Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
209. 999 anak tangga II


__ADS_3

Sebelum ujian terakhir dimulai, Slitherio sempat membicarakan tentang kemungkinan bentuk ujian terakhir ini.


“Menurut cerita masa remajaku dulu, ada sebuah ujian aneh dimana ada sekelompok orang yang mendaki sekitar 999 anak tangga. Tantangannya adalah...” Li terlihat berpikir sebentar.


“Apa kau lupa? Tantangannya adalah aura dari beberapa Roh Makhluk Buas!” Whu menatap Li tajam. Tentu saja ia tahu karena cerita itu adalah cerita modern paling populer di negeri China.


Disebutkan kalau ada sekelompok orang yang menapaki jalan dewa dengan cara yang ekstrim dan juga aneh. Salah satunya adalah mendaki 999 anak tangga dimana konon katanya di atas anak tangga itu sudah menunggu sosok yang disebut-sebut sebagai sosok yang menciptakan dunia.


“Itu dia! Roh Makhluk Buas!” Li memukul meja. Ia lalu menatap Slitherio, “Dan kita bisa meniru cara yang dipakai sekelompok orang ini untuk menyelesaikan ujian ini...”


Singkatnya, Slitherio meminta agar semua orang melepaskan seluruh aura mereka saat mulai menaiki tangga sampai anak tangga yang diperlukan untuk bisa lulus.


Dan itulah yang kini sedang diterapkan dalam ujian terakhir ini. Mereka langsung melepaskan seluruh aura mereka tanpa ragu sekalipun.


Mereka menaiki satu persatu anak tangga dengan mantap, tanpa ragu akan kegagalan. Mereka menembus segel pemisah anak tangga itu dengan tempat sembilan dewa menunggu dengan mudahnya.


Setiap 100 anak tangga, akan ada aura yang amat kuat menekan semua orang. Tetapi Slitherio dan Sean melindungi semuanya dengan aura keduanya yang memang lebih kuat dibanding yang lainnya.


5 jam mereka lalui dengan mudahnya dan setiap ada kesulitan, mereka yang memiliki aura lebih kuat akan melindungi yang lainnya. 


Slitherio yang memiliki kekuatan Spirit yang paling banyak diantara mereka menyadari kalau kekuatan Spirit mereka perlahan terkuras setelah melewati tangga ke-100 ke atas.


“Kita harus tetap memakai Absorb Spirit Power jika kita merasa kekuatan Spirit kita berkurang...” ujar Slitherio yang dibalas dengan anggukan.


Semakin jauh, aura yang menekan semakin berat. Tetapi berkat aura Slitherio dan Sean yang paling besar diantara mereka, keduanya menjadi perisai bagi mereka yang tertekan karena aura itu. Sebut saja Li.


Sampai pada akhirnya, semua orang sampai di angka tangga ke-800 dan mendapat jendela informasi.


[Selamat, kau telah menjadi dewa!


Mendapat title 'God'!


Mendapat skill God Aura, All Stat+1.000, dan mendapat gelar masing-masing]


Semua orang, kecuali Slitherio mendapat jendela informasi itu. Slitherio tersenyum dan ia merasakan kalau kekuatan Spiritnya sudah berkurang sampai sebanyak 31 kekuatan Spirit.


“Aku akan menyelesaikan ujian ini sendirian...” Slitherio menangkupkan kedua tangannya, “Original Skill Soul Remaist: Flame Man Vile!”


Tubuh Slitherio segera diselimuti oleh api berwarna merah terang. Cahayanya menyebar sampai ke tempat sembilan dewa elemen menunggu.


“Skill itu... Adalah skill khusus milik keturunanku...” Zein yang melihatnya melebarkan matanya, “Manusia Api Keji!”

__ADS_1


Skill ini membuat Slitherio meningkatkan seluruh kemampuan sebanyak 100 poin selama sekitar sepuluh menit. Jumlah itu membuat Slitherio harus bisa menyelesaikan ujian terakhir dalam waktu sepuluh menit atau jika gagal maka ia akan mengulang lagi dari awal.


“Slitherio, kami akan membantumu...” FastStone menepuk pundak Slitherio yang diselimuti api. 


Tak lama setelah FastStone berkata begitu, semua orang segera melepaskan skill yang baru mereka dapatkan, yaitu God Aura.


