
Pertempuran sudah usai sejak dua jam lalu, tetapi kerugian yang dirasakan Heaven Empire takkan bisa hilang.
Kerugiannya amatlah besar, dunia kehilangan dua sosok legendaris di dalam kisah-kisah legenda, yaitu FolkChase atau Viones dan Visidha.
Selain kehilangan dua sosok legendaris, dunia juga kehilangan dua sosok Twelve First Gods dan juga beberapa dewa dari Gods Island. Dua sosok Twelve First Gods ini adalah Life God Xue dan Death God Benario.
Belakangan, diketahui kalau Xue ini sedang mengalami sebuah gangguan dimana hampir seperempat kekuatannya tersegel untuk waktu yang cukup lama dan entah apa penyebabnya.
Benario juga mengalami hal yang serupa, bedanya ia memilih dihidupkan kembali dengan beberapa bagian tubuh terdahulunya untuk mengembalikan kembali kekuatannya semula, tetapi karena para pembangkitnya tidak memiliki kekuatan yang cukup menjadikan kekuatan yang dimiliki oleh Benario berkurang hampir seperempatnya.
Selain itu, beberapa Dewa Bergelar yang baru serta beberapa orang yang hampir menjadi dewa juga ikut menjadi korban keganasan pertempuran itu. Kaisar dari dua pihak, yaitu Leone, Daishi, Vuxy, dan Theon juga ikut menjadi korban.
Karena hal itu, Heaven Empire akhirnya memutuskan untuk menghilang dari dunia untuk selamanya. Petinggi Heaven Empire yang tersisa hanya Semipa seorang, tak mungkin memimpin sebuah kekaisaran hanya dengan seorang petinggi saja.
Sebab itulah Semipa memutuskan untuk menghancurkan Heaven Empire dan tak ada lagi prajurit Heaven Empire yang tersisa. Hanya Semipa seorang yang lolos.
Slitherio dan beberapa rekannya yang masih hidup memilih kembali ke Midvast dengan Teleport.
***
Dua minggu kemudian...
Kabar tentang hancurnya Heaven Empire dan Hell Empire dua Minggu lalu telah terdengar di telinga semua orang di dunia.
Bersamaan dengan kabar itu, hampir separuh para dewa turun dari gelarnya dan kehilangan kekuatannya.
Slitherio yang diwawancarai saat di Hostix mengatakan kalau sebab dari hilangnya kekuatan para dewa itu karena mereka terbunuh di Heaven Empire saat pertempuran dahsyat itu.
“Ada kabar kalau beberapa pemain yang bertingkat God kehilangan kekuatan mereka saat pertempuran itu dan level mereka kini kembali ke level 1, apa itu benar?”
“Apa penyebabnya?”
“Teman-temanku kehilangan kekuatan mereka karena gugur di Heaven Empire saat pertempuran itu. Itu adalah sebab yang aku ketahui setelah salah seorang dari para dewa, mantan dewa yang dulunya memiliki gelar Scyhte God Luvian mengatakannya dengan berat. Satu orang lagi yaitu Staff God Whu juga mengatakan itu.”
“Lalu, siapa saja yang kehilangan kekuatannya dan kembali ke level 1?”
“Aku tak bisa menyebutkannya karena ditakutkan kalau mereka bisa saja dicari oleh musuh mereka dulu. Aku memutuskan untuk tutup mulut untuk hal ini...”
Raisya mematikan televisi, “Hah, memang pertempuran yang dahsyat...”
Rayhan yang duduk di sebelahnya lalu berkata, “Ayah memang hebat!”
Tak lama, Ryan lalu keluar dari kamarnya dan duduk di sebelah Rayhan, “Apa beritanya?”
__ADS_1
“Kau yang diwawancarai oleh beberapa reporter tadi itu masuk televisi, dan ini adalah berita selanjutnya...” jawab Raisya lalu menunjuk televisi.
Tampak wajah yang tidak asing terdapat di layar televisi. Wajah itu adalah milik Neil Young, pencipta permainan Remaist Online dan juga pencipta dari V-Gear.
