi.
Di saat semua orang disana sedang ditekan, hanya Nyonya Vie saja yang berdiri perlahan. Ia lalu tersenyum sambil tertawa kecil, “Apa segini saja kemampuanmu?”
Asheuin terkejut saat melihat Nyonya Vie tersenyum lebar, ia terlihat tidak tertekan oleh Dragon Aura dan Fighting Auranya Asheuin.
Nyonya Vie tak terlihat di seluruh sudut kediaman itu, yang terjadi selanjutnya hampir membahayakan nyawa Sen yang merupakan orang dengan HP tertipis diantara mereka berenam.
Nyonya Vie muncul di hadapan Sen dan langsung melancarkan pukulan ke arah dada Sen. Sen yang melihat serangan itu langsung menghindar, meraih kaki Vie kemudian melemparnya kembali ke tangga.
“Tak kusangka kau mampu menghindari Fatal Strike milikku...” Vie menggunakan punggung tangannya untuk mengelap bekas darah di bawah mulutnya.
“Eh? Darah?” Enam Pilar Naga menatap Vie kebingungan. Sejak kapan ada darah disana, batin mereka berenam.
“Kalian baru menyadarinya, ya?” Vie tersenyum licik, ia tadi menyerap sedikit darah dari para pelayannya untuk dijadikan kekuatan tambahan bagi tubuhnya.
“Meski ini permainan, ada darah juga?” suara seorang pria terdengar dari belakang Sen yang berdiri paling belakang. Ia adalah LoghSeveria.
LoghSeveria menarik cambuknya, “Sebagai sesama yang haus akan pertarungan, bagaimana kalau kita berduel saja?”
“Siapa kau?!” Vie mengepalkan tangannya di depan tubuhnya, ia memasang posisi siaga saat LoghSeveria datang.
“Sudah kubilang sebelumnya, aku datang untuk menantangmu berduel. Soal nama, biar nanti saja...” LoghSeveria memainkan cambuknya sampai beberapa lantai hancur.
“Jika kau satu kelompok dengan enam orang ini, pasti kau tau dimana Vue, bukan?” Vie masih menatap Asheuin. Terlihat ia tidak percaya dengan Asheuin.
“Oh, si Vue apalah itu? Dia ada di Kota Hostix, dalam pengawasan Pedang Api Slitherio...” LoghSeveria mengangkat bahunya, membuat Vie mengepalkan tangannya sambil menatap tajam LoghSeveria.
__ADS_1
“Sialan kau!” Vie melesat turun dan menghampiri LoghSeveria. Yang dihampiri hanya tersenyum lebar.
LoghSeveria melompat ke kiri dan menyerang punggung Vie yang tak menyangka serangannya akan meleset.
“Jangan lupakan instingmu ya...” LoghSeveria melesat cepat menuju Vie dan menangkap kedua tangan Vue kemudian meletakkannya di belakang punggung Vie.
“Apa yang kau inginkan?!” Vie meronta-ronta, ia tak menyangka akan semudah itu ia akan dikalahkan.
“Aku hanya diminta membawamu ke Kota Hostix dalam waktu singkat dan tanpa paksaan...” LoghSeveria menggenggam erat kedua tangan Vie yang berlumuran darah.
“Meski ini permainan, tetap saja ada darah dan itu membuatku mual...” LoghSeveria bergumam pelan, ia sangat membenci cairan yang disebut darah.
“Kau takut darah? Kau bukanlah pendekar sesungguhnya...” Vie mendengar gumaman LoghSeveria.
“Apa maksudmu?” LoghSeveria bertanya dengan nada dingin, “Coba ulangi lagi...”
“Dimana Vue? Aku ingin menemuinya segera...” Vie menoleh ke belakang dan menatap LoghSeveria.
“Dia masih hidup, tenang saja...” LoghSeveria mendirikan Vie. Ia lalu menariknya keluar dari Blood Portal.
“Masih ada putriku di kamarnya!” Vie berniat melepaskan diri dari LoghSeveria, tetapi Adhie menahannya dengan mendorongnya kembali ke depan LoghSeveria.
“Tunggu, kau tadi bilang putrimu?” LoghSeveria berhenti setelah mendengar ucapan Vie.
“Benar, putriku masih diatas.” Vie menatap LoghSeveria dengan tatapan memohon.
“Hah, Asheuin dan Bhiosa akan pergi keatas untuk memeriksa semua ruangan diatas.” LoghSeveria menatap Asheuin dan Bhiosa bergantian. Keduanya mengangguk kemudian berlari ke arah tangga dan menghilang.
Mereka memilih duduk di depan pintu masuk, tetapi LoghSeveria tidak sekalipun melepaskan genggamannya pada kedua tangan Vie. Mereka kemudian menunggu dalam diam.
9 menit kemudian...
Asheuin dan Bhiosa kembali dengan seorang perempuan yang terlihat berusia dua puluhan tahun.
Perempuan itu menatap Asheuin, Adhie, LoghSeveria, dan Six Dragon Pillar dengan tajam, “Apa yang kalian inginkan?”
“Kemari...” LoghSeveria melambaikan tangannya, meminta perempuan itu mendekat. Perempuan itu mendekati LoghSeveria dengan hati-hati.
Saat perempuan itu berada dekat dengan LoghSeveria, Sen langsung meraih perempuan itu dan menahannya.
“Nah, pekerjaan kita sudah selesai...” LoghSeveria kemudian mengajak Six Dragon Pillar keluar dari Blood Portal.
Diluar, LoghSeveria mengeluarkan sebuah kristal. Ia lalu mengangkatnya ke atas, “Go Hostix City!”
Sebuah Door Everywhere muncul dihadapan semua orang dari ruang hampa. Mereka kemudian memasukinya sambil membawa dua Dracula yang baru.
Kedua Dracula itu hanya bisa terdiam, kekuatan keduanya terlihat kecil saat berhadapan dengan mereka semua.
__ADS_1