Tekanan di tangga ke-801 semakin berat dan semakin tidak beraturan. Slitherio tersenyum dibalik api-api itu lalu berseru, “Ayo!”


Slitherio menaiki tangga dengan perlahan lalu semakin cepat sampai tak terasa kalau ia sedang berlari di tangga itu.


Karena ia dibantu dengan God Aura dari tujuh orang yang sudah menjadi dewa, langkahnya menjadi semakin ringan dan semakin cepat.


Slitherio kini dikejar waktu skill Flame Man Vile miliknya sendiri. Slitherio memejamkan matanya dan menginjakkan kakinya di anak tangga ke-900 setelah berlari selama hampir sepuluh menit.


[Selamat, kau telah menjadi dewa!


Mendapat title 'God'!


Mendapat skill God Aura, All Stat+1.000, dan mendapat gelar masing-masing]


Slitherio melepas skill Flame Man Vile dan jatuh berlutut. Hari dimana ia lulus dari ujian ini akhirnya sampai.


Kedelapannya menatap ke depan bersamaan dan melangkahkan kaki mereka ke anak tangga ke-901 lalu melangkah maju dengan mudah.


Sembilan dewa elemen menatap Slitherio dan teman-temannya dengan senyuman tipis. Ujian yang mereka lalui setelah setengah tahun mencoba diselesaikan hanya dalam waktu satu hari.


“Sudahlah, mereka menanggung beban satu benua di pundak mereka dan aku yakin kalau hal itulah yang menjadi pemicu semangat Slitherio dan teman-temannya untuk secepatnya menyelesaikan ujian ini...” ujar Jay dengan tenang.


“Benar...” Zein, Monte, dan Tany mengangguk tanda setuju. Sisanya hanya tersenyum lebar menatap ke atas tangga.


“Menurut kalian, apa yang akan dikatakan oleh guru setelah melihat delapan junior kita menyelesaikan ujian tersulit selama satu hari ini?” Vesta melirik yang lainnya.


Di atas, di anak tangga ke-999...


Slitherio dan teman-temannya keluar dari segel Power Ladder serta melihat seorang pria dengan jubah putih dan rambut hitam.


“Halo, anak-anakku...” pria itu melambaikan tangannya kemudian mendekat, “Aku dipanggil oleh para pemburu sejarah dengan nama Sky Man...”


Slitherio dan yang lainnya segera berlutut entah apa penyebabnya. Slitherio merasa kalau ia harus menghormati orang ini karena kemungkinan apa yang ia katakan tadi itu benar. Ia adalah Sky Man yang konon merupakan makhluk pertama Tuhan yang memiliki kecerdasan luar biasa.


Sky Man menatap Slitherio, aku sudah melihat seluruh perjuangan kalian selama di pulau ini dan tidak terasa kalau kalian sudah mencapai tingkat ini hanya dalam waktu kurang dari setahun, bahkan kurang dari dua bulan...”

__ADS_1


Sean dan FastStone mengangguk senang. Mereka senang karena akan kembali ke Midvast dengan kekuatan yang jauh lebih besar.


“Yah, disini aku hanya mengesahkan kalian menjadi dewa di hadapan para dewa oendahulu kalian dan juga Tuhan yang tidak terlihat ini...” Sky mengangkat tangannya, secercah cahaya terlihat di kedua ujung tangannya.


Tak lama, Zein dan sembilan dewa elemen lainnya muncul di hadapan Sky Man, “Salam, guru...” mereka memberi hormat mereka padanya.


Sky Man mengangguk, “Kalian sudah melihat kemampuan mereka, bukan? Mereka kini sudah bukan manusia lagi setelah memiliki lebih dari 30 kekuatan Spirit...”


“Benar, guru...” Zein dan Luna yang dianggap yang terpintar diantara mereka mengangguk.


“Karena bakat mereka itulah, aku akan menganugerahkan gelar yang amat khusus bagi kalian semua...” Sky Man mengangkat tangan kanannya, delapan cahaya yang berbeda warnanya muncul disana.


“Slitherio, kau kuangkat menjadi Dewa Bergelar dan diberi gelar Flame Sword God serta menerima pedang bertingkat Myhtic dengan nama Heaven Flame Sword...” cahaya berwarna merah mendekati tubuh Slitherio dan berubah menjadi sebuah pedang dengan bilah berwarna merah menyala yang diselimuti api merah.