“Bagaimana reaksi anda terhadap kejadian Heaven Empire dua minggu lalu itu?”
“Begini, aku sudah menjelaskan sebelumnya kalau pihak SuperSoft Corporation tidak ikut campur atas hilangnya kekuatan para dewa dan beberapa pemain yang setara dewa. Bahkan, aku dan 5 GM Remaist Online pergi berlibur ke Canada hanya untuk menenangkan diri sebab kejadian ini.”
“Lalu, bagaimana dengan permainan Remaist Online ini?”
“Aku dan beberapa petinggi SuperSoft telah memutuskan hal ini. Karakter dari para dewa akan kami simpan sebagai arsip dan dengan selesainya Chapter 09 yang kami sebut Vengeance, kami nyatakan kalau permainan Remaist Online telah berakhir.”
“Lalu, bagaimana dengan dunia yang telah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun itu?”
“Kami akan menyimpan segala kemajuan dunia itu untuk masa depan, jikalau ada perusahaan lain yang berniat mengambil alih dunia itu, maka akan kami berikan. Untuk servernya, sudah kami putuskan kalau kami tidak akan menghapus server itu, hanya akan kami jadikan satu dengan dunia yang sudah kami buat itu.”
“Tambahan juga, untuk para pemain yang ingin Log Out permanen dari permainan itu, maka dari detik ini juga kami persilahkan. Data karakter kalian tidak akan terhapus, kami akan simpan di sebuah Chip yang aman dari peretasan.”
Ryan menyandarkan punggungnya, “Melelahkan...”
“Ayah lelah? Ayo kita jalan-jalan di luar...” pinta Rayhan lalu berdiri.
“Ayolah Ryan, urusan Log Out urusan nanti saja...” ujar Raisya, “Untuk sekarang kita bersantai dulu...”
***
“Sebenarnya, aku tak percaya kalau kekuatan kita bisa hilang begitu saja setelah pertempuran itu...” Whu yang sudah sampai bersama dengan Slitherio yang berhasil mempertahankan levelnya dan Geisha yang datang terlambat.
“Jujur saja, kalau ini adalah akhir maka biarlah ini menjadi akhir yang menyenangkan...” Atra yang berhasil mempertahankan levelnya berkata, "Perjalanan kita berakhir disini..."
“Cukup sudah perjalanan panjang kita disini...” LoghSeveria bergumam pelan. LoghSeveria juga ikut kehilangan levelnya.
Semua anggota Guild Sevens telah berkumpul di hutan angker itu untuk melakukan pertemuan terakhir mereka.
Kalau dihitung ada sebelas anggota mereka yang kehilangan levelnya. Mereka adalah Whu, LoghSeveria, Naze, Clarey, Lynx, Zynga, Tsuyoshi, Asvi, Renne, Ovyx, dan Riana.
Riana tentu yang paling syok karena ia dikeroyok setelah menghabisi EarthSquare saat itu dan ia tak siap untuk dikeroyok sehingga ia tewas di sana.
“Satu persatu...” ujar Slitherio. Entah kenapa ia menitikkan air matanya saat ia melihat satu persatu rekannya akhirnya Log Out permanen dengan meledakkan diri dan pada akhirnya tersisalah dirinya bersama dengan Atra, Whu, Naze, FastStone, dan Geisha disana.
“Slitherio, kuucapkan terima kasih karena kau telah memberiku kehidupan yang berarti di masa lalu. Kuharap ini tidak akan akan membuat dirimu sedih...” ujar Whu lalu ia meledak, seluruh barang yang ada di Inventorynya berjatuhan.
Sekarang adalah giliran Atra. Atra menyeka air matanya lalu berkata, “Slitherio, kami mengikutimu karena kami ingin membalas budi kami padamu karena telah melindungi kami. Tetapi, kami terus mengecewakanmu. Maafkan kami...” setelah itu Atra meledak dan menjatuhkan semua barang yang ada di dalam Inventorynya.