“Sean, kau kuangkat menjadi Dewa Bergelar dan diberi gelar Gold Dragon God serta menerima pedang bertingkat Myhtic dengan nama Gold Dragon Sword...”  cahaya berwarna emas mendekati Sean dan masuk ke dalam pedang Sean yang terpasang di pinggangnya. Pedang itu mengeluarkan cahaya berwarna emas sebelum akhirnya menghilang dan pedang itu mengeluarkan aura yang amat hebat.


“FastStone, kau kuangkat menjadi Dewa Bergelar dan diberi gelar War God serta menerima tujuh pedang bertingkat Myhtic dengan nama Seven Blue Ruler Sword Set dan perisai bertingkat Myhtic dengan nama Shield of Peace...” cahaya berwarna biru mendekati FastStone dan berubah menjadi tujuh pedang dengan warna sebiru langit. Ketujuh pedang itu kemudian bergerak menuju tempat tujuh pedang FastStone sebelumnya diletakkan. Satu perisai yang berwarna biru hitam bergerak menuju tempat perisai sebelumnya diletakkan.


“Atra, kau kuangkat menjadi Dewa Bergelar dan diberi gelar Silver Wolf God serta menerima cakar mekanik bertingkat Myhtic dengan nama Immortality Claws...” cahaya berwarna perak bergerak menuju tangan Atra dan berubah menjadi cakar mekanik dengan warna perak mengilap.


“Li, kau kuangkat menjadi Dewa Bergelar dan diberi gelar Musician God serta menerima seruling bertingkat Myhtic dengan nama Wisdom Jade Flute...” cahaya berwarna hijau kebiruan mendekati tangan Li dan berubah menjadi seruling berwarna hijau.


“Geisha, kau kuangkat menjadi Dewi Bergelar dan diberi gelar Ice Goddess serta menerima pedang bertingkat Myhtic dengan nama Immortal Ice Sword dan busur bertingkat Myhtic dengan nama Bow of Life...” cahaya berwarna biru terang mendekati Geisha dan berubah menjadi sebuah pedang berwarna biru serta busur dengan warna merah gelap.


“Clarey, kau kuangkat menjadi Dewi Bergelar dan diberi gelar Courage Goddess serta menerima pedang bertingkat Myhtic dengan nama Sword of Destiny...” cahaya berwarna kuning mendekati Clarey dan berubah menjadi pedang berwarna kuning dengan hiasan batu berwarna hijau diantara gagang serta bilahnya.


“Naze, kau kuangkat menjadi Dewa Bergelar dan diberi gelar Wind Bow God serta menerima busur bertingkat Myhtic dengan nama Wind Metal Bow...” cahaya berwarna hitam mendekati Naze dan berubah menjadi busur berwarna hijau kehitaman.


“Dan karena keberhasilan kalian menyelesaikan seluruh ujian dalam waktu kurang dari dua bulan, aku juga akan menganugerahi kalian dengan tambahan kapasitas Mana sampai 59 kekuatan Spirit serta hak otoritas untuk menguasai seluruh dunia...” tangan Sky Man sekali lagi bercahaya dan cahaya itu masuk ke dalam tubuh Slitherio dan teman-temannya.


Cahaya itu membuat level Slitherio dan teman-temannya naik sebanyak 20 level, level yang lumayan banyak untuk satu gerakan sederhana.


“Karena kalian sudah memiliki hak otoritas setinggi itu, kalian bisa berpindah tempat kemanapun kalian mau, selama itu masih di bumi...” ujar Sky Man lalu berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang.


“Karena kalian sudah menyelesaikan seluruh ujian kalian, apa kalian akan langsung kembali?” tanya Zein setelah semuanya telah tenang.


“Sepertinya tidak...” Sean tersenyum lebar, “Aku ingin membeli Inti Kehidupan yang banyak lalu membawanya ke Midvast untuk teman-temanku. Anggap saja sebagai oleh-oleh...”


“Kalau aku ingin meningkatkan kekuatan Flame Phoenix Sword milikku yang sudah menemani perjalanan pedangku selama di Midvast...” ujar Slitherio sambil tersenyum lebar, “Dan kita akan kembali nanti malam...”


Semuanya memiliki urusan mereka di Gods Island yang ingin mereka selesaikan sekarang karena Slitherio mengatakan kalau mereka akan kembali nanti malam ke Midvast. Jika di Gods Island sudah malam, mungkin di Midvast sudah siang hari.

__ADS_1


__ADS_2