__ADS_1
Naze menatap Slitherio lalu berkata, “Mungkin kami mengecewakanmu, tetapi kami telah berusaha yang terbaik untuk membuatmu tetap menerima kami. Di hati kami, kau adalah Leader yang terbaik diantara Leader terbaik di seluruh dunia...” Naze lalu meledak dan menjatuhkan semua barang yang ada di dalam Inventorynya.
FastStone memejamkan matanya lalu berkata, “Kalau ada kesempatan kita bertemu lagi di dalam permainan, aku akan menggunakan nama yang sama dengan yang kupakai sekarang dan jika saat itu tiba, aku pasti bisa mengalahkan dalam duel pedang. Terima kasih atas segalanya, serta sebuah arti kekuatan...” ujar FastStone lalu meledak dan menjatuhkan semua barang yang ada di dalam Inventorynya.
“Aku akan pergi duluan, kutunggu kau di rumah...” ujar Geisha lalu mencium Slitherio dan meledak lalu menjatuhkan semua barang yang ada di dalam Inventorynya.
Slitherio jatuh terduduk setelah melihat semua teman-temannya pergi. Semua kata-kata perpisahan mereka sama, mereka merasa telah mengecewakan dirinya.
“Kalian tidak mengecewakanku, kalian adalah teman terbaik yang pernah kutemui selama bernapas di dunia...” Slitherio tak bisa menahan air matanya, “Terima kasih telah menemani perjalananku selama disini. Kalian takkan pernah kulupakan...”
Slitherio lalu mengambil semua Equip Myhtic yang ada disana lalu membuat sebuah kotak kayu besar. Ia juga melepaskan semua Equipnya.
“Kalau benar-benar ada kesempatan kita bermain lagi, maka biarkan kotak ini akan menjadi Equip kita nanti saat pertemuan kita selanjutnya...” ujar Slitherio dalam sepi sambil memasukkan satu persatu Equip Myhtic milik teman-temannya.
Slitherio menutup kotak itu lalu menamainya dengan nama Mystery Box. Slitherio mencari kotak tempat semua perlengkapan Six Dragon Pillar dulu disimpan dan meletakkannya bersebelahan.
Slitherio memejamkan matanya dan ia melakukan langkah terakhir perjalanannya, yaitu Log Out permanen.
Tubuh Slitherio bersinar terang lalu meledak dan dari serpihan tubuhnya, keluarlah sebuah cahaya merah yang memancarkan Mana berkekuatan besar. Dan itulah akhir dari perjalanan sang pahlawan yang telah mengembalikan lagi Era Kedamaian yang selalu diimpikan oleh setiap orang di dunia.
Dalam waktu yang lama, di dunia itu, legenda tentang seorang Phoenix yang berani menantang seorang dewa akan tetap terdengar sampai saat keturunan Phoenix menemukan kotak rahasia itu di Altar of King.
**Season 4 - Remaist Online - (The Last Journey the Hero) - End
Catatan Penulis**:
Season 4 berakhir dengan jumlah chapter sebanyak 17 chapter dan 18.740 kata.
Yah, jujur saja pada season ini saya tidak fokus membuatnya karena memang banyak sekali gangguan di sekitar saya, menjadikan season ini terlalu singkat dan mungkin terkesan banyak lubangnya.
Tetapi, bagi yang penasaran seperti apa masa lalu Ryan, dari dia kecil sampai dia dikenal dengan gelar Top Global nomor satu Physical And Magic, tunggu di season selanjutnya.
Typo mungkin masih ada, tetapi maafkan penulis karena penulis sendiri kurang teliti dalam mengedit chapter yang ada typonya itu.
Dan juga, saya ingin berterimakasih kepada pembaca sekalian karena telah mengikuti perjalanan Slitherio sampai disini.
Tambahan, saya juga berterimakasih karena jumlah karya ini terbaca sudah sebanyak 100.000 kali!
Wuuuhuuuu!
Sekian saja, season selanjutnya mungkin akan dilanjutkan nanti siang atau nanti malam lagi.
Salam,
__ADS_1
Rio.